Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jatuh Hati Pada Montessori

Rate this book
Bagaimana mendampingi proses tumbuh kembang anak dengan pola asuh yang membuatnya tumbuh bahagia, cerdas, mandiri, dan berpendirian teguh? Disiplin macam apa yang tidak akan membuat anak tumbuh dengan rasa amarah?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali muncul di benak banyak orang tua. Demikian pula pada Vidya Dwina Paramita, seorang praktisi pendidikan anak usia dini. Hingga akhirnya Vidya mengenal Montessori, sebuah metode parenting yang selalu relevan sejak ditemukan 100 tahun lalu. Metode Montessori ternyata sangat membantunya dalam mendidik anak-anak.
Vidya yang dulu kesulitan mengendalikan emosi, mudah melabeli anak, berangsur bisa merespons beragam perilaku anak dengan positif. Dan Vidya percaya, orang tua lain pun bisa melakukannya. Sebab Montessori bukan metode untuk kalangan tertentu, melainkan untuk semua orang tua yang ingin membesarkan anaknya dengan penuh cinta.

224 pages, Paperback

Published January 1, 2018

21 people are currently reading
105 people want to read

About the author

Vidya Dwina Paramita

4 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
41 (50%)
4 stars
34 (41%)
3 stars
4 (4%)
2 stars
1 (1%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 28 of 28 reviews
Profile Image for Maisya Farhati.
Author 3 books16 followers
August 13, 2020
Bagi yang belum berkesempatan membaca buku yang ditulis Maria Montessori, buku ini bisa menjadi 'pintu masuk' untuk memahami secara umum tentang filosofi Montessori. Banyak hal yang membuka pandangan tentang kebutuhan anak usia dini, terutama cara mereka belajar dengan mengoptimalkan seluruh inderanya.

Penulis juga banyak berbagi dari pengalamannya mengajar anak-anak usia dini dengan metode ini. Buku yang ditulis Vidya Paramita ini memang bukan buku khusus tentang kegiatan-kegiatan Montessori, namun di beberapa bagian disebutkan beberapa contoh material yang biasa digunakan. Bagi yang belum terlalu familier, sesekali mungkin perlu googling untuk mengetahui lebih detail mengenai material tersebut.

Secara keseluruhan, buku ini cocok untuk dibaca oleh orang tua maupun guru. Sebuah pengingat juga bahwa ketika kita mendampingi tumbuh kembang anak, maka kebutuhan anaklah yang menjadi prioritas. :)
Profile Image for Rizq_ Nurjanna.
42 reviews
November 11, 2021
Beberapa tahun belakangan ini salah satu metode parenting yang mulai familiar dan banyak diadaptasi oleh para orangtua maupun pendidik yaitu Montessori.
Namun, sekalipun dapat dikatakan sebagI suatu metode, sejatinya konsep ini lebih luas maknanya dan lebih tepat dikatakan sebagai filosofi dan seni mengasuh anak.
Jika di keseharian kita masih mendapati ada banyak orangtua yang memburu-buru anaknya memakai sepatu atau bahkan memakaikannya, atau orangtua yang resah karena anak belum dapat membaca teks atau bacaan di usia mendekati Sekolah Dasar, atau orangtua yang demi menginginkan anaknya tetap anteng dan tidak membuat huru-hara di rumah atau tempat umum mencekokinya dengan gawai selama berjam-jam hingga hampir sepanjang waktu, maka sepertinya para orangtua ini perlu membaca buku ini dan mengenal konsep Montessori.
Saya bisa jamin, mereka akan banyak menitikkan air mata dan bergetar hati tentang apa yang selama ini perlu dibenahi dan diputar balik dari caranya memandang, mendidik anaknya, dan caranya bersikap sebagai orang dewasa di depan anak.

