There's a famous cliché line, that if you love someone set them free and if they come back, they're yours. Aku merelakannya. Merelakannya mengejar wanita lain. Lalu melihatnya mencintai wanita lain. It's fine. I'm fine letting him go. Hal yang sulit, tapi aku melakukannya untuk diri sendiri. Aku teringat kata-kata di surat yang dituliskan wanita itu kepadaku, 'Di akhir cerita ini, kalau aku masih bersamanya dan kamu tidak bersamanya, mungkin aku telah melakukan kesalahan dalam menyampaikan apa yang aku inginkan. Aku ingin kamu mengerti kalau Max adalah milik kamu karena di dunia ini aku tidak bisa memilikinya. Kalau Max bisa mencintai satu wanita di dunia ini dan aku bisa membantunya memilih: it's you – it's always been you.'
Ini pertama kalinya aku membaca tulisan Kak Cecillia Wang. Saat novel ini datang, aku kaget sekali ternyata kemasannya cantik sekali berupa hardcover dengan desain cover yang simpel dan elegan.
Aku pun mulai mencoba mengintip blurb diback covernya, ternyata tidak ada sama sekali 😅 aku sama sekali tidak ada bayangan, kira-kira seperti apa kisah yang akan disajikan.
Aku baru bisa mengetahuinya ketika aku membaca kisah novel ini dan sejak halaman pertama aku sudah dibuat hanyut dengan kisah Max dan Jo.
Awalnya, jujur aku pikir ini seperti kisah romansa yang biasa aku baca. Tentang sepasang sahabat yang tak pernah tahu bahwa mereka saling jatuh cinta dan akhirnya mereka sadar dengan perasaan mereka. Nyatanya, kisah dalam novel ini tidak SESEDERHANA itu.
Ada banyak kisah dalam novel ini yang saling terjalin membuat aku begitu penasaran akan dibawa kemana kisah ini. Ada 5 tokoh yang saling berkaitan yaitu Max, Jo, Kasa, Ethan dan Karissa. 5 orang yang memiliki benang merah yang sama, CINTA. Masalahnya siapa yang akan berakhir dengan siapa tidak ada yang tahu sampai akhir cerita.
Ketika aku pikir si A dengan si B, ternyata lagi dan lagi aku salah. Hingga aku pun memutuskan untuk tak menebaknya lagi dan membiarkan diriku membaca hingga halaman akhir.
Konfliknya benar-benar menguras emosi. Susah rasanya mau memilih siapa tokoh yang aku sukai. Karena mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi entah kenapa sejak awal Jo sudah menarik perhatianku.
Membaca kisah ini kamu akan belajar makna cinta sesungguhnya. Kalau jatuh cinta itu 1 paket ada bahagia, ada juga air mata. Ada kalanya melepaskan dan mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia itu lebih membahagiakan daripada memilikinya.
Pertama kali membaca karya kak cecillia. Jatuh cinta. Bukan hanya ke bukunya, tapi ke ceritanya juga. Kompleks sih menurut kakak Princess ceritanya . . Permasalahan hati Max yang ingin ke 1 orang, tapi ternyata ada 2 hati yang tersakiti. Walaupun pada akhirnya, Max merasakan sebuah pernikahan. Hanya saja bukan dengan orang yang dia cinta. Dengan orang yang selama ini selalu ada di dekat dia. Jo . . Hingga saatnya tiba, ada permasalahan yang terlalu pelik yang menyebabkan Max dan Jo, susah diomongin. Jangan yaa, takut spoiler . . Banyak hal yang kakak Princess dapatkan dari novel ini. Cinta itu tak harus untuk saling memiliki. Menjauh, melepaskan demi kebahagiaan itu juga cinta. Apalagi mendoakan, itu juga salah satu cara kita mencintai orang tersebut. Mengingat dia pun cara kita mencintai juga . . Jika kamu mencintai, jangan berhenti untuk mengejar. Tapi, jika pada akhirnya cinta itu menyakitimu, berhentilah. Biarkan cinta yang lain datang dalam hidupmu . . Tak hanya melulu soal cinta, tapi juga persahabatan, keluarga, persaingan dan perjuangan. Jika kamu menyukai kisah romance, kamu wajib baca ini. Nyesek abis dan endingnya bikin kaget
Love & hate banget sama buku ini terutama special mini-book "JO" yang membuat kita sadar bahwa antara mencintai dan dicintai itu sungguh konteks yang berbeda. Jo mencintai Max namun dia selalu mengekang rasa dalam hatinya dengan selalu membiaskan kata dalam hati, "I'm not the one for you coz the other woman more worthy your love better then me." Sumpah, rasa kesal pake banget saat Max dengan bodohnya malah menuruti apa kata Jo yang menyuruh dia untuk membenci perempuan itu yang notabene sahabat sejati sejak kecil dan cinta terpendam tak kesampaiannya lelaki itu. Tapi itulah cinta. Quotes : "Mencintaimu dengan merelakan" yang disampaikan diakhir buku benar2 touche banget!!! Disitu kita belajar bahwa cinta itu bukan hanya memiliki, tapi dilain kesempatan kita juga harus belajar merelakan. Bagi yang nggak suka buku baper, not recomended at all. Tapiiiii bagi yang mau belajar mencintai dicintai dengan konsep yang berbeda... saya saranin harus baca ini. Dijamin baper tingkat akut.
