Jump to ratings and reviews
Rate this book

If Only

Rate this book
Arjuna Pranaja. Pemuda bermata gelap itu telah belajar banyak mengenai kehilangan. Keluarga kecilnya berantakan, hal-hal menyakitkan terjadi di depan matanya, orang-orang tercintanya pergi tanpa pernah bisa kembali.

Selang waktu berjalan, ia berusaha untuk bangkit. Ia kira setelah segala hal menyakitkan terjadi, tinggal senyum yang menanti.

Saat itulah, Kiana Niranjana berdiri di sana, membawanya keluar dari labirin masa lalu yang gelap. Gadis itu mengajarkannya cara tertawa, juga bahagia.

Tapi ternyata, semesta memang kerap kali suka bercanda. Badai itu belum reda sepenuhnya. Luka itu belum kering seutuhnya. Keberadaan Kiana justru menyeretnya menuju luka yang lebih dalam.

Hingga pada satu titik kelelahannya, ia mulai bertanya-tanya:
Mungkinkah ia memiliki akhir yang bahagia?

344 pages, Paperback

First published March 1, 2018

22 people are currently reading
210 people want to read

About the author

Innayah Putri

9 books41 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
66 (36%)
4 stars
65 (35%)
3 stars
32 (17%)
2 stars
11 (6%)
1 star
7 (3%)
Displaying 1 - 29 of 29 reviews
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
May 12, 2018
"Sayang, mereka lupa bahwa harapan adalah awal dari sebuah kekecewaan. Bisikan Juna, kilat mata Kiana, serta ritme jantung keduanya kelak akan meninggalkan luka yang bahkan tidak mampu disembuhkan oleh waktu."
Sebagai seseorang yang jarang membaca lewat Wattpad, buku ini menarik perhatianku saat aku melihatnya di toko buku. Aku tahu banyak sekali orang yang suka membaca lewat Wattpad dan menemukan banyak kisah yang menarik. Oleh karena itulah, aku memutuskan untuk membaca buku ini karena kisahnya yang tergolong salah satu cerita populer di Wattpad. Sewaktu mulai membaca halaman-halaman awal buku ini, yang pertama kali terlintas dalam pikiranku adalah bahwa sepertinya aku terlalu tua untuk membaca kisah cinta segitiga seperti ini. 😂 Di samping itu, aku juga menyayangkan ceritanya yang tidak menggali terlalu dalam karakter masing-masing. Deskripsi yang paling mencolok hanyalah sebatas penjelasan fisik, sehingga membuatku merasa tidak begitu mengenal karakternya dan sulit bersimpati dengan mereka. Aku jadi susah memahami kenapa banyak lelaki yang tertarik dengan Kiana, dan alasan yang aku dapatkan hanyalah sesuatu yang dangkal seperti penampilan Kiana yang menarik. 🙄 Sehubungan dengan kurang adanya karakterisasi dalam novel ini, aku juga kurang bisa terpengaruh oleh ceritanya secara emosional. Padahal aku rasa efek ceritanya secara emosional bisa lebih mengena jika didukung dengan karakterisasi yang mendalam.
"Pada akhirnya, kebenaran selalu muncul ke permukaan. Menyedihkannya, mengapa harus dengan cara yang semenyakitkan ini?"
Faktor utama dalam buku ini menurutku adalah misteri yang terungkap tentang kedua karakter utamanya—yang tentu saja tidak akan aku ceritakan dalam review ini. Yang jelas, menurutku cerita yang awalnya terasa klise tiba-tiba berubah menjadi sebuah kisah yang dramatis dan penuh dengan permasalahan yang pelik. Sewaktu membaca, aku sempat berpikir bahwa alur ceritanya terasa seperti jalan cerita sebuah sinetron yang melodramatis. Menjelang akhir cerita, aku sempat berharap akan ada plot twist lain, tetapi ternyata kisahnya berakhir sesuai dengan perkiraanku. Yah, aku rasa ending itu adalah solusi paling mudah untuk situasi rumit yang dialami oleh kedua karakter utamanya. 😌😌
"Kita berkeras kepala,
memintal benang demi benang kemungkinan
agar terwujud sebuah harapan.
Sekalipun memahami bahwa akhir bahagia
merupakan perihal yang fana.
"
Terlepas dari semua keluhanku di atas, fakta bahwa aku bertahan membaca buku ini dari awal hingga akhir menunjukkan kalau aku cukup menikmatinya dengan baik. Walaupun aku sempat sebal dengan karakter Kiana pada awalnya, berbagai kejadian yang ia lalui mengubahnya menjadi seseorang yang lebih dewasa. Gaya penulisan Innayah Putri juga cukup mudah untuk dinikmati, dan aku suka kalimat-kalimat puitis yang digunakan untuk menggambarkan emosi karakternya. Review ini tentu saja adalah opini yang subjektif. Sehubungan dengan apa yang aku sebutkan sebelumnya, mungkin pembaca yang usianya lebih muda akan menikmati buku ini lebih baik daripada aku. 😊😊

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2018/0...
Profile Image for Sandra Bianca.
128 reviews4 followers
August 23, 2018
Review lengkap → https://biancatwinbee.blogspot.com/20...

