Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gelang Hitam: Merawat Luka Cinta dan Bencana

Rate this book
Namaku Hanifah.

Aku adalah nafsu gentayangan yang terjebak dalam seuntai gelang hitam yang melingkari pergelangan tangan Saras. Ada seutas tali tak kasatmata yang membuatku bisa mengikutinya ke mana pun serta turut merasakan suka dukanya. Menjadi seorang relawan bencana yang meminjamkan telinga untuk cerita-cerita pedih para korban tsunami membuat jiwanya ikut terguncang. Renjanalah yang membuatnya bertahan.

Namun, saat kisah cintanya juga terhempas ombak, hidup Saras berderak pecah. Trauma bencana dan cinta berkelindan membuatnya sulit beranjak untuk mencari cinta baru.

Ini adalah kisah tentang ia yang merawat luka. Dalam lembaran-lembaran ini, kau akan berkelana dan menginsafi, bahwa kau lebih kuat karena luka batinmu.

212 pages, Paperback

First published March 15, 2018

16 people want to read

About the author

NyiRika

2 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (23%)
4 stars
7 (53%)
3 stars
1 (7%)
2 stars
2 (15%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
April 14, 2018
Sebelumnya terima kasih buat editor buku nya yang memberi kesempatan untuk jadi first reader buku ini.


Review nya ini agak telat atau malah mepet *maafkeun😅😅*
keseluruhan cerita di ceritakan dari sudut pandang Hanifah nafsu gentayangan yang mengikuti Saras si tokoh utama. Awal baca ekpetasi cerita bakalan nyeritain serba serbi si gelang hitam ini, tapi setelah membaca bab selanjutnya jadi agak kecewa karena cerita nya meleset dari perkiraanku yang bakal lebih banyak misteri nya, malah lebih banyak porsi kehidupan percintaan si tokoh utama.

Selain itu, tokoh utama nya bukan tipikal yang loveable, ada beberapa sikapnya yang terlihat bodoh dan kekanakan.

Hampir dnf bacanya karena narasi nya yang mungkin bukan tipe ku terlalu banyak pengulangan kata yang bikin bosen. Overall, aku kasih 2 bintang untuk covernya yang cantik dan minim typo nya, dan tema bukunya yg mungkin agak sedikit kurang dieksekusi dengan baik.

Buku ini bakal cocok buat pembaca romance tragedi dengan happy ending.
Profile Image for Fitra Aulianty.
154 reviews4 followers
December 25, 2018
Hanifah, nafsu gentayangan salah satu korban bencana tsunami di Aceh tahun 2005. Hanifah memiliki seorang anak dan suami yang masih hidup.

Pertemuannya dengan Saras diawali ketika Saras menjadi salah satu relawan di Aceh. Saras begitu perhatian pada Fitri, anak Hanifah. Hanifah yang awalnya 'berdiam' di tubuh Fitri, secara aneh 'berpindah' ke dalam gelang hitam yang dikenakan Saras.

---

Dengan narasi yang ala mamak-mamak sekali dan opening yang bahasannya tentang suami, saya sempat mikir 'ah, jangan-jangan ini bahas pelakor'. Ternyata bukan. Hanifah, sebagai nafsu gentayangan, seperti saksi dari kehidupan Saras sebagai relawan. Yang ternyata relawan pun tak sesempurna itu. Mereka bisa merasa stres.

Saras sendiri cukup kuat mentalnya, hingga masalahnya dengan Rian membuat bendung kelelahan Saras sebagai relawan ambruk. Saras terkena STSD (Secondary Traumatic Stress Disorder), yaitu penyakit mental yang seringkali diderita para relawan. Atau penjelasannya duka semua orang yang ia dengar, berpindah ke tubuhnya.

Saya suka bagaimana penulis menuliskan tentang kehidupan relawan dengan bahasa yang sederhana. Saya sampai gemas sendiri dengan komentar Hanifah. Apalagi ketika Hanifah menyebut 'Aku suka. Aku suka. Aku suka.' Hanifah seperti anak kecil sekali, lalu kemudian saya ingat dia itu nafsu gentayangan.

Di buku ini juga dijelaskan cara untuk menjadi relawan dan mengobati stres. Rekomen untuk penyuka novel psikologi yang ringan dan penuh romansa.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
June 6, 2018
Review lengkap http://www.kubikelromance.com/2018/06...




