There’s a famous cliché line, that if you love someone set them free and if they come back, they’re yours. Aku merelakannya.
Merelakannya mengejar wanita lain. Lalu melihatnya mencintai wanita lain. It’s fine. I’m fine letting him go. Hal yang sulit, tapi aku melakukannya untuk diri sendiri.
Aku teringat kata-kata di surat yang dituliskan wanita itu kepadaku,
‘Di akhir cerita ini, kalau aku masih bersamanya dan kamu tidak bersamanya, mungkin aku telah melakukan kesalahan dalam menyampaikan apa yang aku inginkan. Aku ingin kamu mengerti kalau Max adalah milik kamu karena di dunia ini aku tidak bisa memilikinya. Kalau Max bisa mencintai satu wanita di dunia ini dan aku bisa membantunya memilih: it’s you – it’s always been you.’
Atuhlah acute liver failure dibawa ke dokter penyakit dalam, bukannya ke dokter jantung. Hati sama jantung itu beda loh. Atuhlah kalo lagi hamil dan jatuh di kamar mandi, mana bisa dibilang kandungannya baik cuma dari pemeriksaan fisik ... minimal bawalah cek USG. Terus Max ini 3 dokter spesialis sekaligus? Kardio, bedah syaraf, dan bedah umum? HADEH.
Dear writer, if you read this, I offer you a free medical consultation. Sincerely, reader who also happened to be a doctor.
Konfliknya complicated. Jujur saya agak bingung sama karakter-karakter tokoh ceritanya seperti Max, Jo, Kasa dan Ethan. Bingung karena saya kurang bisa menilai dengan jelas. Cuma Karissa yang sedikit saya suka (iya maaf ya cuma sedikit). Mungkin di ending cerita yang bikin pemikiran saya tentang Karissa berubah. Kalo Max, Jo, Kasa dan Ethan saya kasih tampang lempeng aja ya.
Beberapa poin cerita ada yang harus bikin mikir mundur ke belakang (cerita sebelumnya) tapi kayaknya kurang klik. Maksudnya antar poin-poin cerita kurang terhubung. Inikah yg dinamakan plot hole? Udah baca penjelasan plot hole itu apa cuma saya kurang paham betul. CMIIW.
Ada banyak kalimat yang saya kurang paham maksudnya jadi harus baca dua kali. Salah satu contohnya, halaman 196 "Max tidak menjawabnya dan keluar dari ruangan sama sekali tidak menyadari kalau ia baru saja mengatakan hal yang tidak ada orang yang ketahui kecuali dirinya, Jo dan keluarga mereka."
Tapi saya tetap apresiasi ide penulis selama membuat cerita ini. Menurut saya, memang lebih baik endingnya seperti itu mengingat konfiknya yang complicated. Di satu sisi penulis juga kasih tahu pembaca kalau ending yang bahagia itu nggak selalu yang ala fairy tale. Realistis lebih tepatnya.
this novel is pretty messed up and too complicated. Agak kesal sih dengan karakter Max yang terlalu keras kepala dan tidak jujur, dan juga Jo yang terlalu menyalahkan dirinya untuk segala hal. Tapi pada akhirnya novel ini berhasil membuat saya terus membaca hingga selesai karena penasaran endingnya. Agak kecewa sih karena sampai akhir Max tidak pernah menyatakan secara langsung ke Jo kalau dia memang cinta dan peduli sama Jo. Jo deserves to know it before she dies at least..
This entire review has been hidden because of spoilers.
🌸Mungkin kata penulis kece Ce Cecil Jo bukan "pemeran utamanya" tapi aku suka Jo dengan segala kebaikan dan keburukannya. Dan, aku akan membuat kalian jatuh cinta dengan Jo, bukan Kasa.😂 Mungkin berbeda dengan kisah persahabatan lainnya. Kisah antara Max dan Jo, bisa dikatakan dihiasi dengan kegiatan saling mencibir satu sama lain dan hal gilanya adalah taruhan.