Jujur sebetulnya aku sampai bingung mau nulis apa untuk review, karena bergitu banyak yang pengin aku bagikan dan bahas. Kalau diibaratkan, kisah Juna dan Kiana di sini sebelas-dua belas sama kisahnya Om-Ganteng-Goblin dan Eun Tak. Lucu di awal, gokil, tapi nyesek di ending. Sama-sama menderita karena takdir. Yep! Semesta memang kadang-kadang kejam, melambungkan harapan kita setinggi langit yang ujung-ujungnya membanting harapan kita ke tanah dan membiarkannya tercerai-berai. Bedanya, kalau Ahjussi sama Eun Tak bisa ketemu kembali meski harus menunggu 30 tahun, Juna dan Kiana tidak. Takdir sama sekali nggak berbelas kasihan pada mereka.

This is beautiful sad story. Mungkin bagi kalian yang doyan cerita dengan alur sederhana dan konflik ringan, ngerasa 'agak' berat ketika baca buku ini. Tapi bagi aku yang doyan bacaan berat dan 'njlimet' cukup puas dengan buku ini. Konflik batin dan garis takdir yang tak bisa dilawannya complicated banget. Nggak cuma itu, buku ini juga mengusung topik mengenai keluarga dan persahabatan. Well, buku ini recomended banget untuk dibaca :) Aku ngerasa beruntung diberi kesempatan untuk membaca dan mereview buku ini. Sama sekali nggak nyesel bisa kenalan sama Juna, dkk.
Profile Image for Melati.
70 reviews
September 7, 2018
Page turner banget dari halaman pertama. Suram, kelam, gelap, tapi kocak juga di beberapa part.

Aku suka ceritanya. Suka sama aura kelamnya, dapet banget. Semua karakternya berkesan dan Juna ini bener-bener memorable banget sih:') apalagi tentang cerita Matahari-Bulan-Bintang.

Selesai baca ini tuh aku ngerasain kehampaan. Kosong, kayak ada sesuatu yang direnggut paksa.

Yang bikin aku kasih bintang tiga itu karena plot twistnya. Entah kenapa aku ngga bisa 'engaged' sama twist yang disodorkan penulis. Kayak kurang aja gitu sih di aku, jadi malah ngga dapet feelingnya pas itu:'). Dan lagi, twist ini sama kayak draft story punyaku yang ada di Wattpad, jadi ya ketebak sih😅.

Tapi worth to read kok, ngga melulu yang berlabel 'dibaca berjuta kali' itu buruk hehe.
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
December 24, 2023
Akhirnya beres juga baca ini.

Setelah baca buku2nya IP ini aku baru sadar kalau buku2nya emang drama bgt yg diterbitin sama Bentang ini. Setelah Are You Really yg dramanya bikin aku menghela napas, sekarang yang ini juga sama.

Aku suka kok cerita yang penuh drama dan intrik-intrik, cuman kadang kalau terlalu sinetron juga gimana ya. Twist-nya aku udah bisa nebak sih dari awal, jadi gk kaget.

Bukunya bikin sedih sedikit yang pas Kiana sama Arjun di RS.

Hal yang bikin gedeg tuh sebenernya Kiana-nya sih, kek karakterisasi dia tuh ya Allah annoying banget. Di sini disebutin berkali-kali kalau Kiana lucu, aku bingung sih, kelakuan dia yang lucu itu yang mananya? Yang ada juga dia terlalu sok polos sih menurutku. Pick me bangeeeeeet.

Endingnya juga pas beberapa tahun yang laku terlalu memaksakan. Dimas tiba-tiba hilang keberadaanya digantiin sama orang lain. Maksudnya, Dimas ini lebih lama lho ama Kiana. Tapi ya, ama cowok yang ini ngalamin perasaan yang sama. Ya okelah. 😂

Tapi asli nih masa Dimasny jadi beginiii?

Ya udahlah, wkwkwkwk.
Profile Image for Tael.
261 reviews4 followers
April 19, 2021
Buku ini sungguh... gak nyambung.

