Bintang 3 lagi deh. Biar sama kaya buku pertamanya wkwk.
Padahal sekitar hampir sebulan yang lalu saya mutusin buat nggak lanjut baca buku ke-2nya. Tapi apa daya karena misi saya saat ini adalah menyelesaikan buku-buku sekuel sebelum akhir tahun. Jadilah dengan terpaksa saya harus membaca novel ini hingga selesai. Walaupun rasanya kaya lagi berusaha nelen dan ngabisin makanan yang nggak kita suka wkwk.
Noir 2, masih bercerita tentang Suri yang bersinggungan dengan mahluk dunia atas mulai dari para arwah, iblis, malaikat dan lupa siapa lagi. Juga tentang ketiga kakaknya si trio C yang gaje dan garing. Oh iya Sebastian dan Sergio jangan sampai ketinggalan. Suri dituduh bersekutu dengan Blanc atas hilangnya beberapa malaikat yang menyebabkan dunia atas porak poranda. Belum lagi pembelaan Noir atas dirinya yang membuat para iblis murka. Bagaimanakah nasib Suri selanjutnya ketika tau Sergio bukan manusia biasa melainkan reinkarnasi dari seorang serpent yang bisa menulis takdirnya sendiri dan memiliki Arx (yang sejujurnya saya bingung itu apaan? Semacam kekuatan untuk menarik mahluk lain masuk ke dunia yang dia ciptakan sendiri gitu nggak sih?).
Sama kaya dibuku pertama jokes-jokes dibuku ini juga masih garing bin jayus. Merusak suasana dan menghancurkan hampir setiap build up moment.
Saya masih nggak ngerti kenapa penulis mempertahankan keabsurdan cara bercandanya keluarga Suri yang kebanyakan hanya saling menghina satu sama lain. Dimana lucunya sih menghina seseorang gitu? Apalagi trio C itu childish banget! Kenapa sih selaku menggangu Suri dan Bastian? Nggak sadar gaya pacaran mereka gimana? Tapi heran juga kenapa Sebastian yang notabene sudah dewasanya mau aja gitu ngikutin perintah kakak-kakaknya Suri yang annoying. Padahal karakter dia itu cuek, keras dan tegas loh. Tapi masa sama anak kuliahan aja kalah? Bodoh banget Sebastian T.T
Ospek untuk Sebastian, si pria berusia 27 tahun dan pekerja kantoran yang dilakukan kakak-kakak Suri yang masih pada kuliah?? Kaya apaan banget sehhhhh. Apalagi saat Suri cemburu pada Sasha si teman kantor Sebastian dan dia mengatakan "Minta maaf sama dedemit lenong kaya dia?", "Lihat mukanya, udah kaya adonan serabi buat satu kelurahan", "coba kamu tampar, mukanya nggak akan merah tapi retak" padahal jelas-jelas si Suri baru pertama kali ketemu Sasha dan usianya jauh lebih muda dibanding Sasha. WTF. Dimana letak lucunya????? Yang ada justru keluarga Suri itu terlihat arogan dan nggak tau tata krama semua! Yang kaya begini kok dibuat jokes, heran gue -_-
Tapi dibalik jokes yang kacangan saya akui saya lebih suka fantasi di novel kedua ini dibanding buku sebelumnya. Walaupun kesanya kaya drama-drama korea ya, mahluk bukan manusia hidup seperti manusia, makan mi instant, shopping, ngafe dan bahkan beli HP segala tapi it's okay saya menikmatinya kok. Anggap aja lagi nonton Goblin versi Lite.
Yah walaupun setiap moment ancur parah ya karena tektokan becanda para rokoh yang terlalu overdosis T.T. ihhhh sumpah deh saya bener-bener sebel setiap moment serius selalu ada bercandanya. Nggak kenal timing banget. Ini nih yang bikin saya nggak suka sama buku Noir ini.
