What do you think?
Rate this book


344 pages, Paperback
First published March 1, 2018
"Sayang, mereka lupa bahwa harapan adalah awal dari sebuah kekecewaan. Bisikan Juna, kilat mata Kiana, serta ritme jantung keduanya kelak akan meninggalkan luka yang bahkan tidak mampu disembuhkan oleh waktu."Sebagai seseorang yang jarang membaca lewat Wattpad, buku ini menarik perhatianku saat aku melihatnya di toko buku. Aku tahu banyak sekali orang yang suka membaca lewat Wattpad dan menemukan banyak kisah yang menarik. Oleh karena itulah, aku memutuskan untuk membaca buku ini karena kisahnya yang tergolong salah satu cerita populer di Wattpad. Sewaktu mulai membaca halaman-halaman awal buku ini, yang pertama kali terlintas dalam pikiranku adalah bahwa sepertinya aku terlalu tua untuk membaca kisah cinta segitiga seperti ini. 😂 Di samping itu, aku juga menyayangkan ceritanya yang tidak menggali terlalu dalam karakter masing-masing. Deskripsi yang paling mencolok hanyalah sebatas penjelasan fisik, sehingga membuatku merasa tidak begitu mengenal karakternya dan sulit bersimpati dengan mereka. Aku jadi susah memahami kenapa banyak lelaki yang tertarik dengan Kiana, dan alasan yang aku dapatkan hanyalah sesuatu yang dangkal seperti penampilan Kiana yang menarik. 🙄 Sehubungan dengan kurang adanya karakterisasi dalam novel ini, aku juga kurang bisa terpengaruh oleh ceritanya secara emosional. Padahal aku rasa efek ceritanya secara emosional bisa lebih mengena jika didukung dengan karakterisasi yang mendalam.
"Pada akhirnya, kebenaran selalu muncul ke permukaan. Menyedihkannya, mengapa harus dengan cara yang semenyakitkan ini?"Faktor utama dalam buku ini menurutku adalah misteri yang terungkap tentang kedua karakter utamanya—yang tentu saja tidak akan aku ceritakan dalam review ini. Yang jelas, menurutku cerita yang awalnya terasa klise tiba-tiba berubah menjadi sebuah kisah yang dramatis dan penuh dengan permasalahan yang pelik. Sewaktu membaca, aku sempat berpikir bahwa alur ceritanya terasa seperti jalan cerita sebuah sinetron yang melodramatis. Menjelang akhir cerita, aku sempat berharap akan ada plot twist lain, tetapi ternyata kisahnya berakhir sesuai dengan perkiraanku. Yah, aku rasa ending itu adalah solusi paling mudah untuk situasi rumit yang dialami oleh kedua karakter utamanya. 😌😌
"Kita berkeras kepala,Terlepas dari semua keluhanku di atas, fakta bahwa aku bertahan membaca buku ini dari awal hingga akhir menunjukkan kalau aku cukup menikmatinya dengan baik. Walaupun aku sempat sebal dengan karakter Kiana pada awalnya, berbagai kejadian yang ia lalui mengubahnya menjadi seseorang yang lebih dewasa. Gaya penulisan Innayah Putri juga cukup mudah untuk dinikmati, dan aku suka kalimat-kalimat puitis yang digunakan untuk menggambarkan emosi karakternya. Review ini tentu saja adalah opini yang subjektif. Sehubungan dengan apa yang aku sebutkan sebelumnya, mungkin pembaca yang usianya lebih muda akan menikmati buku ini lebih baik daripada aku. 😊😊
memintal benang demi benang kemungkinan
agar terwujud sebuah harapan.
Sekalipun memahami bahwa akhir bahagia
merupakan perihal yang fana."