Emang udah jadi fenomena alam kali ya kalo teenlit jaman sekarang tuh tebelnya gak nahan. Tapi, buku ini selain tebel, font-nya juga kecil Guys. Jadi berasa berat banget.

Terlalu banyak uneg-uneg yang mau gue utarakan tentang buku ini. Tapi inti dari semuanya yang ingin dicapai buku ini tuh ya gak ada. Gue gak dapet esensinya, kek apa yang mau ditunjukkin buku ini kosong, gak tau harus dibawa ke mana. Gue sampe mengerutkan kening dengan raihan Wattys Award cerita ini:)

1. Oke, kita bahas sejak awal. Kisahnya dimulai secara mainstream, telat, terus dikasih hukuman dan konflik. Awalnya, gue cukup ngerasa baik sama karakter Kiana, yang ceplas-ceplos, tapi semakin lama dia itu annoying banget. Gue hampir gak paham, kenapa Juna bisa suka sama dia dan temen-temen Juna juga ikut suka sama dia. Terus dengan tambahan sahabat Kiana yaitu Dimas. Sori to say, gak nyambung banget nih kalo lo mahasiswa baru terus belagak kayak gitu di depan senior, ya tau sih lo tampil apa adanya, tapi bedain lah sopan santun sama santuy. Kiana bener-bener kurang ajar, kebanyakan dimanja jadi gabisa bedain mana yg boleh dan gak. Ada kejadian di mana dia matahin sebungkus rokok punya Deva dan Deva gabisa marah kayak? Kok lu tolol jadi manusia, ya meskipun si Kiana emg ngasih tau kalo ngerokok itu gak baik tp emangnya sopan kek gtu? Lah Kiana sama Deva kenal dari kapan? Gue kalo jadi Deva sih udah gue gampar tuh Kiana. Dan lucunya si Juna bilang knp mereka gabisa marah sama Kiana tuh karena Kiana lucu. Heh, mana ada hal kek gtu. Lucu sama sok-sokan tuh beda.

2. Alur yang lambat dan aneh banget. Awalnya gue masih nyambung sama adegan Kiana dan Juna, tapi beberapa puluh halaman, gue tuh ganemu apa yg buat mereka suka satu sama lain. Dan gue lucu pas mo balik dari Puncak, si Kiana turun dari bus diikutin Juna, eh mereka ditinggal sama bus dan bisa dijemput besoknya pas jemput anak-anak. HAHAHAHA. Lawak bgt. Masa gada tanggung jawabnya, Jakarta-Puncak bukannya jauh kalo jalan kaki? Lah terus mereka knp ikut naik bus? Dari situ si Kiana dibawa Juna ke panti, dan gapake nanya knp Juna tau panti itu dan knp juga dia percaya sama Juna gampang bgt? Gatakut diapa-apain gtu? Terus adegan di panti juga gue gak paham. Nangis bgt sumpah baca cerita alurnya ngalor-ngidul ngene.

3. Konflik yang banyak dan gak selesai. Pertama adanya konflik sama Sandra dkk yg keknya dibuat-buat bgt punya masalah sama Kiana dan demi apapun, Sandra dkk gak penting di dlm cerita. Konflik cinta segitiga antara Kiana, Juna sama Dimas yang berakhir meeeh. Terus masalah Kiana ternyata adek kandung Juna yang diramu dgn meeeh juga. Dan adegan FTV bgt pas Juna ketabrak mobil karena nolongin Kiana, jd Kiana didorong dan ngebiarin dirinya ditabrak nyampe luka parah seluruh organ dalamnya. Kek lah, kan lu bisa narik Kiana kalee. Dan ooh, gue yakin yg nabrak pasti ngendarain mobilnya kenceng bgt soalnya nyampe Juna parah gtu akhirnya, tapi gatau kok gak dikasusin:)

4. Hidden gem atau plot twist keblinger. Ini yg paling sebel, heran, Juna liat mata Kiana kek inget seseorang. Emaknya Kiana liat mata Juna kek inget seseorang. Lah, lah, kok ya bisa cuma dari ngeliat mata keinget sama orang. Padahal mata orang Indo mah rerata sama warnanya. Terus pasti diungkapin kek ooh ada sesuatu tapi gue dah penasaran, ya emang ada sesuatu. Clue-clue yng dikasih di dlm cerita udh termasuk spoiler, jd lo gaperlu baca nyampe akhir buat tau gmn endingnya. Luka. Mati.