Arwah gentayangan itu tak ada. Apa yang gentayangan adalah nafsunya. Dan aku adalah nafsu hidup dari perempuan bernama Hanifah.

Bencana tsunami meninggalkan luka yang dalam, khususnya kepada mereka yang ditinggalkan. Saras adalah seorang relawan yang membantu para penyintas tragedi tersebut. Selepas lulus dua bulan dari pendidikan sarjana psikologi dia nekat ingin membantu memulihkan kejiwaan orang-orang di Aceh. Salah satunya bernama Fitri, gadis cantik itu tidak pernah tersenyum, tenggelam akan kesedihan kehilangan ibunya, Hanifah. Hanifah selama ini berada di tubuh Fitri, tapi ketika Saras bertemu anaknya, dia tiba-tiba saja berpindah badan ke tubuh Saras. Menjadi saksi hidup Saras yang tidak mudah, sampai satu janji yang harus ditepati lewat Saras.

Menjadi relawan tidak lah mudah karena bisa ikutan stres, dan salah satu stres yang dialami oleh Saras adalah pekara lelaki. Selama tinggal di Meulaboh, Saras sudah berganti pacar enam kali, dan dia berjanji pada diri sendiri akan berhenti menjalin cinta lokasi. Namun, berbeda ketika bertemu Rian di Paya Baro, sekali lagi Saras jatuh cinta, secara mendalam, dan kali ini dia benar-benar serius, dia ingin Rian menjadi yang terakhir.

Rian juga tak kalah serius dengan Saras, dia ingin mereka segera menikah, Saras pun diajak berkenalan dengan orangtua Rian, dan dari sanalah masalah mulai muncul. Perbedaan kebudayaan dan adat membuat Ibu Rian tidak menyukai Saras. Mereka mencoba bertahan, bahkan harus berpisah ketika Saras harus kembali ke Bandung. Namun, takdir berkata lain, Rian sedikit demi sedikit mulai menghindar dan sampai akhirnya meminta putus. Saat itulah pertahanan emosi Saras jebol, dia mengidap STSD (Secondary Traumatic Stress Disorder), duka semua orang yang pernah Saras dengarkan sekarang berpindah ke tubuhnya.

"Seperti gelang lu, selimut bagi gua, biarlah begitu saja. Lepas kalau sudah siap lepas. Gua cuma bisa janji satu hal. Gua mau, kita, membuat kenangan yang asyik."

Gelang Hitam cukup unik dari segi penyajian karena dipandu oleh sang nafsu gentayangan sebagai orang ketiga. Membawa pembaca menyelami kehidupan para relawan, menginggat kembali tsunami Aceh, cinta yang tak direstui, pertahanan yang jebol sampai bertemu cinta kembali yang tak pernah bisa kita sangka. Nafsu gentayangan menjadi saksi hidup Saras tentang bagaimana dia berjuang akan hidupnya, tentang janji yang hanya bisa dilakukan oleh Saras.

Selain keunikan tadi, kelebihan lainnya adalah pembahasan tentang kehidupan para relawan yang cukup disorot dan tentang STSD. Kita bisa tahu suka dukanya, bahkan kadang stres yang dialami para penyintas bisa menular, bahwa kesedihan yang mereka alami bisa dirasakan dengan amat mendalam dan kalau tidak tahan bisa ikutan trauma. Sedangkan penggambaran STSD yang ditunjukkan oleh penulis cukup terasa, mulai bagaimana Saras mengalami penyakit tersebut sampai pengobatannya, cukup emnambah informasi.

Untuk kekurangannya, saya tidak terlalu menikmati gaya menulis NyiRika, bukan secara teknis, lebih ke emosi saja karena saya tidak bisa ikut larut akan apa yang dialami oleh Saras. Saya kurang suka dengan sosok Hanifah, dia terlalu centil, cukup terganggu ketika dia berkata, Suka Suka Suka.

Secara keseluruhan, buku ini asik kalau kalian ingin membaca tentang para relawan dan para penyitas, berkenalan dengan STSD, cukup langka karena biasanya kita lebih familier dengan PTSD. Bisa menambah list kalau kalian mencari bacaan bergenre mental illness.
Profile Image for Rere.
192 reviews
March 12, 2018
"Banyak orang takut lupa dan dilupakan. Kadang, benda-benda kenangan itu membantu."

