Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hai, Conchita! (Pembajak Cinta) #Reborn

Rate this book
Saking lamanya nunggu Kopaja ngetem sepulang dari sekolah, Conchita Velasquez—cewek blasteran cantik yang tomboi—nekat membajak bus putih hijau itu. Seorang pengamen jadi-jadian yang punya tampang imut tapi amit-amit pun berusaha menangin hati Chita.

Di balik lagaknya yang cuek, dia peduli sama orang-orang di sekitarnya.

Siapa sangka keonaran akibat ulah Chita bikin dia jadi selebriti ngetop?

120 pages, Paperback

First published February 26, 2018

1 person is currently reading
17 people want to read

About the author

Marthino Andries

9 books2 followers
Penulis pernah menjadi Finalis Sayembara Cerita Bersambung majalah Femina 1994. Selain itu ia juga merupakan penulis 11 judul novel dimana salah satu pernah ditayangkan dalam bentuk Film Televisi. Penulis juga pernah menulis satu buah buku panduan dan motivasi menulis fiksi.
Meskipun kesehariannya ia adalah pegawai swasta di sebuah perusahaan asing, penulis juga merupkan cerpenis untuk beberapa media cetak seperti Kawanku, Gadis, Suara Pembaruan, dll. Ia pun sempat menulis beberapa skenario komedi (Kejar Kusnadi, RCTI 2006), Artikel, dan Opini, dan juga merangkum dua buah buku komedi.
Penulis menikah di tahun 1998 dan dikarunia sepasang anak dan saat ini tinggal dan berkeluarga di Bekasi.

http://tiny.cc/x7s55w

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (12%)
4 stars
1 (4%)
3 stars
17 (70%)
2 stars
3 (12%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Siska.
92 reviews
April 1, 2018
Mengingat ini adalah novel remaja, tata bahasa novel ini rasanya sudah pas sekali untuk para remaja yang mulai terjun untuk baca novel sih menurutku. Bahasanya ringan sekali, bisa dibilang bahasa sehari-hari. Novel ini juga tidak terlalu tebal, jadi benar-benar bisa dibuat untuk mengenalkan minat baca pada para remaja.

Genrenya sendiri lebih ke arah komedi yang dibumbui sedikit romansa di dalamnya. Saat baca novel ini, rasanya seperti nonton sitkom Indonesia yang sedang memparodikan ftv. Karakter-karakternya sendiri di sini cukup kuat, seperti Conchita dan Bi Ijah yang cukup mencuri perhatian saya sebagai pembaca.

Setelah membaca ini, aku malah jadi penasaran edisi sebelum dirombaknya. Karena rasanya memang novel ini sudah mengikuti zaman sekarang. Novel ini juga menarik, tapi memang bagi saya terlalu sedikit, jadi pada saat menjelang ending, terkesan buru-buru. Tapi tetap menarik, karena memang mengingat ini bukan murni membahas percintaan Conchita dan yang lainnya. Melainkan kehidupan Conchita si gadis blasteran yang tomboinya minta ampun.

Peringatan, novel ini bisa menyebabkan kamu tertawa sendirian saat membacanya, lebih baik baca di tempat sepi. Hahahaha.. Karena aku sampai ditanyain ngetawain apa pas lagi baca buku ini.

Sejujurnya saat baca novel ini, seperti membawa saya kembali ke masa remaja saat dulu mulai membaca novel.

more review on my blog! :)
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
May 7, 2018
So, membaca buku ini pertama kali, bener-bener kayak flashback ke masa SMA. Terus ngebayangin si Ivan itu kayak si Tom Holland
.
.
Novel ini bercerita tentang keberanian dan kenekatan Conchita dalam menolong para penumpang untuk segera sampai ke tujuan. Gara-gara sopirnya bikin semosi jiwa raga raya. Tapi, dengan kenekatannya, Chita malah ketemu sama Ivan, yang katanya Bi Ijah itu ganteng. Padahal mah, hmm, gimana yaaa
.
.
Nah, dari kenekatan Chita, ternyata malah membawa rejeki lain dalam hidup Chita. Tentu saja dengan restu kedua orang tuanya. Lantas bagaimana akhir kisah Chita beserta kenekatannya?
.
.
Banyak hal positif yang bisa diambil dari novel ini. Seperti tanpa restu orang tuanya, Chita tak mungkin bisa mencapai posisinya sekarang ini. Padahal awalnya juga dari kenekatannya juga sih. Selain itu hubungan Chita dengan Bi Ijah, benar-benar nggak ada batas. Udah kayak keluarga banget. Chita nggak pernah menganggap Bi Ijah orang lain, melainkan keluarga sendiri. Orang tua Chita pun gokil abis. So, kalau kamu punya ide nekat, coba saja realisasikan ke dalam hal positif, siapa tau kamu akan mendapatkan rejeki yang nggak pernah kamu sangka-sangka
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
March 29, 2018
Buku ini tipisss. Bener-bener 11 12 camilan ringan. Baca buku ini serasa baca cerpen:')
Penulisannya gak terlalu formal, jadi asik. Tokohnya, karakter Chita adalah lead female favoritku❤ Aku suka humornya yang gak jayus. Ngakak di tempat-tempat tertentu😂
.
Meskipun alurnya memang terlalu cepat dan halaman yang tipis bikin feel antara Chita dan Ivan gak terlalu dapet, tapi ceritanya enak buat dibaca sebagai hiburan ringan di sela kesibukanmu👌Pokoknya, novel ini bener-bener novel yang ceria, seceria kovernya. Kalimat terakhir endingnya nendang bangetttt👊3.5🌟
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
May 21, 2018
3.5 🌟

Baca ini dibuat ketawa ngakak sama semua kelakuan tokohnya. Gokil abis!