5. Karakter yg mati. Ini beneran ya, mendadak semua karakter sama, puitis. Gak yg lagi jatuh cinta, patah hati, ikut ngerasa sedih, ntar ada masanya semua kalimat yg mereka ucapkan jadi puitis. Contohnya di halaman 158. Jujur nih, gue gak pernah nemu yg kek gitu dlm dunia nyata. Karakternya juga gak berkembang dan cenderung sama, gue selalu inget Juna tuh bilang gemes, gemes, gemes dan gemes. Kek gada dialog lain:(((

Inti cerita ini tuh kek cinta segitiga ya masuk, terus cerita anak yg menghilang ya masuk, cinta sedarah ya masuk, terus ditinggal mati ya masuk. Sinetron banget:(((

Tapi gue ngerasa cerita ini rada... gak cocok. Soalnya Kiana dan Juna tuh sedarah, tapi mereka saling suka bukan adik kakak tapi laki ke perempuan. Mereka kek gapeduli, apalagi Kiana, gamau terima. Ya emg akhirnya Kiana mau terima, tapi hati dia juga masih cinta sama Juna. Ini teenlit dan menurut gue teenlit yg cukup bahaya sih. Heran aja gue:)))
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
November 12, 2019
"Karena, terkadang, penerimaan bukan mengenai keikhlasan, melainkan sebuah kepasrahan."

Siapa yang nggak nyesek saat kehidupannya yang begitu kelam ditambah kehilangan orang-orang yang disayangnya. Itu yang dialami Juna.

Tapi, semenjak pertemuannya dengan Kiana--adik tingkatnya--membuat kehidupannya berubah menjadi berwarna. Walau, melihat Kiana seperti melihat sosok dari masa lalunya. Bulan. Apa ini yang dinamakan CINTA?

Disisi lain juga ada Dimas sahabat Kiana yang diam-diam menyukai Kiana. Tapi, yah nama nya Kiana yang polos, nggak pekaan, sebodoan, tukang molor yang nggak sadar dengan kepedulian Dimas.

Aku sendiri baca ini gemas, Dimas yang sadar kehadiran Juna itu merasa terancam. Mereka berdua seakan menunjukan siapa yang akan dipilih Kiana. Tapi, justru rasa Cinta Juna tak layak dipertahankan untuk Kiana. Kebenaran yang terungkap membuat semua seakan mimpi buruk. Membuat mereka saling menyakiti satu sama lain. Ah, apa yang terjadi?

Baca ini nano-nano abis, kasian sama Juna. Kayak nggak ada waktu untuk dia bahagia huhu cerita yang diangkat tentang sebuah kehilangan, trauma masa lalu, penerimaan, juga tentang cinta terlarang.

Penokohannya juga kuat banget. Karakter Kiana, Juna, Dimas, bahkan Fabian, Rio dkk memiliki karakter masing-masing. Mengisi tiap tokoh yang ada dalam cerita. Nggak saling tumpang tindih.

Alur maju sedikit mundur begitu detail. Apalagi scene mimpi-mimpi Kiana yang kayak puzzle terkuat satu persatu. Bikin aku yang baca ikut sesak napas.

Gaya bahasa juga santai dan banyak kata-kata quotenya.

Ending yang cukup sad ending menurutku. Tapi, mungkin ini yang terbaik menurut penulisnya.

Overall, suka dan recomended.
Profile Image for Sharon.
47 reviews2 followers
January 2, 2021
Awalnya saya mau kasih bintang 1, tapi mengingat proses menulis novel romance bukanlah hal yang mudah, jadi saya kasih bintang 2 sebagai wujud apresiasi.

Sifat tokoh utamanya (Kiana) ngeselin abis. Saya gak nemu sesuatu yang spesial dalam diri Kiana, sampai-sampai dia bisa diperebutkan 2 cowok sekaligus. Bahkan menurut pendapat saya, sikapnya terlalu cuek dan cenderung kurang ajar, ditambah lagi keras kepala. Kalau saya jadi tokoh cowoknya sih, jangankan memperebutkan Kiana, sekadar PDKT aja saya ogah.
Settingnya di bangku kuliah, tapi kelakuan para tokohnya childish banget soal percintaan. Tak adakah cara lain yang lebih elegan untuk memenangkan hati cowok selain berantem terang-terangan dan saling sindir di kampus? Umur karakternya saya asumsikan sudah 17+ semua, tapi masalah memperebutkan 1 cowok saja hebohnya kayak anak SMP berebut gebetan di jam istirahat -.-

