10 tahun berlalu, di usia ke-26 Iluka masih trauma dan divonis mengidap phobia disentuh atau lebih dikenal haphephobia.
Iluka selalu menutup diri. Dia tidak mau berdekatan apalagi bersentuhan dengan siapa pun walau dengan rekan kantornya.
Sayangnya, kehidupan damai Iluka runtuh saat Neo Erlando, atasannya tahu tentang phobia Iluka. Sengaja, Neo selalu cari cara untuk menyentuh Iluka bahkan membuat wanita itu pingsan berkali-kali karena perbuatan usilnya.
Lihat kovernya, lihat blurbnya, lihat jumlah halamannya... lumayan tipis dan jebolan Wattpad. Hm, sesuatu yang enggak biasa. Saya pernah baca My Devil Butler karya penulis satu ini waktu masih aktif jadi pembaca di Wattpad. QN termasuk penulis yang punya bakat dan rada sadis ke tokoh-tokoh ceritanya.
Baca bab pertama, saya geleng-geleng dengan kelakuan kekanakan Neo. Dia udah tahu Iluka punya fobia terhadap sentuhan, tapi justru sengaja nyentuh Iluka sampai pingsan. Sangat enggak mencerminkan laki-laki berusia tiga puluhan yang digambarkan super serius saat bekerja.
"Kalau mau dilecehin, setidaknya kamu harus punya sesuatu yang bikin orang lain tertarik buat lecehin kamu. Kamu sadar tampang kamu sebiasa apa? Atau dada kamu sedatar apa? Atau bokong kamu yang terlalu tepos untuk dianggap bokong perempuan?"
Boleh lakuin body shaming asal ganteng, boleh berengsek asal kaya, boleh dominan asal CEO. Saya langsung mengernyit ngeri waktu Neo menghina Iluka setelah nge-trigger fobianya. Sampai saat itu, saya enggak yakin dia bos besar perusahaan mengingat attitude-nya ke karyawan enggak ada bagus-bagusnya. Apa salah Iluka sama dia? Iluka enggak ngapa-ngapain Neo, kenapa Neo sebejat itu sama Iluka?
Oh, ini kan cuma fiksi. Ya, saya tahu. But it's too much.
"Ocehan kamu barusan bisa saya tuntut. Saya akan tuntut kamu 200 juta karena tuduhan pencemaran nama baik!" ancam Neo tidak berhenti di sana. Semakin membungkuk ketika Iluka berusaha mundur. "Jangan-jangan kamu justru sengaja pura-pura pingsan biar saya gendong lagi?"
Ini... laki... model... apaan?
"... Perusahaan kita adalah perusahaan ternama. Pabrik yang memproduksi wadah kosmetik terbesar dengan kualitas terbaik. Kalau kamu dipecat dengan tidak hormat, saya bisa jamin... nggak akan ada perusahaan besar yang mau terima kamu lagi."
Power abuse.
"Dan kamu baru saja menuduh saya, Neo Erlando, pria tampan, muda, kaya, dan pemimpin dari Erlando Group sebagai orang mesum. Kamu tahu? Setidaknya setiap bulan saya didampingi seorang aktris cantik yang berbeda-beda. Kenapa saya harus melakukan hal tidak senonoh pada tubuh kamu yang serba minus itu?"
Narsis.
"Ini pertama kalinya ada perempuan yang justru tidak senang saya sentuh. Kebanyakan dari mereka bersikap murahan bahkan berani menggadai tubuh menjijikan mereka di depan saya. Basi." Neo mengibaskan tangannya meremehkan. "Gimana kalau kamu jadi pacar saya aja?"
Girl, dia remehin kamu. Lari sejauh-jauhnya, Iluka. You're not that stupid, aren't you?
Fobia Iluka menghilang. Selama Neo yang menyentuhnya, tidak ada perasaan aneh yang timbul membuat paranoid. Neo tahu cara melumpuhkannya, setelah sepuluh tahun, akhirnya ada seseorang yang bisa Iluka sentuh tanpa rasa takut
Oke, saya wajib nata ulang otak saya yang tercecer. Iluka fobia disentuh karena pernah hampir diperkaos mantan pacarnya. Kedatangan Neo di hidupnya yang bertekad menghancurkan semua wanita di muka bumi mengubah dunia Iluka. Diksi dalam novel ini mendayu-dayu dan ala-ala romansa, mendeskripsikan tiap momen singgungan mereka.
Astaga, karakter antagonisnya Neo beneran enggak masuk akal buat saya. Belum lagi kelakuan kekanakannya dan karakter over power-nya. Ya Gusti, kenapa sih kebanyakan penulis suka sekali membuat atribut male lead tanpa cela? Tampan, berkuasa, CEO perusahaan besar, dan suka muncul di depan heroine tanpa kenal waktu. Udah kayak penguntit profesional aja. Belum lagi sikap kekanakan dan enggak masuk akalnya.
Herannya lagi, si heroine jatuh cinta walaupun tahu perangai buruk si male lead. Kiamat besok kayaknya kalau semua cewek macem Iluka. Bukannya saya enggak menghargai luka batin Neo dan Iluka yang disebut-sebut saling melengkapi, tapi mereka itu terlalu... asdfghjkl.
