Nadia merasa, setiap pintu jawatan yang ia ketuk telah tertutup rapat. Perempuan yang pernah menjadi primadona sekolah itu tidak memiliki banyak pilihan ketika tabungannya semakin menipis tanpa pekerjaan. Tuntutan hidup membuatnya terpaksa menerima tawaran pekerjaan yang ditawarkan sahabatnya. Dia tidak pernah mengira, pintu yang dia masuki justru membawa takdirnya ke arah yang berbeda dari yang pernah ia bayangkan.
Kesempatan di masa depan telah terbuka. Kemunculan Revian, si playboy menyebalkan yang menjadi bosnya, menambah pelik hidup. Lelaki itu diam-diam mendekati hanya demi melihatnya terluka, melampiaskan dendam masa lalu padanya.
Akankah pintu masa lalu terbuka untuk sebuah kesempatan? Sedangkan Nadia memiliki prinsip bahwa kesalahan tak selalu layak diberi kesempatan kedua.
3.5 bintang aja sebenernya. Tapi suka dengan covernya yg manis dan ada "actual door that you can open" 😊. That's sweet.
Ceritanya sederhana aja sebenernya, tentang seorang gadis bernama Nadia yang karena berada dalam kesulitan keuangan akhirnya terpaksa menerima tawaran kerja untuk menjadi seorang asisten/sekretaris seorang Ibu bernama Lyana. Tapi ternyata bukan Lyana yg menjadi bosnya, melainkan sang anak yang bernama Revian. Revian adalah mantan pacar Nadia semasa SMA, yg tiba2 saja dahulu menghilang dari kehidupan Nadia karena Revian merasa tidak tahan dengan bully-an teman2nya dan juga Nadia yg dia anggap menyakiti hatinya. Well, tentu saja bukan itu alasan sebenarnya. Ada sebab2 lain yang selama ini disembunyikan Nadia. Jadi, bagaimanakah reaksi Nadia setelah tahu siapa Revian sesungguhnya? Dan terwujudkah rencana Revian untuk membalas dendam pada Nadia? Better read it yourself 😉
Yang patut disayangkan dari novel ini adalah banyaknya typo dan susunan kata dan kalimat yang kadang tidak "klik". Sering pula kata bantu terlupakan. Semoga lain kali pihak penerbit lebih cermat dalam mengedit sehingga tidak mengganggu kenyamanan membaca :)
"Nad, tawaran tante gue jadi lo terima, nggak? Dia bilang mau cari orang lain lagi kalau lo nggak berminat." -hal.2- . Nadia merasa putus asa terhadap masalah yang dihadapinya datang bertubi-tubi menerpanya. Pekerjaannya terhenti karena pengurangan karyawan di perusahaan, ditinggal kekasih dan tabungan yang semakin hari semakin menyusut. . Nadia mendapatkan penawaran pekerjaan dari Tante Mika, karena tahu Nadia baru saja ditolak setelah melakukan wawancara kerja. Pekerjaan yang ditawarkan mudah untuk dilakukan dengan gaji yang sangat menggiurkan. Tetapi ada satu hal yang membuatnya ragu menerima pekerjaan tersebut, Nadia harus tinggal di paviliun selama bekerja dan hanya boleh keluar pada saat hari libur. . Dan yang semakin membuat Nadia terkejut adalah dia bukan bekerja pada Tante Lyana tetapi pada anak tunggalnya bernama Revian yang baru keluar dari penjara. . . "Hentikan air matamu. Aku nggak butuh drama. Selesaikan makan mu, sebentar lagi kita pergi" -hal. 70-
Nadia merasa tidak asing dengan Revian. Jadi mau tidak mau ia tetap harus bekerja pada Revian. Dan Nadia merasa terganggu dengan sikap semena-mena yang dilakukan Revian terhadapnya selama bekerja dengannya.
