Jump to ratings and reviews
Rate this book

Arah Langkah

Rate this book
Bulan April, tahun 2013, berawal dengan niat dan tujuan yang berbeda—salah satunya karena hati yang terluka, tiga pengelana memulai sebuah perjalanan menyusuri daerah-daerah di Indonesia. Lewat cara yang seru tapi menantang, mereka tidak hanya menyaksikan langsung keindahan negeri ini, mereka juga harus menghadapi pertarungan dengan kegelisahan yang dibawa masing-masing.

Arah Langkah bukan sekadar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya, dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus seperti di layar televisi. Meskipun begitu, semua daerah memang memiliki cerita yang berbeda-beda, namun di dalam perbedaan itu, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan.

300 pages, Paperback

First published May 3, 2018

193 people are currently reading
2863 people want to read

About the author

Fiersa Besari

6 books922 followers
Fiersa Besari, biasa disapa “Bung”, ialah seorang lelaki beruntung kelahiran Bandung, 3 Maret 19XX. Didasari oleh kecintaannya pada dunia musik, setelah menyelesaikan pendidikannya di jurusan sastra Inggris di STBA Yapari ABA Bandung, Bung malah menjauhi disiplin ilmu yang ia pelajari selama ini dan berujung membuka studio rekaman. Di studio rekaman inilah ia mengenal banyak musisi, sekaligus mengembangkan karir musiknya. Bung kemudian merilis beberapa album solo sejak tahun 2012, sebelum mengalami fase patah hati dan akhirnya berkelana keliling Indonesia selama tujuh bulan untuk mencari jati diri.
Sekembalinya Bung di penghujung 2013 membuat dirinya lebih mencintai dunia tulis-menulis. Meski seringkali terendus aroma cinta dalam karya-karyanya, namun Bung selalu menyisipkan pesan humanisme dan sosial. Karya pertama Bung berjudul “Garis Waktu”, berisi rangkuman beberapa tulisannya dalam kurun waktu 2012-2016. Sementara, “Konspirasi Alam Semesta” merupakan album musik yang pernah ia rilis pada tahun 2015, yang kemudian dipadu padan dengan naskah hingga akhirnya dilahirkan kembali dalam bentuk buku pada tahun 2017.
Selain menulis, Bung juga aktif sebagai pemain musik, penangkap gerak, dan pegiat alam.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
571 (48%)
4 stars
351 (29%)
3 stars
158 (13%)
2 stars
58 (4%)
1 star
46 (3%)
Displaying 1 - 30 of 99 reviews
Profile Image for Sharulnizam Yusof.
Author 1 book95 followers
August 10, 2019
#1
Nama Fiersa Besari sangat besar, malangnya saya baru saja mengenali beliau. Itupun sebab beberapa orang rakan di FB kerap berkongsi video beliau di Youtube.

#2
Dan tanpa disangka-sangka, saya ada membeli sebuah buku beliau yang bertajuk Arah Langkah ini.

#3
Sebab saya memilih buku beliau ialah buku ini bertemakan kembara, apatah lagi pertualangannya besar merangkumi satu Indonesia.

#4
Isi kandungannya, memang saya suka. Kisah-kisah merantau yang memaparkan sisi kelangsungan hidup serta pertemuan dengan manusia-manusia yang punya pelbagai kisah hidup.

#5
Saya sedikit terkejut dengan "pendedahan jujur" oleh penulis tentang perkara-perkara "dosa" yang dilakukan tanpa ada rasa segan. Kosa kata "berfikiran terbukalah" seperti seruan manusia zaman ini, masih belum dapat saya cernakan untuk mengatasi suruhan tuhan yang menyuruh supaya aib disembunyikan, dan disesali.

#6
Pelik sekali, saya terus akur membaca coretan itu sebagai pelengkap cerita seorang manusia yang tidak sempurna.

#7
Keseluruhannya buku ini bercerita dengan baik, memaksa saya mencari lokasi setiap tempat yang dijejaki Bung bersama dua rakan kelana beliau yang sama-sama tegar, namun akhirnya terpisah akibat keperluan yang mendesak.

#8
Akan ada buku seterusnya, saya jangka. Atau sudah pun terbit?

#9
Kecacatan buku tiada ampun! Beberapa mukasurat hilang (halaman 235 - 245) dan digantikan dengan mukasurat yang lain.

#10
Kalau tiada kesilapan nombor #9, saya seikhlasnya memberi 5 bintang untuk buku ini.
Profile Image for Isnaini Nuri.
94 reviews23 followers
June 29, 2018
"Berkelana itu enggak gila. Yang gila itu kalau diam di rumah padahal hati memanggil kita untuk berkelana." Kata si Prem

Batinku,
"Gue, gila ya..."
Profile Image for Choo Sarang.
11 reviews1 follower
May 21, 2018
Oh well, this book surprised me, in a good way :)

Saya jarang mau baca buku-buku tentang catatan traveling seseorang, karena biasanya isinya mirip-mirip. Ekspektasi yang sama berlaku saat saya beli buku ini (budayakan beli, jangan pinjem! support our local writers ;)) dan ternyata, setelah baca beberapa halaman, mata saya langsung seolah nempel dan enggan berhenti membaca.