🌸 Tak ada perasaan yang Max rasakan terhadap Jo, kecuali teman. Justru Max menyatakan cinta kepada Kasa, adik Jo yang bahkan sudah ditolak oleh Kasa. Aku sendiri sih berharap, Kasa menolak Max.
🌸 Disisi lain, Jo bertemu dengan Ethan salah satu Chair Jo saat di Indonesia MUN. Bahkan Ethan mengajak Jo untuk ke gereja bersama, Jo yang baru kali ini diperlakukan "sebaik" ini oleh seorang pria tentu saja merasa berbeda.
🌸 Max juga merasa sedikit kesal degan kedekatan antara Jo dan Ethan. Apalagi melihat Jo tersipu malu karena seorang laki-laki adalah hal yang mustahil bagi Max. Sebenarnya bukan cuma Max aja sih yang "bodoh" soal perasaan disini 😣
🌸 Waktu akan terus bergulirkan? 10 tahun berlalu, meninggalkan kejadian yang membuat semuanya menjadi tambah rumit.
🌸Jo yang membuat kesalahan, menginginkan Max untuk membencinya, dan ketika wanita itu muncul lagi yang diinginkan Max adalah wanita itu, Jo menjauh dari hadapannya.
🌸Ketika Max sudah menemukan seorang "wanita" yang pantas untuk mendampinginya kenapa Jo datang? Dengan setiap kesempatan yang ada Jo justru semakin terluka. Beberapa part setiap Jo bertemu dengan Max pasti Jo "sakit", agak membuat mengerutkan kening banget sih.
🌸Aku jatuh cinta dengan ketegaran seorang Jo dari awal cerita yang bukan dia pemeran utamanya ini. Dan aku sudah menebak bagaimana sikap Kasa juga Karissa nantinya ketika bertemu dengan Jo yang baru. Membaca kisah Jo dinovel ini bakalan membuat perasaan sukses campur aduk.
🌸Dengan gaya penulisan yang Cecillia Wang banget, aku menikmati bangetlah cara penulis menyajikan cerita ini. Mengalir sampai gak sadar kalau udah di halaman terakhir.
🌸Di novel ini juga ada beberapa istilah medis, tapi disediakan footnotenya juga jadi kita nggak bakalan bingung dengan beberapa istilah medis yang mungkin terdengar asing. Istilah medis ini berkaitan dengan sakitnya Jo loh, ada yang tau Jo sakit apa? 🙈
🌸Plot twistnya lumayan banget di novel ini, sampai aku ga bisa tidur hanya untuk memikirkan sesuatu yang seharusnya terjadi di novel ini. Kesalahan penulisan belum aku temukan, kalian yang sudah baca ada yang nemuin gak? .
🌸Untuk ending sukses membuat sedikit tercengang, yang udah pernah baca karya Cecillia yang lainnya pasti sudah pernah akrab dengan ending yang gak sesuai dengan ekspetasi gini 😂. Apalagi baca surat diakhirnya itu,gak rela banget deh. .
Kecewa. Ini cerita yang berhasil~ menguras emosi dan berujung gak mood ngapa ngapain. Ceritanya bener bener ga ketebak tapi bikin hati gua yang baca sampe ending jadi galau, gelisah galau merana.
Kalau aku jadi ho, aku gaakan bisa setegar itu. I rally love u jo. And max, i hate u, sooo much. Dari sekian banyak novel yang kubaca, cuma max satu satunya pemeran utama pria yang bisa bikin aku benci banget.
Ini adalah buku pertama dari Kakak Penulis yang aku baca. Tentang Max dan Jo, sepasang sahabat yang tanpa sadar berbagi hati sebelum rasa sakit mengambil alih. Kehadiran Kasa dan Ethan yang membawa rasa masing-masing juga membuat keadaan semakin rumit.
