Kalau menurut wasiat sang nenek, sebelum usia 30, Sondra Smith memang diharuskan menemukan Mr. Right dan menikah. Tetapi, selama bertahun-tahun, pria potensial di dekatnya hanya Kevin Herral, bosnya, yang selalu memerintah dan membuatnya menjadi workaholic. Masa iya ia harus mengakhiri masa lajangnya dengan pria otoriter begitu? Beruntung Sondra bertemu Raymond Leighton di Gordon & Theo. Pria tampan itu membuatnya langsung jatuh hati pada pandangan pertama.
Tetapi, benarkah keluarga Leighton yang kaya bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi pada keluarga Michelle, sahabat Sondra? Haruskah ia menyerahkan sisa hidupnya kepada Ray setelah masa lalu kelam pria itu terkuak? Atau Kevin yang menyebalkan justru adalah jawaban dari pencarian panjang Sondra?
Nyaris DNF tapi nanggung kalo nggak dikelarin. Jadinya ya pake metode baca cepat 😅
Beberapa poin yang bikin nggak sreg sama buku ini :
- Ala terjemahan banget penulisannya (gua emang kurang suka sama novel lokal bernuansa terjemahan)
- Gua berasa agak tertipu dari judulnya. Awalnya gua pikir buku ini berfokus pada konflik yang dialami tokoh perempuan yang belum juga mendapatkan jodoh di usia 30 tahun (dan juga penyelesaian konflik tersebut). Ternyata, melenceng banget dari perkiraan semula...
- Komposisi ceritanya kurang seimbang. Konflik terlalu berat, padahal tebalnya cuma sekitar 300 halaman. Akhirnya cerita ini jadi berasa kurang fokus dan berasa cuma tempelan aja di sana sini.
- Romansanya kerasa minim banget. Bahkan gua sampe nggak ngerasain feel-nya. Termasuk para tokohnya juga nggak berasa kekuatan karakternya. Mungkin karena poin-poin di atas.
Sekian cuap-cuap super pendek akuh (sejak kapan gua kalo cuap-cuap di sini panjang 🙈😂), bye~
Before 30 memang bukan romance biasa. Ada misteri, thriller dan juga trivi-trivia tentang arsitektur. Hanya saja, saya merasa novel ini terlalu padat. Too much detail. Membacanya seperti menonton serial tv yang satu persatu tokoh-tokohnya muncul tanpa peringatan. Bukan bacaan ringan menurut saya. Setidaknya saya berusaha untuk mencerna isinya dengan baik untuk memahami jalan ceritanya.
Premis ceritanya adalah wasiat seorang nenek agar cucunya menikah sebelum umur 30. Tapi semakin ke tengah ceritanya nggak berfokus ke situ. Ada penyerangan, pemukulan, bahkan sampai pembunuhan. Ide cerita "Before 30" jadinya berasa tempelan saja.
#ReviewBefore30 - "Kau benar. Tapi kurasa semua pria memiliki sisi seorang pangeran di dalam dirinya yg paling tersembunyi, termasuk Kevin. Para gadis hanya perlu tahu bagaimana cara menjadi seorang putri bagi mereka di masa depan." ~ hal. 201 #quote 💐 . . Before 30 by @ninaruriya . Novel ini tidaklah sesederhana novel romance biasanya yg kubayangkan ketika membaca judul dan blurbnya. Ternyata isinya cukup padat konflik karena di dalamnya jg terdapat misteri pembunuhan, aksi penyerangan dan perebutan hak warisan selain ide dasar cerita ini wasiat nenek si karakter utama Sondra sebagai pov- 1 untuk menikah sebelum usianya 30 tahun. .
Plotnya terbilang rapi. Gaya menulis Nina juga enak dan mengalir. Penggambaran New Orleans sebagai settingnya sangat baik. Bahkan endingnya pun terbilang oke mengingat setiap konflik yg ada tak ada yg tak selesai. Untuk karakternya, detailnya oke terutama penggambaran Sondra yg seorang arsitek & pekerja keras cukup baik 💛 .
