Kuceritakan tentang Selly Ardania yang sudah lama menyukai Davin Radipta, salah satu cowok populer di SMA Cendana. Selama ini yang bisa Selly lakukan hanya memerhatikannya dari jauh, mengamati setiap tingkah lakunya, dan apapun yang cowok itu lakukan. Selly tidak pernah berani menyapa duluan. Bagaimana bisa dia menyapa kalau bersitatap dengan Davin saja bisa membuatnya memantung? Hingga suatu hari takdir yang tidak terduga mendekatkan Selly dengan Davin, membuat dia semakin berharap pada perasaannya. Tapi, sepertinya perjuangan Selly tidak begitu mudah. Dia harus merasakan sakitnya dikecewakan, sakitnya tak dianggap, dan sakitnya dikhianati. Hingga pada saatnya hati Selly erasa lelah. Apakah dia akan menyerah dan merelakan harapannya selama ini begitu saja?
"Memiliki perasaan kepadamu bukan suatu penyesalan, aku banyak belajar dari perasaan ini. Salah satunya belajar bahwa sesuatu yang tulus tidak selalu mendapat imbalan."
Mungkin saya yang terlalu berharap lebih dengan alur cerita yang apik. Alur cerita yang disampaikan terlalu berlebihan. Dikehidupan nyata pun saya rasa 1:1000 yang akan mengalami kisah cinta seperti ini. Perbandingan ini bukan berarti bagus, karena terlalu berlebihan maka dari itu sangat jarang ditemukan dikehidupan nyata. Bagian awal cukup menarik tetapi setelah dilanjut dari tengah hingga akhir, saya rasa ceritanya mulai membosankan dan dapat ditebak endingnya. Apa mungkin karna ini cerita cinta remaja?
Jujur kurang suka sama si tokoh utamanya yaitu Selly. Selly seperti sok jual mahal pas udah tinggal serumah dengan Davin. Menurut aku, ceritanya kurang smooth contohnya ketika perpindahan perasaan davin dari suka dengan temannya mejadi menyukai Selly.
Intinya jangan beli buku hanya lihat cover dan baca sinopsis yang super duper bagus. Setelah aku baca sampai pertengahan halaman, agak kecewa sich, karena ceritanya seperti monoton, ceritanya garing.