Apr 2019 - Evermore - Cecilia Wang : Bukune - 306 Hal .
Novelnya dibaca karena baca aroma karsa punya dee lestari butuh energi bahagia, jadi di selangi baca novel ini..
Pernah baca novel dari pengarang yang sama tapi ya gitu, efeknya "biasa" tapi yang ini
Ya Gusti, apa gara gara lagi PMS atau gimana ini novelnya sampe halaman terakhir buat deg degan, happy, kesel, senyum malu ma novel sampe nangis mewek *bukan krn lapar krn blm mamam nasi tapi krn beneran bagussssssss *jadi s-nya hrus lebih dari 2
Evermore (adv) : selamanya, ya walopun ceritanya romance story tapi endingnya gak ketebak. Prolog novelnya udah buat ❤
"Jangan pernah takut buat mengungkapkan perasaan kita ke orang lain", ini bukan hanya konteks suka sukaan jatuh cinta gitu tapi juga perasaan unsecured, perasaan sedih dan luka yang bisa dishare dengan orang lain, karena tidak semua orang diberkahi kemampuan untuk membaca pikiran dan masalah orang lain dan manusia memang dasarnya butuh manusia la8nnya
Terlihat tidak perhatian bisa jadi bukan karena tidak peduli dan kita bukan orang yang penting tapi karena mereka tidak tahu.
Jangan pernah takut dan lupa untuk mengungkapkan sayang kepada orang yang disayang, karena apabila dia sudah kembali kepada sang Pencipta untuk selamanya maka menangis sekeras apapun, berdoa sekhyusu' apapun, memohon setulus apapun tidak akan mengembalikan dia yang sudah berbeda alam.
Penyesalan yang akan disimpan selamanya di akhir cerita karena waktu tidak akan pernah berputar mundur.
dari seluruh buku Cecillia Wang yang pernah saya baca entah melalui buku ataupun wattpad saya paling tidak suka dengan buku ini.
Dua karakter utama yang dihadirkan terkesan tidak memiliki pendirian dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Belum lagi ditambah dengan karakter adik Jo yang bermain peran sebagai bintang antagonis.
Lalu permainan waktu yang agak terkesan membingungkan pada awalnya. Dan alur cerita yang selalu dibuat putar-memutar sejak awal cerita.
Dan sampailah pada ending yang kurang memuaskan.
Tapi mungkin memang alur seperti itulah yang ingin ditonjolkan Cecil di buku Evermore ini. Terlepas dari peran dan jalur cerita yang membuat saya benci sekaligus sedih tiap kali membacanya.
Cecil tetap bisa menampilkan ciri khasnya dalam menuliskan novel ini. Gaya hidup berkelas serta percakapan” elegan akan sering ditemukan dalam buku ini.
Jika dulu gue ngerasa greget ama Jo, sekarang gue mulai ngerti kenapa Jo semenyebalkan itu. Max, you are the stupid one. Greget gue astaga. Kayanya dari semua novel kak Cecil, gue paling gedek sama mereka berdua deh. Kaya, lo pada maunya apa sih?