Dewa - Gelang Hitam: Merawat Luka Cinta dan Bencana, hal. 126


Buku ini menceritakan kisah Saras kala dia menjadi relawan setelah tsunami Aceh terjadi. Saras tergolong nekat pergi ke Aceh setelah dia lulus, dan mengalami banyak hal yang sering dialami relawan lainnya: STSD. Dia juga bertemu Rian, pria Aceh berlesung pipit yang berhasil membuatnya membuka hatinya sepenuhnya. Namun, apakah mereka benar-benar bisa bersama selamanya, mengingat terdapat perbedaan pola pikir antara Saras dan orang tua Rian?

Mengambil setting setelah tsunami Aceh terjadi, novel ini berfokus pada kisah-kisah para relawan (dengan tokoh utama Saras) tsunami Aceh: usaha mereka membantu para penyintas, apa yang mereka rasakan, alami, rasa duka dan bahagia yang mereka rasakan, kisah-kisah yang mereka dengarkan, hingga STSD atau secondary traumatic stress disorder yang rentan diderita oleh para relawan. Novel ini juga mengisahkan bagaimana Saras mengatasi kejadian-kejadian yang menimpa dirinya setelah perpisahannya dengan Rian dan bagaimana dia bangkit mengatasi STSD yang dideritanya. Bahkan, setelah benar-benar putus dengan Rian, Saras masih tidak rela melepas gelang hitam yang dikenakannya karena satu dan lain hal.

Diceritakan dari sudut pandang Hanifah yang sudah meninggal karena tsunami, ibu Fitri, salah seorang anak penyintas yang ditangani Saras, novel ini cukup menarik. Semua dari cara Hanifah memandang Saras, Dewa dan Rian. Orang-orang di sekitar Saras, dan pendapatnya tentang tingkah laku Saras dan orang-orang tersebut, walau fokus Hanifah tetap pada Saras karena dia adalah "seonggok nafsu" yang berdiam di dalam tubuh Saras. Hanifah terikat pada gelang hitam yang dikenakan Saras, sehingga dia tidak bisa meninggalkan Saras sampai urusan dengan gelang hitam itu selesai.

Selain sudut pandang Hanifah, karakterisasinya pun menarik. Banyak karakter menarik dalam novel ini. Kakak laki-laki Saras yang biasa dipanggilnya Akang, bisa dibilang menarik. Lalu, Desi dan Fitri. Keduanya menarik dalam cara mereka masing-masing; Desi dengan sifat protektifnya terhadap Dewa dan sayangnya kepada Saras, dan Fitri dengan sifatnya yang menurun dari Hanifah. Namun, tokoh favorit saya dari semuanya adalah Desi. Yah, kalian akan tahu kenapa kalau kalian membaca novel ini, oke? Sejauh ini, saya sudah memberi sedikit gambaran tentang novel ini.

Dari novel ini, saya tahu bahwa para relawan pastinya merasakan apa yang Saras rasakan: sedih, ingin bercerita pada seseorang, dan sebagainya. Namun, mereka harus selalu menampilkan wajah ceria di hadapan para penyintas, dan sering pula menunjukkan ekspresi simpati dan menahan air mata mereka sambil mendengarkan cerita para penyintas. Tak jarang pula mereka mungkin menangis sendirian mengingat kisah-kisah pilu yang mereka dengarkan.

Saya suka karakterisasi novel ini dan juga topik yang diangkatnya. Memang agak berat karena yang diangkat bukan kisah romansa biasa, apalagi sampai mengungkit STSD. Karena itu, 4 bintang untuk novel ini.

N.B.: Saya dapat versi pdf novel ini dari Penerbitnya sebagai ganti ulasan untuk novel ini. Karena boleh dibilang saya menyukai novel ini, mungkin saya akan membeli novel fisiknya nanti (habis gajian bulan depan ^^). Once again, thank you for the chance of reviewing this novel.
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books200 followers
March 22, 2018
Gelang Hitam bercerita tentang nafsu gentayangan korban tsunami Aceh 2004 bernama Hanifah, yang menjadi saksi perjalanan hidup Saras, mahasiswi psikologi yang menjadi relawan pasca bencana di daerah yang terkena dampak tsunami. Novel ini membawa isu psikologis yang nggak biasa yaitu STSD. Apaan tuh STSD? Baca bukunya ya, biar tahu 👌
Selain itu, novel ini juga menceritakan kisah cinta Saras sejak di Aceh sampai kembali ke Bandung.
Saya belum pernah jadi relawan bencana, tapi sebagai mahasiswi psikologi, saya mengerti banget apa yang terjadi pada Saras. Mendengarkan orang lain dengan penuh empati itu nggak mudah dan butuh kekuatan. Lagipula, berapa banyak penyintas yang Saras tangani? 600 lebih. Jadi bagi saya, wajar ketika ada pencetus seperti yang dialami Saras, gangguan psikologisnya muncul, meskipun Saras ini juga mahasiswi psikologi.