Dibuku ke-2 ini juga lebih banyak romancenya nggak kaya di buku pertama. Tapi bagus sih karena hubungan para mahluk immortal jadi ikut kebahas. Apalagi mereka banyak interaksi dengan Suri. Walaupun rasanya kaya kurang sreg aja karena Noir si Iblis malah bersifat baik sekali sedangkan Blanc si malaikat malah bersifat jahat dan perusak.
Disini ada cerita yang menurut saya gaje dan gak penting yaitu Oma Jessica dan Ora Gelem Putus_apalah itu pokoknya. Kaya apaan sih begini dimasuk-masukin ke cerita, manjang-manjangin doang, mana ngawur fantasinya. HUFTT! -_- Udah bener Sobre aja yang dibahas jadi ala-ala manusia malah ditambah realiti show versi gaib.
Oh iya ada hal rancu yang membuat saya bingung yaitu tentang ulang tahun Suri. Pertama di bab 21 : Jelas sekali disitu dikataka bahwa "ini hari ulang tahunnya" berarti dihari itu Suri sedang ulang tahun dong. Bahkan gadis itu juga sudah merayakan bersama keluarga dan juga hantu-hantu dirumahnya. Hanya Sebastian yang tidak mengucapkan karena telfon Suri diangkat oleh Sasha Tapi di bab 23 : Justru dikatakan bahwa ulang tahun Suri itu minggu depan. Padahal di bab 22 Sebastian akhirnya ngucapin walaupun telat. Lah kok di bab 25 : Suri ultah lagi? Disitu dikatakan "hari ini ulang tahunnya". Berarti dia ulang tahun lagi kan? Jadi Suri ini lahir 2 kali apa gimana? Atau saya yang nggak nyimak bacaanya??
Ceritanya berasa nggak fokus, terlalu banyak tokoh dan permasalahan yang dibahas: hubungan abang-abang Culi dan pacarnya, Noel (Noir) dan Blanc, Sergio dan Nadine, Oma Jessica dan Wak Ito, tongkat Zetherhar (atau siapalah, namanya susah dieja). Buku ini kayaknya berniat jadi introduction buat ceritanya Sergio Dawala di universe Noceur, tapi rasanya justru lebih banyak ngebahas Sergio sendiri daripada Suri. Ini universenya Suri tapi disini kehadiran Suri malah kayak jadi pelengkap aja dan rame-rame karena karakternya as sunshine. Buku kedua ini banyak ngasih closure, tapi disaat yang sama kesannya terlalu dipaksain biar semuanya selesai di buku kedua. But still, jokes di buku ini lumayan bikin ketawa dan mood naik karena lucu. Tapi sayangnya bagian abang-abangnya Suri 'ngospek' Bastian as pacar Suri rasanya agak menyebalkan dan childish banget.
