Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mr. Crack dari Parepare

Rate this book
Perjalanan hidup seorang BJ Habibie melintas batas teritorial dan waktu. Bermula dari Parepare, lanjut ke Aachen, lalu ke Jakarta. Dari seorang ilmuwan, kemudian menjadi negarawan, dan kini minandito. Dan, buku ini akan menyajikannya berdasarkan fakta, bukan rekayasa.
Kecintaan Habibie pada Tanah Air begitu besar. Tertanam kuat sejak masih mahasiswa dan tetap menyala hingga sekarang. Kedudukan yang prestisius, penghasilan yang besar ditinggalkan begitu panggilan untuk kembali datang. lewat buku ini kita akan melihat perjuangan Habibie membangun Indonesia melalui teknologi.

Kisah cinta Habibie bersama Ainun menunjukkan sisi lain Habibie. Bila Romeo & Juliet menggambarkan “kekandasan” cinta, Habibie & Ainun menggambarkan “keberhasilan” cinta. Melalui buku ini kisah cinta keduanya diceritakan kembali mulai dari pertemuan hingga maut memisahkan mereka.

516 pages, Paperback

First published February 1, 2018

19 people are currently reading
129 people want to read

About the author

Andi Makmur Makka

20 books16 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
45 (65%)
4 stars
16 (23%)
3 stars
4 (5%)
2 stars
4 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Rian.
155 reviews1 follower
May 19, 2020
No, I am not a hater of Eyang Habibie. Buku yang objeknya, atau konteksnya bagus belum tentu penulisannya menggairahkan, kan?

Siapa yang tidak mengidolakan BJ Habibie, seorang jenius, pakar teknologi tersohor di dunia dan kiprah cemerlang di politik. Perpaduan dua hal tersebut dapat dikatakan langka, sangat langka. Indonesia bersyukur pernah punya satu.

Kata pertama yang dapat menggambarkan personalitas Eyang menurut saya sehabis membaca buku ini adalah patriotis. Kisah seorang yang ingin mengabdi pulang ke Indonesia setelah menuntut ilmu dan kerja di negeri asing sudah biasa. Namun Eyang benar2 berpikir jangka panjang IPTEK Indonesia ketika masih di Jerman. Dia mengupayakan banyak anak tanah air dapat kerja di perusahaannya, belajar, dan kemudian pulang bersama2 untuk membangun pesawat.

Banyak ilmu yang dapat dipetik. Lalu masalahnya dimana?

Biografi adalah genre favorit, salah satu dari Tiga Pilar Non-fiksi saya (yang lainnya: Sains Populer; Self-development). Wajar saya membandingkan kesan saya terhadap buku ini dengan buku biografi lain yang pernah saya baca (walau masih sangat sedikit).

Masuk ke kisah dalam buku. Ketika BJ Habibie digambarkan sebagai santri mengaji di dekat rumahnya, narasinya hanya 'BJ Habibie anak baik, seperti kebanyakan anak lainnya'. Saya mencobanya membandingkan autobiografi Hatta. Ketika masa kecil di Bukittinggi benar2 digambarkan bagaimana transportasi menggunakan kuda, pedagang dari antero Sumatera Barat lalu lalang di Pasar Bukittinggi. Tentu saja ada kisah2 orang sekitar seteru dengan petugas Belanda (kurang ingat sebutannya apa). Tapi atmosfernya kerasa, kita ikut membayangkannya, layaknya cuplikan film muncul di kepala.

Atau misal jika teman2 membaca buku biografi Steve Jobs karya Walter Isaacson, teman2 pasti menyadari bagaimana setiap sifat Jobs mempengaruhi kisah per episode. Termasuk sifat buruknya, alias, dia menjadi antagonis di episode tersebut. Ini bukan perihal "setiap orang pasti punya kesalahan, kenapa ga ditulis?" Namun lebih ke objektifitas. Di buku biografi Habibie ini, penulis membuat 'world revolves around Habibie'. Ketika suatu konflik misal, ada yang berseteru dengan Habibie, penulis hanya menulis pembenaran dari Habibienya, atau pernyataan dari pendukungnya. Contoh, saya tidak tahu kenapa orang-orang menyesali keputusan Habibie melepas Timor Leste (ya bukan keputusan eksekutif tapi mewadahi refrendum), padahal disitu ditulis banyak yang tidak setuju, tapi tidak dicantumkan argumen mereka seperti apa. Lagian, saya membaca buku biografi salah satunya karena belajar dari kesalahan orang lain, bagaimana caranya bisa memetik hikmah kalau di buku kisahnya bagus semua?

Ketika selesai pun, saya pengen sedih, pengen nangis, menyadari kita sudah kehilangan sosok Eyang. Tapi tetap tidak bisa nangis, karena ga ada emosi yang cukup dilibatkan dalam narasi. Ketika baca buku biografi Hamka misal, ada rasa sedih kehilangan seorang Ulama seperti Hamka, dan ada rasa rindu, rasa butuh kehadirannya, walau belum pernah ketemu. Dan di buku biografi Habibie ini, layaknya artikel berita biasa. Padahal udah baca hampir 500 halaman namun tidak ada rasa kehilangan.

Keunggulan yang bisa dibanggakan dari buku ini adalah sumber bisa dipertanggung jawabkan, dapat dilacak, lengkap, dan jelas.

