Nikah tidak segampang update status quote “Daripada tukeran cokelat, mending tukeran buku nikah” lho. Coba deh pikir baik-baik apa yang membuat kamu ingin cepat nikah. Kalau hanya ikut-ikutan, coba pertimbangkan kembali keinginan tersebut. Daripada ngebet nikah, mending gunakan waktu berhargamu untuk belajar tentang pernikahan dan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Kalau memang sudah pantas nikah, pasti ada jalannya kok untuk merasakan proses ijab kabul.
Judulnya eye catching dan pertanyaannya yang menyebalkan membuatku ingin baca buku ini. Alhasil: seneng banget baca buku ini wkwk. Meskipun belum punya pasangan buku ini memvalidiasi diriku untuk terus mencari ilmu pernikahan dulu.
Secara garis besar buku ini bercerita tentang apa yang harus dipersiapkan sebelum nikah. Dari faktor intern: mental, ilmu, fisik (kesehatan dan gaya hidup). Dari faktor eksternal: sosial (keluarga, aturan curhat dalam pertemanan), dan finansial.
Di akhir bab ada kisah beberapa keluarga kecil yang bisa kita ambil ilmunya. Contohnya: main ke pantai setiap Minggu, menyiapkan gala dinner sederhana setiap bulan, nulis sticky notes di laptop/hp pasangan, dll.
Hal yang paling aku suka di buku ini adalah bahasan mitos pernikahan dan konsep mempersiapkan diri sendiri. Mitos paling nyebelin tuh menurutku ya umur.
Sebelum kita mampu memberi satu sama lain, saling membantu sama lain, saling mengurangi beban masing-masing, kita harus sudah selesai dengan segala keruwetan dalam diri kita sendiri. Memahami dan menyelesaikan diri sendiri dahulu. Jangan sampai ketika kita sudah banyak berkorban, ternyata diri kita masih banyak yang mengganjal, banyak ngersulo-nya, dan lain sebagainya.
Ketika sudah ada pasangan nanti, perlu disampaikan dan diketahui pasangan secara langsung. Inti dari pernikahan sebenarnya adalah menjadikan diri kita lebih baik dari sebelnya bersama pasangan.
Jika aku dan (mungkin) kamu sekarang belum menemukan pasangan, bisa jadi itulah cara Tuhan membuat kita berbenah dulu dan memperbanyak me time, membahagiakan keluarga, dan menyelesaikan rencana-rencana kita. Bisa jadi inilah cara Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk mengerjakan rencana yang belum terselesaikan sebelum terjun ke dalam hubungan berdua.
Buku ini cocok buat kamu yang akan menikah, baru menikah, atau yang belum masuk ke dunia pernikahan untuk mengetahui secara keseluruhan "bagaimana pernikahan sesungguhnya".
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini cocok buat kamu yang belum siap nikah pun cocok buat kamu yang sudah siap nikah. Di ceritakan (kayak dalang gitu) kita harus tau apakah persiapan sebelum nikah, apa saja sih yang harus kita lakukan. Tentu kan masih banyak yang bingung apalagi kamu cieee... Isinya menjelaskan langkah – langkah mulai nikah hmmm romantis ehe. Yuk kita apakan hmm udah deh liat aja dibawah ya heheh Bab pertama langkah awal Mengapa menikah? Bab kedua langkah Atasi ketakutan dulu, Yuk! Bab ketiga langkah Mempersiapkan dirimu Bab keempat langkah menuju ke pernikahan Apa saja sih hal dalam menuju pernikahan? Bab lima Pascaresepsi Bab enam Menjaga Pernikahan Bab tujuh Pernikahan Punya Cerita Sendiri Bab delapan Kesimpulan “Jangan Menikah kalau hanya sekedar ikut-ikutan, karena pernikahan adalah keputusan besar yang punya banyak tanggung jawab sesudahnya”. (Hal 188)
Buku ini cocok buat kamu yang belum siap nikah pun cocok buat kamu yang sudah siap nikah. Di ceritakan (kayak dalang gitu) kita harus tau apakah persiapan sebelum nikah, apa saja sih yang harus kita lakukan. Tentu kan masih banyak yang bingung apalagi kamu cieee... Isinya menjelaskan langkah – langkah mulai nikah hmmm romantis ehe. Yuk kita apakan hmm udah deh liat aja dibawah ya heheh
dari buku ini aku belajar bagaimana persiapan ku untuk melangkah ke pelaminan . ada beberapa langkah yang bisa kamu baca di buku ini. isinya mencerahkan aku bahwa ga selamanya yang belum nikah itu gak laku. pasti kan setiap orang punya target dan cita masing masing. jadi wajar aja kok kalo udah berumur tapi belum nikah.
“Jangan Menikah kalau hanya sekedar ikut-ikutan, karena pernikahan adalah keputusan besar yang punya banyak tanggung jawab sesudahnya”. (Hal 188)
Buku mengenai hal-hal yang diperlukan dan dipersiapkan jika ingin menikah. Terdapat juga cerita-cerita mengenai kehidupan berumah tangga. Bisa digunakan sebagai referensi bagi yang ingin menikah.