This was interesting. The idea- brilliant, the execution- simple and yet captivating with its mysterious disease, the characters- flawed, damaged and looking for a speck of humanity. The problem was the ending. I didn't even know I had read the ending months ago! Seriously! And it was just not good... Because I had no idea it was the ending!! Still confused and trying to grasp the fact that it ended in such a way. Maybe... Maybe it was a good ending.. I... I don't know.. Maybe it's just me but if your reader is confused that the last chapter they read was the ending and they didn't feel like it... mmmmmmmmm... Other than that I did enjoy the whole concept of the blue azure disease and some of the aftermath that came from it. I just wish this had an extra or two chapters or an extra volume as it left me a bit incomplete...
Sangat menarik! Penceritaan yang luar biasa brilian!
Masih seputar Kai dan Meer yang mencoba kabur dari fasilitas tersebut, sembari Kai mencoba mengembalikan ingatannya kembali, Fukami memulai rencananya.
Konsep cerita yang brilian, apa yang digambarkan oleh pengarang tersampaikan dengan baik ke pembaca. Alur memang lambat diawal untuk memberikan informasi dan mengokohkan fondasi cerita, setelah itu kita dibawa menelusuri plot yang sangat seru.
Ini merupakan judul komik manga pertama yang membuat saya mendapat kesan seperti membaca novel yang luar biasa bagus, yang mampu membuat saya termenung sejenak memikirkan keseluruhan isi cerita yang amat menarik tersebut.
Saya sangat merekomendasikan Blue Phobia untuk dibaca, ini merupakan karya yang luar biasa bagus baik dari segi gambar maupun cerita.
"¿El 'progreso' se basa en sacrificios?" "Haré todo lo que pueda para dar esperanza a todos. Pero... esa esperanza se utilizó una vez como instrumento para la matanza en masa. No quiero".
¡NOOOO, KAIII! NO TE MERECEMOS, BEBÉ.
Fukami TE AMOOO
Kisui, no mms.
Me hubiera encantado conocer más de la tribu Kyanos, siento que faltó profundidad. Mi escena favorita fue cuando Kai encuentra los cadáveres de los pacientes albinos, llenos de cristales por su cuerpo.
O matko jakie to było dobre! Zakończenie po prostu rozwaliło mi mózg! Zupełnie nie spodziewałam się, że ta historia potoczy się w tym kierunku. Wydaje mi się, że chyba powinnam już przyzwyczaić się do tego uczucia, bo za każdym razem kiedy czytam jakąkolwiek mangę zawsze jestem zaskoczona, ale tym razem autor zwalił mnie z nóg. Potrzebuję więcej podobnych historii, bo teraz czuję ogromny niedosyt
Jaranglah nak baca manga bergenre sains fiksyen. Ikutkan saya memang kurang suka sains fiksyen, tetapi entah kenapa termelekat baca manga ni.
Macam tak percaya yang Kai adalah doktor dalam makmal ujikaji itu. Saya ingatkan dia juga dijadikan bahan ujikaji seperti Meer. Kronologi ceritanya sangat berkembang selari dengan satu persatu memori Kai dikembalikan. Serius agak suspens.
Watak Fukami macam watak Satoru dalam universe lain. Hahaha!
Sama seperti di volume sebelumnya, gambar dan alur cerita komik ini tidak mengecewakan. Tetapi yang menjadi masalah adalah tintanya "mbluber" atau sedikit luntur hitam-hitam ke jemari saya selagi membacanya (kondisi ini juga saya alami saat membaca volume 01). Sangat disayangkan jika komik sebagus ini memiliki kualitas tinta yang kurang.
KAPAN MAU DIBIKIN ANIMENYA PLISSSSSSSS NAKSIR BANGET. JUJUR KEPO GIMANA VISUALNYA, SECARA BANYAK BANGET BARANG INDAH (tapi menyakitkan) BERWARNA BIRU. SEMOGA KEINGINAN AUTHORNYA SEGERA TERKABULKAN BUAT BIKIN VERSI ANIMENYA
A bit more "cliché" than the first time, but a very nice series! I wish the female character was more developed and had more depth than the "princess to save" function she incarnated in the story.
W Polsce wydane jest to jako jednotomówka. Totalnie mój klimat - mix fantastyki z horrorem, tajemnicza zaraza. Pierwsza część podobała mi się mniej, ale ta "oddaje". Jedna z lepszych mang jakie czytałam.