Inti dari buku ini adalah catatan perjalanan Penulis (Fiersa, atau biasa dipanggil 'Bung') dan dua orang temannya, Prem dan Baduy (yang ia sebut sahabat tapi sejujurnya tidak terasa cukup dekat seperti sahabat bahkan sampai saya selesai membaca hingga halaman terakhir) yang backpacking mengelilingi Indonesia. Saya suka cara Fiersa bercerita, mengalir lancar tanpa banyak tetek bengek trivia yang seringkali membuat saya malas membaca. I actually read every word that he wrote, what an achievement haha! Petualangan Fiersa cs, menurut saya, layak untuk disimak bukan karena ceritanya mengesankan, namun karena proses yang Fiersa gambarkan untuk mencari petualangan terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga membuat saya tanpa sadar menyemangati ketiga karakternya dalam hati.

Kalaupun ada kekurangan, saya rasa letaknya ada di karakter Fiersa itu sendiri. Ok I don't know him personally so I'll just judge based on how he describe himself on the book. Di beberapa bagian dalam buku ini, saya agak gemas karena Fiersa tidak cukup eksploratif dalam menjelajah keindahan alam. Sampai-sampai saya terpikir betapa lebih bagusnya buku ini andai diceritakan dari sudut pandang Prem atau Baduy, yang lebih bersemangat dan eksploratif. Tapi ada daya, Fiersa-lah yang punya bakat menulis dan berkat tangannyalah buku ini lahir. And hey, I think I'm happy enough with that :)

Overall it's a great book that warms your soul and I would recommend it to my friends.
Profile Image for Dimaz Maulana.
1 review
June 20, 2018
teman mengisi waktu luang yg sangat pas di momen Idul Fitri, membuat kita sadar kembali akan arti "pulang"
Profile Image for Asdar Munandar.
169 reviews4 followers
September 25, 2018
kesan pertama setelah membaca buku ini,
saya tidak cocok dengan gaya bercerita penulisnya. saya tidak bisa menggambarkan seperti apa tempat-tempat yang dia kunjungi dalam imajinasiku. kita seperti tidak diajak serta dalam petualanganya. dia "Bung" seakan terjebak sendiri dalam dimensinya lalu menceritakan ala kadarnya dengan tergesa-gesa.

saya membeli buku ini untuk menemani penerbangan saya dari Mataram ke Makassar, saya hanya mengambilnya secara acak di gramedia setempat, melihat dari sinopsi ringkasnya dibelakang tentan catatan perjalanannya mengelilingi Indonesia. karena saya penikmat buku tentang catatan perjalanan, ekspektasi saya mungkin terlalu tinggi. awalnya saya bayangkan buku ini akan seperti catatan perjalanan Agustinus Wibowo yang begitu detail, atau Clement steve yang sangat apik menggambarkan bagaimana pendakiannya dari gunung ke gunung. Namun sayangnya saya harus kecewa. buku ini jauh dari apa yang kuharapkan. saya merasa buku ini hanya seperti catatan harian yang ditulis di blog-blog orang-orang pada umumnya. Saya tidak tahu ending dari buku ini seperti apa. apa benar perjalanan itu sudah bisa dikatakan perjalanan keliling Indonesia atau memang akan direncanakan untuk dibuatkan squelnya. Meski demikian saya ucapkan banyak terimkasih untuk penulis buku ini, sudah menghasilkan karya yang hebat.

oh iya, ini perkenalan pertama saya dengan Fiersa Besari ini buku pertamanya yang saya baca, belakangan kuketahui Bang Bung ini sudah banyak menerbitkan buku-buku best seller, saya ucapkan selamat dan sukses terus atas karya-karyanya Bang Bung
Profile Image for Fatinnur Zahrina.
119 reviews53 followers
March 29, 2020
Travelog pertama dari penulis Indonesia yang aku baca. Penceritaan yang mengesankan. Membuat aku rasa ingin memulakan petualangan di tanah air sendiri.
Profile Image for Dayang.
1 review
July 29, 2021
"Kita gila, ya, bisa berkelana sampai sejauh ini."
"Berkelana itu enggak gila. Yang gila itu kalau diam di rumah padahal hati memanggil kita untuk berkelana. "

Awalnya aku memilih buku ini sebagai bacaan ringan yang untuk menikmati perjalananku ke Danau Toba. Alih-alih menjadikannya bacaan ringan, justru kisahnya sangat menginspirasi dan membuatku ketagian untuk membaca. Tak rela saat lembaran terakhir harus habis terbaca, buku ini berhasil membuatku memiliki semangat baru dan kesan yang mendalam.
Profile Image for Dian Kidiw.
2 reviews
June 10, 2018
bingung di akhirnya, apakah ada kelanjutannya menuju raja ampat?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for summerreads ✨.
110 reviews
January 26, 2021
Bulan April, tahun 2013, berawal dengan niat dan tujuan yang berbeda—salah satunya karena hati yang terluka, tiga pengelana memulai sebuah perjalanan menyusuri daerah-daerah di Indonesia. Lewat cara yang seru tapi menantang, mereka tidak hanya menyaksikan langsung keindahan negeri ini, mereka juga harus menghadapi pertarungan dengan kegelisahan yang dibawa masing-masing.

Arah Langkah bukan sekadar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya, dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus seperti di layar televisi. Meskipun begitu, semua daerah memang memiliki cerita yang berbeda-beda, namun di dalam perbedaan itu, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan.

Arah Langkah bercerita mengenai kisah perjalanan keliling Indonesia pada tahun 2013 yang ditempuh Fiersa bersama 2 sahabatnya; Anisa 'Prem' Andini dan Baduy. Mereka bertiga berangkat dari Bandung dengan budget seadanya, pergi ke ujung Sumatera --termasuk Aceh, kemudian lanjut ke Nias, Sumatera Barat, sebelum akhirnya bertolak ke Makassar.

Perjalanan mereka sama sekali bukan perjalanan mewah. Ketiganya kerap ngemper tidur di dek kapal feri, membangun tenda di mana saja mereka bisa berteduh, tidur di pelabuhan, markas pencinta alam, hingga kantor DISHUB, dan membawa tempe kering untuk dimakan bersama nasi dan kecap. Hanya di tempat tertentu di mana mereka tidak bisa membangun tenda, ketiganya menyewa penginapan murah.

Saya seperti ikut bersama ketiganya melihat pemandangan laut dari atas feri, melihat atraksi Fahombo di Nias, mendaki gunung, menyelam, menangkap senja, dan berbagai hal seru lainnya. Selain itu, Arah Langkah juga sekaligus menjadi bukti lain bahwa alam Indonesia tak kalah elok dengan negeri lain.

Arah Langkah benar-benar catatan perjalanan yang rapi. Selain mengisahkan perjalanannya dari satu daerah ke daerah lain, Bung juga menceritakan banyak kegelisahannya. Diksi yang digunakan juga bagus dan enak dibaca. Selain itu, tiap bab di ini dilengkapi foto-foto menarik yang berkaitan dengan cerita di masing-masing bab.

Menjelang akhir buku, sebuah persoalan yang cukup serius kemudian sempat membuat Bung berpikir kembali mengenai perjalanannya. Apakah ia sanggup untuk tetap ke Timur Indonesia?

Sepertinya kelanjutannya ada di buku berikutnya. Sebab di buku ini endingnya agak gantung. Apapun itu, Fiersa Besari sudah menunjukkan pada banyak orang bahwa patah hati bisa membuatnya berkarya dan betualang lebih jauh --ketimbang hanya galau sepanjang tahun. Itu saja, menurut saya, sudah lebih dari cukup. Saya mendapatkan banyak hal keren dari buku yang tak terduga. Selain itu, saya suka dengan bahasa Indonesia baku yang digunakan Fiersa dalam merangkai kalimat demi kalimat. Tidak ada kata-kata yang sok gaul di buku ini. Semuanya sederhana dan apa adanya, namun tetap mengena dan tidak menghilangkan esensinya.
Profile Image for Fionna Christabella.
46 reviews2 followers
October 13, 2021
📖 *Review Buku* 📖

📗 *Judul*: _Arah Langkah_
🖊️ *Penulis:* Fiersa Besari
🖨️ *Penerbit :* Mediakita
📆 *Tahun :* 2018
📚 *Tebal :* 300 halaman
🛡️ *ISBN:* 978-979-794-561-9
🧕 *Reviewer :* *Fionna Christabella*

🌾☘️🏵🌾☘️🏵🌾☘️🏵

_"Yang paling aku senangi dari petualangan adalah: sejauh apapun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah."_ (hal. 235)

_"Dalam kesunyian, perlahan aku mengerti, bukanlah kenangan terburuk yang akan membuat kita bersedih, tapi kenangan terindah yang takkan bisa terulang lag."_ (hal. 246)

Tahun 2013, tiga orang memutuskan berkelana mengelilingi Indonesia. "Bung" Fiersa Besari, Anisa "Prem" Andini, dan Baduy. Mereka memulai petualangan dari daratan Sumatra, Bandar Lampung - Jambi - Padang mengunjungi Pelabuhan Teluk Bayur tepatnya Pantai Air Manis, tempat legenda Malin Kundang, anak durhaka yg dikutuk sang ibu menjadi batu. Perjalanan berlanjut ke Bukit Tinggi sebelum beranjak ke Bawomataluo Nias untuk melihat atraksi lompat batu yang sdh mendunia. Lalu mereka menunjungi Pulau Samosir kemudian ke Medan dan perjalanan di Sumatra berakhir di Pulau Weh untuk melihat Titik Nol Indonesia.

Sayangnya sewaktu di Medan, mereka harus berpisah sementara. Baduy harus kembali ke Bandung tapi mereka berjanji untuk bertemu kembali di Makassar Sulawesi Selatan. Perjalanan di Sumatera berakhir di Medan. Mereka bertolak ke Makassar. Di Makassar, sambil menunggu Baduy bergabung, Bung dan Prem menjelajahi gunung - gunung di Makassar. Setelah menunggu seminggu, akhirnya mereka berkumpul kembali. Perjalanan dilanjutkan ke Tana Toraja, dan tujuan utama mereka adalah ke ujung utara Indonesia, pulau Miangas yang langsung berbatasan dengan negara Filiphina.

Saya suka cara Feirsa bertutur, kisahnya mengalir tanpa banyak tetek bengek yang tak perlu. Kisah petualangan mereka layak disimak karena ternyata perjuangan mereka untuk mengelilingi Indonesia dengan kocek sendiri tidaklah murah. Mereka harus berhemat luar biasa, bahkan hidup tak ubahnya seperti gembel seperti tidur di emperan toko, jarang mandi dan cuci baju, sampai makan tak teratur.

Awalnya, saya berekspetasi buku ini akan seperti cerita perjalanan yang pernah dilakukan Agustinus Wibowo yaitu menjelajahi Asia Tengah seorang diri tentunya sangat berlebihan. Saya merasa, Bung seperti memindah saja catatan - catatan harian blog nya menjadi sebuah buku. Selain itu, saya tidak beharap buku ini adalah sebuah sekuel ternyata memang demikian adanya. Hal tersebut membawa rasa penasaran saya akan kelanjutan kisah petualangan Bung. _Arah Langkah_ adalah buku ketiga dari Fiersa Besari yang saya baca, tetapi saya masih jatuh hati pada buku bersampul merah yang sdh saya baca sebelum ini, yaitu _Catatan Juang_.

🍁🌴🌼🍁🌴🌼🍁🌴🌼🍁🌴🌼
Profile Image for Afrianti Pratiwi.
100 reviews28 followers
March 6, 2020
Tidak dipungkiri saya selalu menunggu karya-karya dari Bung Fiersa. Terlebih kali ini bukunya bertemakan petualangan dan perjalanan yang mungkin bisa saya lakukan nantinya. Namun, tahun sudah bergulir dan mungkin cerita di dalam buku Arah Langkah akan jadi penyemangat saja. Jika dilakukan saat ini, mungkin akan terasa lebih sulit dibandingkan ketika Bung Fiersa melakukannya bersama Baduy dan Prem di tahun 2008.

Sudah menduga sejak awal kalau buku Arah Langkah akan minim drama dan berisi perjalanan dari kenyataan. Sebuah memoar yang ditulis ketika tiga sekawan itu memilih untuk backpackeran menjelajah Indonesia. Dimulai dari Bandung ke arah barat Indonesia—Padang, kemudian Aceh—lalu lari ke Timur hingga berakhir di Raja Ampat.

Backpackeran ternyata nggak sekeren yang saya bayangkan. Bagaimanapun di dalam buku itu, backpackeran = menggembel. Tetapi saya lebih senang bila penyebutan backpacker srsuai dengan maknanya yang lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Bukannya mendatangi suatu tempat hanya sebagai turis. Padahal, menyelami budaya masyarakat dari masyarakatnya langsung bisa jadi lebih mengasyikkan. Dan itulah yang coba disampaikan melalui buku ini.

Meski minim drama, bukan berarti buku ini sarat dari drama. Konflik perbedaan pendapat antarsahabat menghiasi buku ini. Mulai dari Baduy yang harus meninggalkan kedua temannya di Aceh karena ada pekerjaan di Raja Ampat sampai Prem yang harus berhenti di tengah jalan karena kehabisan uang. Disinilah saya percaya, sekuat apapun tekad di awal, perjalanan kehidupan selalu tak bisa ditebak.

"Yang paling aku senangi dari petualangan adalah sejauh apapun jarak yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah." - Hlm. 235.

Well, buku ini nggak cuma bercerita soal perjalanan mereka, tetapi juga alasan dimana Bung Fiersa akhirnya melakukan perjalanan itu. Ya, sesimpel patah hati. Memang ya salah satu cara membahagiakan diri adalah dengan plesir atau jalan-jalan. Pantas saja ada sindiran "kurang piknik" bagi mereka yang terlihat kusut masai.

Jujur, buku ini terlihat biasa-biasa saja bagi saya kalau bukan soal keindahan alam Indonesia yang disuguhkan di dalamnya. Tetapi buku favorit saya tentu Albuk Konspirasi Alam Semesta (fyi, saya belum baca Albuk keduanya).
1 review
September 8, 2018
Buku ini merupakan buku ke-4 karya Fiersa Besari, pemuda kelahiran Bandung yang sering disapa Bung.
.
Berawal dari patah hati dan kegelisahan pemuda yang sering disapa "Bung", dimana Ia memilih untuk meninggalkan kota kelahirannya dan mulai berkelana bersama kedua sahabatnya. Dengan niat dan tujuan yang berbeda, ketiga petualang itu memulai perjalanan dengan menyusuri daerah-daerah Indonesia.
.
"Tidak ada impian yang terlalu besar jika dibarengi dengan usaha yang sama besarnya. Dan usaha besarpun dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus menerus"
.
Dengan berbagai cara yang menantang mereka menikmati keindahan daerah yang mereka kunjungi mulai dari Padang, Bukittinggi, Nias, Makassar, Tana Toraja, dan Miangas yang memiliki kisah berbeda-beda. Cerita tentang bagaimana perbedaan dapat menciptakan toleransi dan keharmonisan.
.
"Hidup ini menyenangkan kalau kita memandang dari sudut pandang yang tepat"
.
Setiap pertemuan pasti akan menemui perpisahan, sempat mengalami putus asa untuk melanjutkan perjalanan tanpa kedua sahabatnya, Bung akhirnya memutuskan untuk melangkah dan membuang segala ketakutan yang menghantuinya.
.
Meski buku ini memiliki alur maju mundur yang terkadang membuat pembaca kebingungan, namun penulis mampu mendistorsi dengan menghadirkan beberapa foto sehingga pembaca dapat hanyut dalam petualangannya.
Buku ini mengajarkan saya bahwa berpetualang tidak selalu berkenaan dengan perjalanan dan keindahan. Cinta dan persahabatan pun selalu bisa ditemukan.
.
Setiap perjalanan selalu memiliki pertemuan dan perpisahan. Berpisah dengan sahabat tentulah bukan hal yang mudah, ada cerita yang harus berubah menjadi kenangan. Namun "sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah"
Profile Image for Lala Sulfa.
31 reviews1 follower
January 5, 2020
Arah Langkah adalah sebuah novel yang berisi memoir Bung, Prem dan Baduy dalam melakukan perjalanan menyusuri Indonesia pada tahun 2013. Di dalam buku ini diceritakan petualangan mereka di Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi. Mereka berhasil mengunjungi Sabang dan Pulau Miangas selaku perbatasan Indonesia bagian barat dan utara.

Langkah pertama Bung bertualang karena patah hati dikhianati pacar dan sahabatnya. Langkah pertama yang membentuk langkah selanjutnya yang lebih mengagumkan.

Melalui buku ini, Bung membagikan
keberagaman budaya dan keindahann alam yang mereka kunjungi, serta pengalaman dan kegelisahan yang mereka hadapi selama di perjalanan.

Setiap tempat yang mereka kunjungi memiliki kisah dan perjuangan yang berbeda-beda. Menggendong ransel besar, berdesak-desakan di kapal, bertemu warga pedalaman, dan menjalin persahabatan dengan orang-orang baru.

Pesan moral dalam buku ini ada banyak. Salah satunya, perbedaan tidak memutuskan hubungan cinta dan persahabatan, baik itu perbedaan suku, budaya maupun perbedaan agama.

Saya suka gaya bercerita Bung yang mengalir begitu saja. Namun, saya juga merasa kurang puas karena ada beberapa daerah yang kurang dijelaskan secara mendalam 😅

Saya juga suka kata-kata digunakan Bung, benar-benar indah. Quotes menohok juga tersebar di buku ini 🧡

Namun, saya merasa sedikit terganggu dengan beberapa bagian ketika Bung dan kawan-kawannya menikmati minuman beralkohol. Ya, ajang mengakrabkan diri seperti itu tak kusukai. Meski negatif dan termasuk aib, Bung tetap menuliskannya. Mungkin karena dia ingin menulis apa adanya, sesuai kenyataan, jujur, bergradasi bukan putih dan hitam saja.
Profile Image for Nur Rokhmani.
256 reviews6 followers
March 21, 2021
Perjalanan yang sungguh berkesan sekali. Seolah ikut brrsama mengelilingi tempat-tempat yg jd tujuan mereka. Selama membaca, aku juga sibuk googling. Ingin juga tau penampakan lokai-lokasinya🤭🤭

Mantap.. otw baca Tapak Jejak!

Ulasan dariku ...
Judul: Arah Langkah
Penulis: Fiersa Besari (@fiersabesari )
Jumlah Halaman: 300 halaman
Durasi baca: 1 hari

Buku kelima dari Bung yang kubaca. Dan kesemuanya memberi kesan berbeda. Membaca Arah Langkah seperti diajak ikut berkeliling Indonesia. Sejak pelayaran pertama mereka menuju Bakauheuni, Lampung, hingga penelusuran mereka di daerah sumatera utara dan Aceh. Lalu pergi ke Sulawesi.

Memang, buku ini nggak seperti buku Bung sebelumnya yang aku baca. Penuh adegan romantis, atau fiksi yang melambungkan imajinasi. Karya ini, mencoba mengingatkan kita bahwa kita hidup di tempat yang Allqh anugerahkan keindahan dan keberagaman yang begitu kaya. Kita tinggal di tempat dimana banyak orang lain menginginkannya. Kita ada di tempat yang begitu istimewa bernama Indonesia.

Buku ini juga mencoba mengajak kita melihat lebih dekat tentang dunia diluar lingkungan kita. Semakin kita dekat, semakin kita akan tahu bagaimana mereka. Jangan terlalu cepat menyimpulkan tentang suku tertentu, daerah tertentu hanya dari "katanya". Nyatanya, banyak orang baik di luar sana.. banyak hal yang harus kita ketahui dengan melihatnya sendiri dan hidup bersama mereka.

Selama membaca ini, aku tidak hanya membaca, tetapi juga ikut mencari. Tempat-tempat yang disebut Bung dalam buku ini coba kuhadirkan. Dan semakin menyadarkanku, aku nggak tahu banyak tentang Indonesia. Masih banyak tanah yang harus kupijak untuk membuat aku semakin benar-benar mencintai Indonesia.

Indonesia itu Kaya!
Profile Image for Ahmad Hanif.
37 reviews
November 18, 2024
Dikhianati dua orang terdekat sekaligus. I feel u bung, saya pernah merasakannya juga. Sakitnya double. Dari marah-marah bak kesetanan, cacimaki sampe kata yang keluar "yaudahlah mau diapain lagi"
Bedanya saya ya melanjutkan repetisi yang begini-begini aja sedangkan bung adalah melakukan hal gila yang bermodal nekat dan mental.
Tapi saya bersyukur bung merasakan patah hati yang begitu dalam ini (seharusnya bung juga), karena terciptalah memoar perjalanan ini yang saya begitu menikmati saat membacanya, berbeda dengan karya bung yang lain, intensitasnya lebih lama dan lebih mengalir begitu saja.
Bung menyajikan tempat yang benar-benar saya baru mengetahuinya sesekali otak saya berimajinasi sesekali saya liat di google bagaimana keindahan pemandangan di sanah. Luar biasa cantiknya indonesia. Saya rasa ribuan bahkan jutaan rakyat indonesia rugi sekali jika tak pernah merasakan tempat yang bung kunjungi.
Tapi sayangnya bung kurang eksploratif dalam menjajaki tempat pada setiap pulau, entah bung terbatasi biaya yang kurang memadai, entah bung juga lupa tempat apa saja yang dikunjungi mengingat memoar ini ditulis lengkap bertahun-tahun setelah kepulangan bung berpetualang.
Saya rasa manusia-manusia urban macam saya perlu membaca ini agar merasa terpanggil untuk pula berkelana, walaupun tidak se-gila bung, minimal tahu ternyata indonesia itu seindah ini yang tidak kalah oleh tempat-tempat indah di luar negeri.
Profile Image for Sarah.
31 reviews5 followers
July 4, 2023
⭐ 4,5/5 (mantap)

Buku yang berisi perjalanan Bung @fiersabesari , Teh @andini.anisa, dan Kang @baduypacker berkelana mengelilingi Indonesia. ketiga pengelana berangkat dengan alasan masing-masing. Bung yang patah hati, teh Prem yang bercita-cita keliling indonesia dan kang Baduy? (Baca bukunya). Perjalanan dimulai dari Indonesia Barat.

Apakah mereka bisa bertahan hidup? Bagaimana caranya? Apakah mereka berhasil mengelilingi Indonesia?

Dalam buku ini terdapat banyak dokumentasi asli penulis dan kedua sahabatnya selama bertualang. Luar biasa seru, kita diajak jalan-jalan, bertemu banyak orang-orang baik dan kita juga diberi pelajaran hidup. Yang paling bikin seru sih cara bertahan, dan bagaimana cara berhubungan dengan alam, budaya, dan penduduk lokal. Sangat menginspirasi!

Foto asli yang disajikan juga ngga main-main bagusnya, apalagi pemendangan langit malam di setiap daerah yang bikin langsung pengen kesana. Habis baca, aku jadi pengen naik gunung 👀

Tak lupa, cara penulisan Bung ini memang selalu terkesan romantis dan sopan. Untuk beberapa orang, mungkin akan terasa "lebay", karena pemilihan kata dan majasnya. Tapi, lama kelamaan pasti akan menemukan indahnya tulisan Bung satu ini.

Teh prem luar biasa keren, kuat banget!!

Pelajaran yang bisa kuambil:
"Sebagai manusia harus bisa berkomitmen, konsisten, dan tidak pantang menyerah."
Profile Image for Risyca Pujiastuti.
45 reviews
December 25, 2018
"Aku selalu merasa, sebuah perjalanan adalah anugerah yg membuat kita bisa bertemu dan berbincang dengan orang-orang baru. Perbincangan-perbincangan tersebut tentu saja membuka wawasan kita. Tapi, aku lupa bahwa sisi lain dari perjalanan adalah : kita pun harus siap berpisah dengan orang-orang tersebut." (Hal. 185)

Buku ini menceritakan perjalanan Bung keliling Indonesia bersama Prem dan Baduy secara backpacker. Selain alur cerita yg ringan dan asyik untuk dibaca, ditampilkan juga beberapa foto yg diambil oleh penulis saat melakukan perjalanan tersebut.

"Tidak perlu banyak memotret sampai lupa menikmati karunia Tuhan. Tidak perlu sibuk mencari sinyal untuk pamer foto di situs media sosial. Secukupnya saja, lalu diam dan nikmati wajah alam semesta." (Hal.96)

"Jika kau bertanya, daerah mana yg paling berkesan yg pernah kusinggahi? Sejujurnya, aku tidak punya jawabannya. Semua daerah memiliki cerita yg berbeda-beda. Yg sama hanya rasa sakit ketika berpisah. Karena perpisahan, semanis apapun, seindah apapun, tetaplah perpisahan. Ada cerita yg harus berubah menjadi kenangan." (Hal.292)
Profile Image for Fajarisma Putri.
4 reviews
November 28, 2020
Buku ini menceritakan tentang sebuah perjalanan untuk menikmati keindahan Indonesia yang berawal dari sebuah luka
Cerita tentang luka di masa lalu hanya diceritakan sedikit, sehingga buku ini benar-benar menceritakan perjalanan, bertemu orang baru selama perjalanan, keindahan Indonesia

Kisah yang menjelaskan tentang bagaimana 3 orang melakukan perjalanan dari barat ke timur untuk melihat keindahan Indonesia dengan modal pas-pas an dan tekad yang kuat, perjalanan yang membawa mereka bertemu dengan orang-orang dari berbagai macam suku,budaya
Apakah mereka akan terus melanjutkan bersama-sama menyusuri Indonesia? Silahkan baca buku ini

Setelah aku membaca buku ini, jadi ada semacam trigger untuk "nikmati Indonesia dulu, puas-puasin explore Indonesia, jangan terburu-buru ke luar negeri, kamu belum tahu negaramu, tapi mau tahu negara lain, we have so much beautiful gift that scattered over the country, tapi jangan lupa bahwa 'Sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah' "

Happy reading all
Profile Image for indy.
55 reviews
March 1, 2019
Growing up in an environment where the majority of the people surrounding me 'supported' or played in the role of making my younger self somehow prefer English over Indonesian, despite knowing very well that I myself am Indonesian and that I shouldn't have a silly, childish 'hatred' towards my own country and culture, I used to prefer traveling to other parts of the world rather than around Indonesia itself. However, both during and after reading this book, Fiersa Besari successfully made me love Indonesia more for what cultures we have, the places, the people—so many things... Thank you. The photos taken along with how the words flowed beautifully, showcasing how truly beautiful and diverse Indonesia is; this book made me feel like traveling around Indonesia as soon as possible. This book was enjoyable, yes, but somehow got slightly boring at the end. Still, it was very good.
Profile Image for Anna Fillaah.
131 reviews6 followers
October 5, 2019
Saya menyesal tidak menyelesaikan buku ini secepatnya. Malah menunda. Padahal, saya hadir acara launchingnya ketika di MIWF 2018. Mengapa saya menyesal? Karena jika saja lebih cepat ditamatkan, saya bisa mendapat inspirasi tentang bahan tulisan, eksplorasi materi, dan cara penulisannya. Berhubung di tahun yang sama, saya berkesempatan keliling Indonesia juga tapi pas hendak menuliskan cerita malah mandek karena bahan yang ingin saya tulis tidak tereksplorasi dengan baik.

Well, saya selalu suka baca buku catatan perjalanan. Semacam ada ilmu baru dari perjalanan seseorang. Meski tempat kunjungannya sama, tapi kesan dan ceritanya pasti berbeda. Karena diceritakan dari sudut pandang masing-masing. Keren sih, bisa mengambil banyak pelajaran dari setiap titik persinggahan dan dari setiap persahabatan.
Profile Image for Amirul Hakim.
29 reviews2 followers
October 21, 2021
Sudah sejak lama mengikuti perjalanan petualangan penulis buku ini yang sering disapa Bung Fiersa, melalui chanel YouTube nya. Namun baru pertama kali membaca karyanya. Karyanya sangat menarik untuk dibaca, apalagi bagi orang yang suka berpetualang 🏃
-
Novel ini menceritakan pengalaman beliau saat berpetualang ke beberapa daerah di Indonesia sebelum seterkenal sekarang, novel ini berisi petualangan ke daerah Sumatera dan Sulawesi yang ditemani dua orang sahabatnya, Prem dan Baduy. Mereka berangkat dari Bandung dengan niat backpacker ke daerah-daerah di Indonesia.
-
Banyak sekali pelajaran dari novel ini, namun yang dapat saya simpulkan dari semua perjalanannya, rata-rata semua masyarakat asal daerah yang dituju memiliki sifat ramah, jauh dari kata angkuh dan pemarah, dan tentunya memiliki rasa toleransi yang kuat meskipun mempunyai perbedaan baik suku maupun agama.
-
Novel ini juga memberikan gambaran bagaimana bangsa Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya alam, yang tentunya membuat pembaca ingin ikut berpetualang dengan mereka.
Profile Image for Dhelvia Gerent .
31 reviews
December 9, 2021
Sejauh beberapa buku karya Fiersa yang sudah kubaca, buku ini yang terfokus pada sebenar-benarnya perjalanan. Di dua buku sebelumnya, sebenarnya tentang perjalanan juga, tapi bukan sebagai petualangan. Di buku ini aku bisa melihat sisi yang tak pernah kulihat dari orang lain. Dari buku ini aku bisa belajar tentang banyak tempat maupun bahasa daerahnya. Plus, dapat bonus bisa meliaht foto-foto luar biasa mereka, yang barang tentu aku belum bisa ke sana.

Buku ini sangat menghibur, berbahasa ringan dan cocok menjadi camilan kala membaca buku-buku berat. Cukup untuk memuaskan kehausan tentang dunia luar. Karena kata puas hanya untuk yang benar-benar sudah mencicipinya bukan sekedar dari buku. Tapi buku ini sudah cukup bisa membuka mataku tentang alam Indoneisa yang luar biasa. Pun pesan-pesan yang ada dalam setiap perjalanan bisa kutangkap dengan baik.
Profile Image for Siti Salha.
78 reviews8 followers
January 20, 2021
Satu perkara yang membuatkan saya tertarik untuk membaca Arah Langkah adalah tentang kisah pengembaraan penulis mengelilingi seluruh pelosok Indonesia, mendaki gunung dan menyelam ke dasar laut semata-mata untuk membawa hati yang patah. Menarik untuk dihadam.

Kisah pengembaraan Fiersa terbahagi kepada dua buku iaitu Arah Langkah dan Tapak Jejak kerana terlalu panjang catatan pertualanagnnya. Menarik sebenarnya jika kita baca dari sudut seorang hamba kepada penciptaNya. Kadang kala, bila keluar dari zon selesa baru kita tahu cabaran hidup yang lebih besar di luar sana.

"Ada kalanya kita harus berhenti berlari, menerima kenyataan lalu pulang untuk melanjutkan hidup."
Profile Image for Bara.
10 reviews
January 21, 2023
Aku memang belum baca semua-mua buku Fiersa Besari. Tapi sejauh ini, semuanya seru, termasuk Arah Langkah!

Alurnya dibuat dari pengalaman pribadi, semua gambar-gambar hasil jepretan selama mengelilingi Nusantara benar-benar membantu kita lebih masuk ke dalam ceritanya!

Aku juga belajar dari buku ini tentang menjadi seorang petualang, yang menghemat-hemat biaya kendaraan dan penginapan. Mendapatkan banyak teman baru dan tentunya pengalaman yang fantastik!

Aku beri lima bintang, karena semuanya dikemas dengan baik. Tokoh yang masing-masingnya memiliki keunikan, apalagi Pram.
Profile Image for Silverlymist.
15 reviews
April 2, 2024
Kalau dalam Catatan Juang saya membaca tulisan-tulisan candu milik Juang, dalam buku ini saya membaca deskripsi-deskripsi indah milik Bung. Keduanya sama-sama memberikan saya sudut pandang lain dalam melihat banyak hal. Buku ini sama candunya dengan buku-buku yang lain.

Saya juga punya "buku patah hati" saya sendiri. Bedanya, Bung berkeliling Indonesia, saya hanya berkeliling Jakarta sembari mengerjakan Tugas Akhir. Tapi, "buku patah hati" itu menjadi bukti kalau tidak ada luka yang tidak sembuh.

Btw, senyum Mbak Prem cantik :)
Profile Image for Steven S.
705 reviews66 followers
May 19, 2018
Catatan perjalanan bung yang menarik.

Jujur beli buku ini karena melihat promo rilis di Makasar Writer kemarin. Fiersa juga nama yang baru buat saya. Tapi itulah kadang-kadang dengan terpapar sampul dan berita di instagram kita bisa membaca buku "baru".

Fiersa di wawancaranya bersama Mojok ingin dirinya dikenang sebagai penulis. Lewat karya-karyanya ia ingin abadi dengan menulis.

Lanjutkan bung.
Profile Image for Puji Hilbert.
27 reviews
February 5, 2019
There's always reason to get out from your comfort zone & start a journey to know who you really are.
This book successfully describe the beauty of Indonesia, friendships, and how you can love yourself after the brokenhearted.

The world keep turning, it is waiting for us to explore and adore.

The story is honest without cover and it's feel like it is you whom being undress with all the words that come from the heart.
Profile Image for Reynata.
16 reviews
July 5, 2023
What a great book! First visit to Fiersa Besari's work and it hit me. Arah Langkah membawa saya ke dalam petualangan yang penuh dengan daya magis. Petualangan keliling Indonesia yang benar-benar memberi makna tentang banyak hal; persahabatan, mengikhlaskan, menemukan, dan masih banyak lagi value yang bakalan lu dapatkan ketika kamu masuk ke dalam kisah klasik milik Bung Besari ini. Can't wait to read the sequel 'Tapak Jejak'. You guys need to read this one!
Profile Image for Pluviophile231.
9 reviews
December 30, 2024
Just wanna say, rangkaian kata Fiersa Besari selalu sangat nikmat untuk dicerna oleh otak. Saya menunggu kelanjutan kisah "arah langkah" Bung di Timur Indonesia

P.S. It's not a review but, i wanna put it here. This book is the last book that i read in 2024 i wrappped up my 10 books challenge this year, after a long reading slump that i had for years after i start working. I hope i could read more books in the future and just dive in to more various stories. LET'S GO 2025!!!! <3
Profile Image for Tama Pamungkas.
10 reviews2 followers
July 12, 2018
Dari dua karya Fiersa yaitu Kolase dan CJ, bagiku karya ini dari sisi pengolahan narasi dan bahasa cukup kurang mantap bagiku. Entahlah, apakah karena ini sebuah memoir ataukah disebabkan faktor lain, terasa pesan humanisme dan kritik sosial ala Fiersa kurang terasa. Semoga ke depannya jauh lebih baik, bung.

Salam literasi, dari pembacamu yang bisanya cuma komentar. :)
Displaying 1 - 30 of 99 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.