Next. Yg menjadi catatanku, aku merasa judul Before 30 ini apa yaa… kurang spesifik?… kurang terfokus pada ide dasar cerita ini… karena diantara sekian konflik yg ada, yg menonjol justru bukan dari sisi Sondra melainkan dari sisi karakter lainnya yaitu si klien misterius. Selain itu, karakternya jg terbilang cukup padat dengan porsi cerita yang terasa sama banyaknya sehingga si pov 1 ini terkesan kurang spesial dan hal tersebut jadi mengubur premis utamanya 😬 .
Lainnya, mungkin di sini aku kurang cocok konsep 'jatuh cinta kepada org asing dan langsung merasa yakin dia adalah org yg tepat' sehingga aku kurang merasakan kemistri diantara Sondra -Ray walau aku jg bukan antijatuh cinta pada pandangan pertama 😅✌ Di sini, aku lebih menyukai hubungan Sondra- Kevin 💛😀✌ .
Rate: 3.35 ⭐ aku suka covernya yang minimalis 😍 Nah, buat penggemar romance atau romance dg sentuhan aksi kriminal, Before 30 bisa menjadi bacaan yg kurekomendasikan 🙌📚
Baca novel ‘Before 30’ ini.. berasa baca novel terjemahan. Secara, penulis memilih menggunakan latar dan juga nama-nama Tokoh seperti layaknya novel terjemahan.
Pertama kali lihat judulnya, dan juga label ‘Amore’ di sampul depannya.. Ku pikir ini akan full berisi kisah romansa dengan konflik seputar masalah percintaan. Ternyata aku salah. Selain seputar masalah percintaan, penulis juga mengambil konflik lain yang menurutku lumayan berat—mengandung thriller.
Mengingat judul dan juga label yang tertera, sudah jelas menunjukkan bahwa novel ini bergenre romance. Ya memang sih tetep ada nuansa romance-nya. Cuma di sini penulis kurang begitu fokus ke kisah percintaannya. Sebaliknya penulis lebih fokus ke konflik lainnya—yang berbau thriller itu.
Jujur aku pribadi merasa kurang dapet feel-nya. Tapi, bukan berarti aku tidak suka dengan novel ini ya. Tetap bisa dinikmati sih..
Rekomen lah buat kalian yang suka cerita ber-genre thriller dengan di bumbui kisah romansa—karena menurutku novel ini lebih cocok masuk genre thriller ketimbang romance. Kalian coba aja baca novel ini.. 😊
"Kau bebas memberi pujian pada teman kencanmu. Itu semacam vitamin untuk kesehatan hubungan kalian." (Hlm. 94)
Before 30 memuat kisah yang cukup rumit, menarik, dan penuh misteri dengan latar belakang profesi yang berbeda dari tokoh-tokohnya, karakter dan sikap para tokohnya, penuturan penulis yang tidak membosankan dan mengalir, dan penyampaian yang mendetail dari setiap hal yang ada dalam cerita. Banyak pula informasi yang dibagikan penulis dalam cerita, seperti sejarah Jackson Square, rumah LaLaLaurie, Washington Artillery Park, dan lain-lain. Selain itu, adanya aksi-aksi tindakan kriminal yang sesuai porsinya semakin melengkapi keseruan cerita. Hal-hal itulah yang membuat cerita Before 30 menjadi amat menarik dan terasa bukan sekadar cerita cinta biasa.