Additional turn-off:
Karena latar belakang saya dari medis, ending ceritanya yang 'katanya' bikin baper, malah jadi gak masuk akal. Si Juna didiagnosis fraktur dasar tengkorak, pemulihannya mukjizat banget sampe bisa keluar dari RS dengan kondisi prima tanpa ventilator, cuma pake kursi roda. Di real life, kejadian ini amat sangat jarang saya temui di RS. Berdasarkan kondisi Juna yang digambarkan oleh penulis, saya positive thinking banget Juna bakal pulih sempurna dan ceritanya jadi happy ending. Apa yang terjadi, Saudara-saudara? Yes. Tiba-tiba Juna meninggal gitu aja. Saya sampe cengo' bacanya.
Ya sudahlah, mungkin emang takdirnya Juna meninggal mendadak...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
September 5, 2018
"Bukan hujan yang romantis, tapi bumi yang terlalu cinta. Bumi akan selalu menerima hujan kembali, sekalipun hujan datang dan pergi sesuka hati."
.
.
Dalem banget yaa quotesnya, ehem. Baper kan baper
.
.
Ketiga kalinya membaca karya Naya. Dan sukses bikin aku pingin nampolin bantal karena nampolin orang itu dilarang. Ini kenapa tiap bikin cerita, susah ditebak gini sih endingnya? Alurnya juga. Nebaknya ke utara, ehh ke selatan. Duhhh, bikin pingin gigitin perutnya Star Lord wkwk
.
.
Cerita ini sukses membuat aku nyesek, baper, nangis, gemes, pingin teriak bilang "Ini gak adilllll!". Dan sukses buat aku jatuh cinta sama karakter tokohnya
.
.
Apalagi dongengnya bikin aku langsung pingin baca dongeng yang komplit. Buat jadi cerita utuh yaa dongengnya. Plus aku request kisahnya Saka dong. After kisahnya di If Only, nah lho, kebanyakkan request kan aku
.
.
Tokoh-tokohnya, kisahnya sukses membuat aku terbius dan susah move on. Gimana sih rasanya jika kalian dihadapin sama kenyataan yang nggak pernah ingin kalian tahu? Gimana cara melepaskan tanpa membuat sakit?
.
.
So, buat kamu yang belum pernah baca kisah Arjuna - Kiana - Saka di wattpad, sok atuh, langsung aja baca kisah mereka yaa. Dijamin baper abis, siapin camilan yaa, minimal kacang bawang gitu, biar kalau baper, nyesek, bisa sambil makan. Recomended banget buat kalian baca
Profile Image for Nindya Chitra.
Author 1 book22 followers
April 9, 2019
Covernya lucu. Prolognya ngasih gambaran seberapa kelam keadaan di belakangnya. Tapi pas cerita mulai bergulir, karakter Kiana yg kocak bikin melenakan. Kalo narator nggak ngingetin, beberapa kali, kalo aku sih pasti lupa 😁

Untuk ukuran aku yang pilih-pilih kalo baca teenlit atau YA, If Only masuk kategori yg masih bisa diterima. Scene nya beragam, karakternya unik, lumayan asik untuk diikuti. Aku juga suka quote-quote nya meskipun jujur, banyak yg kurang bikin momen 'deg' gitu (apaan sih ini😂) yang jelas butuh usaha besar buatku untuk masuk ke cerita apalagi untuk bersimpati sama tokoh-tokohnya.

Kayak misal Dimas cemburu. Tanggapanku cuma ohh dia cemburu. Kiana melting, oohh dia melting. Dan tbh, aku dnf sampe halaman 160an. Bukan ceritanya yang kurang. Hanya aku yang kurang sabar. Rasanya kayak otakku baca, tapi hatiku nggak ikutan. 😞

Mungkin nanti (lagu siapa ini?) kalau moodku sedang baik, bakal kulanjutkan membaca dan mengupdate review ini. Sekian.
Profile Image for Aryn.
24 reviews
December 14, 2019
Seperti bintang, bulan dan matahari, kelak ketiganya akan saling menyakiti, menghancurkan satu sama lain karena terlalu mencintai. [If Only, 142]

GILA. GILA. GILA.
GUA MAU MARAH SAMA KAK INNAYAH *hehe peace kak bercanda✌

Tapi seriusan. Gua GILA baca buku ini. GILA. Bodomat, gila keknya gua lama-lama. Kenapa gua nggak pernah baik-baik aja setelah baca cerita-cerita kak Innayah? Hati gua seperti remuk, ah...

Gua kira, gua akan menemukan kata bahagia sebelum bertemu epilog. Ternyata memang benar bahwa "mereka berdua memang bukan pemilik akhir yang bahagia."

Sialnya gua masih kepikiran sampe sekarang. Bodoamatlah gua nggak ngereview buku ini. Gua cuma pengin marah-marah dan berkeluh kesah sama penulisnya! Elah, patah hati akutuh. Patah. Patah. Patah. Remuk. Redam.

