Jump to ratings and reviews
Rate this book

Midsömmar

Rate this book
Lund. Adalah satu-satunya kota yang berhasil diadopsi oleh Mikkel Møller. Bukan Copenhagen, kota kelahiran ayahnya. Juga bukan Jakarta, kota kelahirannya. Lebih dari sepuluh tahun Mikkel membangun hidupnya di sini dan Mikkel ingin Lilian pindah ke sini bersamanya.

Jakarta. Tetap yang diharapkan Lilian adalah Mikkel yang mengalah untuk tinggal di sana. Hanya kota itu yang bisa mewujudkan keinginan terbesarnya. Hidup bersama dua orang yang paling berarti baginya, ibunya dan Mikkel.

Mikkel mengusahakan segala cara agar Lilian menyukai Lund. Namun Lilian malah memberi pilihan kepada Mikkel. Tinggal di Jakarta atau berpisah saja.

306 pages, Paperback

Published March 22, 2018

3 people are currently reading
48 people want to read

About the author

Ika Vihara

19 books274 followers
Ika Vihara merupakan lulusan Fakultas Teknologi Elektro dan Komputer Cerdas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yang terus berusaha menaikkan romance genre satu level lebih tinggi. Dalam buku-bukunya, Ika Vihara menggabungkan romansa yang manis, romantis, dan realistis; dengan STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics yang logis dan kesehatan mental.

Pada tahun 2021, novel karya Ika Vihara yang berjudul Sepasang Sepatu Untuk Ava memenangkan kompetisi The Watty’s Award kategori Romance. Dua cerita pendek terbaiknya, Sebaik-baik Pelajaran dan Sebaik-baik Manusia, masing-masing menjadi juara pertama pada Lomba Teman Tulis 2021 dan 2022. Karya-karya Ika Vihara yang telah terbit di antaranya My Bittersweet Marriage, When Love Is Not Enough, The Game of Love, A Wedding Come True, The Perfect Match, The Promise of Forever dan Right Time To Fall In Love.

Selamanya Ika Vihara akan selalu percaya bahawa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dan akhir yang bahagia. Ingin kenal lebih jauh mengenai Ika Vihara? Atau mendiskusikan apa saja dengannya? Kunjungi, ikuti, baca, dan tinggalkan komentar atau pesan di blog www.ikavihara.com dan Instagram/Facebook/Twitter/Tiktok ikavihara. Koleksi bab ekstra novel-novel Ika Vihara bisa dibaca di karyakarsa.com/ikavihara.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
43 (75%)
4 stars
11 (19%)
3 stars
2 (3%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
January 3, 2021
3.8 🌟

Sebab kita tidak bisa menebak rencana Tuhan. Boleh kita berdoa dan berusaha untuk mendapatkan sesuatu, tapi ketika Tuhan berkehendak lain, jangan menyalahkan dirimu. Bukan kamu tidak pantas mendapatkannya, tapi Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untukmu." - Hal. 113

Pacaran jarak jauh membuat Lilian kadang ingin menyerah saja, tapi sayangnya rasa cinta kepada Mikkel membuat dia bertahan. Dan demi bertemu dengan kekasih dia rela mengunjungi Mikkel. Tujuannya sih dia ingin mengetahui apa rencana jangka panjang Mikkel.

Mikkel merasa hidup hidupnya sudah sempurna, punya kerjaan bagus dan punya pacar yg cantik dan mencintai. Satu lagi tahapan ingin Mikkel lakukan, dia ingin menikah dengan Lilian. Sayangnya perbedaan visi dan misi membuat mereka gak bisa bersama. Mikkel dengan egonya, dan Lilian dengan keinginannya.

Selalu suka dengan gaya bercerita kak Ika ini, gaya bercerita menarik. Ditambah dengan setting tempat yang digambarkan itu detail banget, jadi serasa ikutan menikmati keindahan itu.

