APASIHHHHH.
saya sudah terkena penyakit kronis ini selama 2 tahun. Apa? Book slump. Tidak tahu cara mengatasinya. Tiap baca buku selalu terasa tidak menyenangkan dan mengantuk.
Saya memutuskan untuk baca buku tema romantis saja supaya terangsang untuk membaca. Dan benar saja saya terangsang- aduh. Untuk baca buku lah, apalagi 😏.
Ingat, kalian semua, ini buku 17+.
(Saya membaca buku ini dipublik. What in the sigma)
hmmmmm, kita bicarakan karakter.
Gila sih. Semua karakter hidup, saya bisa menuliskan semuanya
Gyung hee yang polos, down to earth, naif, dan ceplas ceplos tapi selalu mengerahkan segala yang ia punya jika dia berambisi. Saya bilang dia polos, tapi dia savage sekali, dia bukan tipe FL menye2 yg bikin tepuk jidat itu.
Jung chul dengan inferiority complexnya yang, aduh, ini mengingatkan saya saat masih SD. Aku pikir, karakter jung chul ini yang paling kuat soalnya karakter dia paling masuk akal, paling relatable dan paling-paling-paling. Ya tentu, karena dia selalu insecure begitu, pasti kadang-kadang menyebalkan. Aku beneran pengen bedah kepala dia biar tau, ini laki-laki mikir apaan sih?
Eh tapi, author menggambarkan Jung-chul ini ganteng dan tinggi, sosok gary stu. Tapi saya tak marah, karena emang pas. Biasanya, aku bakal skeptis dan bilang, masa ganteng sihhh. Pap dong. Tapi kalo jung-chul, my guts telling me that he also have great muscles 😏 (am i ovulating?)
Ayah Gyung hee yang galak tapi super penyayang,
Ibu Gyung hee yang hangat tapi kadang suka ngomel,
Kakak pertama Gyung hee, professor dan yang paling galak,
Kakak kedua Gyung hee yang paling hangat dan perhatian,
Kakak ketiga Gyung hee yang berteman dekat dengan Jung-chul,
Nah kakak ke empatnya aku beneran lupa.
Pemeran lain seperti Jung-woo, Mina, direktur ketombean, semua karakter beneran konsisten dan berwarna! Saya suka konsistensi ini!
Narasi Novel ini 90% oleh Gyung hee. 5% oleh Jung-chul. Karena itulah, waktu Jung-chul berdialog, itu terasa berharga.
Saya beli buku ini diskon akhir tahun. Cuma 25k aduhai, buku diskonan bisa buat saya semangat baca buku lagi hahaha. Saat baca sinopsisnya saya sudah bersiap untuk menyumpah serapi ML. Daripada sumpah serapah saya lebih kasihan dengan Jung-chul. Kasihan sekali lelaki itu.
Saya awalnya mantap mengatakan mereka harus bercerai, tapi membaca part 17+ ADUH. Chemistry Jung-chul sama Gyung hee beneran bisa bikin aku mimisan. THEIR CHEMISTRY IS NO JOKE. I MEAN, DAMN-
Saya adalah pembaca smut novel yang sudah profesional, tapi apa ini kok smut nya bikin saya giggling 😭🎀
Novel ini bikin saya sadar hal-hal lain,
Seperti betapa lemahnya hati perempuan, baiknya hati perempuan. Dimana ketika kita punya suami, kita masih akan memikirkan suami kita meski dia menyakiti kita dengan dalam, bahwa meski kita telah bercerai terkadang kita merindukannya. Seperti itulah perempuan, segarang apapun seorang perempuan, pada akhirnya, hati kita memang selembut itu.
Namun, sayang sekali pada subab akhir novel terlalu dipaksakan untuk segera selesai (alasan, sebenernya saya mau novelnya lebih panjang aja). Harusnya ada part yang bisa jadi konflik. Karena kalau segampang itumah gak make sense aja (alasan lagi).
Saya tidak tahu buku ini masih available apa tidak, soalnya buku lawas. Terimakasih penerbit haru! Ini buku yang sangat nikmat.
🤎🤎🤎