Jump to ratings and reviews
Rate this book

Taujih Ruhiyah

Rate this book
5 people are currently reading
27 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (72%)
4 stars
2 (18%)
3 stars
1 (9%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Yustidara Fauziah.
6 reviews
November 18, 2011
Kadang, karena satu atau lain hal tiba-tiba ada perubahan drastis di ruhiyah...
shalat tak lagi bersemangat berjamaah di awal waktu, qiyamul lail melemah atau bahkan hilang total.
ada saatnya.. hati merasa kering..
susah rasanya air mata mengalir, ziarah kubur tak membuat ingat akan kematian..
tilawah berasa hambar..
tak menghayati apa yang dibaca..
hingga akhirnya, terbesit tanya..khusyuk, kemanakah khusyuk itu pergi?


Kata khusyuk berasal dari khasya’ yakhsyu’ khusyu’an yang artinya memusatkan segala ruh hati dan pikiran..

Khusyuk ialah merasakan keagungan Allah dan kekuasaanNYa saat berdiri di hadapanNya, juga mengakui seluruh nikmat yang Dia berikan dan tidak dapat dihitung, karena saking banyaknya. Juga ingat kelalaian dalam mengelola kenikmatan yang didapat dariNYa..
sikap seperti ini membuat kita malu dan hati tunduk kepadaNya secara perlahan.
Hati berada di puncak ketundukan saat seseorang ingat maksiat-maksiat yang pernah ia lakukan, ingat kelalaian dirinya terhadap rahmat dan kasih sayang Allah..
saat itu hati menjadi khusyuk dan organ tubuh selalu sadar.

sedang khusyuk palsu, maka itulah khusyuk kemunafikan menurut ibnu al Qayyim..
ia berkata, "organ tubuh terlihat mengerjakan hal-hal yang dipaksakan dan hati kita tidak khusyuk."
Tubuh terlihat khusyuk, tapi hati tidak khusyuk..


khusyuk bukanlah menundukkan kepala, berjalan pelan, atau merendahkan suara.
khusyuk itu di hati..
Umar bin Khathab RA melihat seorang membungkuk saat shalat, lalu Umar Ibn Khaththab berkata, "Angkat lehermu.Khusyuk itu bukan di leher, namun di hati."

...
tulisan di atas diadaptasi dari buku Taujih Ruhiyah, Abdul Hamid Al Bilali..dari subbab "khusyuk yang tiada lagi"

Buku ini pas banget untuk melejitkan semangat mengejar akhirat dan obat yang menguatkan jiwa-jiwanya yang tadinya layu hingga nyaris mati, akibat mementingkan dunia dibanding akhirat..

agar kita semua dapat merasakan oase-oase iman, yang menyucikan, mengembangkan dan menyuburkan jiwa..
begitu nikmat air tawarnya, bersih dari kotoran dan ilusi, jauh dari berlebih-lebihan....

Buku ini terdiri dari beberapa bab, yang masing-masing diantaranya saling terkait dan membimbing pembaca dari awal hingga akhir tentang pelejitan ruhiyah..
Abdul Hamid Al-Bilali meramu buku ini dengan ayat-ayat al Qur'an sebagai dalil, tak lupa hadits juga cuplikan-cuplikan sirah nabawiyah dan para sahabat dan generasi salf yang sangat luar biasa..
bahasanya pun dirasa pas..membangkitkan semangat dan menabur ketenangan..
---
semoga qta semuaa termasuk dalam golongan orang-orang yang dapat merasakan oase iman itu..ter-terbiyah di atas tarbiyah..
yang selalu khusyuk padaNya di setiap saat..menundukkan hati hanya padaNya..dan selalu merasa tak kenyang dengan firmanNya..

Utsman bin Affan RA berkata,"jika hati kalian bersih, kalian tidak merasa kenyang dengan firman Allah"
--
Profile Image for Muhammad Radhi.
4 reviews2 followers
December 9, 2010
Karya menceritakan pesan - pesan spiritual perjenih hati yang penting dalam beriman kepada ALLAH..
kena baca buku..tapi bukan sekali , berulang2 kali untuk hati kita yang selalu leka dan lali kepada ALLAH..dapatkan segera!!
6 reviews4 followers
Currently reading
June 16, 2009
menambah energi rohani
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.