Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rival

Rate this book
Gara-gara ketahuan melakukan kegiatan ilegal di sekolah, Dipa dan Eda dihukum oleh Kepala Sekolah. Berawal dari hukuman itu, mereka justru menemukan satu kejutan besar, harta karun yang bernilai 100 juta rupiah! Sayangnya, Kepala Sekolah langsung menyita rezeki nomplok itu setelah Dipa dan Ega berebut kepemilikan. Lagi pula, uang sebanyak itu untuk anak SMA, mau buat apa?

Dipa dan Eda yang nggak ikhlas pun berkompetisi merebut kembali apa yang menurut mereka jadi haknya. Rencana-rencana ajaib yang mereka susun tidak hanya membawa dua anak nekat itu pada situasi-situasi menegangkan, tetapi juga perlahan menguak rahasia hidup mereka masing-masing. Hingga sampai pada satu titik, timbul pertanyaan di hati mereka, “Apa benar kita sebatas rival aja?”

288 pages, Paperback

First published April 1, 2018

2 people are currently reading
21 people want to read

About the author

Feli Surya

6 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (33%)
4 stars
19 (39%)
3 stars
8 (16%)
2 stars
4 (8%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
June 2, 2018
"Ketulusan seseorang terlihat dari mata yang berbicara lebih dalam daripada sekadar kata-kata dari mulutnya." - hal.261

Aku, aku jatuh cinta sama buku ini! Berlebihan? Enggak kok. Aku serius hahaha... Walaupun buku ini sebelumnya udah pernah di publish di wattpad, tapi percayalah ini bukan sekadar novel remaja dengan sejuta drama lebay.

Novel ini bukan sekadar cerita cinta remaja yang berlebihan. Malah menurut aku "cinta" di sini bener-bener kayak cuma—bumbu—pelengkap aja :) Di sini lebih banyak pengetahuan dan pelajaran hidup. Tentunya dengan pembawaan penulis yang asyik, setiap kalimatnya jadi nyaman banget buat dibaca.

Tokoh favoritku di sini sih, Dipa pastinya wkwk Oke, walaupun dia anak panti asuhan, semangatnya tuh boleh banget diacungi jempol :) Aku sukak sama karakter Dipa. Dia itu tipe-tipe cowok pinter gitu keliatannya hehe

Selain itu, aku juga suka sama covernya, simple banget tapi bener-bener menggambarkan ceritanya. Toples kopi. Hahaha iya, berawal dari toples topi semuanya bermula 😁 Ah ya sampe lupa, di dalemnya pun ada ilustrasi Dipa dan Eda yang menurutku itu lucu bangettt loh serius.

Tenang aja, buat kalian yang suka baca buku berbau humor dan santai. Pas banget deh. Rival ini ada sisi humor, sedih, seneng, gondok, aisshh semuanya komplit deh 👏

Kalau ditanya aku mewek apa enggak pas baca ini? Jawabannya, IYA! Ada bagian di mana itu bener-bener bikin mewek dan nyesek :') Langsung nyesss di hati, seperti tertyusuq :v Ah pokoknya kalian harus baca ini.

Uhm pokoknya buat yang udah pernah baca di wattpad pun kayaknya harus beli deh, soalnya di buku fisiknya lebih lengkap 😍 Semua teka-tekinya terjawab dengan mulus.

Ah udah deh, bawel banget akunya wkwk Pokoknya ini novel recommended banget sih :) Eits jangan lupa banyak-banyak nonton berita, biar pinter kayak Dipa! 😜
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
March 6, 2022
First, aku mau minta maaf sebelumnya dengan penulis. Buku ini mungkin memang bukan cangkirku dari awal, jadi ulasannya mungkin agak nyelekit karena memang itu yang aku rasakan dari awal. Dan, dipastikan akan mengandung spoiler.

Saat membaca blurb, aku sudah berekspektasi akan mendapat romansa anak SMA yang kompleks dan nggak sekadar, "Hai, gue suka sama lo!", karena dua karakter utamanya, Dipa dan Eda, berhasil memenangkan hadiah 100 juta dan mereka bersaing soal kepemilikan penuh. Kalau setelahnya mereka malah berakhir jadian, sepertinya akan tambah menarik. Itulah yang membuatku memutuskan membaca buku ini.

Berlanjut ke prolog lalu ke bab-bab lain, aku mulai bersimpati pada dua karakter utamanya. I love both them, terutama family background mereka. Dengan latar seperti itu, kupikir cukuplah menumbuhkan emosi pembaca naik. Alasan mereka ngotot sekali supaya bisa merebut kembali hadiah 100 juta dari tangan kepsek itu pun sebenarnya sudah bisa membuatku merasa emosional, tapi ternyata enggak. I'm sorry, writer-nim, tapi emosi di buku ini flat banget. Pace-nya juga terlalu cepat. Aku bukannya tidak menikmati pace cepat, suka malah, tapi di sini kecepatannya malah bikin greget, haha. Banyak guyonan yang jayus, agak garing, dan tidak pada tempatnya (maaf lagi writer-nim), serta aku merasa penulis lebih menekankan ke masalah percintaan mereka, like cara Eda blushing, Dipa salah tingkah.

Lalu, kata "rival" yang jadi kunci dalam buku ini malah dapat porsi sedikit. Saat stoplesnya disita kepsek, mereka sudah langsung kerja sama. Sekali lagi, aku kecewa karena berpikir akan mendapat persaingan ketat antara dua orang yang menginginkan uang tersebut. Buku ini masih punya potensi lebih yang bisa digali, terutama di bagian konflik.

