Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jeruk Kristal

Rate this book
Kumpulan cerita pendek dan novelet karya Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo ini membawa pembaca jauh ke masa lalu, suasana kota Jakarta, Yogya, dan keindahan tempat-tempat di Eropa, khususnya Prancis dan Belgia. Pengarang sengaja menyuguhkan romantisnya nuansa masa lalu tanpa harus terkesan jadul.

216 pages, Paperback

First published April 30, 2018

23 people are currently reading
241 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
45 (14%)
4 stars
137 (45%)
3 stars
105 (34%)
2 stars
12 (3%)
1 star
2 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 99 reviews
Profile Image for ucha (enthalpybooks) .
201 reviews3 followers
August 26, 2019
1) Baca pertama kali
Pilihan untuk membaca kumpulan cerita dan novelet ini saat libur kali ini bagi saya sangat tepat, apalagi memulainya ketika berkunjung ke Jogja. Alasan utama membeli buku ini adalah saya sudah kagum dengan Bu Rahartati sejak beliau menerjemahkan buku favorit The God of Small Things dengan gayanya yang khas. Jadi saat membaca cerita di dalamnya, serasa mendengarkan cerita dari orang yang sudah kenal lama.

Dari semua kisah yang dituliskan ini, saya seakan membaca catatan harian masa lampau tentang persahabatan, kisah cinta dan keluarga yang digambarkan dengan cerita tentang piano, membatik, menjahit ataupun kesukaan akan beringin putih. Jalinan itu berlatar belakang tempat-tempat kenangan yang berulang mulai dari Jogja, Jakarta, Paris dan Strasbourg. Sederhana dan hangat.

Yang terakhir adalah buku ini hasil perpaduan istimewa yang pernah saya baca : Seorang nenek yang menerbitkan buku dan dibuatkan ilustrasi yang apik oleh cucunya.
Manis sekali, bukan ?


2) Baca ulang untuk Piknik Pustaka Edisi 2

Piknik pustaka kali ini berbeda dari edisi perdana karena kami berkunjung langsung ke rumah penulis buku yang jadi topiknya. Minggu lalu di siang yang sama sama sekali tidak terasa panas, karena rumah Bu Tati yang rimbun dengan banyak sekali tanaman. Bu Tati menyampaikan bahwa beliau sangat terharu karena dikunjungi para pembaca bukunya, karena merasa selama ini hanya sebagai Penerjemah, dan dengan satu karya yang dihasilkan ia merasa belum bisa disebut penulis. Padahal bagi kami para pembaca, bisa bercakap-cakap langsung dengan penulis bukunya adalah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Bisa tahu apa-apa cerita di balik hasil karya jadi yang telah kami baca.⁣

Kami ber-sembilan duduk melingkar berbagi cerita tentang mengapa kami suka membaca dan apa perasaan kami setelah membaca kumpulan cerita dan novela Jeruk Kristal. Timbal baliknya adalah cerita-cerita menarik dan kadang bikin haru juga memancing tawa dari tiap judul cerpen. Keseluruhan cerita sebenarnya bukan cerita fiksi tapi terinspirasi dari kisah nyata semua, dari keluarga, pekerjaan dan sahabatnya. Berlanjut dengan kisah personal Bu Tati dari kecil hingga sekarang. Kami juga berkenalan dengan sosok di balik ilustrasi buku yang luar biasa indah, cucu beliau sendiri bernama Reinhard. Ia juga yang ternyata yang memilihkan judul dari buku ini.⁣

Pesan penting yang disampaikan Bu Tati kepada kami para pembaca gila buku adalah “Kalian boleh membaca buku, tapi ada hal lain yang lebih penting lagi yaitu mulailah : MENULIS” ⁣

Tiga jam menyenangkan dan dalam perjalanan pulang saya mengingat lagi akan hutang untuk menulis yang harus diwujudkan.⁣

Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
May 1, 2018
Laiknya kumpulan cerita lainnya, Gadis Jeruk merupakan salah satu judul cerita yang ada dalam kumpulan cerita karya Maria Antonia. Tiada ekspektasi apa pun kala mengambil buku ini dari salah satu rak toko buku. Karya kolaboratif nenek-cucu sudah menarik perhatianku melalui judul dan (terutama!) ilustrasinya.

Aku tidak menyangka akan menyukainya. Komposisi 10 cerita pendek dan 1 novela dirasa cukup. Beberapa kisah tercitra getir. Dengan balutan gaya bahasa yang manis dan liris membuat memoriku memanggil satu cerpenis senior, Budi Darma. Beberapa latar cerita di Perancis mengingatkanku pada Bloomington yang asing nan rungsing.

Saat kusebut kolaboratif, bukan nenek dan cucu yang sama-sama menulis cerita, tapi sang nenek yang menulis cerita dan sang cucu yang membuat ilustrasinya. Sayangnya, ilustrasinya tak berwarna sehingga nuansa gambarnya kurang didapat. Namun, tetap saja ilustrasinya ciamik dan khas. Satu keuntungan ilustrasinya di sini: sedikit-banyak membantu mengingat masing-masing cerita di dalam buku.

