2.5 star from 5 star
Okay,I know. Sepertinya hanya saya yang memberikan rating terendah diantara Goodread-ers lainnya yang memberikan rating tinggi untuk buku ini. Hanya numpang baca buku ini ketika berada di Gramedia dan selesai saat itu juga. Untuk ilustrasi dan teknik gambar,jangan ditanya...I really really love it. Sebelumnya saya memang follow instagram Puuung-eonni dan beberapa kali memencet tombol 'like' untuk ilustrasi2nya. Lantas,kalau suka dengan gaya ilustrasinya,apa yang membuat saya memberikan rating cukup rendah untuk buku ini?
Storyline. Yep,storyline. Seharusnya buku ini diberi judul 'What I thought about love is..' daripada 'Love Is',karena ilustrasi2 ini hanya menggambarkan sebuah hubungan yang terlihat indah indah saja,seharusnya kita tahu bahwa cinta tidak selamanya indah seperti khayalan Puuung-eonni, ada patah hati,perjuangan,kejenuhan dan berbagai hal lainnya yang seharusnya disorot untuk menunjukkan bagaimana 'Cinta' yang sebenarnya dialami di dunia nyata,seakan akan ilustrasi ini memberikan 'pil biru' kepada pembacanya,menawarkan suatu keadaan yang indah,cantik,romantis,so-sweet,unyu2 ,dibandingkan memberikan 'pil merah' yang cenderung menyakitkan,keras,penuh perjuangan dan tidak enak.
Selain soal storyline,saya merasa bahwa ilustrasi2 Puuung-eonni cenderung repetitif dalam arti ia menggambar suatu keadaan yang terlihat berbeda namun memiliki arti yang sama maupun mirip,malah terlihat seperti kehabisan ide cerita.
Seringkali saya menemukan kasus serupa seperti ini yaitu ilustrator dengan teknik gambar yang baik,namun lemah konsep,logika maupun storyline. Tidak ada artinya gambar yang baik tanpa cerita yang menarik,begitu juga sebaliknya. Saran saya untuk Puuung-eonni : Tetap serius dengan karya ilustrasinya,kembangkan lagi konseptual ceritanya dan kalau bisa jangan repetitif. Coba sekali kali keluarlah dari zona nyaman sweet loversmu itu <3