Aku sebel sih sama Mikkel, dia egois. Emang sih ini demi kepentingan dia dan istrinya kelak, tapi kan bisa untuk dikompromikan gitu. Mikkel ini sikapnya selalu bossy 😂 meski begitu dia emang boyfriend material loh. Manis dan perhatiannya ini bikin meleleh 😍. Lilian, perempuan mandiri dan berprinsip. Aku suka dg sikap dia yang kekeuh untuk bisa selalu bareng ibuknya, karena ya emang klo udah gak ada keluarga lagi kan otomatis ibuk jd prioritas. Kuat dan konsisten karakter mereka.

Gaya bahasa ringan dan mengalir. Memakai sudut pandang orang ketiga, perasaan tokohnya digambarkan dg baik bikin baper 😭.

Interaksinya ini seru dan hangat, aku suka interaksi Mikkel dg keluarganya. Chemistry mereka feelnya berasa.

Dan konfliknya emang lebih ke romansa cinta dan konflik batin, kegalauan Mikkel untuk memilih pekerjaan apa cinta itu beneran bikin dilema juga sih. Berat emang klo harus memilih, karena pasti harus ada yg dikorbankan. Eksekusi konfliknya apik dan rapi, endingnya sukaaa ♡.

Overall, yang suka cerita Kak Ika bolehloh dibaca cerita ini. Btw Mikkel ini kembarannya Afnan loh 😍.
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
June 22, 2020
"... Kalau seorang laki-laki mencintaimu, dia akan mengorbankan apa saja untuk bisa bersamamu. Sebab hidupnya akan sempurna, asal bersama dengan orang yang dicintainya." (hal. 84)

Mikkel, seorang engineering yang ambisius dengan karirnya. Hingga rela jauh dari keluarga juga pacarnya. Yah, di Lund, kota maju yang membuat dia bisa sukses seperti sekarang.
Sayangnya, Lilian sudah lelah menunggu Mikkel. Terlebih janji Mikkel yang akan pulang ke Indonesia itu hanya bualan semata.
Bagaimana masa depan mereka, kalau visi misi mereka sudah berbeda begini? Lilian ingin hidup di Indonesia sedangkan Mikkel ingin hidup di Lund.

Kisah si kembar Afnan ini gemesin. Penokohannya yang kuat dan bikin greget. Feel mereka kuat abis. Tokoh pendukung juga lumayan menghibur, Seperti Lily, Afnan, juga keluarga2 mereka.

