Jump to ratings and reviews
Rate this book

Luka Perempuan Asap

Rate this book
Mun, putri tunggal juragan sawit merasakan keresahan perihal ayahnya. Dengan kekayaan yang melimpah, ayahnya belum juga mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membayar zakat. Ada saja alasan yang terlontar hingga Mun tidak lagi dapat mendebat ayahnya. Namun, Mun terus bersabar dan tidak lelah menasihati.

Suatu ketika Kang Marno, teman ayahnya, datang menawarkan investasi sawit dan ingin menjodohkan anaknya, Marjo, dengan Mun. Tanpa persetujuan dari Mun, ayahnya secara sepihak menerima perjodohan itu. Mun pun dengan tegas menolak perjodohan itu. Selain karena belum ingin menikah, Mun juga tidak suka dengan kelakuan Marjo.

Masalah demi masalah silih berganti datang mendera hingga Mun terjebak dalam proyek penelitian tentang bahaya sawit yang dikomando oleh Bu Wilda, dosen pembimbing skripsinya. Hati Mun memberontak karena penelitian itu tidak sesuai dengan nuraninya, tapi ia tidak bisa mengelak karena proyek inilah yang bisa menyelamatkannya dari perjodohan dengan Marjo. Sebuah suasana yang dilematik. Tidak sampai di sini, persoalan makin rumit dengan munculnya asap akibat pembakaran lahan dan turunnya harga sawit. Seketika kesenangan berubah penderitaan. Lantas, bagaimana Mun menghadapi semua ini? Simak lembar demi lembar duka Mun di buku ini!

Sulitnya mencari rujukan novel bergenre ”sastra hijau” telah dijawab oleh Luka Perempuan Asap. Bertutur tentang ketamakan, petaka menjauhi zakat, tragedi jerebu, dan harga diri perempuan yang luka. Sebuah pesan tersembunyi yang ingin disemai, selamatkan rumah kita yang satu ini, yaitu bumi yang tinggal seukuran ”5 meter”.
– Bambang Kariyawan, penyair dan pegiat Sastra Hijau Riau.

264 pages, Paperback

Published January 1, 2017

Loading...
Loading...

About the author

Nafi’ah al-Ma’rab

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (21%)
4 stars
1 (7%)
3 stars
10 (71%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Zainy Fitria.
2 reviews
May 8, 2026
novel ini bukan cuma nyeritain tentang luka dan kehidupan perempuan aja, tapi juga banyak pelajaran hidup yang bisa diambil. Dari cerita di novel ini, saya jadi lebih paham pentingnya peduli sama sesama bukan hanya manusia bahkan sesama makhluk hidup, bantu orang lain, dan jangan punya sifat serakah atau mempermudah semuanya dengan uang karena ujung-ujungnya malah berdampak buruk buat diri sendiri.
Terus di buku ini juga ada pesan buat lebih peduli sama lingkungan karena banyak kerusakan alam yang sebenarnya disebabkan sama manusia sendiri. Novel ini juga nunjukin kalau takdir Allah itu nyata dan setiap kejadian pasti ada pelajaran yang bisa diambil. Jujur menurut saya, ada beberapa bahasa yang agak susah dipahami. Tapi, overall buku ini tetep menarik banget dan bikin saya cukup mikir tentang banyak hal di kehidupan dan mungkin dari book description cukup bisa buat kalian kebayang sedikit gimana ceritanya.
Displaying 1 of 1 review