Wajahnya yang putih pucat berkata, “ibuku, ibuku!” Wahai anak yang polos! Aku serahkan dirimu kepada Allah. Semoga Tuhan memberimu kebahagiaan dan keberkahan. Jangan sedih karena ditinggal ibumu. Hatiku berucap, Muhammad…Muhammad Ia menatapku. Tangannya yang putih beraroma mawar berada di tanganku. ”Ibuku!” serunya. ”Ibuku!” Rasa rindu pada kalbuku bergejolak. Berpisah dengannya, ya Allah, seperti menanggung serpihan api kerinduan.
Begitulah episode kepiluan dalam sejarah kehidupan Nabi kita yang mulia, Muhammad. Novel ini berkisah tentang bunda sang Nabi, Aminah binti Wuhaib. Tak hanya itu, episode-episode menarik lainnya dalam sejarah awal kehidupan Rasulullah juga hadir dalam novel ini.
Yıllardır dinlediğimiz, okuduğumuz şeyler bu kadar güzel mi anlatılır Nuriye Çeleğen. O duygulu diline her kitabında hayran kaldım. Hele son bölüm, hıçkırıklara boğuldum nerdeyse. Ülfet perdesi altında paslanmış duygularıma cila çektin sanki. Kalemine, yüreğine sağlık...
Tatkala kebahagiaan baru betunas dalam kehidupan Aminah, tetiba berganti kepiluan. Abdullah, sang suami dipanggil oleh Yang Maha Kuasa di saat beliau tengah mengandung sang Nabi terakhir Muhammad SAW. Episode bahagia dan kepiluan silih berganti menerpa kehidupan Aminah pun masa kecil Rasulullah Muhammad SAW. . Kisah keluarga Rasulullah sudah menjadi hal wajib bagi kaum muslim untuk diketahui dan diteladani. Buku ini kembali membawa memori saya menelisik ulang kehidupan Ibunda Aminah dan masa-masa kecil Rasulullah. Setelah membaca kisah ini ada beberapa bagian kisah yang juga menambah pengetahuan saya. Salah satunya Ibunda Aminah selalu mendapatkan kunjungan para Nabi dan Rasul terdahulu di dalam mimpinya setiap bulan kehamilannya bertambah. Masyaa Allaah, Tabaarakallaah. . Selain Ibunda Aminah, terdapat pula Tokoh Halimah, ibunda susu sang Rasul Muhammad SAW yang menceritakan Muhammad Sang Cahaya berikut dengan berkah dan kemuliaan yang dimiliki pada masa kecilnya. Muhammad memang sudah tampak berbeda dari anak-anak lainnya sejak ia lahir. Dari tanda fisik, masa pertumbuhan serta Irhasah (kejadian-kejadian luar biasa) yang menyertainya. . Buku yang menguras emosi ini menyiratkan nilai-nilai cinta, kesabaran, keikhlasan dan kekhusyukan yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
"Hati yang ikhlas meninggalkan keinginan menuntut. Ketika kita menerima apa yang diberikan Tuhan, Rahmat akan tiba dengan segera" (Hal. 195).