Buku ini secara umum memberikan gambaran tentang "Mengapa" seorang Vidya Paramita jatuh cinta dan akhirnya menjiwai sepenuh hati konsep Montessori.
Melalui pencetusnya, Maria Montessori, penulis menemukan bahwa sejatinya cara terbaik dalam mengasuh anak usia dini adalah dengan menempatkan mereka sebagai pribadi yang siap belajar dengan seluruh inderanya dan memahami bahwa anak bukanlah lembaran kertas kosong sehingga kita perlu membentuk mereka seperti dan sesuai kehendak kita para orangtua. Aspek terpenting yang harus digarisbawahi di sini yaitu bahwa anak adalah calon manusia yang sudah dibekali fitrah oleh Tuhan yaitu indera dan akal serta hatinya sebagai perangkat belajar atau memahami dunia tempat ia tinggali dan ilmu pengetahuan secara umum.

Di awal buku hal pertama yang ditekankan dalam Montessori yaitu pentingnya enam tahun pertama sebagai periode *"golden age"* anak. Di usia ini, mereka dalam periode menyerap sebanyak-banyaknya informasi dengan daya serapnya yang luar biasa, bahkan penulis menganalogikan kemampuan anak di periode ini seperti spons. Semua yang ada di sekitarnya mereka serap dan tampung. Di usia ini, anak-anak seolah menciptakan sebanyak-banyak modal dirinya. Di sinilah kita dituntut untuk menyiapkan dan menyediakan lingkungan yang ramah dan sesuai untuk anak, yakni yang aman dan eksploratif. Lalu pada periode-periode setelahnya, mereka tinggal mengembangkan bekal pengetahuan dan informasi yang didapat.

Salah satu perbedaan mendasar metode pengajaran / pengasuhan Montessori dibanding metode lainnya yaitu bahwa Montessori memiliki lima aspek area dalam diri anak yang diasah dan dimaksimalkan kemampuannya, yaitu area praktik kehidupan sehari-hari, sensori, budaya dan ilmu pengetahuan, matematika, serta area bahasa dan literasi. Kesemua area distimulasi dan dimaksimalkan kemampuannya dengan media konkret atau real objek sehingga dengan satu media tidak hanya satu aspek inderanya saja yang terstimulus, tapi beberapa atau bahkan seluruhnya secara bersamaan. Dengan demikian, pemahaman dan pengetahuan anak atas suatu realitas akan lebih holistik dan mantap.

Poin utama yang menjadi nilai dan dampak terbesar yang diterima penulis melalui Montessori yaitu interaksi yang positif dapat dibangun oleh orangtua atau pengajar karena sebagai orang dewasa kita menempatkan kepentingan anak di atas diri kita. Dan karena kesadaran bahwa terdapat perbedaan-perbedaan mendasar antara anak dan dewasa dalam belajar dan mengerti sesuatu. Seperti, penggunaan indera, aspek dan tujuan anak dalam pembelajaran yang lebih pada proses dibanding hasil.
Sikap yang lebih positif ini juga terbangun dari kesadaran bahwa anak adalah peniru ulung sehingga para orang dewasa wajib mempertimbangkan sikap dan caranya merespon perilaku anak karena nantinya dari caranyalah anak akan menyerap dan meniru kita dalam menghadapi masalah, menyalurkan energi mereka, dan menyampaikan keinginan mereka.

