Sudah hampir satu tahun buku ini ada dalam tumpukan TBR saya. Dan pada akhirnya saya pun memutuskan untuk membacanya karena memang dari dulu saya sudah sangat penasaran dengan tulisan seorang Danielle Steel. Ternyata cerita yang ditulis oleh Danielle Steel terhitung cukup berbeda dan unik. Di mana Steel memadukan drama, misteri, dan cinta menjadi sebuah kesatuan cerita yang menarik. Melihat judul dan sampul bukunya saja telah sukses menarik minat saya untuk membacanya. Gambar sebuah kalung dengan batu zamrud berwarna hijau serta aksen berlian di sekitarnya sangat berkolerasi dengan judul bukunya. Saya suka dengan pemilihan sampul ini, mengingat tidak jauh berbeda dengan sampul versi luar negeri. Sampul versi terjemahan terlihat lebih simpel, tapi elegan di saat bersamaan.
Pada awalnya saya mengira jika tema novel ini lebih condong ke drama keluarga atau misteri, tapi ternyata unsur romance lebih mendominasi. Pencarian pemilik sekaligus ahli waris perhiasan di awal cerita sebenarnya sudah sangat menarik. Namun sayangnya, penulis mengganti arah cerita menjadi lebih dramatis dan kompleks dengan unsur romance yang lumayan kuat. Padahal premis ceritanya sudah menarik, tapi sayangnya penulis seperti kehilangan arah di pertengahan menuju akhir cerita. Jika saja penulis lebih berfokus pada sejarah dan pencarian pemilik perhiasan, sepertinya jalan ceritanya akan lebih seru dan unik. Menjelang pertengahan saya mulai bisa menebak ke mana arah cerita akan dibawa. Dan ternyata tebakan saya tepat, plot-twist yang mungkin pada awalnya disiapkan untuk mengejutkan pemabaca jadi terkesan biasa dan mudah ditebak. Tadinya saya berharap jika ahli waris dan latar belakang pemilik perhiasan bisa lebih misterius dan sulit untuk diterka. Akan tetapi Danielle Steel gagal mengeksekusinya, alih-alih misterius malah terlihat lempeng dan datar.
Tokoh Jane Willoughby digambarkan sebagai seorang mahasiswi magang di pengadilan warisan. Jane memiliki sifat yang cerdas, praktis, dan cekatan. Semua sifat Jane tergambar dari cara dia menangani kasus kotak jaminan Marguerite Pearson. Lalu ada tokoh Phillip Lawton yang merupakan seorang juru taksir perhiasan di balai lelang Christie's. Phillip memiliki karakter yang bebas, cuek, dan dewasa. Selain itu hubungan Phillip dan ibunya pun sangat dekat. Sehingga sulit baginya untuk mendapatkan kekasih karena menjadikan ibunya sebagai patokan. Terakhir ada tokoh Valerie yang merupakan ibu dari Phillip. Valerie memiliki pemikiran yang terbuka, ceria, dan berjiwa bebas. Maka tak heran di usianya yang sudah 74 tahun, Valerie masih terlihat muda dan enerjik. Selain ketiga tokoh tersebut ada pula tokoh Winnie yang sinis, Marguerite yang sendu, John yang egois, dan masih banyak lagi. Cara penyampaian karakter para tokoh di dalam novel ini terbilang sangat baik. Penulis memberikan latar belakang yang lumayan kuat untuk setiap tokohnya. Saya sendiri suka dengan tokoh Valerie yang enerjik. Di mana di usia senjanya masih bisa melakukan berbagai aktivitas.
Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga melalui hampir semua tokoh yang ada. Namun fokus utamanya hanya pada tiga tokoh, yaitu Jane, Phillip, dan Valerie. Perpindahan sudut pandangnya terkesan baik, meskipun tidak terlalu rapi. Alur ceritanya berjalan sedikit lambat, tapi cukup mengalir. Gaya bahasanya sebetulnya sudah bagus, tapi sayangnya penulis terkesan bertele-tele di beberapa bagian cerita. Banyak sekali deskripsi kegiatan para tokohnya yang terlalu mendetail. Seharusnya kegiatan-kegiatan tersebut bisa dipersingkat atau bahkan dihilangkan. Terjemahan bukunya sangat baik dengan kosakata yang beragam dan mudah dimengerti.
Konflik yang terjadi dalam novel ini terbagi menjadi dua bagian. Konflik pertama terjadi saat pencarian sosok pemilik kotak jaminan berisi perhiasan-perhiasan mewah. Konflik mulai terjadi saat Jane dan Phillip menyelidiki sosok Marguerite Pearson yang memiliki sejarah hidup yang kelam dan mengharukan. Lalu konflik selanjutnya terjadi saat terbongkarnya sebuah rahasia yang mengungkap ahli waris perhiasan-perhiasan tersebut. Sebenarnya saya sudah mulai betah dan nyaman saat membaca konflik pertama akan pencarian latar belakang Marguerite Pearson. Namun sayangnya, saat terjadi konflik kedua di mana sang ahli waris ditemukan, jalan cerita seolah jalan di tempat. Perkembangan ceritanya terkesan lambat bahkan tidak ada sama sekali. Setelah mengetahui sang ahli waris jalan cerita menjadi melempem. Penyelesaian konfliknya pun terkesan mudah dan biasa saja. Padahal konflik di awal cerita sudah menjanjikan, tapi sayangnya penulia tidak bisa mengembangkannya.
Pengalaman yang seru sekaligus mengecewakan bagi saya saat membaca karya Danielle Steel untuk pertama kalinya. Ekspektasi saya mungkin terlalu tinggi sehingga merasa kecewa. Premis yang dibangun penulis sebetulnya sudah menarik, hanya saja penulis seperti kehilangan arah saat pertengahan menuju akhir cerita. Malah ceritanya terkesan dipaksakan dan dipanjang-panjangkan. Semua detail yang diceritakan terlalu banyak dan diulang-ulang. Jujur saja saya sempat bosan membaca berbagai aktivitas para tokohnya yang terbilang tidak terlalu penting. Mungkin takdir bisa terkesan tidak masuk akal. Hanya saja banyak keterkaitan dan kebetulan yang terjadi dalam ceritanya. Secara keseluruhan Property of a Noblewoman merupakan sebuah novel dengan premis yang unik dan menjanjikan dengan bumbu romance yang mengecewakan. Semoga karya-karya Danielle Steel berikutnya bisa lebih mengesankan untuk saya baca.