(Monmaap, mahasiswi psikologi dan psikolog juga manusia. Jangan dikira psikologis kita selalu sehat wal afiat 😂)

Secara keseluruhan, saya suka sama buku ini. Alurnya jelas, konflik jelas, penyebab munculnya gangguan juga realistis dan nggak bikin pembaca bertanya-tanya. Poin plusnya adalah sudut pandang yang digunakan nggak biasa. Melihat kehidupan Saras dari sudut pandang nafsu gentayangan yang centil? Kenapa enggak?
Selain itu, konflik yang nggak cuma tentang Saras memperkaya jalinan cerita di dalam Gelang Hitam. Saya belum bahas kan tentang gelang hitamnya? Nanti saja, baca sendiri. Karena nanti gelang hitam ini yang akan menjelaskan KOK BISA ADA NAFSU GENTAYANGAN NGGAK PULANG-PULANG KE HARIBAAN TUHAN DAN NGIKUTIN SARAS KE MANA-MANA? Dan di akhir cerita saya ber-oooh panjang dalam hati.

So, isu psikologis + deksripsi tentang relawan bencana yang oke + romance + pov yang nggak biasa = Gelang Hitam 👌
3,7 ⭐️
1 review
March 13, 2018
“Gua enggak mau dan enggak akan mampu bersaing sama kenangan lu bareng Rian, Sar. Seperti gelang lu, selimut bayi gua, biarlah begitu saja. Lepas kalau sudah siap lepas."

Dewa - Gelang Hitam: Merawat Luka Cinta dan Bencana, hal 156.

Buku ini bercerita tentang kisah cinta Saras, seorang relawan tsunami di Aceh. Menariknya, kisah tersebut digambarkan oleh arwah Hanifah, salah satu korban tsunami Aceh yang masih memiliki janji yang belum ditepati kepada anaknya Fitri yang merupakan salah satu penyitas yang ditangani oleh Saras.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Saras berangkat ke Aceh dengan modal nekat. Saras menjadi staff medis dalam pemulihan kesehatan mental korban bencana tsunami. Saras tak pernah menyangka bahwa pekerjaannya tersebut memberikan dampak yang cukup buruk bagi kesehatan mentalnya sendiri. Saras yang notabene memiliki sifat empati yang tinggi harus menyerap berbagai emosi kesedihan dan duka para korban tsunami. Secara tidak sadar, Saras mengalami Secondary Traumatic Stress Disorder (STSD), penyakit yang sangat rentan diderita oleh relawan-relawan.

Penyakit STSD tersebut diperparah dengan adanya masalah pada hubungan asrama Saras dengan Rian. Seorang Relawan asal Banda Aceh yang membuatnya berhenti mencari. Namun nampaknya, Tuhan belum dapat mengabulkan mimpi indah yang telah mereka rencanakan.

Penulis memberikan kesan yang berbeda dalam penggambaran cerita dan para tokohnya. Tanpa banyak detail, penulis memperkenalkan satu persatu tokoh dalam novelnya tanpa membuat pembaca merasa bingung. Setiap tokoh memiliki
peran masing-masing yang berkaitan antara satu dengan lainnya.

Dalam novel ini, pembaca dapat merasakan berbagai perasaan yang ingin disampaikan oleh penulis. Adanya perasaan yang kuat antara Saras dan Rian untuk selalu bersama meski Tuhan tak mengizinkan, adanya perasaan duka yang sangat mendalam pada Fitri ketika dia diminta mengingat kejadian tsunami, dan ada emosi tertahan yang dimiliki Dewa ketika Saras masih enggan melepas gelang hitamnya mendekati hari pernikahan mereka.

