Ini buku hadiah. Ceritanya bukan tipikal preferensi saya, makanya menyelesaikannya tertunda lama. Tapi buku ini cocok banget dibaca untuk menemani perjalanan, soalnya ringan dan nggak mikir.
Novel ini lucu banget. :))) That was unexpected, soalnya novel ini dibuka dengan melankolis. Tapi lama-kelamaan, berubah menjadi romcom. Dialog-dialognya banyak yang lucu--mungkin karena karakternya gokil-gokil, apalagi anggota keluarga Bachtiar yang bercandaannya ampun dah. Terus yang bikin lucu lagi adalah karakter Agil dan Ghea yang sangat bertolak belakang. Agil lempeng, rada "telmi" untuk masalah asmara, sering mengartikan apa-apa secara harfiah, tapi diam-diam tengil juga. Sementara Ghea, sangat dodol dan serampangan, omongannya ceplas-ceplos, dan rada kekanak-kanakkan karena umurnya masih 22 tahun. Lucu banget chemistry mereka berdua. :)))
Secara umum asyik sih bacanya. Saya suka detail-detail yang penulis masukkan dalam novel ini--dan kagum, sebenarnya. Soalnya novel ini mencakup banyak dunia: kedokteran, perhotelan, pilot, radio, dan lain-lain. Tapi penulis bisa membuat semua dunia itu terasa hidup dan riil, bukan tempelan doang. Jadi walaupun karakter-karakternya "terlalu ajaib" untuk dibayangkan ada beneran di dunia nyata, pembangunan latar dan backstory-nya oke banget.
Sebelumnya saya nggak pernah baca karya penulis di Wattpad, jadi saya nggak tahu kalau ternyata dia ini punya serial untuk masing-masing anggota keluarga Bachtiar. Kalau begini jadi wajar--soalnya awalnya saya kebingungan dengan tokoh-tokoh keluarga Bachtiar yang banyak banget dan hubungan antarmereka: siapa pasangan siapa, siapa anak siapa, dsb. Sempat bertanya-tanya: memangnya perlu ya anggota keluarga yang diceritakan sebanyak itu? Setelah ngecek Wattpad-nya penulis, baru deh paham. Sampai seperempat awal buku masih suka ketuker sama orang-orang keluarga Bachtiar, tapi lama-lama terbiasa sih. Hanya saja, kalau baca novel ini separuh jalan dan dilanjutkannya ntar-ntar, pasti bakal lupa.
Beberapa bulan belakangan ini saya sering nonton romcom untuk melepas stres, dan ternyata rutinitas itu meninggikan tingkat toleransi saya terhadap cerita romansa. Tentu saja akan selalu ada elemen cheesy di setiap romcom, tapi kadar romcom di novel ini nggak bikin saya cringey (mungkin karena kadar toleransi saya sudah bertambah itu). Menurut saya pengemasan romcom di sini lumayan bagus--nggak berlebihan, nggak bikin eneg, nggak terlalu dramatis, tapi nggak terlalu manis juga. Mungkin karena banyak komedinya ya... jadi fun bacanya, meskipun yaaa saya bacanya datar-datar aja sih tanpa kebawa geregetan atau gimana, cuma pengin ngakak aja. :)))
Novel ini lumayan panjang, dan sebagaimana novel romansa yang panjang, pastilah "tarik ulur" adalah sesuatu yang tak terelakkan. Cuma tarik ulur di sini nggak terlalu ngeselin (lagi-lagi, mungkin ini karena kadar toleransi saya sudah bertambah). Saya lumayan suka alur keseluruhannya. Apalagi novel ini ditulis dari dua POV, jadi pembaca benar-benar paham apa yang ada di kepala Agil dan Ghea. Hanya satu catatan: sebagaimana novel dari dua POV, beberapa kali saya sempat lupa, ini tuh lagi bagian siapa yang cerita? Karena ada "kemiripan suara" di antara kedua POV tersebut.
Overall, ini novel yang cocok banget dibaca untuk menghilangkan kebosanan dalam perjalanan panjang.