“Kevin Herrall mungkin bukan pria yang dengan mudah mengatakan aku mencintaimu. Tetapi ketika mengatakannya, dia akan memastikan dirinya bersungguh-sungguh dengan kalimat itu. Kita tak tahu betapa bermakna kalimat itu baginya.” (Hlm. 128)
Saya amat menyayangkan tokoh Kevin yang kurang digali dengan baik oleh penulis. Karena bisa dibilang Kevin itu tokoh laki-laki utama kedua yang semestinya adegannya tidak sedikit dan memiliki peran yang cukup besar dalam cerita. Boleh jadi karena penulis terlalu berfokus pada kerumitan masalah dan penyelesaian yang mengitari hampir semua tokohnya sehingga peran tokoh Kevin terabaikan. Saya jadi merasa Kevin dimunculkan hanya sebagai pelengkap hubungan di antara Sondra dan Raymond padahal kemunculan Kevin bisa membuat ceritanya lebih seru lagi.
Novel berlatar di Uptown, New Orleans ini tidak hanya memuat kisah percintaan, tetapi juga tentang keluarga dan persahabatan. Bagaimana sebuah hubungan, kepercayaan, kebodohan, kejahatan, kepedulian, kepedihan, kedekatan, keberanian, kegagalan, dan pengkhianatan sewaktu-waktu dapat menjadi dasar penyebab adanya masalah bahkan di masa depan.
"Tidak semua pria mau menceritakan kelemahannya pada seseorang, terutama jika kau wanita." (Hlm. 199)
I know, seharusnya aku nggak langsung memutuskan DNF padahal masih dihalaman 74. Tapiiii.... Omo~ alurnya lambat sekali. Terlalu banyak narasi yang membingungkan di aku. Dan setting luar yang deskripsinya juga nggak nyampe diotakku (ntah salahku atau salah bukunya aku nggak mau nelaah lebih jauh takut bikin sakit kepala) dari awal baca aku udah mencium aura kejahatan yang nggak aku suka. Dan beberapa adegan diawal part yang terlalu dipaksakan menurutku. Diksinya kaku
Sinopsis: Sondra Smith, seorang desainer interior yg cukup mapan, namun ia menyimpan gundah karena terikat wasiat neneknya yg mengharuskan dia menikah sebelum usia tiga puluh tahun. Dua lelaki menjadi bimbangnya: Kevin Herral bos di kantornya atau Raymond Leighton, salah seorang kliennya.
Tadinya aku mengira bakal disuguhi pure romance. Ternyata pengarang justru memberi banyak porsi konflik dan misteri. Di novel ini, aku menyukai gambaran deskriptif tentang New Orleans. Entah mengapa, kota itu menurutku indah. Padahal aku belum pernah ke sana. Hehehe (aku nitip kota ini ke bucket list anakku. Kalo aku gak sempet jalan2 ke N.O., setidaknya si Bob harus sempat, dan kalo sedang di sana, nikmati kotanya sambil mengenang aku). Mungkin karena mv Skid Row di lagu lamanya: Breakin' Down. Mungkin juga karena setting salah satu film favoritku, Double Jeopardy dilakukan di sana. Atau mungkin karena Hazel, demigod cewek keren anak Hades lahir dan gede di sana. Atau mungkin karena jaman tahun 90an dulu aku suka film seri di ANTV The Big Easy (tentang polisi NOPD). Pokoknya kota itu tampak indah dan misterius dan magis.
Oke, ngelanturnya stop dulu. Balik ke novel. Cukup rapi pengerjaannya. Meskipun di beberapa tempat aku nemu kesalahan ejaan yang cukup mengecewakan karena toh novel ini terbitan Amore-GPU lho. Harusnya proofread-nya lebih ketat lagi. Untuk jalan cerita, cukup runut, cenderung njelimet. Tapi sayangnya dari awal baca hingga ke akhir, aku kok gak nemu alasan nenek Sondra mengharuskan dia nikah sebelum usia tiga puluh ya? Aku ulang baca, tetap tidak nemu. Jadi aku anggap memang tidak ada. Dan ini plothole, karena justru itulah judul novelnya. Sebagai sebuah cerita bergenre romens, aku juga gak bisa merasakan chemistry Sondra dengan pacarnya. Proses jadiannya terlalu kilat dan tidak bikin aku pengen mendesah "aaaaawwww!". Padahal itu unsur penting untuk sebuah kisah romens, menurutku.