Baca ini aku ikut frustrasi, pengen jerit-jerit ke Kakak Penulis, kenapa beginiii? Secara keseluruhan presmisnya benar-benar menjanjikan, tapi ada terlalu banyak typo dan beberapa eksekusi dari idenya kurang maksimal. Tapi secara keseluruhan aku cukup menikmati novel yang hadir dalam versi hardcover dan sampul putih yang classy ini 😄
Why i give this book 3 stars? God damn it! Stupid Maximilian Tjahrir. What I got from this book : rasa suka yang kalah dengan ego. Jo, you just don't deserve Max at all.
Ini novel Cecil yang menurutku membingungkan. Karakter dari setiap tokoh cukup membuat saya geleng-geleng kepala dan merasakan "kemarahan." Jujur, setelah membaca novel ini, saya merasa lelah.
Buku ini bercerita tentang hubungan friendzone antara Max dan Josephine. Meski sahabatan duo orang ini saat dewasa hubungannya sungguh kacau. Karena satu insiden, Max dibuat membenci Jo sebenci-bencinya. Dua orang yang sama-sama bego dalam menicintai dan sama-sama keras kepala. Max karakter orang yang cukup keras, egonya tinggi, gengsinya tinggi, dan dia sangat sulit untuk mengungkapkan perasaanya. Josephine menurut gue karakter cewek paling menyedihkan yang pernah gue baca. Nasibnya sungguh mengenaskan. Dia dari kecil engga biasa menerima sebuah kebebasan untuk memiliki sesuatu. Jadi untuk mengaharapkan sesuatu dia sangat gak percaya diri, pun untuk memiliki Max. Dia terlalu takut dengan perasaannya. Mungkin dia tahu, kalau Max sebenarnya juga punya perasaan sama dia, bahka mungkin jika dia sedikit punya keberanian dengan perasaannya, Max dengan mudah akan jadi miliknya. Tapi dia nggak memilih itu, dia tahu ujung dari kehidupannya bakal kayak gimana. Menghabiskan waktu dengan Max udah lebih dari cukup buat dia.
Gue mengikuti novel ini pas lagi on-going di wattpad, dan setiap part baru yang Ka Cecil update bener-bener bikin hati gue sakit. Gue gak bisa memaksakan kedua insan ini akan berakhir bersama. Namun, gue yakin Max-Jo meski telat menyadari perasaan mereka, cinta mereka selau evermore. Meski harus butuh berbulan-bulan berdamai dengan endingnya, ini salah satu kisah paling ngena banget di hati gue. Emosionalnya dapet banget. Bahkan sampai sekarang bukunya gak pernah gue baca ulang karena ga kuat, kayak ngasih efek magis bikin hati gue langsung serasa dicubit dan nyesek gitu.
