Jump to ratings and reviews
Rate this book

Serial Cinta

Rate this book
Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenanng. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunnggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta.

Bukun ini memuat kumpulan tulisan Anis Matta pada rubrik serial cinta yang pernah dimuat di majalah Tarbawi.

252 pages, Paperback

First published July 1, 2008

29 people are currently reading
340 people want to read

About the author

Muhammad Anis Matta

19 books121 followers
Muhammad Anis Matta adalah salah satu politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera. Ia meraih gelar S1 di bidang Syariah Islam dari LIPIA pada tahun 1992. Pada tahun 2001, ia mengikuti pendidikan dari Lemhannas. Aktif sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera selama empat periode berturut-turut dari 1998-2013 dan juga Ketua Majelis Hikmah PP Muhammadiyah. Sejak 1 Februari 2013 hingga saat ini menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
190 (46%)
4 stars
134 (32%)
3 stars
81 (19%)
2 stars
8 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 36 reviews
Profile Image for Ziyy.
642 reviews24 followers
March 15, 2011
Seorang saudara berkata bahwa karya Anis Matta yang berjudul ‘Serial Cinta’ ini adalah karyanya yang paling laris dibandingkan dengan karya-karyanya yang lain. Menyoal cinta berarti menyentuh saraf ketertarikan manusia secara umum. Itu fakta. Semua manusia selalu ingin berbicara cinta.

Buku ini, seperti sempat saya katakan, tidak pernah saya niat-prioritaskan untuk saya beli dan jadi koleksi. Ianya berjodoh dengan saya sebagai hadiah langsung dari penerbitnya. Berbahagialah saya karena membaca ini perasaan saya gegap. Memang ya, disesaki tema cinta -meski klise- selalu punya magnet yang tidak perlu susah-susah kita berlepas atasnya.

Serial Cinta ini komprehensif, menurut saya. Pembahasan tiap judulnya berkorelasi dan melengkapi satu sama lain. Yang terbersit dalam pikiran saya adalah bahwa buku ini tidak mengantarkan kita (pembaca) kepada tulisan-tulisan berdefinisi dan bertema cinta materiil, tetapi cinta yang benar. Dalam serial ini kita diajak belajar menjadi pencinta dari kisah-kisah mereka yang tenggelam dalam cinta atau yang cemerlang betul karena cinta.

Saya menyukai cerita cinta Muhammad & Khadijah, maka saya menikmati sekali tulisan-tulisan dalam serial ini yang mengangkat pelajaran dari kisah cinta mereka. Saya comot satu per satu dan saya ingat-ingati hikmah dari rajutan cinta Muhammad & Khadijah.

Tapi dari buku ini saya juga disindir, dan dari serial ini saya sempat merasa malu berpredikat sebagai ‘ia yang romantis’ dan ‘ia yang melankolik’. Bagaimana tidak, melankolik dan romantis disini mengandung definisi dan tabiat yang tidak sepenuhnya baik. Seperti saya tersinggung dengan kutipan ini,

Orang-orang romantis selalu begitu: rapuh. Bukan karena romantisme mengharuskan mereka rapuh. Tapi di dalam jiwa mereka ada bias besar. Mereka punya jiwa yang halus. Tapi kehalusan itu berbaur dengan kelemahan. Dan itu bukan kombinasi yang bagus. Sebab batasnya jadi kabur: kehalusan dan kelemahan jadi tampak sama.

Inilah ajakannya, untuk mengelola kembali romantis dan melankolis itu.

Secara pribadi, saya menikmati sekali buku ini. Lepas dari harmonisasi kata yang bahkan kombinasinya saat dibaca mampu membuat wajah memerah seketika, semua sisi serial ini saya menyukainya.

Imbauan saya mungkin, bagi pembaca yang telah atau ingin membacanya: jangan jadikan materi-materi dalam serial cinta ini sebagai sesuatu yang manis-manis saja rasanya. Sebaliknya, kajian tentang cinta yang benar dalam serial cinta ini patut menjadi pelajaran bagi kita mengelola cinta dan melakukan pekerjaan cinta yang bersifat menumbuhkan.