Gaya ceritanya menarik! overall suka sih ceritanya, bisa dibaca sekali duduk aja...
Profile Image for Gedebuk.
5 reviews
February 28, 2018
"Hai, Conchita!" adalah novel remaja/teenlit best-seller yang terbit tahun 2005. Makanya, di sampul edisi baru ini ada tagline "reborn". Kisah Conchita si pembajak cinta yang populer pada zamannya ini sudah dirombak dan hadir dalam versi yang lebih up-to-date.

Bacaan yang superringan dan enggak perlu dibawa serius. Ini novel yang bisa dinikmati kalau lagi mumet baca buku tebal dan berat (enggak cuma berat dibawa tapi juga berat dipahami). Ilustrasi dan desain sampulnya juga lucu, dengan warna pink salmon mentereng yang bakalan pop out kalau difoto terus dipajang di Instagram.
Profile Image for Irmaningsih.
11 reviews
June 8, 2020
Saking lamanya nunggu kopaja ngetem sepulang sekolah, Conchita Velasquez—cewek blasteran cantik yang tomboi—nekat membajak bus putih hijau itu.
Seorang pengamen jadi-jadian yang punya tampang imut tapi amit-amitpun berusaha menangin hati Chita.
Di balik lagaknya yang cuek, dia peduli sama orang-orang di sekitarnya. Siapa sangka keonaran akibat ulah Chita bikin dia jadi selebriti ngetop?

Hai, Conchita! adalah novel remaja best-seller yang terbit di tahun 2005. Kini, kisah Conchita si pembajak cinta yang populer pada zamannya telah dirombak dan hadir dalam versi yang lebih up-to-date.

Begitulah kira-kira yang tertulis di sampul belakang novel ini. Saat saya membelinya, sebenarnya saya nggak begitu ngeh dengan details novel ini, cuma karena (lagi-lagi) desain sampulnya cakep aja! Hehehe, makanya saya beli.

Novel ini bisa dibilang novel yang superduper ringan buat dibaca. Ceritanya yang berjalan mulus dan lancar seperti sirop marjan yang melewati kerongkongan saya saat buka puasa, bikin saya nagih dan nagih untuk segera menyelesaikan novel ini. Nggak heran, ga sampe 2 jam saya sudah meyelesaikan novel 115 halaman ini.

Menurut saya sih, ceritanya yang mudah dicerna membuat novel ini menjadi tipikal novel remaja banget. No wonder, novel ini best-seller di tahun 2005 lalu.

Tema novel ini... sudah pasti cinta (namanya juga Conchita si pembajak cinta), dan ada tema keluarga juga sih.
Ceritanya dikemas dalam komedi yang punya banyolan khas tahun 2000-an gitu loh! Hahaha.
Saya jadi teringat salah satu novel yang saya baca 11 tahun lalu. Kalo dingat-ingat... jayus juga. Tapi dulu saya baca banyolan kayak, "namanya Britney Hutagalung, inisial panggilan BH" aja langsung bikin saya tertawa terpingkal-pingkal sampe berapa hari.
Nah, di novel ini tuh persis. Banyolan-banyolan yang waktu remaja berhasil bikin saya tertawa jungkir balik dihadirkan dalam novel ini (walaupun sekarang saya nggak sampe tertawa jungkir balik!). Saya jadi ngerasa nostalgia pas baca novel ini. Beberapa istilah yang udah jarang saya dengar, saya temukan juga: koit, JOJOBA (Jomblo-jomblo Bahagia), Trims, dan lain-lain.
Karena novel ini reborn dari versi tahun 2005, maka novel ini mengalami adaptasi cerita dan kondisi (saya jadi penasaran pengen baca edisi tahun 2005-nya, hehehe).

Temanya yang ringan udah, ceritanya yang mengalir udah, banyolannya yang jayus tapi bikin nostalgia udah. Hanya saja, baca novel ini rasanya terlalu singkat. Eksplorasi tokoh kebanyakan (kayaknya semua) digambarkan dari sudut pandang atau keterangan dari penulis, barulah setelah itu langsung ke percakapan-percakapan tokoh. This is more like short story, maybe. Cerpen 115 halaman, hahaha.
Kalo ditayangin di TV, mungkin ini bakal jadi satu episode FTV atau sitkom.

Yah, kurang lebih gitu deh kesan saya setelah baca novel ini. Saya enjoy bacanya, ini enak banget jadi selingan setelah kita baca buku yang lumayan berat.

Thank you Om Marthino Andries (yang saya panggil Om walaupun nggak nikah sama Tante saya) karena sudah me-reborn novel ini :)
Profile Image for chi.
19 reviews
January 8, 2024
Bacaan yang sangat ringan dan cocok untuk saya yang baru ingin memulai untuk membaca lagi. Kisahnya lucu, walau ada beberapa jokes yang agak garing, haha. Di awal plotnya sangat menarik untuk dibaca, cuma di akhir terkesan buru-buru untuk selesai. Tmi, saya ketemu buku ini di perpustakaan sekolah sekitar empat-lima tahun lalu. Tapi, baru berhasil saya selesaikan di akhir tahun 2023 ini. Saya sama sekali tidak menyesal telah menyelesaikannya. Saya jadi ingin membaca buku ini edisi cetakan lama dan buku-buku terkait setelahnya.
Profile Image for Dodi Prananda.
Author 18 books41 followers
February 1, 2019
Di saat lagi butuh bacaan yang benar-benar ringan, alhasil nemu buku ini. Dan sekocak itu, seperti yang aku butuhkan. Memang sih ini cocoknya dijadikan novelet, karena terlalu sederhana untuk jadi novel, karena belum jadian tapi udah berpisah #ciehgitu
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.