Pada akhirnya, buku ini seperti mengingatkan kita bahwa sejatinya anak adalah manusia seperti kita. Mereka layak dan harus diperlakukan sebagaimana diri mereka dengan baik dan mencukupi. Hak mereka, adalah kewajiban kita yang harus kita tunaikan. Semakin kita membatasi ruang gerak mereka dalam mengenal dan mengeksplorasi sekitar, semakin banyak pengalaman dan bekal pengetahuan yang ia lewatkan. Dan di masa selanjutnya, ketika mereka tidak memiliki atau kekurangan bekal pengalaman dan pengetahuan untuk dikembangkan, maka kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah niscaya muncul, dan di saat itu, akan lebih sulit untuk memperbaikinya. Seperti semen, akan lebih sulit membentuknya ketika sudah terlanjur keras ketimbang ketika ia masih basah dan encer / lunak. Baik kita yang memperbaiki, atau anak kita yang diperbaiki, keduanya akan sama-sama sakit. Maka jangan sampai kita terlambat menyadari dan bertindak lalu mereka menanggung kelalaian kita di masa-masa selanjutnya, ya ayah bunda..
Semoga Allah menyelamatkan generasi kita dari kesalahan kita dalam mendidik, dan menyadarkan kita pentingnya menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya pada anak-anak di masa kini agar mereka siap menghadapi masa depannya, baik dengan atau tanpa kita di sisi mereka. Aamiin. Tsumma allahumma aamiin.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Faisal Chairul.
268 reviews17 followers
August 21, 2022
"...salah satu fondasi utama metode Montessori, yakni tentang menstimulasi seluruh indra anak. Seluruh indra, tak hanya audio dan visual...". - halaman 7

Salah satu filosofi Montessori yang menarik adalah tentang pertanyaan, 'sebenarnya suatu hal itu demi ego kita sebagai orang dewasa (hubungan orang dewasa dengan anak-anak tidak sebatas hanya hubungan orangtua dan anak, bisa juga hubungan antara om/tante dengan keponakan, atau guru dengan murid) atau demi proses perkembangan anak?'.

Tanpa kita sadari, ego kita sebagai orang dewasa yang lebih sering mendominasi. Ketika mengajarkan suatu hal, kita ingin anak-anak cepat bisa. Jika mereka mengulang-ulangi hal yang sama, kita geram. Jika mereka melakukan kesalahan, kita tegur. Padahal, pengulangan memang merupakan salah satu tanda perkembangan pola pikiran anak. Ia sedang berimajinasi menyelesaikan tahap demi tahap untuk kemudian berimajinasi lebih lanjut dalam mengembangkannya. Misalnya dalam hal menyusun balok permainan.

Montessori mengajak kita, orang dewasa, untuk mengutaman observasi terhadap anak. Ketertarikannya, minatnya, pola 'belajar'nya (belajar dalam konteks bukan hanya secara akademik, tetapi belajar hal-hal sederhana seperti membedakan bentuk, warna, ukuran, dan sebagainya). Hasil observasi ini yang kemudian kita susun menyesuaikan kebutuhan anak (follow the child).

Selain itu, dengan mengobservasi, kita akan lebih bisa memahami 'kebutuhan' anak-anak. Misalnya, ketika tantrum, mungkin sebenarnya mereka 'kaget' dengan suatu keacakan yang sedang terjadi. Contoh lainnya, ketika anak-anak suatu waktu memasukkan mainan ke mulut, di lain waktu melemparnya, mungkin adalah sebuah ekspresi mereka dalam prosesnya 'merasakan' mainan tersebut dengan seluruh indranya.

Hal menarik lainnya dari metode Montessori adalah tentang 'Prepared Environment' dan 'Filosofi Penggunaan Alas Bermain'. Terkait 'Prepared Environment', anak akan dengan mudah mengasosiasikan kapan waktu untuk belajar hanya dengan melihat 'area-area' yang sudah dipersiapkan. Terkait penggunaan 'alas bermain', anak akan belajar tentang konsep teritori, bahwa masing-masing 'area' memiliki fungsinya tersendiri.
Profile Image for Heni Mujaa.
168 reviews22 followers
October 29, 2022
sesuai judulnya, buku ini berhasil membuat saya jatuh hati pada montessori. penulis dengan lembut menjelaskan bahwa montessori bukanlah hanya sekedar menyendok dan menuang pasir, tapi ada manfaat dan filosofinya bagi perkembangan anak.