Ya..itu, didorong buku ini, saya (mungkin juga Pembaca lainnya) ingin rasanya bersegera menjadi dan hidup dalam pekerjaan cinta yang benar. Dengan tabiat-tabiat pecinta yang benar. Biar bersemi cinta itu menjadi kekuatan yang mengubah kualitas hidup dan cita rasa peradaban (tagline Serial cinta).
Profile Image for Hadiyatussalamah Pusfa.
109 reviews11 followers
November 24, 2012
Suka sekali sama buku ini. Saya merasa seperti sedang menyusun puzzle. Tiap chapternya saling melengkapi hingga terbentuk gambaran cinta yang, bisa dibilang, nyaris utuh. Tulisannya nyastra, kadang berputar-putar, seringkali puitis. Sangat khas Ust. Anis Matta. Suka <3 meski kadang ada beberapa bagian yang kurang saya pahami. Hehe.

Intinya, memang jangan sembarangan mencintai. Dan jangan sembarangan mendeklarasikan cinta. Karena, saat berani berkata, "Aku mencintaimu" Maka sesungguhnya kita sedang berkata, "Aku ingin memberimu sesuatu" yang ternyata merupakan ungkapan lain dari "Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia... Aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin... Aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang kulakukan padamu... Aku juga akan melindungimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumuhan itu..."

Nah, kepada siapakah kita akan mempersembahkan perasaan sedahsyat itu? Kepada siapakah kita seharusnya mempersembahkan energi sedahsyat itu?
Lengkapi setiap kepingan puzzlenya dengan membaca buku ini :)
Profile Image for Hasna Diana.
78 reviews82 followers
October 13, 2008
buku ini udah aku tunggu lamaaa banget, alhamdulillah, akhirnya keluar juga.. begitu lihat iklannya di majalah tarbawi, aku sms dan telpon di contact yang ada di iklan tersebut.. ternyata, kalo beli di contact tersebut, kena ongkos kirim, padahal cuma jarak pramuka-blok M, besar pula ongkosnya, 15 ribu, ck ck..

kan aku protes tuh, "Pak, kalau beli di teman saya, dia di toko Fatahilah, malah dapat diskon loh". Ehh.. ternyata malah si Bapak itu kenal dengan temenku yang di Fatahilah tersebut. Akhirnya, dapat bukunya dari temenku juga deh.. dapat diskon pastinya, Alhamdulillah..

oh ya, sengaja aku beli buku ini 2 buah, satu untukku, dan satu untuk hadiah ulang tahun bagi sahabatku..

review about this book:

membaca kembali tulisan-tulisan Anis Matta tentang Cinta yang sebelumnya pernah dimuat secara rutin di majalah Tarbawi, menumbuhkan kembali thumuhat yang memang sesaat-sesaat, sesaat ingat, sesaat lupa

kelebihannya, karena sudah dibendel dalam satu buku, jadi enak membacanya, lebih lengkap, lebih tersusun, reading-komprehensif gitu..

happy reading deh :)
Profile Image for New2n.
71 reviews27 followers
August 19, 2009
Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bias menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutna-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta.
Profile Image for NUR HIDAYAH ABDUL HAMID (aya_booskboutique).
89 reviews6 followers
September 11, 2018
Serial cinta ( Bagaimana Kekuatan Cinta Mengubah Kualitas Hidup & Cita Rasa Peradaban) oleh Anis Matta. .

Buku ini adalah kompilasi penulisan beliau mengenai falsafah cinta di Majalah Tarbawi. Ada 73 siri semuanya. 254 muka surat.

Agak menarik, membaca buku ini membawa saya melihat sisi kehalusan seorang Pak Anis Matta yang saya lebih kenali sisi beliau sebagai ahli politik sebelumnya. .

Apa yang saya dapat simpulkan Pak Anis begitu menekankan bahawa cinta adalah pekerjaan untuk orang yang kuat. Makin kuat keperibadian kita, makin mampu kita mencintai dengan kuat. Lihat saja cinta Rasulullah kepada keluarga dan ummatnya. .