Satu lagi cerpenis yang bukunya akan kutengok dua kali. Aku amat suka cerpen berjudul "Di Halte La Rue des Écoles". Juga novelanya! Apa judul novelanya? Cari tahu sendiri!
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
June 23, 2018
Membaca Jeruk Kristal ketika mudik lebaran sangatlah tepat. Pilihan saya untuk membawa dan membacanya ketika di kampung halaman, terasa sangat pas dengan suasana yang hendak dibangun dalam cerita dengan gaya tutur sederhana ini.

Saya kenal Maria Rahartati sebagai salah satu penerjemah senior, tetapi begitu takjubnya saya ketika membaca biografi beliau yang ternyata sangat luar biasa itu.

Ketika membuka buku ini, sejatinya saya hanya berharap akan mendapati kisah-kisah yang super manis dengan tidak ditulis tingkat tinggi. Dalam bayangan saya Bu Tati akan menulis sehangat-semanis NH Dini. Dan dugaan serta ekspektasi saya tidak berlebihan. Cerita-cerita dalam buku ini ditulis dengan gaya tutur sederhana dan benar-benar mengajak kita berkunjung ke masa lalu, ke zona nostalgia.

Cerita panjang berjudul Selamat Tinggal, La Wantzenau, benar-benar telah mengingatkan saya pada bagaimana NH Dini menulis cerita. Tokoh Nanta dalam cerita ini digambarkan seorang istri yang nekat mendaftar sebagai sekretaris seorang diplomat, yang sejak awal sudah diwanti-wanti sebagai seorang lelaki mata keranjang. Tapi, di awal Nanta memang berniat bekerja, jadi diabaikanlah semua yang desas-desus ini. Kemudian kejadian itu pun terjadi. Piere dan Nanta slaing jatuh cinta, di saat terakhir Piere bertugas di Indonesia. Ahhhh, meski akhirnya kemudian Nanta punya kesempatan bertemu kembali dengan Piere dan juga Ivanka, istri Piere.

Mengapa kisah ini membawa aroma NH Dini, pertama NH Dini selalu mengangkat posisi perempuan biasa yang kemudian berkesempatan masuk di lingkarang elit. Kalau NH Dini masuk di lingkaran pramugari (baca Kemayoran) sedangkan Mbak Tati lingkungan diplomat. Kemudian perempuan biasa itu disukai oleh elit. Duuuh ini sangat manis banget.

Cerpen-cerpen lainnya sejatinya memiliki tone yang sama. Hangat, penuh nostalgia. Karena cerpen-cerpen dalam buku ini --saya rasa-- lebih mengedepankan rasa nostalgia dan melankolia,maka saya menikmatinya dengan hal itu. Paling kena memang cerpen berjudul Juffrouw Lala, kisah seorang perempuan Belanda bernama Lala yang mengajar les piano. Namun kemudian jatuh bangkrut dan miskin. Duuuh bikin hangat. Beda lagi dengan cerpen Di Halte Rue des Ecoles, ini benar-benar bikin perasaan meleleh. Orangtua memang enggak mati kalau dijadikan bahan melankoli.

Setelah merampungkan buku ini, saya rasa Mbak Tati ini termasuk generasi yang beruntung memiliki keluarga 'ningrat' yang ini juga hampir senada dengan NH Dini. Lahir di keluarga yang dihormati di masyarakat, mendapat akses pendidikan, dan dibesarkan dengan budaya priyayi agung. Kerasa sekali, mulai dari les musik, kedekatan dengan bahasa belanda dan prancis (saya ingat di salah satu seri kenangan NH Dini, berkisah tentang Sri yang dipaksa membaca buku bahasa Perancis even dia belum ngeh artinya). Kemudian itu yang kemudian memengaruhi cara pandang dan hidup selanjutnya.

Overall, Jeruk Kristal memang buku yang manis dan sangat penuh kenangan nostalgia. Terlebih dilengkapi ilustrasi dari cucu Bu Tati yang tak kalah manis. Aaah, ini konsep yang seru, kerja antara cucu-eyang yang aduhai dan manis.
Profile Image for Mia Prasetya.
403 reviews268 followers
July 2, 2018
Tidak tampil berlebihan, tidak dibuat-buat, sederhana, manis, kental dengan nostalgia. Indah, sangat indah. Apalagi ilustrasinya. Favorit saya cerita ibuku dan pot kayu beringin putih!
Profile Image for stefiereads.
393 reviews120 followers
January 6, 2021
Sejujurnya kecewa sih.

Sebenernya buku ini mulai baca taun lalu. Tapi berenti karena it was a bit boring.
A lot of the stories in here are indeed heartwarming. Simple and sweet. But I found it a bit bland.
My favourite story is Pot Kayu Beringin Putih. It's a story about a man who look at himself low and unworthy. It's kind of sad but yet sweet.
And the last story "Selamat tinggal, La Wantzenau". I had a bad feeling about the ending. So, I skipped it to the very end... and nope. That's all I can say.