Overall, kalau pengen sendu, pengen angst, pengen nangis, pengen ancur, ini buku paling paling paling rekomended sih. Just try it
Pertama kali membaca karya kak cecillia. Jatuh cinta. Bukan hanya ke bukunya, tapi ke ceritanya juga. Kompleks sih menurut kakak Princess ceritanya . . Permasalahan hati Max yang ingin ke 1 orang, tapi ternyata ada 2 hati yang tersakiti. Walaupun pada akhirnya, Max merasakan sebuah pernikahan. Hanya saja bukan dengan orang yang dia cinta. Dengan orang yang selama ini selalu ada di dekat dia. Jo . . Hingga saatnya tiba, ada permasalahan yang terlalu pelik yang menyebabkan Max dan Jo, susah diomongin. Jangan yaa, takut spoiler . . Banyak hal yang kakak Princess dapatkan dari novel ini. Cinta itu tak harus untuk saling memiliki. Menjauh, melepaskan demi kebahagiaan itu juga cinta. Apalagi mendoakan, itu juga salah satu cara kita mencintai orang tersebut. Mengingat dia pun cara kita mencintai juga . . Jika kamu mencintai, jangan berhenti untuk mengejar. Tapi, jika pada akhirnya cinta itu menyakitimu, berhentilah. Biarkan cinta yang lain datang dalam hidupmu . . Tak hanya melulu soal cinta, tapi juga persahabatan, keluarga, persaingan dan perjuangan. Jika kamu menyukai kisah romance, kamu wajib baca ini. Nyesek abis dan endingnya bikin kaget
Max aku tau kamu benci sama Jo, tapi aku lebih benci lagi sama kamu Max!! Sebel se-sebel sebelnyaaaa karena kamu udah bohong sama Jo dan diri sendiriii soal perasaan kamu! bahkan disaat Jo akan “pergi” dan butuh kamu malah masih mikirin cewe lain😤😡 Ya mikir aja mana ada cewe yang blak2an bilang “Gue butuh lo” ke cowo apalagi kalo dia tau adiknya yang dia sayang ternyata cinta sama cowo yg dia cinta juga! Ya ngalah lah sebagai kakak, Kasa lo tuh egoisssss parahhh!!! Awalnya ga suka sama Karissa, tapi menuju ending emang Karissa doang yg normal pemikirannya wkwkwk.. dahlah.. endingnya bagus kok sebenernya, cuma sepanjang baca dibuat emosi sama sikap Max sebagai cowo😩😡😭
Note : karena aku baca cetakan lama (gatau ya kalo cetakan yang baru) lumayan typonya, alur cerita yang lompat2nya bikin bingung, dan bikin mikir banget kaya bagian ulang tahunnya Ivana.
Spoiler Alert! Jangan lanjutkan lihat review ini kalau kalian belum membaca bukunya.
Riset dalam cerita agaknya kurang mendalam sehingga banyak keganjilan yang lumayan bikin kening kita berkerut dan berpikir, "lho kok begitu ya? Ga gitu dong mestinya." Terutama pada adegan-adegan yang berhubungan dengan medis, wah itu kacau banget. Banyak tindakan yang tidak sesuai dengan SOP dunia kedokteran. Padahal di situ dijelaskan bahwa Max adalah dokter yang katanya "high class".
Kalau bicara tentang alur, alurnya lumayan menarik. Menurutku, alur yang seperti itu bikin flow ceritanya tidak monoton. Lumayan ngebantu agar ceritanya tidak terlalu monoton.
Sebenarnya tema dalam cerita ini sudah klise. Banyak banget di Wattpad atau di FTV yang kisahnya macam ini. Menurutku terlalu halu dan malah jatuhnya jadi kaya ga realistis. Penokohan yang udah saklek banget perannya, bikin gemes deh jadinya, karena yang protagonist tersakiti terus. Kaya terkutuk banget hidupnya.
Ini adalah tipe cerita yang ga ada conflict resolutionnya. Penutupan ceritanya berakhir karena Josephine meninggal dan Max menikah lagi dengan perempuan baru, begitu aja tanpa kesimpulan inti yang jelas. Masa sih Maxnya nikah dan cerita ini selesai? Padahal di pertengahan cerita juga sudah sering banget Max nikah ke sana ke mari, setiap ada masalah pasti dia memilih untuk menikah lagi dan lagi dengan mudahnya. Jadi... masih belum mengerti juga kenapa harus gitu endingnya. Maksa banget.
This entire review has been hidden because of spoilers.
It's a very complicated story but I enjoy it. Maybe some people are very confused, but I'm used to it because I love reading ce cil’s books. Very complex story, their story made me realize that in our relationship we can't be stubborn with our own egos. If both are stubborn with their egos, it won't work till the end. One should lower the ego and start thinking about what's happening to them. I cried at the end, but I understand why it was this way, realistically. I love Jo. She's selfless, although she may never be the leading actor in his own life. But she's chose to be selfless with what's been running in his life.
