What do you think?
Rate this book


Menunggu.
Suka nggak suka,
itu keahlian yang pada akhirnya harus dikuasai semua mata-mata.
Tetapi kali ini, rasanya Cammie nggak bisa menunggu lagi. Ada terlalu banyak hal penting yang dipertaruhkan, padahal rasanya hal-hal itu masih begitu jauh dari genggamannya. Perasaan dan naluri, hanya itu yang Cammie punya kali ini. Kali ini ia nggak bisa mengandalkan pikiran, karena hal terakhir yang diingatnya adalah pergi sendirian dari Akademi Gallagher pada suatu malam, keluar untuk mencari kebenaran. Dan hal berikut yang ia tahu, satu musim panas telah berlalu.
Cammie bertekad mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi selama musim panas itu, bagaimana bisa ada memar-memar di lengannya dan kapan benjolan di kepalanya muncul. Tetapi ternyata sama sekali nggak gampang, apalagi ketika segala hal di sekelilingnya jadi terasa asing, ketika banyak orang menganggapnya berbahaya, dan ketika ada petunjuk bahwa musim panas lalu sepertinya ia tengah menelusuri jejak seseorang yang menghilang bertahun-tahun lalu... Jejak ayahnya.
328 pages, Paperback
First published March 13, 2012
*To make a perfect cover, you will need:
~ A kick-ass colour scheme
~ A catchy title (written in magazine cut-outs)
~ The pretty body of a girl in her new school uniform


Sabrina says, "This book is absolutely amazing! I devoured it all in under a week and then reread it to fully appreciate the juices and fantastic flavour! It was probably the best recipe Ally Carter has ever made and was absolutely brilliant! Loved the darkness of it, as opposed to the usual fluff. Scrumptious!"