I am so sad that I didn't like this book as much as I hoped for. Tapi salut buat illustrasi yang bener-bener cocok dan pas banget sama cerita-cerita disini.
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,973 followers
May 12, 2018
Ilustrasi pada sampul depannya saja sudah menggoda. Membuat penasaran seperti apa sih cerita-cerita di dalamnya.

Jeruk Kristal merupakan kumpulan cerpen dari Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo. Tidak banyak yang tahu, mungkin, karena selama ini kita hanya membaca sebatas hasil terjemahannya pada komik Asterix. Berlatar belakang mengenal beberapa kota di negeri Perancis membuat latar tempat pada cerita-ceritanya menjadi personal. Membawa pembaca pada lokasi-lokasi yang disebutkan tanpa terkesan menyombongkan diri.

Lain halnya ketika penulis menggunakan latar tempat di Indonesia seperti di Yogyakarta dan Jakarta. Meskipun tidak menggunakan keterangan waktu yang tersurat, namun pembaca sudah bisa memahami bahwa cerita-cerita tersebut ditulis di masa lampau, sebelum akhirnya diterbitkan di tahun 2018.

Yang menyenangkan dari Jeruk Kristal adalah aura yang ditawarkan oleh penulis. Meskipun berupa cerita-cerita pendek, namun penulis menghadirkan suasana yang tenang meskipun ada beberapa bagian yang sengaja dibuat mengagetkan (dalam satu noveletnya). Melalui deskripsi-deskripsi sederhananya, penulis mampu memberikan imajinasi betapa ceritanya sesungguhnya sederhana namun sarat makna. Seperti Pot Kayu Beringin Putih.

Topik yang dibahas juga beragam. Dari mencintai diri sendiri, empati dan simpati kepada sesama, hingga mengenai toleransi. Tidak bertele-tele. Tidak berat. Semuanya bisa diterima oleh pembaca dengan ringan.

Ah, dan tentu saja, setiap awal cerita selalu ada ilustrasi cantik dari cucu penulis. Meskipun ditampilkan dalam format hitam putih tetapi pembaca pasti akan suka dengan ilustrasi-ilustrasi tersebut.

Jeruk Kristal aku rasa cocok menjadi sebuah bacaan ringan di akhir pekan.
Profile Image for lilgirl &#x1f495;.
137 reviews9 followers
August 20, 2025
ku kira buku anak-anak eh ternyata buku yang bikin kita nangis kek anak-anak
Profile Image for Elsa.
3 reviews28 followers
February 23, 2022
Buku yang hangat. Buku ini terdiri dadi 10 kumpulan cerita pendek dan sebuah novelet. Ceritanya ringan, cocok buat selingan dari buku yang sekiranya berat. Ada beberapa bahasa yang bisa ditemukan di buku ini; bahasa Inggris, Prancis, dan Belanda.

Dari 10 kumpulan cerpen, aku paling suka judul Pot Kayu Beringin Putih & Pianoku. Ceritanya soal keluarga, keluarga yang hangat. Aku tertawa sepanjang membaca Pot Kayu Beringin Putih, humornya cocok denganku.

Untuk noveletnya sendiri, aku sedikit terganggu ketika membacanya. Aku merasa sakit setiap kali membaca halaman demi halamannya. Cerita soal seorang perempuan, yang juga seorang ibu, mendaftar kerja ke sebuah kantor kedutaan besar dan ia bertemu seorang lelaki Belgia-Prancis. Hanya dua bulan kebersamaan, ternyata benih cinta tumbuh di antara keduanya. Padahal, keduanya sudah punya keluarga. Ketika membaca ini, aku langsung membayangkan perasaan keluarga mereka. Sakit, tapi terpaksa aku rampungkan karena sayang aja kalau gak dibaca sampai habis hehe.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Priska Pavita.
70 reviews4 followers
July 24, 2018
Menemukan buku ini secara tidak sengaja, dan langsung membeli e-booknya untuk membaca semua ceritanya. Sebenarnya bisa diselesaikan dalam sekali duduk, tetapi terlalu sayang untuk cepat-cepat dihabiskan. Ceritanya manis-manis dan sederhana. Terasa sekali kesan keluarga Jawa yang hangat beserta prinsip-prinsip yang dianut -- yang mana coincidentally sangat sama dengan bagaimana keluarga saya membesarkan saya, yang juga membuat buku ini semakin tak ingin cepat-cepat diselesaikan. Ilustrasinya bagus sekali -- andai saja di sini bisa membeli versi paperbacknya. Overall, bintang 5 dan tentunya masuk ke dalam 'rak favorit' dengan cerita favorit "Pot Kayu Beringin Putih" dan "Di Halte La Rue Des Ecoles".
Profile Image for Sulin.
333 reviews57 followers
July 3, 2018
Manis, indah.

Rasanya kayak di suatu sore yang temaram bersama lembayung senja, duduk di beranda bercengkrama bersama yang terkasih, sambil menyesap teh melati dan makan biskuit kreker rasa lemon.

