Masih mengikuti perjalanan dua bersaudara Rani dan Bima, sekuel dari buku Gerbang Nuswantara ini membawa pembaca menelusuri latar dua dimensi berbeda yang berjalan beriringan: Pengalaman Rani di Area 36 dan petualangan Bima mencari lokasi portal lewat sandi-sandi.
Sebuah novel yang mengajak kita melihat kembali bukti sejarah yang tersebar di sekitar.
Victoria Tunggono was born in Ende on March 17, 1984. She was raised in Jakarta but the family decided to move to Bandung in 1992 and lived there until 2012. Tori studied Visual Communication Design at Bina Nusantara University in Jakarta but she was interested more in Interior Design, so she moved and finished her study at Maranatha Christian University in Bandung. Tori had worked in several interior design and interior magazine companies in Jakarta before she decided to move to Bali in 2012. She moved back to Jakarta in early 2017.
Her journey to find her identity as Indonesian nationality started in Bali, which then led her to unveil layers of glorious secrets hidden by the ancestors in the past. Follow Tori's journey revisiting Indonesia's history represented by Rani and Bima in 'Gateway To Nuswantara' book!
Sama seperti buku pertamanya—Gerbang Nuswantara, aku lagi-lagi tidak begitu menikmati buku kedua ini. Mungkin karena beberapa deskripsi kurang begitu aku pahami, yang alih-alih malah bikin aku bosan. Baru bisa merasakan feel-nya di beberapa bab menuju akhir.
Sama halnya dengan buku pertama, ada beberapa keterangan dalam buku ini mengenai Kerjaan-Kerajaan—terutama tentang Majapahit—yang membuatku bingung. Sebab berbeda dari beberapa buku yang pernah aku baca yang menjelaskan tentang Majapahit.
Tapi, bagaimanapun juga penulis sudah menyajikan suguhan tentang sejarah Nuswantara dengan begitu epik. Dari buku ini kita akan menyadari bahwa bangsa kita ini adalah bangsa yang besar, yang memiliki peradaban tinggi.
Ps: Novel ini aku rekomenin banget buat kalian yang suka dengan hal-hal yang berbau sejarah dan juga petualangan. Oya, jangan lupa baca buku pertamanya—Gerbang Nuswantara. Karena buku ini trilogi. Kalian bisa baca di aplikasi iPusnas. Aku baru baca dua buku. Penasaran sama endingnya yang berada di buku ketiganya. Semoga aja di iPusnas segera ada buku ketiganya.. 😊
Buku ini sequel dari Gerbang Nuswantara, jadi sebaiknya membaca buku Gerbang Nuswantara sebelum memasuki cerita di Candi Nuswantara. Jika di buku sebelumnya menceritakan Rani yang "kebetulan" mampir dan tertinggal di suatu peradaban yang tersembunyi, Candi Nuswantara ini menceritakan usaha Bima, untuk menyelamatkan Rani, sepupunya. Dalam usahanya itu, Bima bertemu dengan banyak orang baru, dan seiring perjalanannya ada banyak sekali petunjuk yang tersebar dan ditemukan. Dibandingkan dengan buku pertamanya, buku ini jauh lebih seru karena tokohnya semakin beragam, termasuk dalam menanggapi keberadaan "peradaban" yang tersembunyi, ada yang menerima atau percaya begitu saja, ada yang skeptis, ada juga yang cukup terbuka dengan pengetahuan baru, jadi pembaca cukup terwakili oleh karakter-karakter baru ini dan serasa ikut dalam petualangan bersama Bima dkk.
Judul Buku: Candi Nuswantara Penulis: Victoria Tunggono Penerbit: Kompas
~ Blurb ~ Masih mengikuti perjalanan dua bersaudara Rani dan Bima, sekuel dari buku Gerbang Nuswantara ini membawa pembaca menelusuri latar dua dimensi berbeda yang berjalan beriringan. Pengalaman Rani di Area 36 dan petualangan Bima mencari lokasi portal lewat sandi-sandi.
~ Sinopsis ~
Di buku pertama, kita menyaksikan Rani dan Bima yang berhasil melewati Gerbang Nuswantara ketika berusaha mengembalikan kalung milik Drupadi. Hanya saja, ketika berupaya melakukan jalan kembali Rani tertinggal menyisakan Bima yang berhasil kembali ke dimensi mereka. Perjalanan Bima untuk menjemput sepupunya itu pun dimulai.
Dalam perjalanannya, Bima bertemu orang-orang yang seyogyanya ditakdirkan untuk membantunya menemukan portal baru. Ada Iwan Seniman, mahasiswa nyentrik yang dikenal oleh Rani lebih dulu dan temannya yang bernama Dixie. Mereka berdua memang tertarik dengan dunia lain yang ada dimensi berbeda, bahkan sudah melakukan penelitiannya lebih dulu. Dibantu keduanya Bima juga bertemu dengan Lalitha juga adiknya Naditya saat mencari ageman sebagai salah satu syarat ritual pemanggil leluhur. Naditya yang dipercayai memilki sixth sense (bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk ghaib) nyatanya memilki leluhur dari kerajaan juga seperti Bima.
Setelah menempuh perjalanan dari Pantai Selatan, Jakarta, Garut hingga Cirebon perjalanan mereka pun tak luput dari intaian organisasi lain yang menginginkan benda pusaka yang secara runut Bima dapatkan di tiap ritual yang ia lakukan. Karena hal itu pula lah, visi - misi mereka untuk segera menemukan portal baru sempat terhambat. Tapi kehadiran Om Bayu yang dipercayai sebagai Budak Janggotan yang memang ditugaskan untuk membantu Bima untuk menemukan portal baru itu membuat segala hambatan itu teratasi.
Gua Sunyaragi menjadi perhentian terakhir mereka, apakah portal itu berhasil terbuka?
~ Review ~
Buku sekuel dari seri Nuswantara ini jauh bisa lebih dinikmati dari seri pertamanya (Gerbang Nuswantara). Dari gaya bahasa, tidak banyak yang berubah. Tapi penulis terlihat berusaha melakukan penyederhanaan pada kutipan-kutipan sejarah yang ada di dalam alur ceritanya. Alur tegangnya juga cukup terasa dan membuat pembaca ingin segera menyelesaikan seri ini di buku ketiganya (Jagat Nuswantara).
Definitely a good one! I could read this book just for four hours because every word was always persuaded to read more. Let me start with the cover; we can call it to glow up. It looks so superb than the previous one that looks like a textbook. The second one is the trilogy of the Gerbang Nuswantara. If the first book focuses on Rani's adventure, this second book focuses on Bima.
Furthermore, The advantage of this book is the story is not fully filled with the theory like the first trilogy. That's what makes me can't stop reading this book at one time. I successfully think that this fantasy book was a real one. It's triggering. It may be because I'm also basically someone who is easily influenced.
Now, I am waiting for the right time to read the last trilogy of Gerbang Nuswantara Jagat Nuswantara.
Buku kedua ini kukasi rating 5, karena entah kenapa ceritanya lebih berkesan mungkin karena isi bukunya tentang Bima dkk yang keliling jawa demi mendapat petunjuk-petunjuk untuk membuka portal. Yang ada dipikiran saya "lumayan juga ya itu biayanya" Anw, info-info sejarah di novel kedua ini terasa lebih ringan karena mungkin terjadi antar percakapan anak muda tapi ternyata endingnya masih gantung ya dan sepertinya buku ketiga belum terbit :(