Konflik yang cukup menggemaskan. Perbedaan pendapat membuat mereka harus adu mulut terus. Apalagi saat Lilian merasa di jebak oleh Mikkel. Uh kesal. Ku mau jitak Mikkel deh huh
Aku suka ka Ika memberi detail kota Lund. Latar tempat yang bikin aku membayangkan enaknya tinggal disana 😂 detail dan cukup mudah untuk dipahami
Banyak scene yang bikin aku jungkir balik, ngakak, emosi, dan finally happy ending. Walau nggak nyangka ajah sih, Mikkel bisa berbuat hal diluar yang dia inginkan wkwk
Banyak quote yang bikin baper. Aku suka Mikkel sekaligus gemes. Penuh pesona dia tuh. Etapi aku masih suka kisah Afnan sih 😂
Overall, banyak hikmah yang bisa dipetik dari cerita ini. Kekeluargaan, kepercayaan, ketulusan, tanggung jawab, juga tentang pernikahan tentunya. Rekomended pokoknya
2 reviews
December 5, 2018
Tadinya sedih karena mikir Mikkel pasti bakal jadi buku terakhir. Sedih harus berpisah sama The Mollers. Dalam Midsommar ini yang paling kusuka itu Liliana sama ibunya deket banget. Mereka saling memahami dan saling mendukung. Meleleh air mata saat ibunya merelakan Lil buat tinggal di Lund sama Mikkel. Tapi Lil nggak mau, dia mau nemenin ibunya di Jakarta. Dari situ sudah deh, hatiku terbelah antara nyuruh Lil ke Lun dan tinggal sama Mikkel di sana atau nemenin ibunya aja. Tinggal di luar negeri kan enak. Apalagi sama kekasih. Tapi kayaknya memang nggak akan semudah itu. Well, buku ini membuka banget sudut pandang yang nggak akan pernah kumiliki kalau nggak baca buku ini. Mesti siap jadi dewasa kalau mau menjalani hubungan yang serius. Nggak bisa dikit-dikit merajuk. Harus pakai akal sehat. Thanks, Kak, untuk cerita indahnya.
Profile Image for Aryanti Dwiastuti.
26 reviews1 follower
May 17, 2019
Buku sandingan ketiga dari karya Mba Ika Vihara. Buku ini menceritakan kisah anak pertama keluarga Moller, Mikkel. Mikkel bersama Lilian menjadi karater utama novel ini. Sama seperti seri buku keluarga moller ang sebelumnya, novel ini masih mengangkat tema pernikahan. Berbeda dengan dua buku sebelumnya, novel ini tidak menceritakan kehidupan setelah pernikahan melainkan sebelum pernikahan. Time plot yang dipakai Mba Ika adalah saat Mikkel dan Liliana akan menikah. Jadi plot cerita menggambarkan bagaimana perjalanan mereka untuk membuat fondasi pernikahan yang kokoh. Gaya penulisan -dan typo- pun masih tetap sama.
2 reviews
December 4, 2018
Kembali ke Skandinavia lagi. Sebagaimana yg kusuka dari novel-novel Kak Ika yang sering ngajak kita jalan-jalan ke sana. Mulai dari MBM di Aarhus, TDB di CPH, dan sekarang Midsommar di Lund. Hubungan jarak jauh Indonesia dan Swedia dengan segala tantangannya membuatku gemes pengen nyuruh Mikkel buat pulang dan menikahi Liliana. Tapi nggak semudah itu lah ya. Konfliknya benar-benar di luar dugaan. Duh, Mikkel, kujewer juga lho kamu. Isinya gemes gemes gemessss sama pasangan ini. Secara keseluruhan, aku menikmati membacanya, sama kayak novel Kakak yang lain. Terus menulis ya, Kak.
2 reviews
December 4, 2018
Seperti biasa, tiap Kak Ika membawaku jalan-jalan ke luar negeri, rasanya nyata banget. Seperti aku sedang ada di sana. Ngerasain langsung gimana musim panas di Lund dan setelah bahagia jalan-jalan bareng Mikkel dan Liliana, kita disuruh bersedih dan bersimpati atas masalah yang menimpa mereka. Jahat amat, Kak, nggak bisa apa mereka dibiarkan bahagia aja? Bagiku buku ini harus banget dibaca sebab membuka mata mengenai cinta dan kehidupan.
2 reviews
December 4, 2018
Laki-laki cerdas semacam Mikkel bisa berbuat bodoh juga ya kalau sudah jatuh cinta. Aduh, Mikkel, jangan kebanyakan janji makanya. Terlepas dari sikap Mikkel yang nggak peka sama keinginan Lil, novel ini membawa kita menikmati musim panas yang indah di Lund. Penggambarannya itu detail dan nyata. Semacam kita sedang ada di sana. Suka banget.
2 reviews
December 4, 2018
Seneng sama cerita Mikkel dan Liliana ini. Liliana itu kuat banget. teguh pendirian. Aku suka tokoh cewek yang seterong dan Liliana mewakilinya.
Profile Image for Ika Vihara.
Author 19 books274 followers
March 24, 2018
Cerita Midsommar ini mengambil setting tempat di Lund dan Jakarta. Mau tahu gimana rasanya tinggal di sebuah kota kecil, tetapi luar biasa, di salah satu negara Skandinavia? Menyusuri jalan di antara bangunan-bangunan berusia ratusan tahun bersama dengan kekasih tercinta, siapa yang tidak mau? Semua bisa ditemukan di dalam buku ini.