Itu yang rasakan ketika membaca buku ini, dari awal hingga selesai.
Cerita sehari-hari yang menenangkan dan membahagiakan, tidak muluk-muluk. Tidak terbang tinggi-tinggi, apa adanya tapi membekas.
Semoga Oma Tati nerbitin buku lagiiiiiii.
Profile Image for Dhik.
97 reviews18 followers
May 26, 2023
Novelet terakhir bacanya bikin stres, kesel, marah, kasihan, gusar, tidak betah, sariawan, bibir pecah-pecah, dan susah buang air besar.

Maybe affair trope is not for me at all.

Tapi cerpen sisanya bagus. Suka banget.

Cuman novelet yang terakhir aja. Ngeselin.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
August 20, 2019
** Books 93 - 2019 **

4,3 dari 5 bintang!

Ketika aku berhasil mendapatkan reservasi di acara Piknikpustaka untuk acara hari Minggu, 18 Agustus 2019 tidak lupa aku segera melakukan re-read atau membaca kembali buku yang merupakan salah satu kumcer kesukaanku yang pernah sebelumnya aku baca di tanggal 5 mei 2018. yayy! buku pertama yang aku re-read di tahun ini (maklum biasanya diriku fokus ke timbunan dan Reading Marathon dolo ye kan)

Ternyara meskipun dibaca ulang buku ini masih memberikan nafas yang sama ketika aku pertama kali membacanya di tahun 2018. apalagi habis ketemu sama penulisnya kemarin. Wahh bisa dibilang masing-masing cerita ternyata memiliki kisahnya masing-masing.

Kesukaanku tetap di hadiah pohon beringin, jeffreuw Lala dan kisah Nanta Prasetyo.. Cerita Ibuku juga menarik karena mnegisahkan seorang ibu yang memberikan wejangan mengenai filosofi membatik dan mencintai diri sendiri.. buku kumcer ini yang aku sukanya karena kuat banget deskripsi settingnya selain itu penggunaan tokoh dan kejadian yang sehari-hari disekitar kita membuat buku ini lebih menarik

sukses dan sehat selalu Madame Tati.. aku tak sabar menantikan buku terbarunya keluar nanti..

---------------------------------
** Books 71 - 2018 **

4 dari 5 bintang!

Astaga kisah-kisah didalam kumcer ini membuatku terpesona dengan bahasanya yang mengalir dan setting Parisnya yang memikat. Suka sekali dengan kisah-kisah yang latarnya Indonesia sekilas entah mengapa mengingatkanku akan tulisan Eyang Nh. Dini deskripsinya juara banget ya.. Duh sukak pake banget deh!

Masing-masing kisahnya kalo buatku malah lebih bikin sedih sih karena ceritanya dalam. setting Parisnya bikin aku pengen kesana dan penulis berhasil menghidupkan suasana kota Paris di buku ini.. juwaraa banget cari deh buku fisiknya di gramedia. Salah satu kumcer yang mesti aku koleksi tampaknya hohoho

P.s ketika melihat data pengarang pernah mengajar di Sekdilu langsung aku menanyakan ibuku ternyata Ibu Tati ini guru bahasa Perancisnya ibuku hahaha. what a small world and coincidence tjo! >__<
Profile Image for Agoes.
514 reviews37 followers
May 15, 2018
Cerita yang settingnya adalah kota di luar negeri yang dituliskan bu Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo ini bikin kita kepingin pergi ke sana, agar bisa turut melihat dan merasakan apa yang dideskripsikan dalam setiap cerpennya. Tanpa perlu disebutkan secara spesifik konteks waktu terjadinya cerita-cerita ini, kita dapat mengetahui bahwa ini tentunya terjadi di masa lampau, sebab banyak yang memicu perasaan nostalgia.

Dalam buku ini, terdapat 10 cerita pendek dan 1 novela (tidak sepanjang novel, tapi lebih panjang daripada cerpen). Mulai dari cerita pertama, saya langsung suka. Cerita pertama adalah cerita seorang mantan murid guru piano bernama Juffrow Lala, yang melihat bahwa sekarang gurunya tersebut tidak lagi hidup semakmur dulu. Membacanya membuat sedih, tapi lebih banyak nuansa haru dan melankolis rasanya.

Selanjutnya tanpa terasa saya terus-menerus membaca cerita di buku ini sampai habis. Tidak akan saya ceritakan di sini semua, supaya teman-teman yang lain tetap penasaran membacanya.

