Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hung Out

Rate this book
“Kamu tahu apa beda kopi dan menyukai kamu? Tak ada yang berbeda, keduanya sama-sama pahit.”

***

Valenia Talita: Selama enam tahun, hidupku sangat membosankan. Orang-orang yang aku temui tidak banyak, hanya Mami, asisten rumah tanggaku, sopir kepercayaan mami, dokter pribadiku dan beberapa guru home schooling yang mengajariku dengan raut wajah iba. Bagaimana tidak iba? Di usiaku yang baru belasan, aku divonis memiliki penyakit yang siapa pun mungkin menolak menjadi diriku.

Gabrino Fadel Alfazair: Hidupku biasa-biasa saja, terkesan membosankan. Di rumah yang katanya adalah tempat ternyaman untuk berpulang, aku malah merasakan seperti di neraka. Hidupku melelahkan, terlebih saat aku menyukai seorang perempuan yang berpacaran dengan temanku sendiri. Aku punya segalanya, kecuali kebahagiaan.

512 pages, Paperback

Published March 5, 2018

17 people are currently reading
119 people want to read

About the author

Bellazmr

4 books27 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (40%)
4 stars
15 (22%)
3 stars
16 (23%)
2 stars
6 (8%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
7 reviews1 follower
August 25, 2018
Saya jatuh cinta sama kovernya. Cantik banget. Dan baca blurb, langsung memutuskan buat beli. Saya selalu suka dengan cerita yang endingnya tragis, semisal ceweknya sakit lalu meninggal *dude XD
Secara keseluruhan, saya cukup menyukai cerita ini. Plotnya terbilang lumayan rapi, dengan tokoh-tokoh yang nggak bikin pusing. Namun, harus saya ungkapkan bahwa ada kekurangan terbesar di novel ini, yaitu banyaknya typo, kurangnya tanda baca, peletakan tanda baca yang keliru, hingga penggunaan bahasa Inggris yang....maaf, salah. Saya jadi bertanya-tanya, apa novel ini tidak melewati penyuntingan terlebih dahulu sebelum diedar ke pasar? Novel ini seperti naskah mentah yang langsung dicetak begitu saja. Saya sampai melihat nama editornya, dan disitu tertulis 'Tim Editor Fiksi' Jika tim, berarti lebih dari satu orang, kan? Apa tidak satu pun yang memeriksa naskah novel ini? Hal ini sangat disayangkan, mengingat Grasindo adalah salah satu penerbit mayor. Saya kaget sendiri mendapati begitu banyak typo hingga saya tidak menulisnya di sini karena terlalu banyak. Saya yakin pembaca dan penulis menyadarinya begitu novel ini sudah berbentuk buku. Penasaran aja sih, apa penulisnya juga tidak melakukan self-editing terlebih dahulu? Bukan tanpa alasan saya mempermasalahkan hal ini, karena jadi mengusik saya selama membaca, terutama soal tanda baca yang hilang atau salah penempatan. bagi saya pribadi, hal ini jadi mengurangi keindahan narasi yang telah dibuat. saya harap, ini jadi catatan penulis juga editor untuk cetakan berikutnya, atau karya lain. Saya nggak kapok membeli karya Mbak Bella kok, walau ini buku pertama penulis yang saya baca.
Yang kedua, saya kok agak terganggu dengan pergantian plot, ya. Entah bagaimana pergantiannya terasa kurang mulus, jadi saya agak kesulitan terjun ke cerita. Biasanya kan jika setting waktu berubah, masuk ke bab berikutnya, tapi di sini tidak seperti itu. dalam satu bab, bisa ada lebih dari satu setting tempat dan waktu. Barangkali ini hanya masalah selera, dan selera saya kurang sreg dengan pengaturan demikian.
Hal ketiga yang menjadi catatan saya adalah, karakter Valen. di sini dikatakan, Valen adalah cewek yang kuat, tidak mengeluh dan menerima rasa sakit. Tapi, dia rupanya berkeluh kesah semudah itu pada Bara, yang menunjukkan bahwa hidupnya menyedihkan. Bukankah biasanya jika orang yang tegar, tidak mengasihani dirinya sendiri? Saya jadi kurang sreg dengan karakter Valen, karena tidak merasakan 'kekuatannya'
Perubahan perasaan pada Gab pun terasa terlalu cepat, meski dia tetap diceritakan masih begitu menyukai Andini, tapi entah kenapa saya jadi tidak merasakan feelnya sama sekali.
yang mengusik saya berikutnya adalah 'kesadaran' ayah Gab. apa yang terjadi hingga beliau akhirnya menjadi seperti dirinya di epilog. apakah karena Valen...... (nggak mau spoiler) atau karena hal lain? Karena di awal ayah Gab diceritakan sebagai pribadi yang begitu keras kepala, bahkan tega menyuruh orang untuk menyerang anaknya (lah, malah spoiler ini XD). Rasanya, dibutuhkan sesuatu yang besar untuk menyadarkan beliau, dan tidak diceritakan di novel ini. Tahu-tahu perubahan itu terjadi di epilog.
Soal rencana Gab untuk memberi kejutan pada Valen juga tidak diceritakan, karena pada epilog Valen sudah...... :D Mungkin, akan terasa lebih lengkap jika ada narasi seperti apa akhrnya kejutan itu berakhir, bagaimana kondisi Valen, separah apa dia, sampai pada kepergiannya. Dengan lebih dari 500 halaman tapi tak memuat hal itu, rasanya disayangkan sekali (saya sama sekali tidak masalah dengan tebalnya buku selama buku itu enak dinikmati)
Akhir kata, mohon maaf jika ada kata yang menyinggung. Saya akan mencari karya Mbak Bella yang lain. Semangat dan terus berkarya!
Profile Image for Ratna.
57 reviews18 followers
October 25, 2018
Covernya cantik banget kan? Aduh, aku suka banget covernya dan ada ilustrasi foto Gabrino sama Valen di dalam buku loh dan yang asdfghjkl nya lagi ialah ilustrasi Gabrino pakai artis Thailand yang lumayan aku suka.

