*edited*
° ° °
⚠ Subjective opinions 😁
° ° °
So, where do we start?
Novel ini tipis dan ringan. Topik masalahnya pun umum ditemukan, tapi pembawaannya yang santai dan keunikan karakternya membuat novel ini terasa berbeda.
Topik utama dari novel ini adalah cinta. Mencerita seseorang yang disakiti karena pasangannya telah menghamili sahabatnya. Well, memang berat dan benar-benar merasa tertusuk dari belakang.
Dan....
Aku rasa novel ini lebih cocok disebut/dilabeli New Adult (atau mungkin menyerempet Adult) ketimbang Young Adult.
Why?
Sebab topik pembicaraan para tokoh yang sudah dewasa—menurutku—sangat bar-bar/frontal. Pembicaraan seputar hubungan seksual kerap kali terlintas dan muncul pada interaksi dan paragraf pembangun di novel ini.
Ya, meskipun tidak ada adegan rated R ((R di sini bukan remaja ya, tapi Restricted yang artinya dewasa dan tidak diperuntukan pada SU)), tetap saja ke-frontal-an tokoh-tokoh, terutama Richie, perlu pikiran dan pilihan bijak(?)
Sangat frontal. Dan sangat bebas. Buat beberapa orang yang kurang begitu suka hal bar-bar mengenai seksual, aku rasa kalian lebih baik meninjau ulang lagi 😂
Selepas dari bar-bar, cerita ini cukup menarik. Seperti yang sudah kukatakan pada pembuka(?), Kak Nathalia menuliskannya dengan rapi dan lugas. Aku udah suka tulisannya sejak Bad Boys 😂
Pembentukan karakter tokohnya cukup kuat. Bianca yang tenggelam dalam luka hati akibat dikhianati, serta Richie si laki-laki bar-bar dan gemar 'jajan malam' dengan wanita.
Nah, karena topik ini ringan. Novelnya pun dibawa santai dan ringkas. Tidak terlalu lamban, namun juga tidak terlalu cepat. Ya, walaupun kadang aku merasa cepat lalu(?)
Oke, another thing....
Aku kurang suka dengan penuturan setiap brand pakaian yang dikenakan si tokoh. Kayak Zara atau Gucci atau The Excecutive. Selain terlalu boros, itu juga enggak gitu berefek sih sama imajinasi.... Sebab semua baju sama aja, yang tau beda rasanya cuma yang mengenakan (?) ((menurutku 😂))
Intinya, novel ini bukan Young Adult macam Kasie West atau Winna Efendi. Toh, dari tokohnya pun, novel ini—menurutku—lebih cocok digolongkan ke Chicklit (tentang wanita karir). Sebab mereka bukanlah tokoh yang berusia anak kuliah maupun SMA.
Jadi, mungkin aku hanya bisa menyarankan bagi kalian yang kepincut untuk meninjau ulang lagi. Jika kalian merasa tidak masalah dengan hal bar-bar berbau seksual tersebut selalu melintas, mungkin kalian bisa coba baca.
Kalau aku pribadi, aku juga rada kaget betapa frontalnya novel ini😂😂 Sebab, jarang-jarang (atau mungkin enggak pernah) aku nemuin buku se-frontal ini mengenai hal dewasa, especially seksual.