Makasih loh kak Innayah, karyamu sukses membuatku nggak hanya mengeluarkan air mata, tapi juga merasakan segores luka dalam dada.

5⭐
Profile Image for Helena Clovya.
3 reviews
December 19, 2019
Nangis?? Bangeeeeeettttt

mewek mewek malah..

sumpah ga ketebak banget kalo ternyata mereka ga bisa bersatu karena sedarah. di bayangan gue, mereka kaya romeo sama juliet yang ga boleh bersatu karna ada dendam masa lalu di antara 2 keluarga. ternyata oh ternyata, hidup tak seindah drama Korea yang sering bikin Kiana mewek.

bisa narik imajinasi segitu dalam nya, sampe-sampe apa yang jadi harapan mereka, jadi harapan gue yang baca juga. dan sempet ngayal kalo ternyata Bulan bukan anak kandung ayah bunda nya Langit. halu banget khan ya??

ini novel ke 2 Innayah Putri yang bikin nangis sejadinya.. sebelum baca ini baca Iris bisa bikin netes, kalo ini mah udah banjir.

terlalu banyak teka-teki yang tersimpan rapi di setiap bab nya, yang bikin kita menduga-duga and then said ooooh ternyata ... pokok nya kereeeeenn :* kira2 kalo baca lagi masih tetep mewek ga ya? heu heu
Profile Image for Alfi.
45 reviews2 followers
May 17, 2020
3,5 untuk buku ini

Nggak nyangka juga bakal sesuka itu sama buku ini. Buku ini nggak hanya soal cinta Juna-Kiana melulu, buku ini juga penuh dengan rahasia-rahasia kehidupan mereka. Nah, inilah yang aku sukai, mengungkapkan rahasianya. Berkali-kali dibuat sesak, ngga sampai nangis sih ... Tapi okelah aku suka buku seperti ini!

Ini tentang Kiana, gadis ceria pemilik mata coklat madu. Ia menjadi mahasiswi baru di sebuah universitas, maka otomatis dia melakukan ospek. Karena ospek inilah ia bertemu dengan Juna, cowok ganteng, dingin, pemilik mata hitam legam. Awalnya Kiana ogah-ogahan suka sama Juna. Tapi yaaa kalian tahu lah, pasti kemakan omonganmya sendiri, dan itu membuat mereka jadian. Namun, karena suatu sebab, mereka tidak bisa lagi meneruskan hubungannya. Mengapa? Terlalu banyak kebenaran yang dirahasiakan dari mereka, yang kebenaran itu sangat menyakitkan.

Awal cerita bosan banget, apalagi pemakaian kata 'lain kali', dibalik jadi 'kali lain'. Aku nggak tahu yang benar mana, yang penting aku kurang nyaman dengan susunan kata tsb. Lalu, penyebutan nama tokoh juga nggak konsisten. Kadang Juna, kadang Arjuna. Kadang Dimas, kadang Adimas. Seharusnya, dari awal sampai akhir, pemanggilan nama itu sama.

Ini benar-benar cerita yang surprise banget buat aku. Aku suka sama konfliknya. Itu bener-bener diluar dugaan. Apalagi saat si tokoh merasa rapuh, itu scene aku suka banget.

Tokohnya banyak, tapi sering muncul, jadi nggak sulit buat ingat-ingat siapa mereka. Ohya, tempat tinggal Kiana juga sebenarnya nggak konsisten. Di awal, dia di kosan, lalu akhir-akhir, dia di rumah. Ini sebenarnya boleh gonta-ganti gitu? Endingnya suka, sesuai sama keinginan aku. Pokoknya ini cerita bikin nyessek, asli!

"Salahnya, kita kerap kali jatuh cinta tanpa siap untuk patah hati."
3 reviews
June 2, 2022
Singkat cerita, trope nya kerasa familiar dan biasa ala2 teenfict (ketemu pas ospek as kating dan maba, male lead punya traumatic experience, female lead ceria abis kemudian jatuh cinta.) Semua manis2 aja sampai masa lalu naik ke permukaan, dan seolah dunia enggak mengizinkan Arjuna bahagia setitik pun, mereka bersaudara.

