Buku ringkas ini menghadirkan pernik-pernik keutamaan falsafah atau ilmu jiwa Jawa. Bukan untuk sekadar membuka ruang debat, melainkan lebih kepada ungkapan kecintaan dan apresiasi yang mendalam. Begitulah, orang Jawa selalu bergairah menyelaraskan dirinya dengan perubahan dan perkembangan, bergaul dan berdialog dengan kebudayaan lain, baik domestik maupun asing. Perbedaan pendapat pun selalu dikelola dan diekspresikan ke dalam bahasa serta perilaku yang santun. Segala sesuatu yang lembut diutamakan, dan yang kasar direndahkan.
Dengan cara itulah manusia Jawa diharapkan tetap hadir dan mewarnai keindahan semesta alam. Sumbangsih 'kejawaan' itu diharapkan mampu meredam perilaku masyarakat yang belakangan cenderung merosot. Mungkinkah membentuk sebuah masyarakat baru Indonesia yang toleran, penuh kesantunan dan kearifan, untuk menyongsong abad kompetisi dunia yang kian sengit. Kami serahkan hal itu kepada sidang pembaca.