banyak refleksi ketika membaca bukunya: sebagai anak-yang-pernah, sebagai pendidik, dan sebagai calon orang tua. tentang betapa berbeda sudut pandang antara orang dewasa yg terkadang jumawa merasa paling paham segala apa, sedangkan anak hanya sebagai 'kertas kosong' belaka.

buku ini menawarkan pengenalan terhadap metode montessori yg kegiatannya dirancang berdasarkan 'pyramid of learning': ada banyak kemampuan yg harus diasah terlebih dahulu sebelum mengharapkan kemampuan akademis yg paripurna. bahwa orientasi hasil dan orientasi proses dalam sistem pendidikan utamanya pada anak usia dini memang masih sangat rumit. anak diharapkan sudah bisa calistung, semakin cepat semakin baik, sedangkan fitrahnya sbg manusia utk mengeksplorasi, menumbuhkembangkan kekuatan jemari atau rentang konsentrasi jadi terabaikan.

melalui buku ini juga saya bisa tau bahwa ada lima area dalam metode montessori: area praktik kehidupan sehari-hari, area sensoris, area budaya dan ilmu pengetahuan, area matematika, dan area bahasa dan literasi. lebih detail lagi, ternyata sebelum masuk ke tahap membaca, anak mestinya melalui tahap pramembaca, ada jg kemampuan berkomunikasi yg mesti diasah. kemampuan menulis dan membaca tidaklah sedangkal bisa menulis dan merangkai kata menjadi kalimat.

ada tips dan trik untuk memilih sekolah anak usia dini dan menghadapi separation anxiety. beruntung sekali lah ada kesempatan untuk kenalan sama montessori lewat buku menyenangkan ini.
Profile Image for Iryanthi Faridah Saiful.
33 reviews
November 3, 2018
dulu sy adalah org yg memandang sebelah mata metode montessori. “emangnya gada kegiatan yg lbih berfaedah apa ya selain nyendok2 kcg ijo bgitu?” begitulah sy berpikir tiap kali melihat anak2 d sekolah montessori.

siapa yg nyangka bahwa kegiatan yg kita anggap sepele itu ternyata melatih otot tangan dan jari sang anak utk menulis nantinya!?

buku ini sangat mengubah pandangan sy 180deg ttg metode montessori! banyak sekali momen2 “oh begituuu.. pantasan kemarin anak gw bgini, ponakan gw begituuu” yg terjadi pada sy selama membaca buku ini.

sy dgn sangat senang hati merekomendasikan buku ini utk tmn2 yg ingin mengenal montessori. buku ini mengulas hal2 dasar ttg metode tsb spt filosofinya, perbedaan metode montessori dgn metode pembelajaran konvensional, dampaknya pd tumbuh kembang anak, dll. hanya saja, buku ini tdk memiliki bab khusus bgmn mengaplikasikan metode tsb d rmh dgn menggunakan material sehari2.

buku ini secara tdk lgsg mengajak kita sbg org dewasa utk instrospeksi diri masing2 apakah kita sdh tepat dlm memperlakukan si kecil dlm proses belajarnya; mengingat 6 thn pertama kehidupan manusia adalah fondasi terpenting dalam kehidupannya.
Profile Image for Meta Morfillah.
669 reviews23 followers
August 3, 2025
Judul: Jatuh hati pada Montessori
Penulis: Vidya Dwina Paramita
Penerbit: B first
Dimensi: 216 hal, cetakan ketujuh Agustus 2019
ISBN: 9786024260750

Apa yang terbayang saat mendengar kata "Montessori"?

Bagi saya aparatusnya yang mahal, baru tokoh bernama Maria Montessori. Baru setelah membaca buku ini saya memahami filosofi Montessori dari sejarahnya hingga praktik penulisnya. Meski saat menuliskan buku ini, penulis belum memiliki anak kandung, namun terasa sekali perjuangannya memahami dunia anak sebagai orang dewasa yang sadar. Penerapan Montessori pun berdampak baik bagi manajemen emosi dan kesadaran berperan penulis di pendidikan anak usia dini.