Jadi nilainya berapa? Karena aku suka setting dan detail yang dimunculkan, karena aku bisa merasakan amarah saat Sondra mengalami masalah2, aku berikan 3.5. Andai saja gaya bahasanya tidak terlalu mirip novel terjemahan dan chemistry antara Sondra dengan pacarnya 'dapet', aku bisa kasih 4.2.
"Cari, dapatkan cinta sejatimu, dan menikahlah sebelum kau tiga puluh tahun."
Masalah mencari pendamping hidup ini susah-susah gampang ya. Apalagi di usia yang relatif matang, biasanya keluarga akan mulai mendesak khususnya untuk anak gadis yang tak kunjung juga belum menikah.. . Seperti sosok Sondra, yang diingatkan oleh wasiat Granny-nya untuk bisa menemukan jodohnya sebelum 30 tahun. Masalahnya, tak semudah itu menemukan seorang pria potensial untuk diajak menikah.
Pria yang sekarang ada di dekatnya hanyalah Kevin, sosok bosnya. Namun, bisakah dia berharap untuk Kevin yang workaholic dan sepertinya tidak memikirkan soal percintaan? .
Hingga kemudian dia bertemu sosok pria misterius di sebuah bar dan berakhir menolong pria itu yang malah membahayakan nyawanya.
Apakah pria ini menjadi jawaban dari pencariannya selama ini?
Before 30 merupakan novel pertama Kak Nina yang kubaca. Awalnya aku pikir ini hanyalah novel romansa biasa tentang pencarian jodoh seorang wanita sebelum usianya menginjak angka 30. Nyatanya, aku SALAH BESAR.
Ini bukanlah kisah romansa yang sederhana. Novel ini cukup kompleks karena melibatkan skandal, misteri pembunuhan hingga penyerangan yang membahayakan nyawa.
Aku begitu penasaran dengan sosok Ray Leighton. Terutama kehadirannya dalam hidup Sondra, yang cukup membuat deg-degan karena sejak saat itu hidup Sondra menjadi jungkir balik.
Mba Nina benar-benar membuatku penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi, membuatku menebak-nebak. Twistnya cukup mengejutkan, walaupun memang aku sejak awal sudah menduga ada sesuatu yang salah.
Secara keseluruhan, kamu mencari sebuah kisah romansa berbalut misteri, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca.
...Oh, ayolah! Sebelum tiga puluh? Aku mulai berharap mencari pasangan bisa sepraktis membeli blus. (Hal.81) . Sebelum memasuki usia 30, Wasiat sang nenek mengharuskan Sondra Smith menemukan Mr. Right dan menikah. Pada kenyataannya dalam usianya saat ini, Kevin sang boss yang senang membuatnya jadi workaholic adalah satu-satunya kandidat potensial dalam hidupnya... Sebelum takdir mempertemukannya dengan Raymond Leighton yang membuatnya jatuh hati dalam sekejap namun membuatnya meragu karena pertanyaan tentang kekacauan keluarga Michelle yang disebabkan oleh keluarga Leighton dan masa kelam dari Raymond... Atau sejak awal,jawaban untuk 'wasiat' sang nenek adalah Kevin Herral,bossnya? . . . 💍 Sejak pertama kali melihat kover dan membaca blurb cerita ini, saya langsung dibuat suka dengan novelnya. Bahkan ketika membaca bagian prolog, rasanya makin suka dengan karya pertama mba @ruriyaruth ini. 💍 Penulisan yang rapi dan serta cara mba Nina menuliskan kisah Before 30 ini membuat saya tidak percaya bahwa novel ini merupakan karya penulis Indo dan bukan novel terjemahan. 💍 Tiap bagian dari novel ini membuat saya harus memperlambat bacaan agar tidak melewatkan beberapa informasi terkait Raymond yang misterius. 💍 Romantis dan nuansa gang cukup dark merupakan dua hal penting yang begitu saya rasakan dari novelnya. Disamping itu, novel ini cukup berhasil memacu rasa penasaran dan adrenalin saya pada saat 'bahaya' yang seolah mulai membayangi hidup Sondra. 💍 Before 30 diperuntukkan bagi pembaca +17 sehingga dimohon kebijaksanaan dari pembaca sekalian. 💍 Novel ini juga seperti refleksi bahwa masih ada anggapan bahwa perempuan yang masih melajang ketika memasuki usia 30 adalah kondisi yang cukup kritis sehingga harus berusaha untuk segera mendapatkan jodoh...😓 💍 Saya merasa akhir dari kisah yang cukup menegangkan ini telah mampu memenuhi harapan pembaca. Menyenangkan ketika tahu akhir yang dipilih penulis untuk novel Before 30 ini.