Setelah membaca buku ini saya mendapatkan pesan bahwa terkadang terlihat kuat bukanlah sesuatu yang hebat. Manusia ditakdirkan hidup berbagi, entah itu berbagi suka maupun berbagi duka. Ada perasaan yang mestinya tak dipendam sendiri meski terasa perih jika harus dibagi.

Saya ingin berterima kasih kepada ka Jia Effendi karena saya mendapatkan novel ini dari dia.

Ps: Novel ini sangat enak dibaca dan setiap alur ceritanya bikin penasaran.
Profile Image for Sylvia.
86 reviews3 followers
March 28, 2018
Dia Hanifah. Seorang korban tragedi tsunami yg kini masih gentayangan. Jiwanya terikat pada diri seorang relawan bencana, Saras. Seluruh kehidupan dan pikiran gadis itu, Hanifah ketahui. Tidak mudah untuk mengabdikan diri sebagai seorang relawan. Terlebih ketika ia harus mendengar begitu banyak keluhan dan kepedihan. Oh mak oy! Pekerjaannya sebagai relawan begitu berat. Hanifah pun tak habis pikir ketika Saras mulai terjatuh dalam cinta dan memasuki masalah yg baru. .
.
Aku dapat file novel ini dari kak @jiaeffendi dan pas liat emang langsung tertarik dengan covernya. Cantik banget, terus emang mengundang rasa penasaran. .
.
Saat membaca, novel ini gak beda jauh dengan ekspektasiku. Ternyata isu psikologis benar-benar diangkat di sini. Karakter Saras yg begitu kuat pun aku suka. Konflik novel ini memang hanya 1 dalam diri Sarah tapi dibuat sebegitu apiknya, hingga membuat pembaca ikut merasakannya.
.
.
Ah iya, ada yg unik. Novel ini diceritakan dari sudut pandang Hanifah si nafsu gentayangan. Awalnya bingung, ini hantu ngapain ada terus dengan Sarah dan apa hubungannya dengan cerita. Tapi semua terjawab ketika semakin dalam aku masuk ke cerita.


Aku ingin bicara panjang lebar tentang novel ini tapi apa daya, aku sudah tuangkan di blog. Jadi yang penasaran bisa langsung mampir ya.

https://catatankecildravia.wordpress....
1 review
April 2, 2018
Saya Uli, saya sedang dan masih berusaha utk menjadi relawan..

As a volunteer, ternyata tidak mudah yaaa..

Membiarkan banyak hal masuk ke dalam pikiran-mu, ia mengendap2 dan merasuki tanpa disadari, terlupakan, dan akhirnya menumpuk bertumpuk2, menunggu percikan lalu membuncah seperti gelombang.. Alah mak oy! Aku tak suka. Aku tak suka. Aku tak suka.

Tp tidak perlu mengurungkan niat utk menjadi relawan karna ternyata dibuku ini ada tips n trik to be a volunteer..
Penasaran? WAJIB baca bukunya..
yang pasti keikhlasan diri, penanganan yg tepat, dan dukungan eksternal bisa membuat mu tetap menjadi relawan yg waras..

Dannnnn..sosok Dewa yg sempurna, adakah engkau di dunia nyata??
Amboi, aku suka. Aku suka. Aku suka..
Profile Image for Joy Agustian.
Author 3 books3 followers
March 10, 2020
Kalau boleh jujur, ada beberapa alasan mengapa dulu saya nyaris jarang untuk tertarik atau mau baca buku-buku yang diterbitkan secara indie. Salah satunya karena alasan teknis, kedua adalah premis, ketiga jalan cerita. Namun, Gelang Hitam ini merupakan satu pengecualian.

Awalnya saya mengira kalau Gelang Hitam bercerita tentang kisah misteri; arwah gentayangan yang melibatkan Saras dalam dunia mistis dan percintaan yang sarat akan aktivitas santet-menyantet. Terlebih ketika sang penulis memilih Aceh sebagai setting yang sangat major dalam buku ini. Belum lagi kehadiran tokoh-tokoh dengan nama yang cenderung "unik" sekaligus outstanding.

Hanifah, yang diceritakan merupa nafsu yang terikat dalam sebuah gelang hitam milik Saras, menjadi navigator sekaligus ujung tombak keseluruhan cerita ini. Ia tak hanya berperan sebagai narator yang mewakili sudut pandang orang ketiga, tetapi juga arwah yang terus muncul sampai di ujung cerita.