Gengsi, kejadian klise, love-hate relationship, jatuh cinta tanpa sadar, saling melengkapi, terluka, patah hati, dan bahagia selamanya. Premisnya sederhana, tapi teknik olahnya butuh diperhatikan lagi. Ini kayak bukan cerita tentang dua orang dewasa. Toxic, abuse, body shaming merajalela.
Not my cup of tea! Apa pesannya? Setiap orang punya luka bahkan yang kelihatan sering senyum sekalipun. Kita hanya butuh orang yang tepat supaya bisa berdamai sama masa lalu. Jodoh barangkali orang yang kamu benci. Batas benci dan cinta itu setipis benang, makanya wajib jaga hati.
Apakah layak dibaca? Kalau kamu penyuka hal-hal yang sudah saya sebutkan tadi, novel ini cocok buat kamu. Good job buat penulisnya!
This entire review has been hidden because of spoilers.
🌸 Yang paling I tekankan disini adalah masalah kepenulisan. . . 1. Penggunaan istilah di novel ini masih kurang tepat. Misalnya dihalaman 3 - paragraph 4. Ada penggunaan kata "Akut".... ---> "..... sudah mencapai titik akut yang bisa membuat pingsan....." Dari kalimatnya itu prefer ke tingkat keparahan.... . . (!) Akut dan Kronis bukan indikasi keparahan. .
AKUT : MENDADAK, TIBA-TIBA, KONDISI MEMBURUK DENGAN CEPAT. . . KRONIS : LAMBAT, PROGRESIF, BERTAHAP, BERLANGSUNG DALAM WAKTU LAMA. . Jadi bisa dibilang kalau kedua istilah itu digunakan untuk membedakan waktu terserangnya penyakit. Kronis digunakan untuk sakit yang sudah cukup lama/ menahun, sementara akut digunakan untuk sakit yang datangnya secara tiba-tiba. .
. . Jadi memurut I, kata akut cukup di ganti dengan "terparah" . . . 2. Penggunaan istilah "Si Sulung Erlando"..... Cukup 1 kali saja jangan berulang-ulang.... Itu mengganggu sekali. . . 🌸 Segi Cerita. . . 1. Novel ini tuh sebenarnya ceritanya buat I tuh bagus.... Apalagi kalau di kembangkan di beberapa bagian, misal.... Bagian Neo dan Ibunya di perkuat. . . 2. Chemistry para tokohnya juga dapet.... Interaksi mereka juga hidup.... . . 3. Rasanya I baca novel ini, antara mau ketawa dan nangis. . .
🌸 Point Plus. . . Cover dan layoutnya cucokkkl banget ❤❤❤. Kualitas kertasnya juga OK! . . Ok cukup... . . Mohon maaf kalau ada kata" yang menyinggung & thank you. .
Haphephobia, cerita tentang bos dan karyawannya.. Latar cerita yang paling gue suka dan nggak pernah bosen buat gue baca..
Mungkin karena bos dan mantan bos gue kayak tokoh" di novel" itu kali ya.. hahahhaha..
Oke kembali ke review haphephobia..
Ceritanya bagus, banget.. awalnya memang kurang sreg sama cara jailin Neo ke Iluka.. kurang greget sebenernya, tapi menurut gue wajar penulis membuat hanya seperti itu mengingat pemeran utama wanitanya mengidap phobia..
Karakter Iluka kuat, suka sama cara dia membaca pikiran Neo sampai bikin si Neo bener-bener "jatuh cinta" sama dia bahkan sejatuh-jatuhnya..
Menjelang ending, sumpah baper banget.. nggak nyangka phobia bisa segitunya.. sesakit itu, segila itu efeknya kalau tersakiti lagi.. penulis sukses bikin gue berlinang air mata.. baper banget..
Bintang 5, memang cocok buat novel ini.. semua pas sesuai porsi.. karena covernya bagus banget bikin kita tertarik buat baca, ceritanya menarik, typo kayaknya nggak ada.. ending juga bagus..
Suka, dan kayaknya bakalan gue baca lagi ini novel..
Buku yang habis kubaca sekali duduk, selesai hanya dalan waktu semalam. suka dengan ide ceritanya, dan lumayan terhibur dengan humor interaksi Iluka dan Neo. Tapi endingnya terlalu drama. Karakter Neo menjadi overdramatic dan terasa kurang cocok.
Sukaaaaaaaa banget sama novel ini.. Dari mulai muncul di wattpad baru 7 bagian, aku tungguin sampe setahun lebih baru rampung dan dengan ending yg ngegantung 😔.. Pas tau dibukukan semangat banget.. Dan pas baca yg versi novel nya.. WOW.... Masih bikin nangis kejer pas menjelang ending, dan ending yg menurut ku sdh pas. Tp kalau boleh jujur aku masih ingin sih cerita pas menjelang endingnya itu agak di perpanjang lagi karena ekspetasi dari masih di wattpad tinggi sih utk penjelasan ending nya.. . . Pokoknya ini rekomen banget.. Aku sampe gak bosan udah 6x baca ulang.. Belum pernah ada novel yg aku baca ulang2 selain ini.. . . Good jod