Jump to ratings and reviews
Rate this book

Belajar Dari Negeri Para Nabi

Rate this book
Iqra` adalah kata cinta pertama Allah kepada manusia sebelum Dia menyatakan cinta-cinta yang lain. Dengannya, Allah hendak mendidik kita untuk mengilmui segala sesuatu agar di ujungnya terbit rasa cinta kepada-Nya yang tumbuh bersebab ilmu dan kepahaman, bersebab harap dan rasa taat.

Membaca setiap lembar ilmu bak meneguk air segar di tengah padang pasir zaman yang gersang. Membaca manusia dan apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka tanyakan, apa yang mereka cari, agar kemudian kita bisa mengarahkan jiwa-jiwa itu pada deras aliran cinta-Nya yang tidak pernah surut. Pun membaca peristiwa, membaca gagasan, membaca ide, membaca umat, hingga membaca bangsa, agar semakin tunduk jiwa ini dalam ketenteraman penghambaan kepada Allah ’Azza wa Jalla.

Sebagaimana Al-Qur`an adalah mata air inspirasi bagi setiap jiwa manusia, maka Mesir tersebut berkali-kali di dalam lembarnya, tersurat maupun tersirat. Di sanalah negeri dengan hikmah berjuta-juta, tempat peradaban manusia tuk kali pertama, air Nil yang legendaris mengaliri setiap nadi sejarahnya. Peperangan antara haq dan bathil tertumpah di sana; diukir oleh pena-pena sejarah, disaksikan langit, dan dikenang oleh bumi. Antara Musa yang gagah perkasa dan anak keturunannya yang perwira, melawan tirani Fir’aun dan cucu-cucunya yang membunuh manusia dan mengaku-aku punya kuasa atas semesta.

Mari kita saksamai bersama

242 pages, Paperback

First published January 1, 2017

6 people are currently reading
79 people want to read

About the author

Edgar Hamas

10 books25 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (50%)
4 stars
20 (34%)
3 stars
8 (13%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Kurnia.
175 reviews10 followers
February 4, 2019
Bismillah Ar Rahman Ar Rahim. Menyenangkan sekali apabila dalam setiap buku yang kita baca, kita senantiasa diingatkan untuk membukanya dengan kalimatullah. Seperti buku Belajar dari Negeri Para Nabi. Salah satu buku yang dicetak dari penerbit buku-buku Islami yang paling saya favoritkan, Pro-U Media, semoga seluruh penulis dan para kru penerbit ini dilimpahi keberkahan.

Saya berkesempatan membaca buku dari penulis muda, Edgar Hamas, yang saya ketahui pertama kali dari jejak digital yang ditinggalkan ProU di Instagram dan berlanjut mengenal sang penulis dari tidak sengaja melihat tulisan beliau di jejaring sosial Tumblr (ketika itu Tumblr masih diblokir pemerintah). Alhasil, tebersitlah perasaan, "harus deh beli buku ini, bahasanya masuk banget," kata saya pada diri sendiri.

Atas izin Allah, toko buku Pro-U Media di Jogokariyan menjadi saksi bertemunya saya sama si buku (Ahahaha, curhatlah) dan lekas-lekas saya baca sebagai teman beperjalanan ke Jakarta Januari kemarin.

Edgar Hamas membawa saya sebagai pembaca untuk merenungi peranan Mesir yang teramat besar di zaman dulu, yang lebih banyak tercatat di Alquran, melahirkan tokoh-tokoh dunia, para pahlawan Muslim, dan Cendekiawan Muslim lainnya. Kemudian membandingkannya dengan Mesir pasca 2011, sungguh sedih rasanya. Semoga kita tidak lupa bahwa, Mesir yang pertama kali mengakui kemerdekaan negara kita.

Menceritakan banyak hal dari buku ini lagi-lagi akan membuat pipi saya becek, terkesima, terenyuh, tenggelam, dan bersemangat. Dari kekayaannya, dari peninggalan peradaban terdahulu, dari sejarah para pahlawan, dan dari akhlak asli warganya. Jadi, mari saya berikan kutipan-kutipan paling jleb yang saya dapat dari buku ini.

1. "Benarlah kata Imam Malik, "Umat ini tiada akan berbangkit, kecuali dengan tangga-tangga yang telah dilalui oleh generasi awal mereka." (halaman 42)

2. "Tiada istirahat," kata Imam Ahmad,"kecuali kaki telah menapak di surga!".

3. "Para pejuanglah yang menjiwai kesulitan dengan semangat baja, yang menjiwai kesabaran dengan lapang dada; dan yang akan menikmati senikmat-nikmat akhir kisah yang penuh bahagia . Mereka berizzah di dunia dan mulia di negeri akhirat sana."