Hanifah menemani Saras menghadapi trauma yang dialaminya, menjadi saksi Saras jatuh bangun oleh cinta, menjadi pengarah yang mendekatkan Saras dengan Fitri—anak kandung Hanifah sendiri. Dan betapa Hanifah ini benar-benar sosok arwah yang tidak usil, tidak banyak ulah, meski ia bersemayam di dalam tubuh Saras.

Kehadiran Rian dan Dewa benar-benar memenuhi porsinya masing-masing. Rian yang memesona tetapi nggak bisa bersikap gentle dan irasional dalam mengambil keputusan. Dewa yang humoris dan tampan, tetapi juga rapuh karena sejumlah kekurangan yang dia miliki. Semua tokoh protagonis di sini sepenuhnya dieksekusi dengan baik. Dan manusiawi, ini sangat penting.

Akan tetapi, bagian di mana Aisyah tiba2 meneror Saras via telepon dan memintanya untuk menjauhi Rian tidak benar-benar dijelaskan secara konkret dalam buku ini. Padahal, di bagian pembuka atau bab prolog, suasana magis dan emosi dendam yang membaur bersama cemburu itu terasa begitu kental. Saya sempat berekspektasi buku ini akan memberi hawa yang berbeda.

Seandainya saja penulis berniat mengeksplorasi peran Rengganis, Hanum, dan Kalamara lebih jauh lewat kacamata yang berbeda, saya yakin keseluruhan buku ini akan sangat berbeda. Buku ini sejatinya adalah cerita yang emosional, tetapi kurang nendang karena sebagian besar kisahnya masih berkutat di sektor yang sama, yaitu: percintaan.

Terus terang saya menaruh ekspektasi begitu besar saat saya membaca bagian pembuka buku ini, terutama terhadap desain sampulnya yang ciamik—dominan warna hitam, dihiasi ragam corak yang mengantar suasana kelam. Benar-benar desain yang sempurna jika buku ini mengusung genre misteri.

Saya suka cara bertutur penulis yang begitu khas, seolah punya signature-nya tersendiri. Kehadiran frasa "Oh amboi", "mak oy", dan "aku suka" seolah benar-benar bikin cerita dalam Gelang Hitam ini sangat memorable.

Tadinya saya berharap bisa memberi bintang 5 untuk buku yang direkomendasikan oleh Kak Jia Efendi ini. Terlepas dari kepiawaian penulis yang begitu teliti untuk urusan setting waktu, keberhasilannya mengantarkan budaya lokal dan suasana kota Aceh, penokohan yang pas pada porsinya, juga minimnya saltik dan teknis yang nyaris sempurna.

Pesan saya, tidak ada salahnya membaca buku ini. Sebab, meski diterbitkan secara indie, Gelang Hitam juga tak kalah memesona jika dibandingkan dengan karya2 yang dipasarkan lewat penerbit2 besar di luar sana. 😊
Profile Image for Willy Akhdes.
Author 1 book17 followers
July 19, 2018
A kind of a happy ending romance story. Salah satu adegan yang saya suka, saat Saras ke Painan, kampung halaman saya. :)
Profile Image for Amelia Utami.
2 reviews1 follower
May 6, 2018
Novel ini terbilang unik karena diceritakan dari sudut pandang Hanifah, nafsu gentayangan korban tsunami Aceh, yang terjebak dalam seuntai gelang hitam yang melingkari pergelangan tangan Saras.
.
Melalui Hanifah, saya mengikuti perjalanan kisah Saras ; suka dukanya sebagai relawan bencana yang meminjamkan telinga untuk cerita2 pedih para korban tsunami, kisah cintanya, hingga saat ia mengalami STSD (Secondary Traumatic Stress Disorder). Semakin membuka halamannya, saya semakin larut dalam kisah yang tanpa sadar membuat perasaan saya ikut terombang-ambing.
.
Overall, Gelang Hitam menyajikan cerita yang tidak biasa bagi saya. Konfliknya jelas dan semua karakternya menyenangkan. Tentu saja tokoh favorit saya adalah Hanifah, sebagai nafsu gentayangan, dia sangat centil dan cerewet! 😒 Kalau kata Hanifah : Oh mak oy, aku suka. Aku suka. Aku suka
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.