Banyak kalimat yang lahir dan "jleb" sebab memang hasil observasi dan pengalaman jujur. Meski saya bukan Montessorian dan anak saya tidak sekolah di sekolah yang menerapkan Montessori, buku ini tetap useful dan memberi perspektif baru serta dalam untuk melihat kembali cara belajar anak yang berfokus pada proses. Tidak seperti orang dewasa yang berfokus pada hasil. Bahasanya ringan dan dilengkapi foto-foto kegiatan serta sedikit penjelasan aparatus Montessori dan fungsinya. Ada juga beberapa contoh lesson plan.

Cocok untuk orangtua, guru paud, dan yang tertarik pada montessori.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #jatuhhatipadamontessori #montessori #vidyadwinaparamita #metamorfillah #nonfiksi #parenting
Profile Image for Anis Anjala Widyanti.
20 reviews
August 6, 2021
Vidya D. Paraminta, 2017, Jatuh Hati pada Montessori.

Yey akhirnya selesai nge-khatamin buku ini. Rada-rada lumayan tersendat sendat ya bacanya karena belum begitu relate utk beberapa hal (maklum si bayik masih di bawah 1 tahun)

Ada bbrp bagian yang kusuka banget dari buku ini:
- anak itu butuh distimulasi semua indranya. kalau bisa ajarkan dengan sesuatu yang konkret
- butuh kemampuan menahan diri bagi orang tua utk ga langsung membantu atau mengintervensi anak saat dia sedang mengeksplorasi
- jangan buru-buru mengoreksi anak ketika dia melakukan kesalahan
- yang paling penting di anak itu PROSES, jadi biarkan saja mereka berproses dan belajar dari prosesnya
- yang perlu kita lakukan adalah menemani mereka bermain sambil mengobservasi (catat-catat)
- freedom with limitation
- reaksi kita sbg orang dewasa itu penting banget karena anak-anak adalah pecontoh yang ulung
- caranya utk menjaga rentang fokus anak ternyata ada loh
- anak itu peka terhadap keteraturan

One test of the correctness of educational procedure is THE HAPPINESS of the child
Profile Image for Ai Nurfaiziyah.
11 reviews
July 17, 2020
Membaca buku ini benar-benar membuat saya jatuh hati pada montessori. Dan yang paling penting membuat saya jauh lebih sabaaar menghadapi anak-anak. Karena dengan memahami dan berfikir dari sudut pandang anak, semakin kita mengerti mengapa anak bertingkah laku tertentu. Rasa sabar saya bisa dibilang 1000 persen lebih banyaaak dalam menghadapi kelakuan ajaib anak setelah menyelesaikan membaca buku ini. Dan sekarang, saat rasa sabar itu sedang drop ke titik terendah, saya re-read buku ini. Anak tak pernah salah, kita, sebagai orang tua lah yang kurang ilmu dan kesabaran.

Sangat reccommended untuk dibaca para orangtua yang sedang mengeksplore opsi gaya parenting, filosofi parenting mana yang akan di adopt dalam mendidik anak. Very well written dan sangat membuka wawasan.

Terimakasih mbak vidya sudah menulis such an excellent book!
Profile Image for Farazona Orega.
14 reviews
June 5, 2021
Pertama kali mengenal dan membaca tentang Montessori, saya jatuh hati pada metode pembelajaran ini. Ya, jatuh hati karena bagaimana metode ini menggunakan kehidupan sehari-hari sebagai media belajar.

Saya mulai mengumpulkan lebih banyak buku tentang Montessori. Buku tulisan Vidya DP ini salah satunya, pemaparannya mengenai metode Montessori yang sudah Ia terapkan membuat saya kembali jatuh hati. Ooohh, mungkin ini menjadi jatuh cinta ☺

Menjadi seorang Ibu yang juga punya kewajiban mendidik anak dirumah awalnya agak "berat". Kenapa?? Karena saya merasa tidak punya basic ilmu mendidik. Tapi nyatanya, kita (para IRT) bisa menjadi pendidik yang baik dirumah. Yang kita butuhkan adalah kesabaran dan pemahaman apa yang anak butuhkan.. ☺
Profile Image for Vaneissya Purwanto.
24 reviews
August 4, 2022
Inspiring!

