Alendra, seorang mahasiswa yang tertarik dengan ilmu fisika dan mendapat julukan ‘profesor’ di kampusnya, berkenalan dengan Sheli dari pesan yang kesasar ke gawainya. Dari sana, mereka selanjutnya rajin berkirim kabar dan bersenda gurau.
Tetapi, jalinan hangat itu tidak bisa ditingkatkan menjadi perjumpaan. Selalu ada kendala yang membuat keduanya gagal bertemu meskipun tempat dan waktu telah ditentukan. Kejanggalan yang terus berulang itu membuat Alendra melakukan penyelidikan dan menarik simpulan bahwa telah terjadi perbedaan waktu.
Segala usaha mereka lakukan untuk membuat waktu di antara keduanya sejajar sehingga dua hati yang direntang oleh jarak bisa dipersatukan.
Pada akhirnya aku merasa senang dan lega karena berhasil menyelesaikan buku ini. Kalau boleh saran, bagaimana jika penulis membaca Dark Matter? Eh tapi buku ini sudah terbit, kurasa tidak akan membantu apa pun juga 😅
"Apa ini? Mojok nerbitin novel cinta-cintaan remaja? Yang bener aja?" Reaksi saya saat membaca sinopsis buku ini. Penerbit Mojok yang saya kenal selalu menerbitkan buku-buku berkualitas, di ranah yang tidak tersentuh penerbit arus utama. Tapi ini? "Anomali Hati" mungkinkah Mojok sudah terseret nikmatnya kapitalisme, sehingga ikut-ikutan menerbitkan novel banal semacam ini?
Dan ternyata saya keliru. Lubis Grafura, sang penulis tidak hanya melulu mengisahkan masalah hati dua remaja, tapi lebih dari itu. Jauh lebih dari itu. Novel ini banyak berkisah tentang fisika, terutama soal waktu. Relativitas menjadi latar waktu cerita, unik, sangat unik. Membaca novel ini seperti menonton film sci-fi, di mana menjelajah waktu menjadi obsesi tokoh utama. Kutipan-kutipan dari fisikawan maupun tokoh lain juga bertebaran di tiap halaman buku.
Semakin engkau menerka-nerka jalan cerita, semakin jauh dari cerita asli. Sangat Abnormal. Namun, saya rasa ada sedikit kekurangan, yaitu pada bagian karakter. Masing-masing karakter tidak memiliki pembeda yang signifikan. Contohnya, dipertengahan cerita, karakter yang tidak saintifik tiba-tiba mampu membicarakan hal yang sains. Kesimpulanya, cerita ini beda dari kebanyakan cerita yang menceritakan tentang waktu.
Awalnya underestimate sama novel ini. Ternyata bagus banget. Kirain bakalan kisah cinta yang menye-menye, soalnya judulnya aja anomali hati. Ga nyangka novelnya sekeren ini.
"Sebelum jarak menjadi jauh, hati kita pernah sedekat jari telunjuk dan jari tengah ini." -Quotes dari Anomali hati. Awalnya aku mengira novel ini hanya akan mengisahkan sepasang kekasih dengan jarak dan waktu yang berbeda. Tapi, aku salah. Penulis dengan sangat hebat menjabarkan sebuah Anomali Waktu, Hukum-hukum dalam fisika dan relektivitas. Bagaimana hal-hal yang tidak mungkin, dijabarjan menjadi mungkin. Tentang beberapa penemu dan ahli fisika. Karya ini juga memiliki pesan agar kita bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan tak lupa untuk selalu bersyukur. Karena waktu tidak bisa diulang. Seperti Eisten yang menghabiskan umurnya untuk mencari arti waktu sendiri -Berharap bisa kembali ke masa lalu. Dan bila pembaca ingin teliti, mungkin mereka akan setuju dengan pemikiranku. Novel ini benar-benar memberi pelajaran pada kita bagaimana menjalani waktu yang penuh dengan rahasia. Thanks atas karya yang sangat bagus dan bermanfaat ini. Aku sangat menikmati alur yang tersaji.
"Sebelum jarak menjadi jauh, hati kita pernah sedekat jari telunjuk dan jadi tengah ini." —Anomali Hati
Alendra adalah seorang mahasiswa yang suka Ilmu Fisika, eitss Alendra ini laki-laki ya. Berawal dari pesan kesasar Sheli dan akhirnya berkenalan, seperti teman yang lainnya. Mereka ingin bertemu tapi selalu gagal, kenapa? Jawabannya ada di buku.
Satu kata buat novel ini "WAW" Gilaa aku ga bisa berkata-kata waktu selesai baca. Baca buku ini kaya ikutan pinter, secara ga langsung kita ikutan mecahin teka-tekinya. Aku suka penjelasan tentang Fisikanya yg buat aku jadi pinter hahaha.
Kisah yang ringan tapi bikin mikir, kisah tentang waktu yang membuat aku jadi lebih menghargai waktu. Pesan yang sangat tersampaikan sekali👏👏 Pokoknya ini bagusss bangettt!!!