4. "Sebab Mesir adalah jengkal-jengkal dekat menuju Al Quds, ibu kota besar bagi masyarakat dunia. " (121)

5. "Benarlah pesan istimewa Ibnu Khaldun dan Malik bin Nabi, sosiolog Muslim yang menyimpulkan bahwa sebuah peradaban bukan dibangun dari bangunan tinggi atau pelataran yang memesona, tetapi ia dibangun dari akhlak rakyatnya, moral penduduknya, dan kualitas spiritual peradaban tersebut." (154)

6. "Jika negara-negara Arab dan Islam tidak mengakui Indonesia, lantas siapa? Bukankah negara-negara Arab dan Islam paling layak untuk menjadi negara-negara pertama yang memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia?"
(disiarkan oleh RRI berbahasa Arab, Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia)
(172)

dan kutipan akhir yang saya tutup sebagai pungkasan,
"Kita hanya mesti lebih rajin mengasah mata hati. Selamat bertadabbur, selamat mengumpulkan hikmah terserak." (226)
Profile Image for acer.
26 reviews
January 25, 2022
Buku ini membawa topik utamanya yaitu negri Mesir, negri nya para Nabi. Berbagai wawasan sejarah didapatkan dari buku ini, beberapa kisah sedikit mind blowing. Referensi tak hanya dari kisah si penulis yang melaksanakan pendidikan di Al Azhar namun dari berbagai kitab dan juga ayat quran.

Memang, buku ini mengajarkan kita untuk mempelajari sejarah, karena jika kita hanya memandang mesir dari mata saja, kita hanya bisa melihat panas kacau dan padatnya kota. Namun jika kita melihat dari sisi sejarah, akan membentang sebuah kisah yang indah dan pahit, yang penuh makna, hikmah dan cinta. Masyaa Allah banget kalau sudah paham kisah para nabi di negri ini, dan sesuatu banget sampai sampai Rasulullah dan para sahabat menyebut negri ini.
4 reviews
April 4, 2020
Mesir itu kaya. Setiap hikmah kehidupan ada disini. Dari manusia sejahat dan durhaka seperti firaun, sesombong Qarun, ada di sini. Juga manusia mulia seperti Nabi Musa as, pembebas Al quds Shalallahuddin Al Ayyubi juga ada di negeri mesir. Bukunya keren banget untuk lebih mengetahui tentang hikmah hikmah dari negeri mesir. Apalagi buat anak muda, keren deh!
Profile Image for Yuda Pratama.
6 reviews1 follower
February 9, 2021
Merasa senang begitu banyak ulama ulama mesir dan negara muslim lainnya yang berharap banyak dari muslim indonesia. Dan sangat mengagumi indonesia. Dan sekaligus merasa malu bahwa kenyatannya negaraku masih jauh dari harapan itu semua. Semoga diri ini bisa menjadi salah satu bahan bakar untuk menuju ke kembalinya kejayaan islam. Dan memberi rahmat bagi seluruh umat dan alam. Hatur nuhuun
Profile Image for Muhammad.
525 reviews2 followers
September 13, 2024
Jejak persahabatan mengantar kepada ketauhidan. Lewat sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi dan Rasul rintangan kehidupan di abad 20 relatif lebih singkat. Suatu pelajaran yang berharga ketika kita memanfaatkan waktu untuk terus belajar dan berlatih. Ahlussunah wal jama'ah
Profile Image for Septia Ndari.
21 reviews
April 13, 2021
Bukunya membuat saya berpikir ulang tentang permasalahan umat islam di masa kini
Profile Image for Ahmad Nur Helmi.
27 reviews1 follower
October 6, 2024
Mesir negeri para nabi dengan kejayaannya silih berganti dihuni kaum kaum hebat, kita nantikan kebangkitan mesir.
Profile Image for Sandys Ramadhan.
114 reviews
February 26, 2023
Sebuah buku yg beragam, menceritakan pengalaman pribadi penulis saat menempuh pendidikan di al azhar, ada juga kisah2 para nabi di mesir, juga para sahabat yg memerintah di mesir.

Dari sini saya mulai menyadari bahwa ternyata mesir sedemikian penting dan berartinya, banyak ulama, pemimpin dan ilmuan yg lahir dari sana, sehingga membuat mesir menjadi istimewa.

Tapi di satu sisi saya merasa malu ketika membaca bab terakhir, di mana masyarakat atau orang2 di sana begitu menaruh harapan kepada muslim di indonesia, betapa tidak? Negeri yg jauh dari pusat islam tetapi memiliki jumlah penduduk muslim yg sangat banyak, membuat penduduk mesir berharap dgn jumlah yg banyak itu kiranya bisa mengembalikan kejayaan islam.

Akhir kata, ini adalah buku yg menarik dan cocok untuk anak muda yg ingin mentadaburi sejarah islam terkhusus di negeri para nabi.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.