Apa yang kita rasakan sekarang, bagaimana cara kita menghadapi masalah ditentukan oleh waktu yang singkat yaitu 6 tahun pertama hidup kita. Buku ini memberi banyak pengetahuan bagaimana perilaku anak usia dini yang menurut kita menjengkelkan ternyata itu merupakan cara mereka untuk mengetahui bagaimana dunia bekerja. Sebagian kita pasti pernah selalu dimarahi oleh orang tua kita sewaktu kecil atau kita sendiri yang memarahi adik/sepupu yang masih kecil ketika mengganggu saat kita bersih-bersih rumah, meremas makanan, melempar-lempar mainan, dsb. Bagi kita hal tersebut sangat mengganggu karena orientasi orang dewasa adalah hasilnya bukan prosesnya, sedangkan menurut anak kecil proses merupakan hal yang menakjubkan.
Profile Image for novi a. puspita.
150 reviews15 followers
January 27, 2022
Sebagai pendahuluan atau pengenalan mengenai montessori, buku ini layak dibaca. Bahkan buatku perlu dicatat poin-poin pentingnya sbg pengingat/ jembatan ingatan. Untuk apa?
Mengasuh anak itu gampang-gampang sulit. Apalagi sejak 0 hingga 6 tahun usianya adalah waktu emas anak karena akan membentuk dia seperti apa saat dewasa nanti. Butuh ketekunan, kebesaran hati & kesabaran juga seperangkat pendukung lainnya. :D
Buku ini bisa jd perangkat yg membantu orangtua paham trik mengasuh & mengasah anak usia dini yg bagus demi tumbuh kembangnya.
Profile Image for Anita Wati.
2 reviews
July 27, 2018
Saya kira awalnya ini buku praktek montessori di rumah.
Tapi ternyata lebih dari bayangan, disini awalnya kita dikasih tahu kenapa kita harus mulai ber-montessori pada anak.

Dari kegiatan sehari-hari aja udah banyak banget aktivitas montessori yang bagus untuk perkembangan anak.

Itulah kenapa judulnya jatuh hati pada Montessori ... karena begitu kita baca abis buku ini, kita beneran dibuat jatuh hati sama montessori.

Profile Image for Mar-athush Sholihah.
34 reviews13 followers
October 22, 2018
buku ini cocok untuk orang tua yang ingin mengenal bagaimana montessori sesungguhnya, bukan hanya tuang-menuang air & beras, tetapi lebih dalam dari itu :). melalui buku ini juga banyak mengingatkan saya bahwa yang kita lihat, kita kira dari anak-anak, belum tentu itulah maksud sebenarnya dari mereka , kalau saja kita mau menahan diri, bersabar sedikit lagi, dan mencoba memahami... :)
Profile Image for Sarah Magfhirah.
44 reviews2 followers
April 22, 2024
Perkenalan Pertama dengan buku mbak vidya. Sebagai orang awam tentang montessori, buku ini cukup banyak memberikan penjelasan tentang definisi montessori, metode2 yang digunakan, peran seorang guru montessori sampai tips memilih sekolah untuk anak usia dini