Salah satu faktor yang bikin saya tertarik mengambil buku ini dari rak buku adalah tulisan 'ilustrasi oleh cucunya'. Faktor kedekatan personal ini yang bikin ada nilai sentimentil tambahan, apalagi ternyata di dalamnya banyak sekali cerita tentang keluarga. Apalagi setelah itu saya melihat karya ilustrasi cucunya di Instagram, ternyata pewarnaannya bagus banget (yang dicetak di dalam buku adalah hitam putih, tentunya untuk menghemat biaya cetak). Kalau penasaran, bisa cek di @antonioreinhard.
Profile Image for Alfia Honey.
3 reviews
March 3, 2025
I don't really know how to feel about this book. At first, it was some kind of enjoyable short stories you would get, i like the diction, i like how the words play, i like how it captures fhe details and slightest moments from the chatacter, i like how it is tender and warm like a hug your nana will give you, like how nana tell her stories, i like how it smallest bits of movement meant and give me an exploration of a more depth empathy, i like how it goes until the novelet i read. I pretty sure am not an expert in reading and i just wanna share my process throgh the whole reading. For me, it became a more and more hard to read as i turn the pages while their affair was going. I don't like how at first it was a warm and huggable stories turn into a betrayal novelet. As the words go i find it hard to know a betrayal. It is -i know in fact- not a betrayal from a pov of a lover, i get their pov, i understand them, i even simphatize them in some way. But i still find it really hard. It's just my tender heart.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pearl.
12 reviews2 followers
January 21, 2022
Akhirnya menamatkan Jeruk Kristal setelah kembali menemukan mood baca dari tahun lalu. Cerpen-cerpen di dalam buku ini dibuat ringkas, sederhana, tidak berlebihan dan banyak sekali unsur keluarga yang hangat dan harmonis. Beberapa kali saya merasa kalau novel ini nostalgic dan kental sekali dengan kebudayaan Jawa, seperti latar tempat yang seringkali diceritakan di Jogja atau Solo. Namun untuk beberapa cerita di awal bagi saya ada yang sedikit hambar dan membosankan.

Untuk keseluruhan cerita, saya sangat menyukai cerpen yang berjudul Pot Kayu Beringin Putih dan Namanya Inka.

Buku yang indah dan cocok untuk jadi bacaan ringan, karena hubungan tokohnya yang tidak terlalu rumit dan jalan cerita yang menyenangkan. Ditambah illustrasi dari buku ini yang menambah kecantikannya. Karya yang menarik!
Profile Image for Menyojakata.
195 reviews6 followers
March 17, 2022
Berisi sepuluh cerpen dan satu novelet, buku-buku ini menyuguhkan nuansa jadul yang menghangatkan dari Yogyakarta, Jakarta, dan Perancis. Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang memanjakan mata di setiap awal cerpen. Cerita-cerita yang diusung di sini bermuara pada satu kata, kekeluargaan. Meskipun tidak semua cerpen menyoroti hubungan antarkeluarga, tetapi relasi yang ditunjukkan dalam narasi-narasi di buku ini selalu mengingatkan kita tentang kekeluargaan. Tidak hanya menghangatkan, ada juga beberapa cerpen yang membuat hati miris, Di Halte La Rue Des Ecoles salah satunya. Salah satu cerpen yang sangat membekas adalah Pot Kayu Beringin Putih dan Namanya Inka. Meskipun ditutup dengan novelet yang mungkin bagi sebagian orang premisnya sedikit mengganggu, buku ini menjadi sebuah bacaan yang sangat tepat untuk teman rehat.
Profile Image for Raven.
469 reviews39 followers
September 28, 2018
Di dalam Jeruk Kristal, ada sepuluh cerita pendek dan satu novelet. Ceritanya bersetting di Yogyakarta, Jakarta, atau negeri Eropa yang pernah dikunjungi penulisnya. Setting tahunnya: Jadoel. Mengingatkan saya pada cerita-cerita pendek yang dimuat di majalah sewaktu saya masih kecil dulu (sewaktu majalah masih menjadi bahan bacaan yang digemari). Cerita-ceritanya sederhana tapi bikin adem. Apalagi setiap judulnya diawali dengan ilustrasi cantik karya Antonio Reinhard Wisesa. Sayangnya... sepertinya layout halaman kurang diperhatikan sehingga ada beberapa ilustrasi yang fokusnya terletak tepat di batas antara kedua halaman. Faktor cetakan juga rasanya kurang mantap, mungkin karena pengubahan ilustrasi berwarna menjadi hitam-putih untuk keperluan cetak.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
Read
July 4, 2018
Cerita-cerita sederhana tapi selalu memperlihatkan cecapan pahit getirnya kehidupan. Semuanya. Seting-setingnya membuatku merasa terlempar kembali ke era 1970an atau 1980an(?). Cerpen yg paling mengguncang perasaanku Di Halte La Rue des Écoles. Ishhh... tega banget sih itu....