Pertama kali baca blurbnya udah jatuh cinta. Kemudian baca ceritanya bikin penasaran. Ada sebuah misteri di dalamnya yang harus dipecahkan. Salah nebak pula asri pas baca . . Kisah tentang dendam, cinta, persahabatan, profesional dalam pekerjaan, menyelesaikan masalah dan berdamai dengan masa lalu. Kisah tentang Sondra yang terlibat dalam kehidupan Ray, dan kemudian membawa Sondra pada sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan seumur hidupnya. Mulai dari adanya ancaman, teror dan Sondra sama sekali tak punya petunjuk siapa yang melakukan itu semua . . Ketika akhirnya dalang dibalik yang terjadi pada hidup Sondra terungkap, Sondra benar-benar terkejut, tak menyangka. Yup, asri juga sama terkejutnya, astagah. Nggak mikir kesana coba. Konfliknya keren banget. Baru ketauan menjelang akhir. Penyelesaiannya smooth banget, bikin penasaran banget endingnya akan seperti apa . . Janganlah menyimpan dendam, karena hal tersebut hanya akan merugikan dirimu. Orang yang kita anggap baik pada kita pun tak tentu baik lho. Hati-hati saja . . Kisah cinta antara Sondra dan Ray pun benar-benar bikin gemes banget. Ya allah, gigit guling boleh? Oh yaa, berhubung ada sedikit adegan yang agak dewasa, disarankan novel ini dibaca untuk usia 21+ yaa
Sondra Smith, seorang designer interior bertekad buat wujudin wasiat neneknya untuk menikah sebelum 30 tahun. Target utama, Kevin si bos yang menurut pengamatan sahabat Sondra, Michelle sebenarnya suka Sondra cuma karena nggak pintar PDKT jadi nunjukkinnya ma ngasih kerjaan yang banyak *pliss jangan bayangin ama kantor nyata nggak semua kayak gitu. Ternyata momen menolong cowok misteris Ray Leighton malah membuat hidup Sondra penuh drama dan terlibat masalah baru yang seru. Jadi lebih milih mana bos yang intovert atau cowok misterius tapi bermasalah ?
Waktu lihat cover awal, dikiraiin bakal nemu jenis cerita romantis pencarian jodoh yang biasa disukai. Eh bab awal udah ketemu cerita berantem pake pistol kan buat hilang mood.
Tapi karena tekad untuk menuntaskan novel yang udah dibeli supaya nggak mubazir eh malah di bab selanjutnya lebih enjoy ke alur cerita kriminalnya daripada romansanya *kepikiran buat beli novel kriminal 🤔.
Ya ala ala cerita romantis, alhamdulillah ini berakhir bahagia.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Keren. Misteri dibalut romance. Atau romance dibalut misteri. Ah sama saja lah. Intinya keren bikin nggak sabar untuk terus tahu cerita selanjutnya. Dan ini novel bener-bener seperti novel terjemahan. Suka. Keren.
