Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dan Datanglah Malam

Rate this book
Malam tak hanya mengantarkan kantuk yang akan membawa kita pada mimpi-mimpi yang membuai. Malam sering kali mengantarkan mereka yang hidup di kegelapan, dalam bayang-bayang yang selama ini kita abaikan, sosok-sosok yang menghuni mimpi buruk kita. Dalam buku kelimanya ini, Dewi Ria Utari berkolaborasi dengan Yulian Ardhi, menciptakan serpihan kata-kata dan narasi pendek yang bertautan dengan imaji-imaji surealis yang diciptakan Yulian Ardhi.
Buku ini memberikan pengalaman horor dan misteri baru yang tak linear, yang kerap kali hanya berupa cabikan-cabikan kegelisahan yang mengingatkan pembacanya pada ketidaknyamanan yang pernah dikenal di suatu masa nan entah.

112 pages, Paperback

First published March 12, 2018

1 person is currently reading
14 people want to read

About the author

Dewi Ria Utari

16 books14 followers
Fransisca Dewi Ria Utari ini lahir di Jepara, 15 Agustus 1977. Usai menyelesaikan kuliahnya di jurusan Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret, Surakarta pada tahun 2000, ia mengawali karir jurnalistiknya antara lain di Detik Com, Koran Tempo, dan saat ini menjadi karyawan di harian Jurnal Nasional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (3%)
4 stars
7 (21%)
3 stars
16 (50%)
2 stars
6 (18%)
1 star
2 (6%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books346 followers
March 12, 2018
Saya mengira ini akan berisi puisi, ternyata tidak 100% demikian. Ada prosa yang panjang (cerpen), prosa pendek (fiksi mini, atau mungkin sebait puisi). Ceritanya memang mencekam. Semisal tentang sosok-sosok tersembunyi yang ada di tokoh cerita. Tetapi, saya kok kurang sependapat dengan pengantar dalam buku ini. Tingkat horor dan meremangkan tengkuk dalam buku ini, menurut saya, masih kurang bila dibandingkan fiksi mini Agus Noor. Pengalaman membaca fiksi mini Agus Noor beberapa tahun lalu, meski pun hanya satu atau dua paragraf, cukup membuat saya membayangkan yang neko-neko. Ngeri-ngeri sedap, padahal Agus Noor kebanyakan menutup cerita dengan open ending.

Tapi tetap enak kok dibaca, khas Mbak Dewi Ria Utari, narasinya tenang, tidak terburu-buru. Mendadak saya kangen cerpen-cerpen Mbak Dewi Ria Utari, yang begitu tenang.
Profile Image for Dea.
16 reviews3 followers
December 25, 2018
Never will I buy books like this again. Don't get me wrong, I like some of the poems and stories, but this is a horror book and I hate horror.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews6 followers
November 30, 2020
pertama kali baca, aku bingung. ini apa sih? ini ceritanya nyambung ga sih?
ternyata isi buku ini adalah kalimat2 singkat, yang aku kira juga adalah buku kumpulan puisi. sampai akhirnya aku baca lagi untuk kedua kalinya. dan baru paham, emang isinya kayak kelimat2 pendek dan cerita singkat tentang roh halus atau hantu yang bergentayangan.

ilustrasinya bagus, rada creepy, tapi aku suka. keliatan kelam aja gitu. mendukung banget sama ceritanya.
aku baca buku ini cepet banget setelah tau kalo mostly bahas tentang hubungan manusia dan roh di sekitarnya yang kadang kita ga sadar dia itu nyata atau enggak.
isinya juga ga jaug2 dari mati. cara matinya, bagaimana kok bisa mati, tiba2 jadi arwah. bahkan yang menurut aku serem adalah pas si ibu nyari paman, trs anaknya di ending cerita bilang paman ada di mana2. kenyataan bahwa anaknya yg udah ngebunuh pamannya dibantu hantu perempuan yg jadi teman bermainnya.
buku ini bagus kalo kita paham, tapi ada beberapa yang bikin otak aku travelling kemana-mana. berarti dia mati? apa dibunuh? atau apa?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
March 11, 2022
Buku ini unik.
Di 94 halamannya, Dewi Ria Utari berhasil menghadirkan suasana muram, kelam, gelap dan seram sekaligus dalam beberapa fiksi mini, juga puisi.

Dilengkapi dengan ilustrasi yang memang diniatkan untuk memberi nyawa dan bukan hanya sekedar memenuhi quota jumlah halaman.

Dan diajaknya pembaca untuk menikmati perjalanan arwah, teman baru dari dunia sunyi, akhir hidup bagi sepasang manula yang satu di antaranya demensia dan luka karena perundungan oleh paman sendiri.

Menarik untuk belajar tentang bagaimana ide diolah sedemikian rupa, tapi tak disarankan jika ingin tersenyum bahagia, setelah membacanya.
⭐⭐⭐
65 reviews
December 22, 2020
1) Awalnya kupikir ini cerpen. Namun setelah membacanya, aku tak mengerti apakah ini prosa, cerpen, cerbung, atau novel?
2) Gaya berceritanya bagus dan luwes, setidaknya itu kelebihan dari buku ini.
3) Rasa horor yang dituliskan oleh pengantar dan testimoni di belakang buku memang sesuai, tapi bagi aku pribadi rasa horor tersebut tidak terlalu mencekam.

Terakhir, buku ini sangat bisa dibaca sekali duduk.
Profile Image for Hanif Ayu Savitri.
34 reviews8 followers
May 11, 2018
Quite entertaining my soul with the attractive first encounter:
"Seharusnya ini adalah kisah cinta yang indah. Yang tak terpisahkan oleh apa pun di dunia ini. Dan aku membenci mengawali kisah ini dengan kata "seharusnya". Karena biasanya setelah itu, semuanya terasa tidak berjalan seperti seharusnya."
Profile Image for J. Fisca.
33 reviews3 followers
June 9, 2020
Wow.

Selesai dalam sekali duduk, 15 menit saja... Ekspektasi tinggi karena sebenarnya suka sekali dengan cerpen-cerpen di Kekasih Marionette. Tapi buku ini mengecewakan. Masalah selera? Mungkin. Meskipun saya penggemar kisah horor dan menikmati puisi, tapi yang terpikir waktu baca buku ini cuma, "Apaan sih? Ruwet ngga jelas."

Just stick with short stories, DRU. ☹️
Profile Image for Dina Layinah Putri.
108 reviews5 followers
June 27, 2018
Menurut saya, buku ini campuran antara fiksi mini, cerita pendek dan puisi. Bacaan sepenanakan nasi yang akan asyik dibaca ditengah akhir pekan.

Tentang magis, absurd, perenungan, arwah, roh, dan sesuatu yang liyan.
Profile Image for WidhiKasih.
23 reviews
November 12, 2023
Berisi puisi dan cerpen gelap, dibikin syok dikit ama ilustrasinya gegara baca di ipunas jadi kaya buka halaman langsung tara kejutan :'). Tapi aku suka! Meski jarang banget baca tentang horor-horor gini. Yang cukup berkesan itu cerita tubuh paman dan nenek pisang bikin geleng-geleng kepala.
Profile Image for Ila..
71 reviews7 followers
June 13, 2021
Prosanya bagus tapi puisinya terasa hampa.
Profile Image for Andita.
326 reviews5 followers
October 17, 2023
Ini isinya horror, sumpah out of the box banget. suka!
Aku kira ini buku puisi cinta-cinta loh.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews