Jump to ratings and reviews
Rate this book

Duka Manis: Buku Puisi

Rate this book
Adalah Cinta Kita
: dhiana

AKU cabang, kau dedaunan,
sepasang burung hinggap di ranting
itu, tak tahu bahwa teduhnya

adalah Cinta kita

*

Aku lelah angin, kau tabah laut,
pantai yang selalu menunggu itu
tak tahu ombak yang sampai padanya

adalah Cinta kita

*

Aku matahari pagi, kau manis
gerimis, pelangi yang melengkung
itu tak tahu, bahwa warnanya

adalah Cinta kita

*

Aku mata air, kau liku sungai,
air yang mengalir itu tak tahu
bahwa deras arusnya

adalah Cinta kita
*

Aku batang lilin, kau sumbu
api yang menyala padamu itu
tak tahu bahwa terangnya

adalah Cinta kita

*

Aku kukuh akar, kau julang batang,
ranting di cabang itu tak tahu
bahwa bunga yang mekar padanya

adalah Cinta kita

206 pages, Paperback

First published May 1, 2018

2 people are currently reading
13 people want to read

About the author

Hasan Aspahani

24 books13 followers
Hasan Aspahani lahir di Sei Raden, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, 9 Maret 1971. Ia lahir pada sebuah keluarga sederhana petani kelapa.

Saat bersekolah di SMAN 2 Balikpapan, ia nyambi jadi kartunis lepas di Surat Kabar Manuntung (Sekarang Kaltim Post). Lalu diundang lewat jalur PMDK di IPB, dan kuliah sambil diam-diam terus mencintai puisi.

Setelah berupaya memberdayakan ijazah sarjana di beberapa perusahaan, ia akhirnya kembali ke dunia tulis menulis. Saat ini ia adalah Direktur Utama Batam Pos. Di kota ini menjalani hidup bersama Dhiana (yang disapanya Na') dan Shiela dan Ikra (yang memanggilnya Abah).

Beberapa puisinya pernah terbit di Jawa Pos (Surabaya), Riau Pos (Pekanbaru), Batam Pos (Batam), Sagang 2000 (Yayasan Sagang, Pekanbaru, 200) Antologi Puisi Digital Cyberpuitika (YMS, Jakarta 2002), dan Dian Sastro for President 2 #Reloaded (AKY, Yogyakarta, 2003). Puisi Huruf-huruf Hattaterpilih sebagai salah satu dari 10 puisi terbaik lomba puisi 100 Tahun Bung Hatta (KPSP, Padang, 2002), dan Les Cyberletress (YMS, 2005). Hasan Aspahani juga menjadi kartunis post metro yakni sebuah kartun strip komik dengan tokoh utama "si Jeko" tukang ojek dengan kelucuannya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (9%)
4 stars
9 (28%)
3 stars
19 (59%)
2 stars
1 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Panca Erlangga.
116 reviews1 follower
April 19, 2021
Ketika membaca beberapa puisi di buku ini, aku merasa ada sedikit perbedaan dalam penuturannya. Lumayan cukup berbeda dengan bukunya yang lain seperti Pena Sudah Diangkat... dan Aviarium. Sampai kemudian saya menelusuri salah satu puisinya--saya lupa judulnya yang mana--yang mengangkat perihal Kavi Natasukma di salah satu blog yang di mana dimuat tahun 2011. Pantas sekali.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
July 5, 2018
Pagi adalah cara bumi mengajari aku bagaimana
mencintai engkau, apa yang sepertinya rutin aku
lakukan, tapi sesungguhnya tak pernah berulang sama.

(Ini Hanya Pagi yang Tak Hanya Pagi)

Puisi-puisi di buku ini seperti mengajak pembaca untuk baper dengan cara yang elegan.
Profile Image for Andria Septy.
249 reviews14 followers
December 30, 2020
untuk mengatakan sebuah kata 'bagus' memang tidaklah cukup untuk melukiskan bagaimana kumpulan puisi ini mampu menyihirku dan sangking legitnya, tanpa terasa sudah halaman terakhir saja. di dalamnya terdapat puisi yg ia persembahkan untuk M. Aan Mansyur. maka aku pun jadi tahu mereka bersahabat baik. terimakasih atas puisi-puisinyaaa....
Profile Image for Nura.
1,056 reviews30 followers
December 26, 2024
Berharap menemukan Neruda dalam buku sajak ini, tapi ternyata manis itu berbeda rasa. Seperti judulnya, Duka Manis, puisi-puisi di dalamnya terasa bitter sweet. Bukan cinta yang happily ever after, karena hidup toh terus berlanjut. Saat cinta tak lagi berbalas, salahkah untuk terus memberikan cinta yang kau punya kepada sang kasih?

Salah satu puisi favorit
Fardu Rindu

SUKAR sekali memulai larik puisi, sesukar menukar kartu,
aku lalu mengenang apa yang belum kupertaruhkan dari
kata akhir kita, tentang bimbang dan rindu yang fardu.

Seperti baru belajar lagi, berbagi dengan larik puisi,
aku telah terbiasa mengais, di sia-sia tangis, di antara
kata yang duafa, menadah sedekah dan rindu yang fardu

Playlist sendu dari puisi Fardu Rindu
Profile Image for Lidia.
91 reviews
March 27, 2021
Kumpulan Puisi Hasan Aspahani yang bikin pembaca baper, khususnya saya yang terlalu peka.

"Aku cabang, kau dedaunan, sepasang burung hinggap di ranting itu, tak tahu bahwa teduhnya adalah cinta kita."

Saya juga tertarik dengan pengantar dalam buku ini, yang mana dikatakan bahwa:
"Tuliskanlah sajak-sajak cinta terbaikmu bagi orang yang benar-benar kau cintai. Karena cintamu, kau akan menghasilkan sajak-sajak sejati, dan kemudian karena sajakmu itu, dia yang kau cinta tahu betapa murni cinta kau kepadanya."
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.