Yang lebih kusuka adalah ilustrasi-ilustrasinya. Cerita nenek, ilustrasi cucu. Kolaborasi yang manis sekali. Hasil gugel-gugel, dapat akun ig-nya, @/antonioreinhard. Coba cek d, cantik-cantik banget lukisannya. Yang dari buku ini juga ada. Berwarna lagiiii... 😍
Profile Image for Dhilaah.
69 reviews9 followers
October 11, 2020
Such a heartwarming short stories❤
Ga pernah cocok dengan cerpen karena aku sering dibingungkan dengan akhir cerita yang menggantung. Dengan gaya penceritaan spt itu memang membuat pembaca dpat menyimpulkan sendiri ending ceritanya (emng aku type orng yg suka disuapin kyanya 😅)

Tp beda sama cerpen dan novelet ini, dengan setting di Belgia,Paris,dan Jogja ceritanya hangat dengan kehidupan keluarga dgn akhir cerita yg tidak menerka2.
Cover dan ilustrasi gambar teduh. Seneng aja liatnya.. Rasanya spt disajikan kudapan yang sedikit tp enak nempel dilidah 😋
Profile Image for Puterica.
138 reviews21 followers
October 4, 2021
Sejujurnya, sederhana dan cantik. Beberapa cerita nggak bisa kutangkep 'nyawa' ceritanya apa, tapi kebanyakan bisa diterima dan dinikmati. Penutupnya sama sekali nggak bisa kunikmati karena nggak suka sama ceritanya. I hate the main character, I hate that Pierre guy. They're both ungrateful human.
Profile Image for grace.
165 reviews6 followers
December 23, 2022
⭐️: 4/5

jujur, aku kurang suka sama bagian terakhir yang isinya cheating trope.😞😞
Profile Image for Reyuni Adelina.
106 reviews12 followers
October 26, 2024
suka banget sama cerpen-cerpennya yang heartwarming. ilustrasinya juga cakep! satu-satunya alasan kenapa aku nggak jadi kasih empat bintang adalah novela yang memuat cerita tentang perselingkuhan. it’s a big turn off for me.
Profile Image for Agnes Bemoe.
19 reviews2 followers
April 9, 2022
Buku #13
16 Mei 2018

JERUK KRISTAL, karya Ibu Maria Antonia Rahartati Bambang

Ini kumpulan cerpen yang manis, ringan, lembut, kocak juga di sana-sini. Cerpen pertama “Juffrow Lala” langsung membuat saya ingin terus membaca. Kisah mengharukan yang ditulis dengan manis.

Saya terhenti membaca kumcer ini gara-gara peristiwa pemboman gereja di Surabaya. Entah kenapa, rasanya langsung tak bisa berbuat apa-apa.

Pagi, tgl. 16 Mei 2018, saya lanjutkan baca kumcer ini sambil menunggu janji temu dengan seseorang dari Gramedia. Tak nyana, hari itu ada serbuan di Mapolda Riau yang lokasinya kurleb 300 m dari tempat saya menunggu.

Jadi, buku ini benar-benar menemani saya memproses kejadian di sekeliling saya. Dan saya bersyukur karena buku inilah yang jadi teman saya. Sebagai teman, buku ini sangat menenangkan. Ketika di luar sana orang mencari surga dengan menciptakan neraka bagi orang lain, buku ini menawarkan “surga” buat saya dengan cerita-cerita manisnya.

Mungkin uraian di atas terlalu personal ya. Namun, secara umum, kumcer ini menawarkan kisah-kisah manusia pada umumnya, kisah-kisah ‘biasa’ kehidupan manusia, yang dikemas dalam cerita yang lembut dan sederhana.

Saya suka atmosfer ‘rumahan’ yang dimunculkan di kumcer ini. Seperti saya bilang, terasa menyejukkan.

Ilustrasi-ilustrasi manis di kumcer ini juga enak dipandangi berlama-lama. Saya hargai sekali ilustrasi itu tidak sampai ‘merampok’ cerita.

Ini adalah bacaan yang asyik yang akan saya rekomendasikan buat siapa saja yang sedang mencari bacaan yang ‘mendinginkan’.

Last but not least, proficiat Bu Taty. Cum cum! 💕
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for fara.
284 reviews43 followers
August 19, 2022
Sederhana, hangat, dan sangat biasa. Saya suka dengan 'nuansa rumahan' yang ditawarkan ketika membaca cerita-cerita pendek (dan satu novela) dalam Jeruk Kristal. Hasil kolaborasi antara nenek (menulis) dan cucu (mengilustrasikan) ini ternyata sangat epik. Latar tiap cerita yang berbeda-beda (mulai dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Prancis dan juga Belgia) membuat pembacanya seperti diajak berjalan-jalan lintas negara tiap perpindahan cerita. Cerpen yang menjadi favorit saya adalah Juffrouw Lala yang menceritakan soal perempuan Belanda pengajar les piano yang kemudian jatuh miskin dan Cerita Ibuku yang mengajarkan tokoh 'aku' soal menjadi diri sendiri (sangat filosofis dan kental akan ajaran masyarakat Jawa pada umumnya).