Penulisan bagus, apik, kerasa betapa bucinnya Juna. Gue suka chara Juna, Dimas. Yang enggak gue mengerti adalah kenapa orang2 bisa sejatuh cinta itu sama karakter Kiana (yang menurut gue biasa aja). Oke dia ceria, bubbly. Tapi personally menurut gue dia itu manja banget, parahnya lupain janji ke Dimas, dan suka banget morotin, kasarnya mah. (No hate on her tho, anw DIMAS BEST BOI)

Sekitar di bagian 3/5 buku isinya udah mulai sedih, kerasa desperate nya mereka, betapa mereka berusaha mengelak dari kenyataan, walau akhirnya pasrah dan babak belur juga buat menerima. Endingnya harus gue bilang sad (tapi kurang nampol as gue gak nangis), but people move on (baguslah). Sentimental dan karakter Juna gue suka banget, puisi2 kecil yang disisipi di POV Juna maupun di awal chapter selalu bagus. Apalagi in the end, kumpulan puisi2 tsb diterbitkan sama Kiana, pemikiran Juna abadi selamanya walau orangnya udah jauh pergi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for seraphicna.
1 review
May 28, 2025
Semua kewaspadaanku sejak mulai baca novel ini, sama sekali nggak berguna karena plot twist yang disajikan melampaui semua worst case scenario di kepala. Kondisi mereka tuh ... bener-bener nyiptain perpisahan yang nyakitin banget :( Once they decided to end their relationship, mereka harus menjalin hubungan lain yang nggak ngebolehin perasaan yang sama tetep hadir. Except they want to be sinners.

Mengingat siapa penulisnya, aku memang nggak berharap cerita ini 100% mulus, walaupun semua momen manis di awal bikin aku senyum sepanjang halaman. Tapi aku juga nggak ngira kalau maraton lukanya bakal mengabsenkan jeda, sampai tiba di puncak yang bikin aku pengen hilang ingatan aja T____T

Thought it would be a hurt-comfort story, but end up it's a sad Sad SAd SAD harmony.

Read this if only you have super high toleration for sadness.
Profile Image for cyara.
6 reviews
June 21, 2021
Speechless, ini buku keren, keren banget. Aku nggak tau harus review gimana lagi karena buku ini beneran SEBAGUS ITU.

Covernya lucu dengan paduan warna biru-pink, berhasil buat narik perhatian aku. Tapi aku nggak mengira isinya bakal sekelam itu. Dari mulai prolog, pemilihan kata yang digunakan udah menunjukkan seberapa kelam isi buku ini. Tapi yang lebih aku suka lagi, porsi antara komedi, fluff dan angst-nya pas. Perasaan kita bakal dibuat seperti naik rollercoaster sewaktu baca If Only.

Jujur, aku bukan fans cerita angst. Tapi buku ini beda dari yang lain. Feel-nya dapet, dan buku ini membekas banget buatku. Well written pokoknya!
Profile Image for Astala.
100 reviews
September 2, 2023
If Only
by Inayah Putri

⭐⭐⭐
Lama gak baca cerita dari wattpad. Ceritanya (cukup) klise, mainstream dan drama banget menuju akhir. Karakterisasinya kurang. Alur ceritanya agak tidak masuk akal di beberapa bagian :D.

Cuma gaya kepenulisan Inayah Putri bisa dinikmati, and i appreciate it. Habisin buku ini butuh waktu yg lamaaaaa (cos kayanya akunya kurang cocok sama cerita² teenlit yg romancenya kurang masuk diakal dan terkesan maksa😀).

Spoiler alert || ini permasalahan yg diambil cukup bahaya sii kata aku, tentang perasaan cinta antara kedua tokoh yg ternyata kakak-adik kandung dan (terkesan) memaksakan cintanya bukan sebagai kakak adik, tapi laki ke perempuan.
5 reviews
October 18, 2019
Aku nangis baca iniiiii.

Se-ngena itu ceritanya. Novel novel kak innayah emang gak pernah mengecewakan. Aku selalu kagum sama karakter cowok di novelnya kak innayah.

Arjuna mungkin tipikal cowok idaman dan kisah cintqnya arjuna sama kirana bener bener menyentuh. How can? Aku udah nangis nangis ternyata ekspektasiku gak terwujud, tapi di ending, aku lega sih wkwk. Buku ini sangat worth dibaca. Apalagi yang kepengin ketawa ketawa sendiri abis itu nangis kejer terus senyum sendiri, harus baca buku ini
Profile Image for moon and her books.
14 reviews
July 6, 2021
Awal cerita aku masih ngakak, dipertengahan mulai nangis, dan di akhir cerita jadi nangis lagi karena tokoh favoritku meninggal. Ada beberapa twist yang membuatku ternganga kok bisa gini sih...yaaaah TIDAAAK. Terkejut banget sama twistnya karena nggak kepikiran gitu loh di otakku.