Masuk ke bagian puncak, saat Eda mempertemukan Dipa dengan ibunya. Kecewa, lagi. I mean, Dipa memang seharusnya marah sama ibunya, dan sama Eda karena sudah berani mencampuri urusan pribadinya. Lebih kejamnya, sih, Eda kayak mengasihani Dipa. Tapi sepertinya Dipa oke-oke saja dengan hal itu malah memaafkan Eda, hmm. Oh iya, kalau dari awal Dipa bakal marah ke ibunya karena udah ninggalin dia gitu aja sejak bayi, kenapa dia harus mengikuti setiap siaran ibunya saat bertugas? Apalagi Dipa kelihatan girang banget di-notice di Instagram, hmm. Banyak detail yang harusnya bisa diganti dengan pendalaman emosi. Astaga, muter-muter terus ulasanku 🤧 yah, intinya emosinya kurang greget atau malah blas nggak nge-feel.

Maaf (lagi, ke 1000 kalinya, writer-nim), aku harus kasih 2 bintang aja. Mungkin lain kali bakal baca karya penulis yang lain :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,358 reviews43 followers
February 6, 2020
Bukan termasuk cerita BWM 2017 yang saya ikuti di wattpad dulu. Jadi memang baru tahu cerita ini. Kisah anak SMA, biasa sih, tadinya berseteru, lalu jadi suka.

Beberapa cerita lain yang saya baca itu, perjalanan dari benci jadi cinta itu ada aja halangannya. Ya keluarga, sahabat dekat, atau pihak subjek cinta ketiga. Di buku ini... Nggak ada. Lancar jaya, bahkan pihak sekolah yang sempat jadi musuh bersama.

Konflik pendamping sih ada, yaitu latar belakang keluarga, baik keluarga Eda tokoh utama perempuan, maupun keluarga yang hilang dari Dipa sang tokoh cowok. Hanya urusan keluarga ini beda jalur, tidak saling berbenturan. Sedikit hal yang aneh, waktu dengan mudahnya Eda yang anak SMA biasa mendapat tanggapan positif dari Laras yang hitungannya selebriti layar kaca lewat pesan di Instagram. Juga, adegan penangkapan maling malam-malam di sekolah Eda dan Dipa yang sama sekali tidak membuat polisi tampak merasa perlu menghubungi siapapun pihak
berwenang sekolah pada saat kejadian.

Gitu deh. Ada sedikit bumbu latar masa pergerakan reformasi yang maunya diromantisasi, tapi nggak berat kok. Udah lewat. Apalagi kan sekarang ini kita tahu #reformasidikorupsi #eh

Tambahin ah: jaduler kayak saya yang sempat nonton "Rumah Masa Depan" di TVRI dulu, mungkin ingat tokoh legendaris Sangaji. Dia anak yatim, putus sekolah, dan berjualan buku dan majalah bekas di pasar. Dari situ dia malah jadi berpengetahuan luas dan menang lomba cerdas cermat desa. Nah, cara Dipa juga bisa pandai dan juara juga mirip, dengan dia rajin nonton siaran berita di tivi (walau modusnya itu nonton penyiar tertentu). Sayang banget zaman now sungguh nggak ada siaran berita informatif di tivi yang berbobot dan ditonton rutin jutaan orang tiap malam macam Dunia dalam Berita dulu kala.
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
September 4, 2021
Kalo boleh jujur, tulisan bawah judul agak misleading.

Buku teenlit yang ringan dan kocak, dimana kekocakannya mayoritas diletakkan di tempat yang tepat dan ga lebay namun kehitung gokil. Kenapa aku bilang mayoritas? Ada satu yang menurutku salah tempat walau ya kuakui lucu.

Kemistri antara Eda dan Dipa terbangun dengan baik dan lucu (dasar toples!), kisah cinta mereka juga ga maksa dan ga banyak drama yang ganggu (selain drama...toples). Jadi buat kalian yang benci sama trope cinta segitiga dan cinta instan... Bisa banget aku rekomendasikan.

Nilai lainnya, yang berhubungan dengan hubungan anak-ortu disampaikan dengan oke juga. Cukup ngena. Ow.

Oh iya, di awal aku ngerasa ada yang misleading... Soalnya aku ga ngerasa mereka bersaing kaya gitu deh? Baca sendiri sana biar tau arti rival disini WKWK
46 reviews2 followers
February 4, 2019
Plotnya saya suka banget, unik dan bisa diceritakan oleh penulis dengan manis. Banyak part yang bikin senyum senyum sendiri keinget lugunya pdkt ala SMA. Celetukan-celetukannya bikin ketawa sendiri. Konfliknya ga datar, tapi ga bikin emosi naik turun juga. Bacaan yang ringan dan cukup menghibur, rekomen buat yang ga pengen mikir berat berat
Profile Image for yass.
19 reviews2 followers
March 18, 2021
"Lo mau tahu supaya bisa terus semangat?
Selalu bersyukur dan berserah."


Mungkin novel ini termasuk jejeran novel remaja favorit. Aku suka gaya penulis ringan ngalir gitu, ceritanya khas remaja banget konfliknya ga lebay tokohnya" bikin ngakak dan hidup. Tidak hanya menceritakan kisah cinta dua remaja, tapi juga banyak pesan moral dapat kita jadikan pelajaran.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,469 reviews73 followers
October 27, 2018
It's an enjoyable quick read. Gaya nulisnya sederhana tapi penuh kejutan manis dan menggelitik. Mungkin ini contoh sempurna cerita yang "bagus meski nggak mengandung twist yang berbelit."

Review lebih lengkap insyaallah nyusul yaw.
Profile Image for Lovina Wijaya.
80 reviews
April 26, 2021
Buku ini mengingatkan saya dengan rival saya. Tapi bedanya di sini happy end, kalau kami berdua tidak. Narasi yang bagus, namun tidak untuk dibaca ulang. Gives me flashbacks.
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.