“Kata orang cinta itu buta. Dan aku udah jadi orang yang buta karena nggak pernah menghargai betapa pentingnya kehadiran kamu di dalam hidupku.” - Pika
Ceritanya bagus, aku sukaa. Baper juga. Apalagi tema yang diangkat masalah tentang keluarga, aku lemah kalau udah tema begini. Cuman cuman, aku nggak siap untuk baca halaman akhirnya. Kenapa? Baca sendirii ajaaaa deh! Hihii
Judul: My Beloved Pian Penulis: Indah Riyana Tahun terbit: 2018
“Aku cinta sama perempuan yang selalu judes sama aku. Itu bukan salah aku, kan? Jangan mau sama yang lain, balas saja cintaku. Karena disayang oleh Pian itu menyenangkan.” (2018:106)
Seperti judulnya, novel ini bercerita tentang Pian. Suatu sore Pian duduk di sebelah laki-laki yang sedang mengecek isi dompetnya. Pian melihat foto lama lelaki itu bersama seorang gadis. Sejak saat itu, Pian mulai berkenalan dengan cinta. Misi Pian ingin membuat Pika, gadis dalam foto, menyukai Kota Pekanbaru dan mencintai Pian.
Pika seorang murid pindahan di SMA Nusa Kota Pekanbaru. Ia terpaksa ikut karena keluarganya memang harus pindah ke kota itu. Dia tidak menyukai Pekanbaru dan Pian. Kenapa Pian? Karena cowok gila itu selalu mengganggu Pika. Cucu Kahlil Gibran—bisanya Pian menyebut diri sendiri—membuat pindah sekolah semakin buruk. Pika sangat benci dengan puisi-puisi Pian, kejailan Pian, pengakuan cinta Pian, dan sikap Pian yang sering membuatnya malu.
”Agen Pika. Kamu tau ... bikin kamu kesal itu adalah akal-akalan saya saja, dan membuatmu tertawa itu seperti tugas saya. Tapi, mencintaimu bukan kesalahan saya, saya sengaja.” (2018:73)
Pian itu tidak ganteng. Pakaiannya tak pernah rapi. Dia tidak pula pintar-pintar amat. Sering bikin rusuh satu sekolah. Kelakuannya seperti orang gila—seluruh sekolah mengakui ini. Dan ... Pian jago akting. Pian ini anak teater dan bermimpi tampil di teater besar Idrus Tintin. Pika membenci segala hal tentang Pian. Pian dengan segala kepercayaan dirinya akan membuat Pika membalas cintanya.
“Walaupun Pian nggak secakep Rahul, tapi hati Pian ini Hello Kitty, Bu Camer. Tapi, kenapa Pika selalu aja nolak Pian? Pian Cuma takut, kalau suatu hari nanti Pian udah jadi orang hebat, Pika justru menyesal.” (2018:111)
Sampai suatu hari Pian selesai mengejar-ngejar cinta Pika karena gadis judes itu lebih memilih sahabat Pian. Tristan. Tristan ganteng—dan seluruh sekolah mengakui ini. Ketika Pika dan Tristan pacaran, Pian menjauh dari kehidupan cewek itu. Pian tidak lagi datang ke kelas Pika. Hal itu mengganggu Pika. Keberadaan Pian yang selalu membuatnya kesal, tanpa disadari menjadi sebuah kebiasaan. Dan tanpa hadirnya, Pika seperti kehilangan sesuatu. Dan ia belum menyadari hal itu.
Waktu itu, Pian berkata, ”Kata-kata bijak bilang; lepasin aja, jika dia cinta sejatimu, dia pasti kembali dengan cara yang mengagumkan. Karena takdir itu hebat.” (2018:115)
Pika kehilangan Pian. “Agen Pika, hidup itu jangan terlalu dibawa serius, entar orang yang suka bercanda jadi nggak punya kerjaan.”
Pian mencintai Pika dan berjuang begitu konyol—baca keras—untuk mendapatkan Pika, seluruh sekolah sudah tahu itu. Lalu ketika mereka jadian, apa reaksi seluruh murid SMA Nusa? Gimana akhirnya Pian bisa bikin Pika mencintai dia bahkan sangat dalam? Sampai cewek itu nggak mau berpisah barang sedikit pun.
Pika akhirnya menyadari bahwa disayang Pian itu menyenangkan. Namun, kisah mereka tidak berjalan sesuai keinginan. Perpisahan SMA menjadi acara paling menyedihkan bagi seluruh murid dan guru, apalagi Pika. Ada tiga hal yang Pika benci di dunia ini sejak mengenal Pian. Pertama: tinggal di Kota Pekanbaru, kedua: bertemu Pian, ketiga: kehilangan Pian.
***
Oke sekarang giliran aku bercerita. Melihat blurb cerita, aku langsung tertarik karena latarnya di Pekanbaru. Alasan sentimental sih, soalnya dulu pernah tinggal di kota itu. Juga karena penasaran, gimana Kota Pekanbaru dalam buku ini karena aku juga sedang menggarap naskah dengan latar Kota Bertuah itu.
Cukup menggambarkan latar dengan bahasa. Terbukti bahwa bahasa Indonesia di Pekanbaru terpengaruh oleh bahasa Minang. Haha. Padahal kalau lebih ke dalam lagi, ke gedung-gedung tinggi dan perkantoran, bahasa Melayulah yang kental. Ok cukup dengan latar.