Berkali-kali juga penulis menekankan bahawa cinta terdiri dari gagasan, emosi dan tindakan. Cinta harus menjadikan kita bekerja dan menjadikan orang atau cita yang kita cintai bertumbuh dan menjadi lebih baik.

Pencinta sejati hanya kenal erti memberi. Dalam memberi wujudnya perhatian dan penumbuhan kepada yang dicinta. Menjaga dan melindungi kerana mencintai itu keputusan. Kata "aku mencintaimu" adalah ungkapan lain dari "aku ingin memberimu sesuatu". Pak Anis juga menjelaskan mengenai cinta misi dan cinta jiwa. Cinta misi inilah yang menjadi kekuatan dalam kalangan duat, ulama, mujahidin, guru, pemimpin dan seumpamanya. Keluhuran jiwa dan keyakinan yang kuat terhadap sebuah misi. Cinta jiwa adalah cinta pada pasangan. .

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantahkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Behitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat. .

Tu petikan ayat dari buku ni. Falsafah n puitis banget.. take time juga baca, kalau tak lemas. Haha. Take time juga untuk digest n kaitkan. Tapi yang pasti, kata cinta wajar kita bersihkan. Sebab media massa hari ini, menyebabkan kita2 yang acah dewasa dan daie rasa "eiuuu" cakap pasal cinta. Sedangkan cinta lah melahirkan rasa yang cukup dalam kepada sebuah tindakan kepada dakwah yang kita cintai. Hanya saja kita perlu mendefinisikannya semula. Selamat mencintai! 💕
Profile Image for asmaatj_.
36 reviews
May 6, 2024
Cinta itu wujud bilamana kita rela berkorban tanpa sebarang paksaan. Cinta itu menyatukan dua jiwa yang masing-masing padanya gagasan ukhrawi. Cinta itu akan memotivasikan kedua-duanya untuk terus meningkatkan kualiti diri menuju kesempurnaan. Sambil membina keluarga sakinah, sambil juga saling menopang bahu dalam rangka menjadi pembawa cahaya kepada masyarakat dalam kapasiti masing-masing pada kadar termampu.

Dan cinta, hanya mampu kekal teguh bila fondasinya ialah perasaan hormat dan menghargai yang wujud dalam diri kedua-duanya; di mana perasaan hormat itu tak dapat dipaksakan melainkan satu pihak menghargai kualiti diri pihak yang lain.

Keserasian tidak dapat dipaksakan, sepertimana ketarikan yang tidak dapat dipaksakan. Andai cinta tak dapat ditumbuhkan, melepaskan ia pergi ialah jalan terbaik untuk kesejahteraan diri; kerana kita masing-masing punya cara tersendiri dalam menggapai misi yang satu — dalam rangka menyiapkan diri untuk bertemu dengan Rabb Yang Maha Esa.
Profile Image for Mega Puspita.
4 reviews
March 10, 2020
Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Kita tak boleh berhenti di ujung perhatian sembari mengatakan kepada orang yang kita cintai “aku mencintaimu sebagaimana kamu adanya” atau “aku menerima mu apa adanya”. Ternyata perkataan-perkataan seperti itu tidak cukup untuk menjadi seorang pecinta sejati. Seorang pecinta sejati harus mampu mengimajinasikan sebuah plot akhir dari kehidupan yang dijalani oleh orang yang dicintainya. Dan ia harus mampu menjadi inspirasi bagi orang yang dicintainya untuk meraih kehidupan yang paling bermutu yang mungkin ia raih berdasarkan seluruh potensi yang ia miliki.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sanah Khofafay.
1 review
December 31, 2022
Buku ini sampai sekarang masih relevan sebagai salah satu 'kompas' perjalanan hidup saya. Ketika merasa kehilangan arah, saya kembali merefleksikannya melalui buku ini. Alhamdulillah, selalu ada 'ilham' baru setelah membaca buku ini. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang terlibat dalam penerbitan buku ini. Masih menunggu rejuvenasi dari buku ini.
Profile Image for Naufal Ubaidillah.
36 reviews
October 16, 2022
Written by my favorite Indonesian politician, this book provides his outstanding view of love.

This absolute masterpiece has shaped my way forward in dealing with all kinds of love.

