Ini adalah buku ketiga Dewi Hughes yang terbit di Grasindo. Buku ini berisi cerita Dewi Hughes sejak tahun 2016. Ketika ia sakit, bahkan nyaris lumpuh karena obesitas. Titik balik terjadi ketika ia menyadari harus melakukan sesuatu untuk hidup lebih sehat. Ia melakukan #DietKenyang dan mendapatkan langsing sebagai bonus. Diet yang dilakukan juga berhasil karena ia menjalani hipnoterapi yang dilakukan kepada dirinya sendiri.
"#DietKenyang ini bisa dianggap diet spiritual tentang pengelolaan pikiran dan batin. Diet yang mengantar kita ketemu sama Allah dan ajaran kebaikan tentang menghargai diri sendiri dan makanan yang kita berikan untuk tubuh kita.
Banyak orang salah kaprah dengan kata diet. Mereka beranggapan, diet itu semuanya harus dikurang-kurangi, ditakar, dan diukur. Padahal, diet itu kan artinya pengaturan pola makan. Diet juga selalu dihubungkan dengan penurunan berat badan, padahal makan sehat itu kan untuk menutrisi sel supaya bisa beregenerasi dengan alami. Jadi, makan bukan hanya untuk mengisi perut, tapi lebih dari itu.
Dipikir-pikir, inilah bahayanya istilah diet. Jadi, saya mau coret kata 'diet'. Kalau ada tulisan #DietKenyang, coret saja kata diet itu. Tinggal kata 'kenyang'. Jadi, orang paham bahwa saya lagi program hidup sehat dengan makan sampai kenyang, tapi yang saya makan adalah makanan alami atau real food seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian dan semua yang tumbuh di Bumi Pertiwi serta disinari matahari.
Ini bukan tentang mau diet dan kurus. Ini tentang gaya hidup sehat. Langsing itu bonus."
_ Dewi Hughes dalam buku Hypnotic Diary #DietKenyang
Buku ini isinya tentang perjalanan Dewi Hughes melawan kritikan orang, dan juga penyakit yang dikarenakan overweight. Seperti yang kita tahu, mba dewi ini kan "So Big". (maaf mba dewi, bukan maksudku body shaming ya). Tapi dia berhasil melewati semua itu dengan menerapkan diet kenyang dengan memakan makanan yang murni atau tanpa olahan yang berlebihan. Misalnya, sayuran dan buah-buahan di jus atau dimakan mentah seperti salad. Dietnya tidak harus makan sedikit, mba Dewi tetap menyarankan untuk makan sampai kenyang, tapi.... makanlah makanan yang tidak diolah berlebihan alias masih murni seperti jus dan salad. :)
Btw, aku langsung cari buku Mba Dewi karena takjub lihat dia udah kurus di YouTube Channelnya dia.
Baca buku ini di iPusnas, karena sebenarnya pingin diet yang sehat. Ternyata yang ada diarynya Mba Hughes. Saya tidak berekspektasi apa-apa sebenarnya, mumpung sedang butuh bacaan ringan. Ternyata setelah baca saya dapat insight banyak! Dari bagaimana mengelola relasi dengan diri, orang lain dan Tuhan. Yang semula saya ingin kurus dengan cara sehat, saya dapat bonus dan diingatkan kembali untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Buku ini juga kembali menyadarkan saya untuk membiasakan diri mengonsumsi REAL FOOD, bukan makanan yang punya list komposisi panjang dengan segala bahan-bahan artifisial. Terima kasih cerita perjalanannya Mba,, saya menikmati membacanya 😄
Isinya tentang diary seorang Dewi Hughes yang dulunya selalu berkata Big is Beautiful.. Makan apapun yang ia suka dan sembarangan tentunya.. sampai2 ia menjadi 150 kg dan mulai mengalami yang namanya sakit2an.. Dan ia mulai sadar di.usia nya yg ke 45 tahun ini ia belum sepenuhnya Bahagia dan masi belum mencintai dirinya sungguh2.. Seringkali ia bertanya untuk apa ia dilahirkan apa tujuan ia hidup.. Sampai pada akhirnya ia menemukan kebahagiaan itu dari menjaga tubuh nya dan menjadi the best version of herself dengan makan makanan yang masi utuh dan realfood.. Sejak itu hidupnya berubah total.
Bagus banget aku suka bacanya dan sangat menginspirasi :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya punya waktu ekstra dan berkesempatan membaca buku ini hingga tuntas. Membacanya karena tak sengaja menemukan postingan mbak Dewi Hughes ngemil kurma dan jahe, hingga menemukan buku ini dan sangat inspiratif. Saya jadi termotivasi untuk mengikuti gaya hidup sehatnya. Membaca bukunya sungguh asyik, saya seperti mendengar suara renyah mbak Dewi. Terpenting, buku ini selain bermanfaat tentu baik dibaca bagi kita yang menginginkan gaya hidup lebih sehat dan bahagia.
buku yang sangat menginspirasi bagi mereka yang ingin menerapkan pola hidup lebih sehat dengan makan makanan real dan bukan olahan. selain itu di sini juga dewi hughes menekankan kalau dietkenyang itu bukan hanya tidak makan nasi dan makan makanan beneran tapi juga harus diikuti dengan hypnoterapi sehingga kita bisa mengendalikan diri dan merasa bahagia
Waktu baca ini semangat menggebu-gebu. Pengen diet dan menerapkan dietnya. Tapi lagi-lagi kalah sama diri sendiri. Ngelist hutang baca dan ingat buku ini sudah selesai dibaca, jadi semangat lagi. Belum baca yang Cooking Therapy, jadi penasaran baca buku resep tentang hypnotherapy.
"Kebahagiaan, kepuasan, dan penghargaan diri itu harus dimulai dengan menghargai dan mencintai diri sendiri dulu. Dicintai orang lain itu adalah bonus dari sikap kita yang penuh welas asih sama diri sendiri."
Buku ini merupakan diary perjalan hidup Dewi Hughes. Lebih ke asal muasalnya kenapa dia melakukan diet kenyang dengan makan buah, sayur dan makan makanan real food. Dan bagaimana dia awalnya menemukan ide diet kenyang ini, dan slimming hypnotherapy.
Real food adalah semua makana yang natural, jadi real, asli, tidak pakai diproses, tidak dikalengin, tidak dimasak berulang-ulang.
Banyak yang salah kaprah dengan kata diet. Mereka beranggapan, diet itu semuanya harus dikurang-kurangi, diukur, dan ditakar. Padahal diet itukan artinya pengaturan pola makan.
Diet juga selalu dihunungkan dengan penurunan berat badan, padahal makan sehat itukan untuk menutrisi sel supaya bisa beregenerasi dengan alami. Jadi, makan bukan hanya untuk mengisi perut, tapi lebih dari itu.