Kalau isi. Pian sukses bikin aku ketawa sepanjang cerita. Namun, sayangnya aku harus menangis di akhir cerita. Sejak prolog, aku memang udah mikir ini si Pian ke mana? Ah, kasihan Pika. Dalam cerita ini, usaha Pian untuk mendekati Pika sangat konyol—bisa dibilang absurd sih. Dia yo bana gilo. Baru kali ini aku baca novel sad ending yang nggak ngecewain. Artinya, proses ketika membacalah yang sangat aku nikmati tanpa berharap ending yang sempurna versi aku. Untuk remaja bandel yang sering dikejar Pak Wandi, Pian tidaklah nakal. Dia hanya jail. Dan dia anak yang sangat baik. Di akhir aku tahu, Pian itu manja. Makanya dia sering menggunakan ‘Pian’ untuk kata ganti aku.
Buku yang bagus. Cocok dibaca oleh remaja SMP-SMA. Cocok juga buat kalian yang mencari buku dengan cerita yang ringan.
My Beloved Pian. Saya tau buku ini karena pernah dipublish di wattpad. Waktu itu saya save di library. Tetapi saat mau baca ternyata udh diterbitin😭. Lalu pas saya berlangganan Gramedia Digital saya akhirnya menemukan buku ini. Senangnyaa😍😍.
Buku ini menceritakan tentang Pika, Pian, dan Pekanbaru. Pika dulunya tinggal di Jakarta. Lalu, karena kerjaan ayahnya mereka harus pindah ke Pekanbaru. Pika tidak menyukai kota Pekanbaru. Panas, gak ada apa-apa. Kemudian ia bertemu dengan Pian. Pian jatuh cinta sama Pika. Setiap hari Pian gangguin Pika terus. Awalnya Pika benci dengan Pian. Tetapi akhirnya Pika luluh dengan Pian.
Menurut saya buku ini 11 12 sama Dilan 1990 nya Pidi Baiq. Tetapi ini better. Gombalan Pian sedikit cringe. Tetapi gak bikin males baca. Penulisan buku ini pun mudah dimengerti. Alur cerita juga urut. Tidak lompat-lompat. Bahasa dan diksi dalam buku ini juga bagus. Sesuai dengan pasarnya yang remaja. Serta diselipkan humor dan kelakuan lucu Pian. Baperin tapi pas.
Tidak hanya memberikan tentang percintaan. Namun juga tentang keluarga, persahabatan, dan kasih sayang. Tokoh kesukaan saya tentu saja Pian. Saya kasih bintang 4 karena endingnya. Ending dari buku ini saya merasa kurang nendang. Bagaimana kehidupan Pika dan sahabat Pian di masa depan?.
Hati-hati sad ending :')
This entire review has been hidden because of spoilers.
😭😭😭😭😭😭😭 aku kira endingnya bakal klise dan plot twist kayak teenlit umumnya ternyata engga. dulu pernah baca cerita ini di wattpad dan feel nya kerasa banget. tapi begitu baca versi fisiknya ternyata banyak hal hal yang agak 'cringe' bagi aku. terlalu 'puitis' mungkin? atau dulu pas pertama kali baca akunya masih remaja labil kali ya... tapi sejujurnya aku ngga suka sama karakter pika. karakter developmentnya pika juga ngga terlalu kerasa terlalu gitu gitu aja sampai cerita berakhir. pengembangan alur ceritanya juga lumayan gitu gitu aja. ngga ada hal yang bikin penasaran dan bertanya tanya. ini bacaan yang cukup ringan sihh
maaf tapi cerita di Wattpad jauuuhhhhhhh lebih seru dan dapet feelnya. Semua berasa masuk akal. Setiap detail ada. Udah seneng banget begitu ada notifikasi kalau Beloved Pian bakal diterbitin. Nungguin sampe terbit, begitu terbit seneng banget. Pas beli, baca, eh.. Kecoa eh kecewa. Jauh sama yang aku expected..
⭐️ Rating: 4 out of 5 3rd Book in 2023 Reading Challenge
BIG THANKS FOR KAA INDAH🥺💗💗 makasih uda bikin gw kangen bangettt sm pku☹️☹️ walaupun gw juga sama seperti pika, benci sm kota ini krn menyimpan begitu bnyk kenangan buruk di dalamnya😸😸‼️ but, disisi lain gw ga bakal ketemu org" yg gw sayangi kalo gw ga pindah ke pku pas itu💐💐💐💐 yuup, pokoknya gw belajar banyak dari bukuu ini💯💯💯🫂🫂🫂🫂
SUKAAA BANGYETTTT!!!!! sayangg pian selamanyaa :( susahh move on iihh 🙁🙁 ya walau endingnya bikin nyesek tapi ilove piaan so soo soOo muchhhh 🤍🤍 jujurr banget masih belum terima endingnya deh??? balikin piannku plsplsss 🙏🏻 kangeenn piiaaannn
Ceritanya kereeen banget, gue beneran jatuh hati sama Pian, mungkin kalau dilihat-lihat secara sekilas... Novel ini kek Dilan, dimana si Pian selalu gombalin Pika dengan kata-kata manis nan modus.
Dicerita ini karakter Pian juga luar biasa, dimana dia selalu menomor satukan teman sekalipun ia dikecewakan bahkan di tikung, tapi Pian selalu sayang sama temen-temannya.
Dan kata-kata dia yang : "Disanyang oleh Pian itu menyenangkan." Dan disitu gue pengen banget jadi Pika.
Novelnya asik, banyak humornya. Recomended banget deeeeh!!!
Sejak baca prolog novel ini aku mengira bahwa Pian dan Pika cuman putus secara tidak baik-baik saja tapi ternyata Pian dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Suka banget sama novel ini dari segi watak tokohnya, alur yang jelas, bahasa yang mudah dipahami, dan makasih buat puisi-puisi dari Khalil Gibran yang selalu Pian katakan kepada Pika melengkapi novel ini. Aku paling gedeg sama karakternya Henrik. Makasih untuk kak Indah Riyana atas karya tulis yang sangat bagus ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.