Thank you for writing this, dear Mr. Anis Matta.
Profile Image for Benny Jambak.
5 reviews1 follower
February 13, 2011
Ruarrrr Biasa!!! ...kalo gak percaya coba saja simak seri yg satu ini...

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.

Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari kekuatan tak terkira. Ia jelas, sejelas matahari. Mungkin sebab itu Eric Fromm ~dalam The Art of Loving~ tidak tertarik ~atau juga tidak sanggup~ mendefinisikannya. Atau memang cinta sendiri yang tidak perlu definisi bagi dirinya.

Tapi juga terlalu rumit untuk disederhanakan. Tidak ada definisi memang. Dalam agama, atau filsafat atau sastra atau psikologi. Tapi inilah obrolan manusia sepanjang sejarah masa. Inilah legenda yang tak pernah selesai. Maka abadilah Rabiah Al-Adawiyah, Rumi, Iqbal, Tagore atau Gibran karena puisi atau prosa cinta mereka. Abadilah legenda Romeo dan Juliet, Laela Majenun, Siti Nurbaya atau Cinderela. Abadilah Taj Mahal karena kisah cinta di balik kemegahannya.

Cinta adalah lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia. Lukisan. Bukan definisi. Ia disentuh sebagai sebuah situasi manusiawi, dengan detail-detail nuansa yang begitu rumit. Tapi dengan pengaruh yang terlalu dahsyat. Cinta merajut semua emosi manusia dalam berbagai peristiwa kehidupannya menjadi sublim: begitu agung tapi juga terlalu rumit. Perang berubah menjadi panorama kemanusiaan begitu cinta menyentuh para pelakunya. Revolusi tidak dikenang karena geloranya tapi karena cinta yang melahirkannya. Kekuasaan tampak lembut saat cinta memasuki wilayah-wilayahnya. Bahkan penderitaan akibat kekecewaan kadang terasa manis karena cinta yang melatarinya: seperti Gibran yang kadang terasa menikmati Sayap-sayap Patah-nya.

Kerumitan terletak pada antagoni-antagoninya. Tapi di situ pula daya tariknya tersembunyi. Kerumitan tersebar pada detail-detail nuansa emosinya, berpadu atau berbeda. Tapi pesonanya menyebar pada kerja dan pengaruhnya yang teramat dahsyat dalam kehidupan manusia.

Seperti ketika kita menyaksikan gemuruh badai, luapan banjir atau nyala api, seperti itulah cinta bekerja dalam kehidupan kita. Semua sifat dan cara kerja udara, api dan air juga terdapat dalam sifat dan cara kerja cinta. Kuat, Dahsyat, Lembut, Tak terlihat. Penuh haru biru. Padatmakna. Sarat gairah. Dan, anagonis.

Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisi: karena ~kemudian~ semua keajaiban terjawab disini. ~ Anis Matta ~
Profile Image for fayza R.
227 reviews56 followers
June 13, 2016
awalnya lagi baca blog orang yang kata2nya puitis bgt, lalu di about me si author bilang kalo yang mmpengaruhi tulisannya adalah tulisan anis matta dan dee
berhubung udah pernah baca tulisan dee , saya setuju kalo dee penyampaian katanya emang keren, dan akhirnya saya penasaran sama anis matta , eh baru tadi malem nemu di rak buku teteh kosan yaudah sekalian baca aja , penasaran tulisannya kayak gimana sampe bisa bikin orang nulis lebih puitis lagi.

ternyata serial cinta ini adalah kumpulan tulisannya di kolom serial cinta di majalah tarbawi .

over all, cuma bisa bilang : INI BUKU PUITIS ROMANTIS BANGET, baru paragraf pertama aja nagih buat baca paragraf selanjutnyai a

ga salah judulnya serial cinta . memang isinya all about love , yap CINTA , hal paling absurd tapi paling dijadikan kambing hitam di beberapa kasus kkkk *duh

1. Cinta Tanpa Definisi

Seperti angin membadai . Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Betigulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

----

Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisinya : karena - kemudian- semua keajaiban terjawab disana.