Nadia melihat kebencian yang terpancar dari sorot mata Revian setiap menatapnya. Bahkan Revian melibatkan keluarga Nadia untuk membalaskan dendamnya. . Namun satu kejadian kecil yang dilakukan Revian membuat Nadia mulai mengakui kalau hatinya mulai berdebar-debar bila bertemu Revian. . . "Termasuk menghapus jejak diriku?" -hal. 266- . Seiring berlalunya waktu hubungan Nadia dan Revian seperti ombak. Banyak kejadian yang membuat mereka kadang menjauh dan kadang mendekat. Bahkan Kedekatan Revian dan Siera yang bersahabat tampak lebih dari sekedar kedekatan sahabat lainnya. Belum lagi kemunculan Dimas yang membuat Nadia ketakutan dan membuat Revian marah. . "Ada apa ini? Pertemuan rahasia?" -hal. 317- . Nadia juga sering kali didatangi orang-orang terdekat Revian dengan kabar baik maupun kabar buruk. . . Novel The Open Door adalah novel pertama Kak Dinni yang saya baca. Novel tentang cara bagaimana menuju pintu yang membawanya menemukan takdir tentang masa lalu dan masa depan. . Karakter Nadia yang awalnya buat saya kesel sendiri karena terlalu banyak nrimo keadaan terhadap kelakuan Revian berbanding terbalik saat kesabarannya sudah cukup diuji. Dengan beraninya melawan Revian dengan kata-katanya yang menohok. Itu scene favorite banget deh. 😍😍 . Sedangkan Revian dengan sikapnya yang kurang tegas termasuk terhadap perasaannya sendiri buat yang baca ikutan kesel. . Konflik yang dibahas pun tidak hanya tentang Nadia dan Revian saja. Konflik tentang masalah keluarga. Bagaimana sikap sesseorang yang dibesarkan dengan keluarga yang masih lengkap dan tidak lengkap tercipta. . Keseluruhan suka sama cerita yang disajikan penulis. Bacanya juga mengalir dengan alur maju mundur yang dicerikan secara baik.
"Lakukan apa yang kamu anggap benar. Tapi ingat satu hal, ngga semua kesalahan layak mendapat kesempatan kedua." . . The Open Door berkisah tentang cinta masa lalu yang belum usai. Saat masih berseragam putih abu, Revian dan Nadia menjalin kasih. Meskipun pada akhirnya harus pupus krn kesalahpahaman. Lalu takdir mempertemukan mereka kembali pada sebuah masa ketika cinta & balas dendam krn sakit hati melebur menjadi satu. Akankah cinta mampu menyatukan keduanya? . ~~ Saya suka karakter Nadia. Pribadi pantang menyerah namun tegas. Saya tidak akan lupa bagaimana dia 'menyerang' Siera saat Siera mengusik apa yang menjadi miliknya, Revi. Bagaimana Nadia menyayangi orang tuanya pun membuat saya menyadari barangkali seperti itu harusnya menjadi seorang anak. Tapi saat Nadia menghadapi Revian, entah kenapa membuat saya gregetan. Dia terlalu gampang luluh. . Sosok Revian? Maaf ya kak Din, saya tidak menaruh hati pada sosok lelaki satu ini. 🙈 Revian itu nyebelin, tapi manis, tapi plin plan, tapi bikin pengen meluk. Perubahan dia dari manis bak kembang gula menjadi sosok 'horor' di mata saya itu terlalu mencolok. Saya tidak bisa menghadapi lelaki yang terlihat seperti memiliki dua kepribadian ganda layaknya Revian ini.
Sepanjang cerita, saya tidak menemukan konflik yang cukup berarti. Mungkin karena konflik² yg lewat terlalu cepat utk selesai. Kemudian muncul konflik baru lagi. Tapi justru itu yg bikin penasaran, konflik baru apa lg yg ada di hal berikut. Saya berharap masa lalu Nadia dan Revian dibahas lebih loh. Mungkin seru kali ya.
Saya suka bagaimana cara kakDin bercerita, mengalir dan ngga ngebosenin. Utk desain kovernya, cantik syekali. Saya suka. Apalagi itu gambar pintunya, bisa dibuka dong. Uwuwu~
The Open Door mengisahkan tentang Nadia yang kembali dipertemukan dengan seseorang di masa lalu. Awalnya Nadia memang tidak sadar, dia menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh sahabatnya, Sava. Namun siapa sangka, Nadia justru bekerja sebagai sekretaris seorang Revian.
Begitu mengetahui bahwa Nadia adalah orang yang sama di masa lalu Revi, dia segera menyusun rencana untuk balas dendam. Di sini, pembaca dibawa untuk menebak-nebak masa lalu seperti apa yang mereka pernah lalui.
Namun, rasa yang dulu pernah Revi rasakan masih bercokol di dalam hati. Saling tumpang tindih dengan rasa benci yang menyelinap. Lalu mana yang akan Revi pilih, berdamai dengan masa lalu atau tetap melancarkan aksi balas dendamnya.
Sikap Revian tempramental. Ada yang nggak beres dikit dia langsung marah-marah. Bikin gemes pokoknya. Belum lagi kehadiran Sierra, sahabat Revian yang ingin menggapai sesuatu yang pernah ia tolak di masa lalu. Memang yah, masa lalu kalau belum beres besar kemungkinan bakal menjadi batu sandungan di masa depan.