Dan jika ada lagi buku biografi lagi ditulis Andi Makmur Makka, saya tidak akan membacanya. Nama penulis saya masukan ke blacklist.
Profile Image for Fitri Nurrahmawati.
27 reviews
March 9, 2021
Yang saya suka dari biografi ini adalah Andi Makmur Makka dapat menulis kisah hidup BJ Habibie secara lengkap dari seluruh rangkaian proses hidupnya. Hampir setiap penjabaran suatu peristiwa atau kutipan ada catatan kaki yang menunjukan sumbernya, sehingga faktanya lebih bisa dipertanggungjawabkan. Namun, saya rasa pandangan pribadi Andi Makmur Makka sebagai penulis dengan kalimat yang terkesan mendewakan BJ Habibie menjadikan biografi ini kurang murni dan berkesan. Padahal jika ia dapat mengambil sudut pandang yang lebih humanis dan apa adanya buku ini akan lebih spesial.
Profile Image for Muhammad Bramantyo.
50 reviews
May 13, 2018
Sangat ingin punya buku ini di salah satu toko buku, tapi harganya lumayan. Sampai akhirnya ketemu yg diskon di online. Bukunya tebal, tapi kisahnya mengalir rapi. Bagi yang sudah membaca buku karya A Makmur Makka sebelum-sebelumnya, buku ini seperti mengumpulkan jadi satu seluruh perjalanan hidup seorang BJ Habibie. Kisahnya mengalir luwes dan menginspirasi
Profile Image for Alfi Syahril.
25 reviews3 followers
July 4, 2021
Banyak sekali teladan baik yang bisa kita dapatkan dari membaca buku ini. Untuk itu, sangat direkomendasikan.. Mudah-mudahan kita adalah Habibie-habibie selanjutnya..
Profile Image for Naufal Hardwiwinata.
12 reviews
August 13, 2021
RESENSI BUKU 4
Judul : Mr. Crack dari Parepare
Penulis : A. Makmur Makka
Genre : Biografi
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : Februari 2018
Halaman : 493
ISBN : 978-602-0822-91-4
Dimensi : 15 x 23cm
Harga : Rp.110.000,-

Penghargaan Buku
-
Garis Besar Buku
Buku ini berisi biografi presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang ditulis oleh A. Makmur Makka. Dimulai dengan kisah awal kelahiran Habibie pada 25 Juni 1936, masa kanak-kanaknya bersama saudara dan hubungan antar-sesama, hingga kebiasaan masa kecilnya yang berbeda dari anak kebanyakan.
Alur waktu mengalami kemunduran, kemudian terbelah menjadi dua bagian. Pertama dari latar sang ayah, Alwi Abdul Djalil Habibie, seorang yang kental ilmu agamanya, lalu disusul menuju latar sang ibu, R.A.Tuti Marini Puspowardojo yang lebih berpendidikan. Perjalanan Habibie diceritakan dengan linier dan dari masa sekolah, bertemu dengan “si gula Jawa” hingga perjuangannya mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan di Jerman.
Selama di Jerman diceritakan pula bagaimana Habibie bertemu dengan teman-temannya, si gadis Polandia yang berbeda frekuensi, sampai perjuangannya menjadi presiden PPI di Jerman kala itu.
Buku ini juga meluruskan pandangan masyarakat tentang hubungan Habibie dengan Soeharto, yang ternyata begitu akrab. Habibie juga yang menjadi otak dari pengajuan referendum Timor Timur dengan alasan yang logis, juga dialah orang yang ditemui Soeharto sesaat sebelum lengsernya sang presiden ke-2. Kisah diakhiri dengan bagaimana proses Habibie dilantik sebagai presiden, kematian sang istri, kemudian menghabiskan masa tuanya pada 2018 silam.
Sejauh ini, buku inilah yang mampu menjelaskan kehidupan Habibie dengan komplit. Penulis mampu memadukan wawancaranya kepada si tokoh dengan narasumber orang sekitar tokoh (seperti teman, kerabat, sampai sumber buku lain).

Kelebihan Buku
Buku ini ditulis dengan gaya bahasa penceritaan yang apik, dengan sumber-sumber yang jelas pada bagian belakang buku sebagai daftar isi, juga mampu menggetarkan hati saya di akhir buku.
Buku ini juga dilengkapi gambar berwarna dan tidak pada beberapa halaman. Foto-foto Habibie dan keluarga dari masih belia yang pastinya langka.

Kekurangan Buku
Ada satu-dua kata yang salah ketik.

Sarkas, Satire, Petikan
Petikan:
“Ketika seorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan waktu untuk memikirkan kamu. Bahkan, ketika kamu tidak memikirkan mereka”
“Jadilah anak muda yang produktif, sehingga mejadi pribadi yang profesional dengan tidak melupakan dua hal yaitu iman dan takwa”.

Penilaian Pribadi
Alur : 5/5 *Berdasarkan jalannya kisah
Gaya Penceritaan : 4.8/5 *Berdasarkan gaya penceritaan penulis
Sumber : 5/5 *Berdasarkan kelengkapan sumber
Rata-rata: 4.9/5 *Berdasarkan jumlah Alur, Gaya Cerita, dan Sumber, dibagi 3.
Profile Image for Reading  With  Orin.
98 reviews
February 17, 2025
Yang paling aku suka dari buku ini adalah bentuk penulisan, dan narasi yg di Sampaikan tidak membosankan membuat kita pembaca penasaran dgn kisah2 hidup beliau yg tidak di ceritakan pada buku2 biography yg lain. Sumber penulisan yg jelas sehingga bukan rekayasa. Banyak banget insight2 baru yg aku dapatkan melalui buku ini mengenai Eyang.

Buku biography yg ga bakalan bikin kalian bosen ❤️
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.