Jump to ratings and reviews
Rate this book

Remah-Remah Bahasa Perbincangan dari Luar Pagar

Rate this book
Tanpa kita sadari, sejumlah kata-kata "baru" datang lewat berbagai cara, sementara itu banyak kata-kata "lama" yang sudah jarang atau bahkan tak lagi pernah dipakai, kecuali jadi penghias kelengkapan kamus. Di antara itu, sekeliling kita disesaki kata dan istilah yang semakin tidak terasa asing. Artikulasi, ekspektasi, formulasi, identifikasi, interpretasi, kapasitas, karakter, opsi, signifikan, ....

Dalam buku inilah remah-remah catatan karya Eko Endarmoko ditulis. Berbagai perbincangan mengusik tentang bahasa Indonesia, pengguna, dan pengunaannya dewasa ini.

Eko menawarkan pandangan dari luar pagar tentang masa depan bahasa kita. Sebab, nasib bahasa Indonesia sepenuhnya berada di tangan kita, bukan di tangan para pekamus atau perencana bahasa.

Eko Endarmoko, wartawan, penyunting, pemerhati bahasa, dan penyusun Kamus Tesaurus Bahasa Indonesia. Aktif menulis esai dan kritik kebahasaan dan sastra di pelbagai media, ,i>Basis, Horison, Kalam, Kompas, Tempo, Berita Nasional, Suara Karya, serta portal Beritagar.

''Diungkapkan dengan jernih dan lincah, buku ini tidak hanya bermanfaat besar, tapi juga menghibur.'' -Dee Lestari, Novelis

''Membaca buku ini membuat kita menyadari bahwa kaidah bahasa ada untuk memastikan keberhasilan penyampaian pesan.'' -Ivan Lanin, Aktivis Bahasa Indonesia dan Pendiri Wikimedia Indonesia.

180 pages, Paperback

First published December 1, 2017

10 people are currently reading
17 people want to read

About the author

Eko Endarmoko

5 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (20%)
4 stars
16 (40%)
3 stars
15 (37%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
February 3, 2018
I love this book, much much much much....
Saya kenak Eko Endarmoko sekadar sebagai penyusun tesaurus. Namun di buku ini, kita akan membaca esai-esai pendek dalam buku ini, kita tidak hanya disuguhkan bagaimana cidera-cidera dalam berbahasa kita. Tapi, juga mengingatkan kembali bahwa bahasa adalah identitas, martabat, dan ciri keindonesiaan kita.

Kita kadang melukai bahasa Indonesia dengan mencampuraduk, merusak tatatan, ejaan, dan norma yang baik.

Bukan berarti bahasa indonesia tertutup, kaku, dan tidak menyerap perkembangan. Bukan. Lebih ke bagaimana kita memosisikan bahasa kita.

saya jadi ingat nasihat ibu Lian Goww, seorang indonesianis yang tinggal di Amerika, dan kerap menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Dengan tegas beliau mengatakan, Bahasa Inggris datang melalui penjajahan. Bahasa Indonesia datang lewat perjaungan nyawa dan darah pahlawan. Lantas, mengapa kita merasa lebih bangga berbahasa inggris daripada menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Profile Image for Muhammad Syafi'ul Umam.
18 reviews
June 29, 2021
Kumpulan esai tentang kebahasaan. Bisa dibaca dari mana saja. Tidak mengharuskan baca secara urut. Akan tetapi saya membacanya secara urut sampai habis.

Ada beberapa esai yang merupakan kritik. Ada kritik terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ada kritik terhadap Undang-Undang Bahasa. Bahkan ada juga kritik terhadap pemakaian kaidah baku dalam pemakaian kata.

Dengan membaca buku ini, saya lebih banyak lagi mengenal konsep berbahasa, kaidah bahasa, fungsi bahasa dan sebagainya. Ada beberapa kata yang jarang diketahui banyak orang dikenalkan oleh penulisnya baik secara langsung dalam inti pembahasan atau secara tidak langsung dalam selipan pembahasan.
Profile Image for Rizkana.
243 reviews29 followers
December 12, 2023
“Manusia terus-menerus mengeksploitasi bahasa demi banyak sekali keperluan.”


