Shavyla selalu diantar jemput ke sekolah oleh Pak Darwin, sopir di rumahnya. Setelah Pak Darwin mengundurkan diri, Shavyla yang tidak bisa naik angkutan umun itu, merasa resah dan mencari cara supaya dia tidak perlu naik angkutan umum untuk pergi sekolah. Salah satu idenya adalah mencari pacar yang membawa mobil ke sekolah. Berhasilkah usaha Shavyla menemukan pacar sekaligus sopir pribadi itu?