Pernahkah Kalian kecewa dengan layanan usaha tertentu dan memutuskan tidak menggunakan jasa mereka lagi meski usaha itu cukup terkenal? Atau, pernahkah Anda memuji-muji layanan restoran kecil karena memberikan makanan ringan gratis sembari menunggu pesanan Kalian tiba? Jawabannya mungkin ’’ya’’, atau bahkan ’’sering’’.
Kualitas layanan penting bagi kesuksesan suatu industri baik industri barang maupun perusahaan jasa. Contoh pentingnya layanan bagi industri barang adalah layanan pengaduan konsumen. Pembeli A mengeluh karena produk yang dibelinya telah berjamur meskipun belum melewati masa kadaluarsa. Bila perusahaan itu tidak sigap, ia tidak hanya kehilangan satu pelanggan melainkan calon-calon pelanggan lainnya yang mendengar atau mengetahui dari media massa yang memuat keluhan itu.
Sedangkan contoh layanan di perusahaan jasa seperti cara salon menghadapi klien yang hendak mewarnai rambutnya. Mulai dari cara menyambut klien, konsultasi warna rambut yang sesuai hingga proses setelah pewarnaan dinilai langsung oleh klien tersebut. Bila ada yang cacat di salah satu proses itu, klien akan tidak kembali ke salon tersebut. Yang lebih buruk lagi, ia akan menyebarkan keburukan salon itu ke teman-temannya. Apalagi, sekarang bermunculan milis, forum dan blog pribadi yang isinya kadang menjatuhkan atau merekomendasikan usaha tertentu. Pembaca milis, forum atau blog itu tidak hanya satu dua orang melainkan netizen yang tersebar di seluruh belahan dunia.
Nah, buku karya John Tschohl ini mengupas cara pemulihan layanan, bagaimana mengubah pelanggan yang kecewa menjadi pelanggan yang puas dan setia. John menawarkan sejumlah ide yang dapat digunakan untuk mengubah pelanggan menjadi selalu memuji-muji Anda di depan siapa pun dalam waktu 60 detik atau kurang.
Di awal buku John menjelaskan arti dari pemulihan layanan, yaitu membuat pelanggan Kalian kembali tersenyum setelah Anda menciptakan kekacauan. Bagi John, pemulihan layanan lebih bermakna dan efektif daripada sekedar ucapan maaf. Kalian harus meminta maaf, bertanggung jawab atas ketidaknyamanan dan memberikan sesuatu yang bernilai kepada pelanggan sebagai pengganti.
John memberi contoh penjaga toko buku. Seharusnya ia diberi wewenang untuk berkata,’’Kami mohon maaf. Kesalahan ada di pihak kami dan sebagai ucapan maaf kami akan memberi Anda sebuah buku gratis.’’ Apa yang terjadi? Pembeli tadi akan menerima permintaan maaf itu dan bercerita dengan bahagia kepada keluarga dan teman-temannya tentang indahnya layanan yang ia terima dari toko buku tadi.
Setelah pembukaan tentang definisi pemulihan layanan, John mengajarkan cara melakukannya, menunjukkan perusahaan yang jago dan membocorkan trik dan tips yang digunakan perusahaan terkenal untuk merebut hati pelanggan. Ide-ide yang ditawarkan tidak muluk-muluk dan bisa diterapkan di perusahaan kecil maupun kelas dunia.
Dengan metode penulisan yang runtut dan gaya bahasa yang mudah dicerna, Kalian tidak akan merasa digurui.
Ulasan sebelumnya di dewipuspasari.net