Memang harus ada yang mengawasi. Kira-kira itu kesan yang saya dapat setelah menamatkan buku ini.

Lewat 40 artikel singkat, tetapi padat, langsung mengutarakan inti sebagai respons ataupun kritik terhadap berbagai fenomena kebahasaan sepanjang rentang +- 12 tahun (2006–2017), pembaca bisa langsung tahu, penulis begitu peduli (bahkan cinta) bahasa Indonesia.

Topik yang diangkat beragam—sejarah, kritik terhadap peran pemerintah dan pusat bahasa (UU bahasa), penggunaan konsep ‘licentia poetica’ sekadar untuk berkelit, hingga perihal kata serapan, penggunaan bahasa asing berlebihan, sampai pembentukan singkatan yang tidak bisa dihindari, tetapi ya tidak lantas berserah diri.

Satu yang menarik buat saya adalah perkara gejala atau fenomena bahasa tersebut yang dikhawatirkan akan merongrong bahasa Indonesia. Semua dibahas dengan argumen kuat dan merujuk pada sifat bahasa itu sendiri, bahwa “bahasa adalah unsur budaya yang hidup dan berwatak manasuka,” “ketika berbahasa, orang pertama-tama memakai intuisi dan akal sehat, bukan linguistik,” dan “semua bentuk singkatan tunduk pada hukum dasar bahasa, yaitu kesepakatan atau konvensi, syarat mutlak bagi keberterimaan dan kelangsungan hidup mereka.”

Penulis bukan ingin mengajak pembaca untuk membiarkan bahasa mempertahankan dirinya sendiri. Ia menegaskan
“kita tahu, di dalam berbahasa, ada batas absolut yang tidak boleh diabaikan.”


Sepenangkapan saya, penulis ingin mengatakan, aturan kaku (baku dan benar) tidak bisa jadi satu-satunya solusi, KBBI dan definisi melingkarnya juga tidak cukup, kesadaran penuturnyalah yang perlu menjadi perhatian utama.

Beberapa kali penulis pun mengeluarkan ungkapan yang merangkum argumennya, seperti “bahasa menunjukkan bangsa,” “bahasa menunjukkan adab seseorang. Bahwa cara berbahasa seseorang mencerminkan kepribadiannya. Adab rada dekat dengan akal, dengan kemampuan mengelola nalar,” atau ya… “bahasamu kastamu.”
Profile Image for Nike Andaru.
1,641 reviews111 followers
January 21, 2021
5 - 2021

Kumpulan esai tentang bahasa tak banyak sebenarnya yang pernah saya baca. Buku dari Eko Endarmoko ini adalah salah satu yang sangat menarik untuk kita membedah banyak kata-kata dalam Bahasa Indonesia.

Setelah membaca buku ini, saya makin yakin untuk belajar bahasa mana saja itu kalo dikuliti banget akan sangat menjadi hal yang sulit. Walaupun kita udah sehari-hari pakai bahasa Indonesia, tetap saja, gak banyak yang tahu bagaimana cara menuliskan dan menggunakan sebuah kata sesuai dengan makna dan penempatannya. Namun, memelajari bahasa Indonesia itu selalu menarik.
Profile Image for Steven S.
701 reviews67 followers
January 16, 2019
kumpulan tulisan yang membuatku sedikit. Iya betul hanya bertambah sedikit pembelajaran soal bahasa. Karena belajar bahasa itu luas banget ya. :)

Meski di beberapa bagian aku kayak nggak terlalu memahami maksud penulis, sejauh membacanya terurai banyak kutipan dan hal menarik soal bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia itu kaya loh, teman-teman. Juga menarik.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
June 13, 2019
Satu lagi buku kumpulan artikel kebahasaan untuk melengkapi khazanah buku-buku tentang pernak-pernik kebahasaan Bahasa Indonesia.


Duh kalimatnya enggak efektif ya.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.