Bisa dibilang ini lebih menarik dari sisi plot ketimbang "Bachelorette #1" kemarin, "Reality TV Bites" - Reality Show Gila karya Shane Bolks sepertinya memang klise dalam memilih acuan untuk berfilosofi, tapi tidak seperti chicklit kebanyakan, twist ceritanya lebih elok kalau dibayangkan sebagai script sebuah film drama komedi romantis, mirip "Asking For Trouble" (karya Elizabeth Young) atau "Confession of A Shopaholic" (karya Sophie Kinsella), pokok permasalahnnya dijabarkan secara jelas, namun alurnya tidak dapat ditebak.
"Reality TV Bites" bercerita tentang kehidupan Allison Holloway yang sejak kecil berandai-andai ingin menjadi seorang puteri, dijemput oleh seorang pangeran termasyhur, kaya, juga berperawakan oke. Sekarang, sebagai seorang penyedia jasa desain interior, Allie tak ayal mendapatkan keduanya, ia dan kedua rekan kantornya terpilih untuk mengikuti acara "Kamikaze Makeover". Berikut sang produser, Nicolo Parma (yang notabene seorang pangeran) jatuh hati padanya. Menjadi kekasih seorang pangeran tentu luar biasa meningkatan status Allie, ia bertemu dengan sederet orang penting, juga menghadiri sederet acara ternama, namun seorang bangsawan tidak selalu berperangai sopan dan baik seperti seharusnya. Nicolo berhasil menjebaknya hingga terlibat intrik yang melanggar kontrak perusahaan.
Well, kalau dilihat dari plotnya sih memang sederhana. Segalanya telah tersusun rapi dan mudah ditebak, tapi ada sedikit bocoran nih mengenai keberadaan Dave, yang kata Allie sih seekor kodok lantaran Dave itu miskin, tidak seperti Nicolo yang dapat memanjakannya secara menyeluruh. Tapi, justru hubungan keduanya yang sangat ditunggu, kalau boleh diibaratkan, mungkin mirip dengan hubungan kedua tokoh dalam film "No Strings Attached" atau "Friends with Benefits", hanya saja lebih bermain dengan perasaan sedari awal.
Dari sisi tokoh dan karakter, Allie bukan yang terbaik sepertinya, lagi-lagi Allie dihadirkan sebagai sosok cewek yang sombong, tapi sesungguhnya rapuh, juga bodoh lantaran termakan oleh bentuk fisik dan materi. Tidak berpendirian dan agak sedikit sangsi dengan segala hal yang dia miliki. Sedangkan, Dave, dengan gaya agak sedikit cuek, malah berhasil memikat perhatian pembaca ketimbang si Nicolo Parma itu, yang jelas saja dideskripsikan agak sedikit cabul.
Pembawaan ketiganya mempunyai porsi yang agak jomplang, Shane Bolks agaknya lebih tertarik buat membuat banyak kontroversi antara Allie dan Nicolo ketimbang menceritakan keromantisan antara Allie dan Dave. Tapi, sepertinya itu strategi yang tepat agar pembaca betah menyimak kisah ketiganya yang penuh kebodohan dan keromantisan.
Dari lima bintang, 3 nyaris ke 4 bintang mungkin bisa menjadi nilai yang pas untuk "Reality TV Bites" dengan ide yang sederhana, pesan moral yang cukup klise, tapi bermanfaat, juga twist yang menarik, membuat pembacanya jadi terus penasaran dan ingin mengetahui bagaimana nasib si Bodoh Allie yang terobsesi menjadi seorang putri.