Serius lumayan?

Eng, lumayan banget🔪
.
Aku suka narasi, karakter dan konflik yang dibangun kak Bella. Berbeda dengan novel pertama yang aku baca, novel ini lebih kompleks dan bikin greget pembacanya, terlebih aku. Tapi sangat disayangkan ialah bukunya terlalu tebal menurutku, tapi kalau ada yang scene yang dipotong juga aku nggak rela. Aduh aku labil gini🔪
.
Karakter di dalam novel ini juga kuat banget, terlebih karakter Valen yang sangat-sangat aku jadikan inspirasi, kenapa? Karena walaupun fisiknya lemah, dia masih mau berusaha, masih bisa tertawa dan tersenyum walaupun hatinya sedih, dan terus semangat walaupun penyakit mengerogoti dirinya. Ditambah dengan karakter Bara yang penyuka sastra serta kakaknya sih hahaha. Mereka memorable banget sih buat aku.
.
Endingnya sendiri...
WAGELASEH! Sama seperti ending Flesh Out yang nggak di sangka-sangka, Hung Out juga sama loh! (Kayaknya kak Bella hobi banget buat ending yang gila deh hahaha)

Yang pas akhir, aku kira sama seperti novel Flesh Out yang bisa dibilang nggak jadi gitu, aku juga berpikiran sama dengan cerita Hung Out, seperti;
“Ah, paling entar gak jadi.”
“Nggak mungkin kan Ateng kayak gitu?”
“Bentar lagi juga tiba-tiba ada lagi.” Dan ternyata, beda cerita beda ending dong yaa, jadi semua pemikiran itu terhempas begitu saja dan malah VALEN YANG... (Nggak kuad)

Endingnya kampret banget, bikin sedih... aduh gak kuat, ada kamera gak? Boleh lambaikan tangan?
Profile Image for adis.
44 reviews
May 4, 2021
pertama baca tuh di wattpad dan pas tau di novelin tuh langsung seneng bgt. gua udah baca ini novel dari lama tapi karna baru download app ini jadi baru bisa review sekarang HAHAHAHA. gua dulu jarang bgttt baca dan hung out nih novel pertama yg bikin gua langsung naksir sama membaca, novel pertama yg bikin gua nangis sesenggukan. i love this book so very much. gua suka bgt sama cara kak bella menulis yang emang gak pernah gagal bikin nganga. gua suka semua karakternya TERLEBIH MY BABY ATENGGGGG HUHUHU.
26 reviews
February 9, 2025
aku lupa, tapi mungkin aku pernah suka buku ini ( cover nya cantik skali )
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews