“Bukan, aku menyukainya pastinya bukan karena filosofi orang-orang Eropa memaknai clover sebagai daun keberuntungan. Karena menyerahkan keyakinan dan pengharapan pada sebuah daun hanya akan menggadaikan keyakinanku akan Allah yang maha kuasa. Aku menyukai daun ini dan segala pernak-pernik yang berkaitan dengannya karena pada dasarnya aku suka bentuknya dan aku suka keberadaannya yang membawa banyak manfaat untuk kehidupan. Dan seperti aku, aku ingin banyak membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarku.” -Zara Adya Saphira-
Sejak peristiwa jatuhnya pulpen bergambar clover dengan inisial Phi di dekat kaki Aan, kehidupan Aan tak pernah sama lagi. Mengenali perpaduan Phi dengan simbol clover pada akhirnya membuat Aan dikeluarkan dari sekolah. Pengorbanan yang harus dibayar dengan kepahitan hidup. Juga fitnah yang membayangi sampai ke masa depan. Kelak Aan akan menyadari takdirnya dengan si gadis penyuka clover akan selalu beririsan.
Cerita ini adalah tentang pengorbanan dan ketaatan pada-Nya. Akankah Aan bisa melewati berlikunya kehidupan?
Kita tidak akan pernah tahu apa rencana Tuhan. Terkadang kesulitan yang menimpa kita, justru malah membuahkan hasil yang sangat indah pada akhirnya, selama kita selalu mempercayai dan menaati segala aturanNya secara sempurna. Buku ini sangat manis. Qadha Allah memang sudah menjadi kehendakNya dan cerita ini menjadi suatu gambaran indah tentang hal itu. Thumbs up for the writer. It really is a beautiful book.