Dari segi bahasa, Kak Dinni menyajikannya dengan santai. Meski ada kekurangan konsisten dalam penggunaan kata sapa, gue atau aku dibeberapa kalimat. Karakter tokohnya kuat, terutama Revian. Baca biar kamu tahu bagaimana menyebalkannya si Revi. Perpindahan latar tempat dan waktu juga menurutku masih perlu diperhatikan agar pembaca nggak bingung. Tapi kekurangan-kekurangan itu bisa dimaklumi. Nah, salah satu yang paling aku suka dari novel ini adalah desain covernya. Keren banget asli. Salut deh sama tim kreatif Diandra
So, tunggu apalagi. Recomended buat kamu pecinta romance. Tenang, romance nya masih dalam tahap wajar
Membaca novel ini bikin merinding gilaaa. Diambil dari kisah Albert Einstein dan Mileva Maric Einstein, yaitu istri pertama Albert. Mereka memiliki rencana untuk meraih keberhasilan bersama-sama, tapi apa daya, rencana dan kenyataan tak sejalan . . Banyak hal yang kemudian terjadi dalam kehidupan mereka. Ambisi Albert membawa perubahan dalam diri Mileva. Perubahan yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya. Hingga konflik itu semakin tajam dan meruncing dalam hidup mereka berdua. Akankah kebahagiaan menjadi jawaban dalam kehidupan mereka berdua? . . Selain kisah tentang kejeniusan Albert dan istrinya, disini kita diajak untuk melihat sisi lain dari kehidupan Albert. Kehidupannya bersama istri dan anak-anaknya. Bagaimana akhirnya ambisinya membuat salah seorang dari dia dan istrinya mengalah, mengambil sebuah keputusan yang akhirnya membawa mereka berdua, keluarga mereka pada sebuah perubahan yang tak biasa . . Ada kisah keluarga, rasa sakit, kesedihan, kebahagiaan, pengetahuan ilmiah, kehidupan pada tahun tersebut. Setidaknya, ada yang bisa kita ambil secara positif. Janganlah jadikan ambisimu membuatmu kehilangan segalanya
Sejak pertama kali membaca Cinta Pangeran Es, aku jatuh cinta dengan tulisan Mba Dinni. Tak terasa, The Open Door ini merupakan novel keempat Mba Dinni yang kubaca.
Seperti novel-novelnya sebelumnya, novel ini masih mencoba mengangkat kisah romansa dan keluarga. Kali ini ada sosok Nadia dan Revian yang dipertemukan kembali dengan kondisi yang berbeda. Ada masa lalu dan kesalahpahaman di masa lalu, yang membuat Revian ingin membalas dendam pada Nadia. Padahal jelas-jelas masih ada cinta yang tersisa di hati keduanya.
Akankah cinta mengalahkan kebencian di hati Revian?
Ide cerita yang sederhana, namun dieksekusi dengan cukup baik. Walaupun alurnya cenderung cepat, konflik demi konflik yang hadir juga diselesaikan dengan cukup cepat, aku tetap menikmati kisah Nadia dan Revian.
Nadia benar-benar menjadi pribadi yang menarik, sedangkan Revian antara jengkel sekaligus simpati pada sosoknya.
Kamu mencari sebuah kisah romansa berbalut keluarga, yuk baca novel ini.
Gw suka covernya nih, unik.. Pintunya bener2 bisa dibuka. 😆
Untuk ceritanya sih okelah ya.. Meski agak kesel juga sama si Revian yang hobinya marah-marah mulu tuh. 😈 Untungnya si Nadia ini sabar banget, dan karakternya juga cukup kuat..
Btw, ini buku terbitan diandra yang bisa ditemukan di toko buku terdekat yaa. Yang belom punya, segera beli ~~~ ☺️☺️☺️
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tema ceritanya menarik karena tema seperti ini memang sering ada di kehidupan nyata. Kita sering menemukan perbedaan kondisi anak yang dibesarkan orangtua lengkap dengan orangtua yang nggak lengkap kan? Nah, Kak Dinni berhasil meramu tema keluarga dan percintaan sehingga novel ini jatuhnya easy reading.
Secara keseluruhan, The Open Door sangat saya rekomendasikan untuk kalian penggemar novel-novel romantis, karena keromantisan Revian dan Nadia dalam novel ini sungguh kuat. Kalian akan dibuat meleleh kebangetan. Selamat berkenalan dengan Revian dan Nadia ya....