Dan dibuku ini , rasanya saya makin iri dengan bunda Aisyah .
Pengen banget ketemu :D

Dibalik imut, cerdas, innocent, lincahnya , cemburunya juga ga kalah wow x))

Profile Image for Ika Wafiqah.
7 reviews61 followers
April 11, 2014
Ternyata cinta mempunyai mekanisme sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.
Pembiaran. Ya, pembiaran.
Mereka dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi. Dan tidak memikirkannya. Apalagi menyelesaikannya.

Karena tidak semua masalah memang harus dipikirkan.
Karena tidak semua masalah memang harus diselesaikan.
Karena memang banyak masalah yang selesai karena tidak dipikirkan dan tidak diselesaikan.

Persis seperti kita membiarkan seorang bocah kecil menangis dan tidak menghiraukannya, ia akan berhenti dengan sendirinya. Atau semisal tidak semua penyakit harus dibawa ke dokter.
Profile Image for Sandra Sopian.
123 reviews15 followers
August 17, 2016
Kata-katanya sederhana (duh tadinya saya tdk mau menggunakan kata2 itu karena sudah terlalu mainstream tpi perlu), menggambarkan Cinta dari sudut pandang agama, sastra dan manusianya itu sendiri.

Entah apa yg saya suka dari tulisannya beliau. kadang menggetarkan, mengharukan, menjengkelkan, membuat lebay dan terlalu mendramatisir perasaan (sesuatu yg kerap saya musuhi). tapi selebihnya, yg unik dari sudut pandang beliau ttg Cinta adalah bahwasannya diatas Cinta yg kita alami, ada Cinta lainnya yg jauh lebih esoteris dan akrab. Cinta kepada Pencipta.

Kalau anda perlu kata-kata bagus utk apdet status di Facebook, tumblr atau line, ada baiknya anda membaca buku ini.
Profile Image for Shahkang.
Author 13 books81 followers
December 18, 2011
Penulis menggarap konsep cinta dalam kepelbagaian situasi - ada yang dijangkakan pembaca dan ada yang benar-benar di luar jangkaan. Sesiapa yang menyangkakan bacaan ini untuk cinta remaja, maka ianya sesuatu yang salah. Anis Matta menggarap falsafah cinta jauh lebih agung daripada apa yang sering kali bermain di pentas pemikiran. Mainan kata Anis menggiurkan dan sejujurnya saya kagum dengan ketabahan beliau menghasilkan bahan bacaan hanya dengan satu tema umum - 'Cinta'.

Sesuai, untuk sesiapa yang mahu mengenal apa itu cinta. Dan oh ya, bukan cinta remaja yang biasa!
Profile Image for Teh.
25 reviews
October 22, 2009
dulu sering baca artikel2 ini d majalah tarbawi. seperti kebanyakan buku beliau, membuat qt termenung. qta jd punya konsep "cinta yg beda" sebagaimana orang lain memahaminya.banyak yg qta belum tau,kadang tersindir jg.banyak kisah/sejarah yg dinukilkan dlm artikel2 nya. dan tentunya dengan gaya bahasa nya yg indah dan nyastra bgt...
Profile Image for Gama Ramadhan.
157 reviews5 followers
November 14, 2012
"Seperti angin membadai. Kau tidak melihatnya. Kau merasakannya."

Ya, Anis Matta has his own style.

Buku ini paling tidak, memberikan sudut pandang yg luar biasa tentang dunia cinta. Tentang cinta yang mewarnai cita rasa peradaban.

gave 3.5 stars for this book :)
Profile Image for Isnaini Nuri.
94 reviews23 followers
December 24, 2010
hasil ngrampok punya si nana,,
lumayan ada bahan bacaan selama di kereta,,,
hohohohohhh...

Karena bacanya di kereta plus ngantuk2 jadi gak terlalu nangkep,,hehehehe...
Profile Image for Senja.
37 reviews3 followers
October 31, 2012
pernah sulit mengungkapkan apa itu cinta?
buku ini menjawab dengan lugas, sederhana, cerdas, dan beautifully.
3 reviews
February 9, 2014
luar biasa, tak pernah bisa berhenti mengagumi setiap kali membacanya lagi..
Displaying 1 - 30 of 36 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.