Saat membaca cerpen pertama dalam buku ini saya langsung merasa deja vu dengan gaya penulisannya. Mirip sekali dengan cara bercerita Lily Yulianti Farid (yang kalimatnya nggak rumit, sarat amanat dan nilai-nilai kehidupan, juga familier dengan latar ceritanya yang mengambil kota-kota di Eropa). Barangkali karena latar belakang Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo yang seorang penerjemah dan kerap bertandang ke luar negeri (bahkan mungkin tinggal dan menetap) sehingga tulisan-tulisannya memiliki vibes yang sama dengan karya indah lainnya. Secara keseluruhan, Jeruk Kristal memberikan pengalaman dan kehangatan yang nggak terlupakan pada pembacanya.
Profile Image for Debbie Sally.
131 reviews33 followers
August 24, 2018
Merasa familiar dengan sampulnya yang manis, tanpa pikir panjang saya langsung saja mengadopsi buku ini sepekan yang lalu. Buku yang terdiri dari 10 cerpen dan 1 novelet ini mengingatkan saya pada oma dan nenek saya. Cukup nostalgic. Saya benar-benar merasa terbawa ke masa lalu, khususnya ke tempat-tempat indah di Eropa yang mana merupakan keinginan terbesar saya untuk berkunjung di masa yang akan datang. Cerita dalam buku setebal 216 halaman ini merupakan cerita sederhana, tapi menyentuh. Kisah-kisahnya tidak jauh dari apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh manis, apalagi buku ini mempunyai ilustrasi-ilustrasi cantik yang dibuat oleh cucu penulis sendiri.
Profile Image for Titis Wardhana.
995 reviews14 followers
December 30, 2018
Ceritanya simpel tapi hangat. Tapi agak gimana gitu dengan novelanya. Yang kebayang bukan romantisnya, tapi pelakornya #maapkeun. Coba bayangin, suami lo critaaa mulu tentang cewe lain, trus cewe itu dateng ke rumah lo, trus kliatan jelas ada apa2nya. Kalo di sini si cewe itu uda dilabrak kayak apaan tau kali. Duh gw gagal ngeliat sisi romantisnya. Salut sama Ivanka yang super sabar. Tapi ilustrasinya memang juara.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for summerreads ✨.
110 reviews
January 26, 2021
Jeruk Kristal merupakan sekumpulan cerpen (dan cerita terakhirnya adalah novela, sih) yang tema-temanya sederhana namun terasa hangat saat dibaca. Pernah nggak sih kalian merasa hati kalian adem ketika membaca sebuah cerita? Nah, gitu kira-kira.

Rata-rata cerpen dalam buku ini temanya keluarga, ada juga tema percintaan antar pasangan.

Jeruk Kristal dibuka oleh sebuah cerpen berjudul Juffrouw Lala, sebuah cerita mengenai dilema hidup seorang guru piano. Kisah hidup sang Juffrouw diceritakan dari sudut pandang salah satu muridnya dan keluarga kecil si murid. Cukup manis dan mengharukan.

Cerita kedua berjudul Sahabat, salah satu cerpen yang paling biasa-biasa saja dalam buku ini (sekali lagi, ini selera pribadi). Yang cukup menarik adalah cerpen yang ilustrasinya dijadikan sampul buku. Judulnya "Cerita Ibuku". Kisahnya mengenai sorang anak yang ibunya berprofesi sebagai pembatik. Suatu hari, sang ibu bertanya apa yang paling diinginkan anaknya. Buku ini banyak mengambil kisah mengenai romantisme keluarga.

Sedangkan Jeruk Kristal yang sekaligus menjadi judul buku malah sebenarnya nggak se-greget itu. Cuma kisah misuh-misuh yang biasa terjadi dalam sebuah rumah tangga. Sangat biasa.

Cerpen lain yang juga menarik adalah cerpen yang berjudul "Pot Kayu Beringin Putih". Aslik, cerita ini dalem banget. Mengajarkan kita bagaimana arti bersyukur dengan segala yang sudah kita miliki :)

Cerita lainnya nggak perlu disebutkan. Cukup jadi kejutan. Tapi novela di bagian belakang yang berjudul "Selamat Tinggal, La Wantzenau" merupakan salah satu cerita yang tak kalah menarik. Satu-satunya novela. Berkisah mengenai affair seorang karyawan dengan bosnya. Diceritakan dengan sangat lembut dengan ending yang masuk akal.

Dalam Jeruk Kristal banyak sekali istilah dan percakapan dalam bahasa Belanda dan Prancis. Mungkin karena latar belakang penulisnya juga.

Selain itu, tiap cerita dilengkapi ilustrasi yang cantik, yang mewakili isi ceritanya. 12 cerita berhasil kuselesaikan dalam waktu 2 hari saja, sebab gaya penulisannya yang ringan dan tidak sulit dicerna.

Buku seharga 75.000 (ada diskon juga kalau belinya di Togamas) ini sekilas tampak seperti buku dongeng anak-anak, dikarenakan cover manisnya. Tapi sebagian besar adalah cerita dewasa, sih. Mungkin bisa juga dijadikan alternatif bacaan untuk mendongeng ke anak tapi nggak semua cerita. Juffrouw Lala, Cerita Ibuku, dan Pot Kayu Beringin Putih rasa-rasanya cocok untuk semua umur.
Profile Image for Indria  Salim.
26 reviews3 followers
May 28, 2018
Judulnya sudah mengundang kepo. Ternyata "Jeruk Kristal"nya ada di urutan ke-4 dari 11 judul cerita dalam antologi ini. Setiap judul baru, ditandai dengan dua halaman penuh ilustrasi hitam putih, yang menambah keindahan penampilan buku kumpulan 10 cerpen dan 1 novelet ini. Ada beberapa ilustrasi yang berkesan buatku, dan salah satunya persis menjadi ilustrasi judul di urutan pertama, "Juffrow Lala".