"Paman pernah bercerita bahwa Einstein rela menghabiskan seumur hidupnya untuk mempelajari relativitas waktu. Sesungguhnya ia tidak sedang memecahkan teka-teki ilmiah tentang waktu melainkan ia sedang mencari cara bagaimana mengembalikan waktu agar bisa bersama orang-orang yang dicintainya."
Sesuai dengan judulnya, buku ini lumayan banyak mengandung unsur ilmiah terutama fisika. Sebuah anomali waktu dialami oleh tokoh Alendra dan Sheli. Mereka tidak pernah bisa bertemu walau sudah mencoba selama 8 kali. Mereka bersahabat melalui pesan surel dan gagal ketika ingin bertemu. Buku ini mulai menarik ketika usaha keduanya untuk bertemu dengan melakukan sekian riset. Hingga akhirnya terdapat pola perbedaan waku antara mereka. Hal yang tidak terduga terjadi ketika mereka tepat pada waktu yang pas, yang memungkinkan mereka untuk bertemu. Namun hasilnya sungguh diluar dugaan. Saya kagum aman penulis yang dapat menceritakan kisah sains dengan alur yang begitu mudah dipahami.
Membayangkan cinta-cintaan setelah baca judul dari buku ini? Selamat, ekspektaksi anda terlalu rendah! Anomali hati tak hanya bicara soal cinta-cintaan remaja, tapi bicara lebih luas dari itu. Anomali hati bicara tentang banyak hal, dari fisika, teori relativitas waktu, bahkan berbicara tentang hal-hal tidak normal namun menarik untuk dibayangkan. Ini saintifik tapi tetap tidak membuat menguap berkali-kali.
NGGAK BISA BERENTI! Ceritanya bukan yang istimewa banget dan bukan cerita baru, di sana-sini ada kesan preaching (sejarah, agama) dan textbook banget (teori Fisika dan deretan nama ilmuwan), tapi biar begitu ya itu ... nggak bisa berenti baca. Jadi, empat bintang untuk storytelling dan keberhasilannya nge-hook pembaca untuk terus baca sampai selesai. Bravo!
Buku ini bercerita tentang time travel. Beberapa buku dan film yang bercerita tentang time travel selalu membuat saya kebingungan, tapi tidak dengan buku ini. Bukunya menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami. Awalnya saya pikir "ah ini kisah cinta remaja biasa" tapi ekspektasi itu runtuh ketika membaca beberapa bab buku ini, semakin menarik dan menarik.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Suka banget dengan alur cerita ini, bahasanya ringan dan santai tapi enggak receh seperti buku romance lainnya. Bahkan sampai akhir cerita masih penasaran dan meninggalkan beberapa pertanyaan di kepala. Hahahaha
Buku Mojok kedua yg saya baca. Sangat membosankan dan banyak dakwah pada awalnya. Namun kau akan dibuat sadar betapa bagusnya buku ini di tiga bab terakhir. Sangat cocok dibaca bagi mereka-mereka yang kangen ibu. Buku ini menambah semangat saya untuk segera menyelesaikan skripsi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya pikir ini novel bakaln full about romansa. Ternyata enggak dong! suka banget sih, apalagi di dalemnya ada banyak teori-teori fisika. Pokoknya sukak. Recommended! jujur saya baca buku ini dalam kurun waktu kurang dari 24 jam hahahh. sesuka itu dong.
Tentang anomali waktu. Sebelum jarak terbentang jauh, hati mereka pernah sedekat jari telunjuk dan jari tengah ini. Isak dimulai ketika musibah itu tiba, perbincangan dengan ibu, hingga takdir akan kematian yang tak bisa diubahnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
buku yang tidak sengaja terbeli. sempat ragu dengan judul 'anomali hati', tapi di luar ekspetasi saya, buku ini tidak melulu soal cinta-cintaan, banyak pelajaran yang saya ambil dari buku ini.
Cerita di dalamnya dapat disantap dalam sekali duduk. Bukan sebab ketebalannya yang rendah, tapi karena episode-episode yang sulit ditunda untuk diselesaikan. Science fiction memang membuat pembacanya sulit menjeda petualangan dengan aroma magis namun berdasar ilmu pengetahuan.
Bayangkan saja, jika melalui surat electronik kau bisa berkomunikasi dengan orang lain di persimpangan waktu, sedang orang tersebut sangat bermakna pada akhir-akhir kisah menuju perjumpaan. Kepada siapa kau akan memecahkan tanya?
Mungkinkah pada lembaran makalah dari dosen yang ternyata adalah sebuah tablet?
Saya selalu suka buku yang isinya bercerita tentang waktu. Nah, buku ini berhasil membawa saya tenggelam dalam tiap narasinya. Walaupun diselipin beberapa teori tentang waktu, saya masih menikmatinya. Teori tentang waktu yang sudah banyak tapi dibawa semenarik itu.