Jump to ratings and reviews
Rate this book

Melogram

Rate this book
GRAM itu singkatan dari abjad nama depan kita, Gibran, Razi, Awan, dan Melody. Aku kasih depannya Melo, dari kata melody, biar kita selalu ingat kalau band ini awalnya yang jadi pencetus Melody, dan kita biar selalu ingat kalau main musik selalu pakai melodi yang bagus. Itu alasanku menamai Melogram.

***

Gibran si kutu buku culun, Awan si perfeksionis yang digilai cewek-cewek di sekolah, Razi si jawara silat, dan Melody, gadis berjilbab yang piawai membetot gitar. Sekilas, mereka memang bukan perpaduan yang selaras untuk sebuah band. Cenderung aneh bahkan. Namun, itulah Melogram.

Ikuti perjalanan band Melogram dalam menemukan makna persahabatan, kekeluargaan, kebersamaan, saling memotivasi, dan sama-sama berusaha mengejar mimpi masing-masing.

"Membaca novel ini akan menautkan dan merangkai kembali harapan dan mimpi-mimpi kita yang terserak itu. Meski kita tahu harapan dan mimpi tak selalu terwujud, menjaga keduanya adalah alasan kita tetap bertahan hidup." (Nurman Hakim, Penulis, Produser, Sutradara Bid'ah Cinta)

350 pages, Paperback

Published January 1, 2018

1 person is currently reading
12 people want to read

About the author

Lana Azim

6 books5 followers
Lana Azim, lahir dan tinggal di Mranggen, pinggiran kota Semarang yang terkenal dengan kota santrinya. Kecintaannya akan sastra dan novel dimulai ketika masa anak-anak. Hal ini tak lepas dari ibunya, seorang guru Bahasa Indonesia yang pernah mendirikan tempat penyewaan buku. Mulai dari sana, dia banyak membaca novel klasik dan modern hingga tahun 90-an. Background teknik kimianya tidak membuat dia berpaling dari hobi menulis. Dia sempat menjadi pemimpin redaksi Majalah Science Online saat aktif berorganisasi di kampus. Sebagian besar karya Lana Azim tentang seputar kehidupan orang pinggiran, keluarga, dan cinta yang dipadu dengan berbagai latar belakang berbeda dan unik. Beberapa novel sempat dia terbitkan seperti Jodoh Akan Bertemu, Sebelum Bicara Cinta, dan Masih Bisa Cinta.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (80%)
4 stars
1 (6%)
3 stars
1 (6%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Arumi91.
5 reviews
May 20, 2018
Sukses dibikin nangis kejer setelah baca novel ini. Kesan pertama saya kita sekedar membaca novel tentang anak band SMA dengan segara tingkah dan lika-likunya. Tapi makin lama makin mendekati ending, saya salah. Endors di novel ini mewaklinya, tetang mimpi, cinta, persahabatan, pokonya kompleks banget deh. Penulis emang pandai meramu konflik dan menjaga alur agar tidak membosankan. Tidak ada adegan yang sia-sia, semua gerak dan apa yang dilakukan karakternya memiliki motiv jelas. ...

Pros:
-Keempat karakternya kuat banget
-Tema yang diangkat tidak pasaran, tidak hanya soal dunia cinta anak SMA
-Konfliknya asik. Belum bisa move on dari cerita ini. Pengen baca ulang.
-Gaya bahasa sederhana, berbeda dengan penulis muda zaman kini yang lebih mengepentingkan bahasa puitis ketimbang cerita itu sendiri

Cons:
-cerita di awal terasa lamban, tidak langsung to the point
-terlalu tebal untuk novel remaja (entah apa ini cons apa pros)
-ada beberapa typo
-covernya kurang menarik (selera)

Novel pertama yang saya baca dari Lana Azim. Ditunggu karya selanjutnya


Profile Image for Iqbal.
4 reviews
May 20, 2018
Akhirnya kelar juga bacanya. Novel lain Lana Azim yang sy baca selain Jodoh Akan Bertemu. Di sini kerasa bgt novelnya jadi makin matang. Karakternya dibikin berkembang ngga monoton & mengalami perubahan nasib. Ada bbrp bagian yg sampe skrg masih membekas di ingatan. Sayang ada bbrp kalimat quote yg ngga penting, dan dialog yg kerasa kaku & ngga realistis. Moga kl dicetak ulang bbrp bagian itu bs diapus aja.
3 reviews
June 6, 2020
Novel ini tentang cinta, persahabatan dan bagaimana MELOGRAM mengejar mimpi mereka.
Memang cerita cinta remajanya kadang suka membuat pembaca, terutama yg sudah berumur, akan merasa "ih lebay banget si". Tapi di novel ini LA berhasil membuat pembaca mengikuti perasaan anak2 MELOGRAM.

Bagian akhir novel membuat pembaca menganga tak percaya. Sedih, tapi yasudah, namanya juga takdir.
Sejak dari awal, sudah membuat bertanya-tanya. Sebenarnya kenapa Melody suka memberi kode kode ke Gibran?
Memang suka atau memang dia profesional mau bikin band?

Cerita MELOGRAM mengejar mimpi juga jadi alasan pembaca terus-terusan ingin tau bagaimana kisah "sukses" mereka membuat band.

Thanks LA. Ditunggu novel2 selanjutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
2 reviews
June 19, 2019
Awalnya hanya iseng baca novel yg satu ini.Semakin dibaca semakin suka bahasanya yg santai khas anak abg (jadi kepengen balik ke jaman SMA saat beban hidup cuma ulangan & PR yg segunung)

Walaupun bahasanya santai buku ini banyak pesan moralnya yg kl dipikir2 banyak benernya.
Sempet berenti di halaman 290 gara2 ada quote yg bikin melow bgt, tp karena suatu musibah yg lucu jd aja dilanjutin bacanya sampe tamat, endingnya cukup happy tp di luar ekspektasi.

Note: buat yg gampang baperan melow pas baca "surat merah" jangan sambil direnungi ya, nanti jadi melow beneran 😁
1 review
Read
September 1, 2020
Bukunya keren banget,bikin nangis smp mata sembab. Menikti banget setiap alur ceritanya..
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.