Dari 11 cerita dalam buku ini, aku baru membaca 8 judul sesuai urutan daftar isinya. Ini kisah-kisah yang kejadiannya berlatar belakang di beberapa Negara termasuk Indonesia, dalam periode sekitar dua sampai tiga dekade lalu.
Buku dengan kemasan cantik ini berisi makanan jiwa yang sarat gizi. Kisah-kisahnya unik, gaya bahasanya mengalir, dengan ungkapan-ungkapan yang belum pernah kubaca di buku lain. Kisahnya memikat, pembaca sepertiku terus dibikin kepo dan memang, ending setiap ceritanya penuh kejutan.

Aku sangat menikmati setiap kata, ungkapan, kalimat, dan makna yang tersaji -- otentik, klasik dalam arti indah, jernih, kocak, cerdas, kadang filosofis, dan inspiratif. Semua penulisannya tampak wajar, sekaligus tak terduga dan jauh dari klise.

Ada beberapa judul yang ceritanya sederhana, namun itulah daya tariknya. Kalau kuharus memberikan ulasan seimbang, ada beberapa cerita yang perlu tambah bumbu dramatis sedikit ( Ini karena agak mengesankan seperti jurnal pribadi). Cuma satu atau dua judul sih yang seperti itu, walaupun bagiku tetep saja asik dibaca. Mungkin karena tokoh dan setting cerita adalah orang-orang dengan budaya Barat, ini sedikit mengingatkanku pada sensasi yang kudapat ketika membaca "Orang-orang Bloomington" karya Budi Darma.

Tentang cerita ke-4, yaitu "Jeruk Kristal" sendiri, "voice"-nya merepresentasikan wanita zaman now alias kekinian, jadi agak berbeda dengan cerita lainnya dalam buku ini. Itu pendapat subyektifku saja. Mungkin kalau kubaca ulang dan tanpa interupsi, kesan ini bisa jadi berubah lagi.

Beruntungnya pembaca buku ini, yang melibatkan editor yang pastinya memberi sentuhan keren -- Tatyana Soebianto. Aku merasa dimanjakan oleh ilustrasi yang walau tidak berwarna, tetap indah dan membawa kita pada imajinasi tak terbatas. Bravo, Antonio Reinhard Wisesa!
Aku menunggu karya berikutnya dari Sang Penulis, Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo a.k.a Madame Asterix.
Profile Image for Maya.
209 reviews8 followers
March 10, 2022
Tolong buka lebar-lebar hatimu, Non! Bukankah itu kenyataan? Bahwa yang tersisa bagi ibumu memang tinggal masa lalu? Tega-teganya kau mengharap dia berbicara tentang masa depan!
Jeruk Kristal adalah sebuah buku kompilasi cerpen dan novelet. Cerpen-cerpennya terbilang lebih pendek daripada cerpen pada umumnya, berkisar pada konflik batin sehari-hari: perasaan jeri melihat seseorang jatuh bangkrut, perasaan bertanya-tanya tentang suami yang diam saja, perasaan tidak mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga, dll. Tidak ada konflik terbuka antartokoh. Sesuatu yang baru bagi saya.

Membaca buku ini agak mengingatkan saya pada buku kolpri saya yang berjudul Minum Teh bersama Kartini. Kedua penulisnya adalah perempuan Jawa kelahiran era kemerdekaan RI yang punya pengalaman melanglang buana Eropa. Dari kedua karya tersebut, saya mendapat gambaran tentang kehidupan kelas menengah Yogya saat itu: kepedulian pada seni--baik tradisional Jawa maupun klasik Eropa, dorongan untuk mengenyam pendidikan tinggi, kepatuhan terhadap adat-istiadat Jawa yang harus menjaga perasaan orang lain, merantau ke Jakarta atau luar negeri, dll. Bedanya, Minum Teh Bersama Kartini lebih punya magical realism.

Saya juga memerhatikan bahwa sebagian tokoh-tokoh utama dalam buku ini cenderung suka mind-reading. Maksudnya, mengharap lawan bicara bisa menangkap apa yang tidak ia katakan. Heh, ini emang pet peeve saya sih.

Noveletnya juga lebih pendek ketimbang novelet-novelet yang pernah saya baca. Waktu membacanya, saya berpikir jangan-jangan bakal kayak cerita-ceritanya NH. Dini nih: jatuh cinta sama bule saat berada dalam pernikahan yang tidak membahagiakan. Dan ternyata.....

Awalnya memilih buku ini karena sampulnya yang lucu. Lalu dijelaskan dalam buku bahwa ilustrasi sampul dan cerita dikerjakan oleh cucu penulis. Sayang banget ilustrasi dalam cerita-ceritanya dicetak hitam-putih. Padahal di instagram ilustrator ada yang berwarna, dan bagus banget.
Displaying 1 - 30 of 99 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.