Masa lalu adalah bagian dari kehidupan yg sulit dihilangkan. Ia akan terus menghantui memberikan sedikitnya dampak pada kehidupan untuk saat ini atau yg akan datang.
Nadia dan Revian adalah sepasang insan dimana masa lalu mereka saling berkaitan erat. Keadaan masa lalu yg menyedihkan saat SMA, membuat mereka terlibat dalam hubungan yg cukup rumit. Hal ini diperparah dengan keadaan keluarga Revian yg tidak dalam keadaan baik-baik saja. Mereka berjuang saling meneguhkan, saling bersabar dan saling berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka. . . The Open Door adalah novel dengan kisah sederhana yg memiliki banyak sekali pelajaran kehidupan. Mulai dari pelajaran memaafkan, kasih sayang serta perjuangan orang tua, kesabaran dalam menghadapi cobaan, dan juga kepercayaan dalam menjalani suatu hubungan.
Meski terkesan sedikit bernuansa Gloomy, tapi dgn cantiknya penulis mampu membuat beberapa adegan yg tak jarang membuat pembaca baper. Lantunan lagu Richard Marx 'i will be right here waiting for you' sukses membuat saya baper tingkat atas karena ini adalah lagu favorite saya 😆. Sosok Nadia juga membuat saya kagum karena ia berjiwa besar dgn mudah memaafkan, pintar dan penuh percaya diri, serta kuat dan berani jika dirinya benar. Saya suka sekali dengan Nadia, ia pantas mendampingi Revian yg notabenenya mudah meledak-ledak karena cepat emosi.
Dengan segala hal favorit yg saya sukai dari The Open door (TOD), saya semakin kagum dengan karya2 ka Dinni. Rekomendasi buat penikmat romance yg menginginkan suasana santai yg ringan.
Judul : Open The Door (335 Halaman) Penulis : Dinni Adhiawaty Editor : Fairuzul Mumtaz Penerbit : Diandra, 2018 . Novel ini berkisah ttg CLBK masa SMA antara Nadia, si mantan model, dgn laki2 mantan narapidana bernama Raditya/Revian. Setelah berpisah cukup lama, akhirnya mereka dipertemukan kembali dlm situasi yg mengharuskan Nadia pasrah menerima apa pun perlakuan Revian. Bkn hanya krn Revian seorang bos yg memberikan gaji tinggi & hunian gratis, tp jg krn rasa bersalah Nadia thd Revian yg selama ini terus membayanginya.
Dulu, Raditya bertubuh gembul & pengecut, menjadikannya tokoh bully-an sempurna, jg membuat Nadia yg menawan dgn mudah mengendalikan laki2 itu. Tp skr, situasinya berubah! Raditya tdk hanya mengganti nama mjd Revian, ia jg menjelma menjadi sosok rupawan yg digilai banyak perempuan. Alih2 pemalu, ia kini seorang yg percaya diri & tdk bisa dibantah. . Walaupun ingin bersikap kejam, namun Revian tak bisa begitu saja melupakan cinta pertamanya. Lagipula, Nadia adl alasan knp ia berubah. Akibatnya, laki2 itu sering memperlakukan Nadia dgn cara berbeda. Seolah ia berkepribadian ganda. Bimbang ingin balas dendam atau memberikan kesempatan pd Nadia u/ memperbaiki kesalahan di masa lalu. . Menggunakan sudut pandang org ke-3 (POV 3). Tdk ada jeda (misal:tanda ***) yg mengisyaratkan pergantian sudut pandang tokoh (Revian/Nadia), shg pembaca dibuat hanyut dlm cerita tanpa hrs terfokus pd satu karakter yg sdg berperan mjd tokoh utama. . Alurnya maju mundur dgn bahasa sederhana. Konfliknya pun ringan, baik masalah keluarga maupun percintaan. Tdk ada istilah2 rumit yg membuat kening berkerut shg pesan dpt tersampaikan dgn baik. . "Aku memilihmu, bukan dia/wanita lain. Tp kita nggak bisa membuang begitu saja kehidupan sebelum pertemuan ini. Aku ingin kita saling beradaptasi dg keadaan yg baru, termasuk kehadiran org2 di sekeliling." (Revian-Hal. 83) . Sayangnya, novel ini terlalu banyak typo & terkadang ada kalimat kurang pas (pemilihan kata). Tapi, secara keseluruhan novel ini menarik! Design sampul manis (pintunya bisa dibuka beneran), alur cerita maniss (interaksi Revian-Nadia yg bikin geregetan & senyum2 gaje), & ending yg sekali lagi--manisss!(Ngidam/ngerjain?)