Setelah dipikir-pikir lagi, untuk dapetin 4 bintang, buku ini kurang deserve. Pertama karena terlalu bikin bingung, bikin ambigu, gak ada kejelasan ceritanya tiba-tiba begini, tiba-tiba begitu, like WHAT THE HECK, WHAT'S GOING ON? HOLD UP, AM I MISSING SOMETHING? . Kedua karena relation antara tokohnya kayak ga ada 'feeling' dan karena itu pas baca lagi jadi kerasa hambar. Ketiga karena Jo. Jadi gini, walaupun Jo itu tokoh fav gue dulu, tapi sekarang gue ngerasa kayak anjir, ngenes banget idup lu, bersuara napa woy, jangan mau disakitin lu, yaelah. Keempat karena Max. I will forever be your hater, that's my promise.
Despite the stupidity of Max and the stubborn of Jo, i am still in live with this novel. The ending was very different compared to the other two novel that already been released. It was like a fresh air for Cecil to write this kind of version. Although i am pretty confused why at the end, Max ended up with Karissa since Karissa never been the main character from the very beginning.
I already purchase the second version which include Jo's point of view (Jo's diary), maybe this will give me much more perspectibe from every side.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku sih ngerasa puas sama endingnya. Karena dari awal yang terlihat masuk akal adalah Karissa. Paling gak habis fikir sama sikap Jo yang selalu membuat bodoh dirinya dengan mengutamakan urusan oranh lain.
Max adalah lelaki super bodoh yang entahlah, pas pembagian hati dan perasaan mungkin dia gak hadir. Secara kesulurahan ceritanya menarik dan bikin nagih setiap chapternya. Pengen ulang2 terus bacanya, apalagi pas part Karissa (meski dikit) #TeamKarissaGarisKeras
Ever watch How I Met Your Mother? Do you know the quote "when you have chemistry, you need one other thing, timing. But timing's a b*tch" Well, in essence that is this book I feel like. Both care and love one another, although both don't want to say it. But they want what is best for each other. In 2021 alone I reread this hook 4 times already. It was so good. And each time, there's something there that's just leave a mark on you.
Actual rating is 2,5 ⭐️ but the cover too cuteee (the grey one, with big printer 'evermore')
Buku pertama karya CeWang yg saya baca. First impression: messed up, there's a big plot hole in this book, ga engaging sama semua karakternya (dan bisa dibilang semua karakternya menyebalkan) 😂
But i'm waiting for her other books to read, tho 🥰
My top 1 novel chicklit yang pernah aku baca, novel ter-angst😭☝🏻aku tu kalau baca ini tenggorokan tuh berasa sesak karena sesedih itu (no gimmick) aku suka banget alur cerita dan karakter cewe seperti ini, semuaa novel cecilia wang itu kereenn abizzzz☝🏻☝🏻kalian wajib baca semua novelnya, jgn ngaku pecinta genre chicklit kalau belum baca novel dariii cecilia wang🥹🤍🤍
Melelahkan dan menguras emosi. Cinta segi 5 antara Jo-Max-Kasa-Ethan-Karissa dengan inkonsistensi dan plinplan nya si Max Weak but looked Strong nya Jo Foxy nya si Kasa karakter Ethan yang sesungguhnya agak abu dan tak berpendirian Sneaky nya Karissa
Entahlah. Speechless. Masih gak terima sama endingnya. Si Max emang berengsek banget sih, dan Jo yang juga alot banget buat ngutarain sesuatu jadi bikin semuanya runyam. Cerita yang bikin aku nangis banget.
Aku cukup suka dengan ceritanya. Sayang konflik terlalu blur dan membingungkan, karena sangat tidak masuk akal, jadi cukup membuat aku berpikir keras. :)
ini novel dari awal sampe akhir si jo gaada happy nya :) sadis.. dan untuk max.. entah apa lah isi otak dia bisa sampe sejahat itu. memang bodoh kau max! benci bangettt!!