Durante la settimana dell’incubo, un’epidemia di suicidi ha falcidiato la popolazione mondiale senza che vi fosse una spiegazione logica. Un gruppo di ragazzini residenti a Tokyo, incuranti del pericolo, comincia a indagare su cosa si celi dietro questo sanguinario evento, e sul perché siano stati risparmiati da questa maledizione. Taisuke è uno di questi, ed è dotato di incredibili poteri che finora ha sempre utilizzato a fin di bene. Ma cosa succederebbe se decidesse di utilizzare il suo dono per fare del male? Lo scoprirete nell’ottavo capitolo del capolavoro di Tadashi Kawashima e Adachitoka, un excursus limpido nelle contraddizioni dell’animo umano. Perché il potere a volte... è in grado di mangiarti l’anima!
Kawashima made his professional debut with Daughter Maker, which ran in Kōdansha's Monthly Shōnen Magazine Zōkan Great. From October 2003 to October 2009, Kawashima collaborated with Adachitoka to create Alive -Saishū Shinkateki Shōnen (Alive- The Final Evolution), which was published in Kōdansha's Monthly Shōnen Magazine. Kawashima succumbed to liver cancer on June 15, 2010 and died at the age of 41.
Ada satu hal yang sering aku temuin di sini: everything comes with consequences. Jadi, pada dasarnya, nggak mungkin semua tokoh di situ punya kemampuan membunuh kalo moralnya nggak dipertanyakan. Kebanyakan dari mereka bahkan bisa membunuh karena udah dipersuasi, dan sering nggak sadar pas melakukan kejahatan itu.
Di vol. ini, kegelapan itu semacam jadi senjata makan tuan. Tanpa kegelapan, mereka nggak bisa menggunakan kekuatan itu. Tapi, dengan kegelapan yang dibiarkan mendominasi, mereka bisa kehilangan kewarasan. Dan menurutku, eksekusi ini dibawakan dengan natural dan mengalir banget. Cukup lewat adegan berantem dan adu kekuatan, inti ceritanya bisa disampaikan.
Apa itu termasuk moral value? Well, nggak tau juga. Beberapa orang bakal menganggap kekerasan ya kekerasan. Salah ya salah. Nggak mendidik ya nggak mendidik.
Cuman, permainan perspektif di dalam fiksi jelas jauh lebih menantang ketimbang cuma ngasih batesan baik dan buruk doang. Moral-moral yang perlu dipertanyakan kayak di Alive ini jelas lebih menarik, kreatif, dan fresh. Pembaca nggak cuma disuapi dengan nilai kebaikan yang kadang terkesan "you don't say, everyone knows that"; tapi juga diajak mikir dan menentukan keberpihakannya masing-masing.
And that's the perks of loving scifi/dystopia genre. 😚💞💕💝💖