Paling suka tentu saja dengan Ray. Si Pria Misterius. Dan saat uda kenal ternyata dia manis. Manis nya. Luber. Parah.
Saat Sondra yang dilamar. Aku yang histeris. Hehe.
Klimaksnya saat Sondra ngelihat Michelle dirumah Ray rasanya kayak seolah dunia runtuh seketika. Karena ternyata orang terdekatmu, sahabatmu, dia orang mengkhianatimu.
Tapi ... "Bagaimanapun kau sahabatku." Ucapan Michelle pas di penjara itu membuat ku berpikir bagaimanapun dia tetap menganggap Sondra sahabatnya. Dia tak ingin membuat Sondra sedih kalau nanti kehilangan Ray.
Terakhir endingnya perfect.
PS. Si kembar lucu banget sumpah. Jahil banget bikin gemes.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Lumayan sih. Novel lokal rasa terjemahan. Ceritanya cukup njlimet, bikin saya skip-skip di beberapa️ part karena kurang nyaman bacanya.
Karakternya gak ada yg greget sih, semua standard aja. Cuma latarnya aja yg di bagian menceritakan tempat wisata yg lumayan. Untuk ceritanya sendiri, gak ada hubungannya dengan wasiat grannynya. Saya pikir bakal romcom.
Sondra juga aneh, masa baru sebulan kenal sudah mau diajak tunangan aja. Sudah jatuh cinta aja. Gak bisa liat cogan nihhh...! Kasian Kevin sih, tapi ya namanya co gak bakal lama2 patah hatinya. Ya gak? Wkwkwk
Before 30 ini bukan cerita romance biasa, ada action & misterinya juga disana. Suka banget bacanya, karena selain dapat hiburan, juga dapat tambahan pengetahuan tentang sejarah & dunia arsitektur interior desainer.
Banyak bgt misterinya, bener2 bikin kita masuk dalam cerita yg udah dibangun, bikin kita mikir. nambah wawasan juga. dan sadar bahwa cinta itu bisa dtg kapan aja, and realize, your enemy become your friend, your best friend become your enemy :(
di bikin jatuh cinta pada sosok Kev. Ceritanya detail,unik dan begitu membaca langsung bisa masuk kedalam cerita. Pokoknya bikin baper dan senyum senyum sendiri😍 .
Too much, trlalu bnyk hal yg trjadi. Di beberapa part justru mendeskripsikan “cinta” yg terlalu mudah. Berbagai adegan pemukulan dan lain2 terkesan seperti cerita2 gangster yg klise.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Biasanya aku nggak terlalu suka lini Amore. Kenapa? Nggak tau. Nggak suka aja. Penyampaian ceritanya suka lebay, soalnya. Lalu... ah, lihat cover novel Before 30 kayak melambai2 minta dibeli. Oke, cukup. Menurutku, cover Before 30 ini lucu. Simpel. Polosan, tp justru itu sisi menariknya. Ini masalah selera, ya. Kebetulan aku suka yg polos2 hahaha. Alur nggak kubahas di sini. Nanti spoiler. Lebih baik baca sendiri aja. Yg jelas, aku suka gaya penulis bertutur. Meski pakai bahasa baku, nggak bikin acara baca jadi membosankan. Kelebihan novel ini ada di deskripsi latar dan suasana. Pembaca seolah bener2 dibawa jalan2 ke New Orleans. Penggambaran latar dan pekerjaan tokoh seolah nyata, bukan tempelan. Qoutes-nya juga keren2. Konfliknya asyik, nggak bertele2. Endingnya bikin kaget, dengan penyelesaian yg smooth. Menurutku, novel ini nggak seharusnya di lini Amore, tp masuk Metropop. Tapi, yaaaa... keputusan editor, sih.
Jadi, kalo ingin baca sesuatu yg berbobot, kusarankan baca ini. Recomended.