My faves part: "Kamu kalau udah nyaman dengan sesuatu, kamu susah melepaskannya. Kamu jadi terlalu bergantung pada sesuatu itu. Itu nggak baik, Dimi." "Emangnya kenapa, Nda?" "Nggak ada yang abadi di dunia ini. Semua punya akhirnya sendiri-sendiri." Bunda diam sejenak, matanya menatap Cetta lekat-lekat. "Suatu saat nanti, kamu harus rela melepaskan sesuatu karena memang masanya sudah habis. Dunia ini nggak tetap, akan selalu ada perubahan dan kamu harus beradaptasi dengan itu." (Page 68)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Semuanya serba nanggung. Word building terkesan kompleks di awal, tapi cuma telling dari para "undertaker", tidak sampai dibawa kedalamnya. Karakter para iblis di sini tidak ada kharismanya, tidak menakutkan, tidak licik dan terlalu baik. Kesan fantasy dan horrornya hilang karena porsi romance dan komedi (yang sayanya tidak lucu) lebih mendominasi. Seringkali ketika suasana suspend sudah terbangun, celetukan asal Suri dan kelakuan tiga kakaknya membuat suasana jd turun lagi. Lalu ketiga kakanya ini kelakuan seperti anak SMP, meski usia sudah 20an. Posesif sama adek itu normal terjadi,tapi sampai ngisengin pacar si adek setengah mati ala ospek? Ugh yg betul saja. Belum lg repetitif colorism joke diantara 4 bersaudara ini. Plus plot hole di mana-mana. Alasan Nael suka Suri enggak bgt. Suri baru bangun dr koma bisa langsung pesta bbq juga gk masuk akal. Plus Suri juga gak lg bantu hantu2 gentayangan seperti sebelumnya. Hal itu membuat julukan "pemilik hati plg bersih" jd tidak believable
Suka sama pemikiran penulis yang dituangkan di cerita ini. Tentang hidup dan mati, tentang hitam dan putih, tentang benar dan salah. Cara menulisnya lucu dan bikin nyaman bacanya. Banyak "omong kosong" tapi malah bikin betah berlama-lama baca. Cerita ini menurut saya agak berat dalam konsepnya, tapi gak kerasa karena penceritaannya itu ringan dan mudah dimengerti. Kekurangannya saya menemukan beberapa typo, tapi karena ceritanya seru saya gak masalah sih hehe. Good job buat penulisnya! Aku suka cara menulisnya. Ditunggu karya-karya selanjutnya ya
tbh lebih suka yang kedua ini, mungkin karna yang pertama masih pengenalan juga kali ya. aku suka buku ini karena ngerasa ikut ngalamin apa yang ada didalemnya.
ditambah banyak kalimat yang dijelasin detail sedetail-detailnya, walaupun kalo aku harus baca dua kali sih biar bayangannya beneran dapet hehe :D big applause buat Kak Renita dan pemikirannya yang keren ini 👏🏻👏🏻
Salah satu karya kak Renita yang paling gak ada bandingannya... Dulu gak sengaja nemu cerita ini di wattpad, eh pas mau mendekati akhir baru tahu kalau buku ini sudah diterbitkan. Langsung tuh gak pakai pikir panjang auto nyari di online shop. Dan kebetulan dapet paket 2 buku sekaligus...pokoknya ini buku gak bakal bikin nyesel kalau beli dehh...
Baca nya butuh Konsentrasi karena makin seru dan butuh perhatian extra... biar kocak nya terasa dan bs senyum membayangkan kelakuan si abang-abang nya suri . Seru dengan kelanjutan cerita ke 2 ini... gak nyesel baca nya
Seandainya isi buku sesuai dengan vibe sampulnya yang bagus itu, aku akan memberi novel ini lima bintang. Sayangnya, ekspektasi kadang tidak sesuai realita. Selengkapnya bisa dibaca di sini ^o^/ https://www.reviewimpy.my.id/2022/01/...
akuu sukaaa banget sama suri dan noel. aku lebih suka suri sama noel maaf😞.. aku naksir bgt sama noel naksir bgt bgt bgt bgt bgt bgt… tapi aku agak dibuat bingung sama endingnya. overall, aku lumayan puas karna noel KEREN BGTTTTT PARAH
Buku berkisah tentang Suri yang berpacaran dengan Sebastian. Di mana kali ini Sebastian harus membuktikan kepada tiga abang Suri kalau ia benar-benar serius dengannya.
Belum lagi ada konflik antara Suri dengan para iblis dari buku pertama. Konflik yang menambah seru buku ini.
Secara plot novelnya menjadi greget, karakter-karakternya mempunyai karakterisasi yang konsisten.
Sempet berfikir gamau beli Novel Noir 2 ini karena udah baca di Wattpad, tapi ternyata yaaaaaa beberapa bagian di novel dirombak sama Ka Ren dan itu semua sukses bikin gue penasaran! Dan ternyata bener, rombakannya tuh luar biasa. Bener-bener seru dan jadi lebih tertantang buat mecahin teka-teki yang ada!