Quote Midsommar 1

Quote Midsommar 2

Quote Midsommar 3

Quote Midsommar 4

Quote Midsommar 5

Quote Midsommar 6

Quote Midsommar 7

Quote Midsommar 8

“Kalau seperti itu, kenapa bukan kamu yang ke Jakarta? Nggak pengen pulang? Aku nggak cukup lagi untuk jadi alasanmu untuk pulang?” tukas Lilian.

“Aku ingin pulang, Lilian—

“Tapi bukan sekarang!” Potong Lilian, sudah hafal dengan moto hidup Mikkel.

“Sudah sering kamu ngomong begitu.”

“Kalau kamu lebih luang dan bisa ke sini, kenapa bukan kamu saja yang ke sini? Kita bisa ketemu lebih cepat dan lebih sering. Tidak usah memikirkan biaya, aku yang bayar tiketnya dan semua—

“Bisa nggak sih kamu nggak bawa-bawa masalah uang?” Sergah Lilian. “Iya, aku tahu uang kamu banyak. Uang itu juga yang bikin kita nggak ketemu. Gara-gara nyari uang aja kamu sampe nggak pengen pulang.” Lilian berusaha menekan suaranya saat ingin meneriaki Mikkel. Dua orang laki-laki yang duduk tepat di samping mereka, sampai menoleh karena mendengar teriakan tertahan Lilian.

“Kenapa kamu marah? Itu hanya usul. Kalau tidak setuju, ya sudah. Banyak jalan keluar lain. Nanti kita bicarakan lagi. Aku tidak ingin kita bertengkar di sini.” Mikkel berdiri karena kereta sudah sampai di Malmö.

“Makanya nggak usah dibahas. Aku nggak bisa sering ke sini walaupun kamu bayarin aku jet pribadi juga. Karena aku nggak punya cuti.” Lilian kesal dengan Mikkel dan kesal dengan kebijakan di Indonesia. Bagaimana mungkin karyawan hanya mendapat dua belas hari cuti saja dalam satu tahun? Itu sama sekali tidak cukup untuk melakukan satu kali kunjungan ke Swedia. Sekali jalan, penerbangannya saja sudah makan waktu sehari sendiri.

“Seharusnya kamu memakai cutimu buat kita. Bukan malah jalan-jalan sama teman-temanmu.” Mikkel ingat tahun lalu Lilian menghabiskan jatah cutinya dengan pergi ke Bali bersama temanteman kantornya.

“Nggak ada urusannya sama itu. Aku jalan-jalan sama temenku juga karena aku nggak bisa jalan-jalan sama kamu. Kamu maunya aku gimana? Diam terus di rumah? Duduk di depan laptop? Menyedihkan banget hidupku.” Lilian mengangkat sebelah tangan saat Mikkel akan membuka mulut, mencegahnya bicara, sebelum melanjutkan, “Jangan karena kita nggak bisa ketemu, lalu kamu menyalahkan aku. Kamu yang nggak ada waktu buat pulang. Kamu pikir enak jadi aku, nggak ke mana-mana, cuma duduk bengong nunggu kamu online?”

“Memang begitu cara kita berkomunikasi selama ini, Lil. Hanya menggunakan internet. Itu sudah jauh lebih baik daripada masa-masa orangtua kita pacaran zaman dulu. Paling tidak ini lebih real time daripada menggunakan surat berperangko. Jadi kenapa baru sekarang kamu tidak suka?” Mereka bergerak untuk berdiri di belakang garis, menunggu kesempatan untuk turun.

“Kenapa kita membahas suka dan nggak suka? Ada yang bisa kulakukan kalau aku nggak suka? Aku tetep harus terima, kan? Memangnya aku bisa membuat kamu pindah ke Jakarta dengan alasan aku nggak suka?”
1 review
Read
July 21, 2018
Just awesome. Thumbs up!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.