So layak dibeli nggak buku ini, menurutku layak lah buat dibeli. Aku nggak nyesel juga belinya karena emang aku puas sama ending dan alurnya.
Profile Image for nasya.
809 reviews
January 25, 2022
buku ini tuh vibe awalnya kocak, santai, walaupun emang ada klue bahwa kedua tokoh utama saling terhubung di masa lalu, tapi nggak nyangka sih ternyata seberat itu masalahnya. sempet ngira ga akan dapet emosinya, karena dipikiranku, label "telah dibaca jutaan kali" nggak menjamin kualitas buku tsb, tapi yah dua kali aku menitikkan air mata:) sebenernya udah pernah baca versi wattpad, tapi itu udah 4-5 tahun lalu, jadi nggak inget.
Profile Image for Arika.
6 reviews
May 26, 2018
Buku ini nggak terduga banget setiap adegannya. Beberapa kali aku dikejutkan dengan scane yang gak aku kira sebelumnya.

Jujur, aku dibuat nangis berkali kali di novel ini. Karakter Juna, karakter Kiana, kisah pelik yang tertuang di novel ini buat aku nangis kejer waktu itu.

Good job untuk kak Innayah❤
Profile Image for Aida Fajriyatin.
113 reviews
September 6, 2018
Suka dengan sampulnya yang menggambarkan 2 tokoh utama ditambah penutup mata tidur Kiana.
Sukaaa dengan nama-nama tokohnya yang indah <3
Suka dengan Kiana yg awal2 manggil Juna, JUNEDI wkwkwk jadi inget panggilan sayang June iKON by iconics Indonesia :DD

Btw ini adalah review paling unfaedah, maaf yaak.
I enjoyed the book soooo much. Jadi inget kakak senior aku waktu ospek dulu hehehehh *apasih*

Waiting another book by Innayah Putri. Jangan teenlit lagi dongg di buku selanjutnya, hehehehe :"D *emangsiapaloe*
Profile Image for parkjunjun.
31 reviews1 follower
December 21, 2018
Aku pikir covernya nggak sekelam isinya. Ternyata aku salah besar, cover biru dan isi ceritanya berwarna hitam, gelap, sesak.

But, aku suka banget sama kisah inf only ini. Sama endingnya apalagi karena aku yaa lebih suka sama sad ending daripada happy (karena hidup nggak happy melulu)

Bintang 5 untuk cerita yang luaaaaarrrrrr biasa ini
79 reviews
March 14, 2022
Aku suka dengan novel yang kisahnya seperti ini. Beautiful sad story, or ending? Cari tahu sendiri ya hehe. Baca deh, ini seru kok! Cukup membekas buatku. Ada pengungkapan rahasia juga, gak hanya kisah kasih anak remaja
1 review
February 1, 2022
Plot twistnya bikin mikir kalo kejadian di aku sesakit apa ya hahahah, endingnya tergantung kitanya lihat dari mana hahahah
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Zaa.
20 reviews1 follower
April 17, 2022
Jujurly aku nangis baca ini. Nggak nyangka aja konfliknya bakalan secomplicated itu :(
Profile Image for pasha.
190 reviews
December 19, 2020
If Only
Innayah Putri

Rate: 3.2/5🌟

•••

“Menyimpan sakit sendirian bikin capek, tapi lebih capek lagi kalau harus pura-pura baik-baik saja.”
— page 97

•••

Yey, aku balik lagi! Setelah sekian lama enggak mood baca buku, akhirnya mood aku kambek! Ternyata, mood itu mempengaruhi banget ya? Buku ini aja aku re-read, karena waktu aku baca pas badmood ... MasyaAllah nyinyirnya sama semua adegan.

Oke, buku If Only ini mengingatkan aku dengan masalah yang sama yang ada di Autumn in Paris karyanya Kak Ilana Tan. Tapi, tenang aja. Buku ini alurnya beda, penyelesaiannya beda walaupun masalahnya mirip-mirip.

Buku jebolan wattpad ini enggak begitu mengecewakan. Tapi, emang kayaknya semua karya Kak Inayah enggak mengecewakan ya? Dan suka banget bikin anak orang nangis:(

Overall aku suka. Cuma ada banyak pertanyaan yang timbul. Kayak kenapa Langit dan Bulan pisah? Kenapa mereka enggak satu paket aja? Terus, masalah Dimas rasanya masih kurang jelas dan bagaimana keadaan dia sama Naura. Awalnya Dimas kayak disorot banget, tapi makin masuk, Dimas kayak sengaja dihilangkan buat aku rada kurang sreg aja sih.

Tapi, ini rekomen kok!
Displaying 1 - 29 of 29 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.