This is THE book that got me into fantasy. Aku ingat pertama kali baca waktu tahun 2018/2020 di wattpad dan langsung SUKAA banget, walau gak baca sampe akhir sih soalnya gak sempet. Syukurlah di novelnya jadi makin bagus. Serius. Walau ada beberapa plot dari wattpad yang hilang (kayaknya sih emang sengaja dihilangin), tapi entah kenapa malah jadi semakin enak dibaca. Misalnya tentang ibunya Piya yang juga nyasar ke dimensi sihir, di novel udah enggak ada lagi. It's okay, plotnya juga menurutku enggak terlalu necessary sih.
Mulai dari awal sampe akhir, alurnya bener-bener dijelasin secara runtut dan tertata. Namanya juga cerita fantasi ya, tapi keunggulan LMP ini adalah world buildingnya yang lumayan detail tapi gak bikin mumet, kalau kalian mendalami tiap paragraf dan deskripsi kekuatan tiap tokohnya (which is unik-unik banget, aku sampe mikir 'wah ternyata kekuatan ini juga ada, ya? nggak kepikiran sampe sana') itu bakal berasa tersedot ke dimensi sihirnya juga. Kalau yang paling aku suka pribadi adalah interaksi antar tokohnya yang seperti mengalir begitu saja, pokoknya kayak ... karakter-karakternya tuh bener-bener lagi ngobrol sendiri, bukan ditulis sama authornya. Ngerti kan? Wkwkw.
POV utama di buku ini adalah si tokoh utama yaitu Piya, jadi yaa kalian akan banyak melihat isi pemikiran dan hati Piya yang sejujurnya. Kadang-kadang nyeleneh, kadang-kadang juga pengen aku tabok karena dia ini plin-plan banget?!?! Sometimes dia bisa dengan nekatnya ngelakuin sesuatu, tapi kalau dihadapkan sama keputusan besar, ragu-ragunya minta ampun. Emang sih, karakter Piya itu dideskripsikan sebagai tipikal 'the real heroine protagonis naif baik hati yang akan melakukan segalanya untuk menyelamatkan dunia dan teman-temannya, walaupun itu berarti mengorbankan dirinya sendiri'. Alhamdulillah, character development si Piya ini ada, walau hampir gak kerasa.
Yang sedikit mengganggu aku di buku ini, hmm .... Karena aku punyanya yang cover lama (aku nggak tau yang versi cover baru gimana, semoga lebih baik), aku bacanya agak sakit mata karena fontnya kecil-kecil banget dan spacing perbarisnya juga rapet. Mungkin biar bukunya enggak ketebalan kali ya, tapi personally aku kurang nyaman bacanya sih. Terus juga, yang di bagian akhir-akhir, arc perang dua klan (anjay arc gak tuh), itu berasa kayak kurang jos. Kurang greget, gitu. Kayak; 'hah udah gini doang selesai?' 🙂 I expected more.
Overall, this is a recommended book!
4.5/5 from me 🤍
(Bonus; pengen deh punya kekuatannya Vilia, enak buat kehidupan sehari-hari wkwk biar hoki terus)