Jump to ratings and reviews
Rate this book

Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku

Rate this book
Siapkah Anda jika tiba-tiba Malaikat Maut ‘Izrail datang menjemput? Umpama kita tahu esok akan meninggal dunia, masihkah kita menunda-nunda shalat? Andai esok ajal itu tiba, masih sanggupkah kita menghabiskan waktu untuk membicarakan aib orang lain? Jika hari ini hari terakhir kita, masih beranikah kita mengisinya dengan dosa-dosa?

‘Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku merupakan sekumpulan tulisan karya penulis muda nan produktif, Ahmad Rifa’i Rif’an, yang kembali mengingatkan kita bahwa hidup ini teramat singkat dan pasti pada akhirnya. ‘Izrail bisa datang kapan saja sekehendak-Nya, tanpa bertanya dulu kita siap atau tidak, di mana, atau sedang apa kita.

Ditulis dengan gaya bahasa yang menyentuh, buku ini menunjukkan kepada kita cara agar kematian kita nanti bukan malapetaka, tetapi justru menjadi nikmat dan karunia-Nya. Karena kesempurnaan hidup hanya dapat dicapai dengan meninggalkan dunia, dan itulah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan yang selamanya. Mati bukan soal kapan, tetapi tentang bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya.

136 pages, Paperback

Published August 1, 2014

2 people are currently reading
13 people want to read

About the author

Ahmad Rifa'i Rif'an

58 books195 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (21%)
4 stars
7 (50%)
3 stars
4 (28%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
July 3, 2020
Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirmu by Ahmad Rifai Rifan [2017] [20-30]

Salah satu buku yang dimasukkan ke keranjang belanjaan saat toko buku online promo besar-besaran beberapa bulan lalu. Judulnya "serem" ya haha. Tapi ya sesekali bolehlah baca buku kayak gini. Harus malah, sebagai self reminder hehe.

Buku setebal 125 halaman ini sebetulnya nggak menawarkan satu hal yang baru. Dari judulnya aja udah tergambar isi buku secara keseluruhan. Bahkan, kalau mau jujur, separuh pertama dari isi buku aku ngerasanya pembahasannya muter-muter di situ aja. Ops.

Baru dari pertengahan hingga ke belakang, ada pembahasan-pembahasan yang lebih related dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih enak menyimaknya.

Salah satu ceritanya tentang keberadaan para ulama. Aku copas saja ya tulisan beliau yang ada di halaman 55 ini.

"Ulama yang takut kepada Allah tidak akan bermunafik dengan nasihatnya. Maksudnya, sebelum menasihatkan kepada orang lain, dialah pengamal pertama dari yang dinasihatkan oleh lisannya. Karena betapa banyak orang yang pandai sekali menyampaikan wasiat kebaikan, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan apa yang dinasihatkannya.

Betapa banyak orang yang menceramahkan suatu amalan, tetapi dia tidak punya keinginan untuk melaksanakan amalan yang dinasihatkannya kepada orang lain. Perilaku inilah yang membuat umat kehilangan kepercayaan kepada orang alim. Mereka menganggap ustad hanya bisa berbicara tapi perilakunya tidak bisa jadi teladan.

Padahal, kita tahu bahwa orang yang tidak mengamalkan apa yang dia ajarkan, dampaknya luar biasa besar. Allah Sangat murka kepada orang dengan karakter seperti itu. Rasulullah bersabda,

'Akan didatangkan seorang lelaki pada Hari Kiamat, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka dan terburailah isi perutnya sebagaimana seekor keledai yang berputar mengelilingi penggilingan. Maka berkumpullah para penduduk di neraka di sekitarnya. Mereka bertanya, 'wahai fulan, apa yang terjadi padamu, bukankah dahulu kamu memerintahkan yang ma'ruf kepada kami dan melarang kami dari kemungkaran?' Lelaki itu menjawab, 'Dahulu aku memerintahkan kalian yang ma'ruf', sedangkan aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kalian dari kemungkaran, tetapi aku justru melakukannya.'" (HR Al-Bukhari)"

Aku sempat kepoin penulis buku ini. Ternyata femes banget yak untuk genre buku religi :) Ini buku pertama dia yang aku baca. Ada sih beberapa judul buku dia lainnya yang menarik minat. Semoga isinya lebih padat dan nggak berputar-putar kayak buku ini.

Skor 7/10
Profile Image for Tiya Mulani.
93 reviews8 followers
November 18, 2019
Engga ada ekspektasi apa-apa sama buku ini waktu beli tapi ternyata bagus banget untuk jadi pengingat hidup buat kita yang sering lalai dan terlena dengan dunia.
Bukan buku yang dibaca hanya sekali, perlu sering dibaca berulang kali biar selalu diingatkan tentang kematian yang pasti akan menghampiri kita.
Profile Image for Yossy.
68 reviews2 followers
July 30, 2018
Buat saya ini deep banget, saya sendiri mungkin juga bisa digolongkan sebagai orang miskin, karena selalu berusaha memenuhi kebutuhan duniawi lebih banyak dari kebutuhan akhirat, bahkan tak jarang saya lupa bersyukur atas apa yang telah saya peroleh. Semoga kedepannya saya ataupun pembaca lain sekalian dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini. 
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.