Bukunya menarik, mudah dipahami, pratikal juga.
Kerasa mbanya nulis dari hati wk
Profile Image for Nadhila.
1 review1 follower
October 11, 2018
Membahas filosofi Montessori dan contoh-contoh praktis penerapan Montessori, dari sudut pandang guru Montessori. Cocok untuk yang ingin mengenal filosofi dan metode Montessori sesungguhnya, bahwa Montessori yang terpenting adalah pemaknaan dan penerapan filosofinya, bukan sekedar alat-alat saja..
Profile Image for Nurul .
24 reviews5 followers
February 6, 2019
Buat yang penasaran dengan metode Montessori, baca buku ini membuka cakrawala tentang apa itu Montessori. Ditulis dengan kalimat sederhana yang mudah dipahami, siap siap jatuh hati dengan Montessori ❤️
Profile Image for 'Izzatil 'Adawiyah.
53 reviews9 followers
September 25, 2019
menarik sekali ternyata montessori ini ya. tulisan mbak vidya enak dibaca dan mudah dipahami. menjelaskan konsep montessori secara menyeluruh disertai contoh contoh yang aplikatif. selesai menamatkan buku ini, saya punya cita cita baru : jadi guru TK!
Profile Image for Helvira Hasan.
Author 2 books8 followers
October 23, 2020
Sebelum baca buku ini, saya sudah jatuh hati pada Montessori. Buku ini menggambarkan Montessori secara umum, bagaimana penulis jadi jatuh hati yang diharapkan pembaca juga jadi jatuh hati. Sampai tiga kali tulis jatuh hati. Duh, itu yang keempat! Ya udah bintang 3 aja ya.
Profile Image for Fatiya Amelia.
29 reviews
January 19, 2021
Sesuai judulnya, buku ini akan membuat Anda jatuh hati pada montessori. Buku ini diperuntukkan bagi pemula yg ingin mengetahui apa itu montessori. Di kemas dg bahasa yg ringan dan pengalaman penulis yg menyentuh, membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca.
Profile Image for Aldila Putri Fajriati.
7 reviews
April 26, 2020
Buku pertama banget untuk kenalan sama metode montessori.. bahasanya ringan. Tapi suka sama cara mbak Vidya menceritakan pengalamannya..
Profile Image for Anis.
32 reviews
June 11, 2020
Dari dulu selalu bertanya-tanya montessori itu kayak gimana aplikasi di kehidupan nyata? Alhamdulillah terjawab di buku ini.
Profile Image for Ana P. Dewiyana.
Author 59 books2 followers
July 17, 2020
Tema yang penting bagi pendidikan usia dini. Buku yang ditulis Vidya Dwina Paramita ini, bahasanya mengalir, enak bacanya dan mudah dipahami.
Profile Image for Biah.
44 reviews
February 11, 2023
Dari sekian buku montessori, ini yang paling membuka hati selama ini.
Profile Image for Dewi Kusuma.
68 reviews
December 29, 2025
Buku ini menginformasikan tentang sekolah dini yang menerpakan montessori, banyak ilmu didalmanya termasuk cara melatih tumbuh kembang anak, wajib dibaca untuk para orang tua
Profile Image for Ibuk Oemar.
19 reviews1 follower
January 25, 2023
Dengan baca buku ini aku jadi punya "alarm" ketika akan berbuat sesuatu ke anak. Karena penjelasan yang menurut aku lengkap, bahasa mudah dipahami, kemudian jadi mudah diterapkan..
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,388 followers
May 12, 2018
Saya bisa merasakan passion dan ketulusan Mbak Vidya saat menulis buku ini. Buku ini lebih banyak membahas soal filosofi Montessori dan menjelaskan alasan-alasan dibalik metode Montessori. Penjelasannya pun sangat mudah dimengerti dan bisa kita hubungkan dengan keseharian kita sebagai orang tua, misalnya yang khawatir karena anak teman-teman yang lain sudah bisa membaca sementara anak kita belum.

Namun menurut saya, di buku ini sempat disebutkan aparatus2 Montessori tanpa dijelaskan lebih detil bentuk dan penggunaannya. Saya pribadi sudah baca-baca Montessori dari literatur lain jadi cukup bisa membayangkan. Kalau teman-teman yang lain mungkin bisa sambil googling untuk cari tau.
Displaying 1 - 28 of 28 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.