Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gramedia Writing Project

Seira & Tongkat Lumimuut

Rate this book
Begitu sembuh dari sakitnya, Seira merasakan perubahan pada dirinya. Dia mendapati ada sesuatu yang lain dalam dirinya sejak bertemu perempuan aneh dalam mimpinya.

Menjadi sehat secara mendadak dan kemunculan orang-orang asing di sekitarnya menjadi awal perubahan besar dalam hidupnya: pertama, dua anak kembar di kampusnya, Mikaela dan Manasye, yang tiba-tiba menjadi sahabatnya; kedua, Siow Kurur, laki-laki tampan yang mengaku sebagai pelindungnya; ketiga, kumpulan orang yang mengenakan pakaian ala penari Kabasaran yang datang memburunya.

Bukan hanya itu, Papa juga tampak bersikap aneh. Bahkan Giddy, teman kecil Seira yang ia kenal luar-dalam, rupanya menyembunyikan rahasia besar darinya.

Hidup Seira telah berubah, ia bukan lagi manusia biasa.

414 pages, Paperback

First published July 9, 2018

1 person is currently reading
44 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (4%)
4 stars
12 (24%)
3 stars
28 (56%)
2 stars
8 (16%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
July 11, 2018
Anastasye Natanel
Seira & Tongkat Lumimuut
Gramedia Pustaka Utama
252 halaman
7.4

Dipengaruhi oleh cara bertutur Rick Riordan, karya terbaru Anastasye Natanel--karya pertamanya di Gramedia Pustaka Utama--merupakan penceritaan ulang cerita rakyat Minahasa, Toar dan Lumimuut, yang seru dan penuh dengan potensial. Sayang, beberapa bagian terasa kasar dan uneven.
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
July 13, 2018
2.5 bintang.

Sepanjang baca buku ini, saya terbayang-bayang terus sama buku-bukunya Rick Riordan. Mulai dari tokoh utama yang gatau apa-apa tiba-tiba terseret ke dunia mitologi, sampai dewa-dewi yang modern (beli perabot dalam gua dari IKEA, pesen di online shop, roh-roh yang main twitter), dll. Maksud saya, itu benar-benar khas Rick Riordan. (Bahkan ending gantungnya juga HAHAHA :' *nangis teringat ending Percy & Annabeth jatuh ke Tartarus lol*.)

Dan enggak ada yang salah sih, sama itu. Beberapa bagian cukup lucu. Apalagi, saya juga enggak tahu apa-apa soal mitologi Minahasa sebelum baca buku ini, jadi cerita ini ngasih pengetahuan baru buat saya.

Yang saya sayangkan banget, menurut saya, di beberapa bagian terlalu 'telling'. Dan untuk cerita petualangan, penyelesaian konflik-konfliknya terlalu dimudahkan. Benar-benar dimudahkan semuanya--dari awal, klimaks, bahkan sampai akhir cerita si Seira itu.

Apalagi pas klimaks, si 'itu' sebelumnya dibilang gabisa muncul lagi, eh ternyata bisa. Dia muncul pas keadaan Seira lagi terdesak hidup-mati. Gara-gara dia muncul, masalah terselesaikan. Pas ditanya kenapa bisa dia muncul padahal harusnya gak bisa, dia bilang karena kasus Seira ini istimewa. Udah gitu aja. Gak dijelasin juga istimewanya gimana.

Sepanjang cerita, saya sendiri enggak bisa ngelihat Seira ngapa-ngapain. Di beberapa battle dia bahkan cuma merem doang. Pas dia ngelawan juga roh-rohnya yang... gitu deh (baca sendiri aja hehehe). Dan untuk berantem-berantemnya saya kurang ngerasain serunya. Kayak pas klimaks pun dipotong dan langsung dilanjutin di bab berikutnya: 'singkat cerita, si anu ngalahin ini dst'.

Dan banyak deh, hal-hal lain yang dimudahkan banget. Keseruannya jadi berkurang. Termasuk penyelesaian tentang hidup Seira (dia tinggal di mana dan bagaimana dst dst ternyata udah diurus dengan sesuatu yang bahkan gak disebutkan sebelumnya). Sisanya, silakan baca aja (karena takut spoiler) :D.

p.s hal yang dimudahkan termasuk kisah romance-nya si Seira. Tiba-tiba udah jadian aja. Ini saya jadi bingung sendiri. Tapi ya udahlah ya.

Tapi untuk fantasi lokal, buku ini cukup bagus kok. Di beberapa bagian menurut saya bahasanya terlalu kaku tapi diksinya bagus :).
Profile Image for Mahfudz D..
Author 1 book21 followers
August 22, 2018
3,0/5

Upaya yang sangat bagus untuk mengenalkan Mitologi Minahasa ke orang awam sepertiku. Pendekatan yang dipakai sangat 'Rick Riordan'. Bagus dan aku suka. Cuma, plot ceritanya agak kurang fokus. Di beberapa bagian, perjuangan Seira terasa dipermudah. Bahkan, pertarungan akhirnya pun terasa kurang.

Epilognya seolah menandakan penulis sudah/sedang merencanakan menulis cerita lain yang tak jauh dari mitologi Minahasa. Bakal seru seandainya penulis benar-benar mengembangkan Universe Seira ini menjadi semacam dunia Percy Jacson-Kane Chronicle-Magnus Chase.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books100 followers
September 3, 2018
Gadis bernama Seira itu sudah tiga hari jatuh sakit, sejak kepulangannya mendaki Gunung Soputan bersama rombongan mahasiswa pencinta alam. Suatu saat ia bermimpi aneh, bertemu dengan seorang perempuan yang mengenakan pakaian tipis dari daun kering.

Sesaat setelah sadar dari mimpinya, Seira sontak merasa sehat. Bahkan matanya yang minus seketika kembali normal. Teman masa kecilnya, Gideon alias Giddy, sampai heran melihat penampilan baru Seira yang jauh dari kesan 'penyakitan' seperti biasanya.

Sebelum membaca novel ini, jujur saja aku begitu awam dengan segala hal menyangkut Minahasa—yang konon merupakan suku bangsa terbesar di Sulawesi Utara. Petualangan Seira mencari tahu jati dirinya dengan didampingi Siow Kurur, dua teman baru yang kembar, serta empat puluh roh Opo, menjelaskan sedikit demi sedikit trivia menarik terkait legenda Toar dan Lumimuut.

Meski kita sedang membicarakan novel dengan pondasi legenda kuno, tapi unsur modernisasi dalam novel ini sangat terasa. Terlihat dari penokohan setiap karakternya yang sangat kontemporer. Misalnya, hubungan Lokon dengan teknologi masa kini bernama drone, atau komunikasi para roh Opo lengkap dengan jargon yang up-to-date hingga mengidolakan Ivan Lanin.

Menurutku, kehadiran para roh Opo di kepala Seira adalah hal yang unik dan komikal, tapi kecerewetan mereka sekaligus jadi blunder. Upaya penulis untuk menghadirkan dagelan lewat celetukan para Opo terkadang malah bikin meringis. Ini salah satu minus.

Walaupun demikian, kehadiran Seira & Tongkat Lumimuut di tengah kemarau novel bergenre fantasi dengan muatan lokal, patut sekali diapresiasi. Mengemasnya dalam kategori young-adult pun bisa dibilang keputusan yang percaya diri. Pada akhirnya, novel ini sudah berhasil mengangkat kisah dari konsepsi Mitologi Minahasa dalam cerita remaja yang mudah dicerna.
Profile Image for Mandewi.
575 reviews10 followers
August 12, 2018
Mengambil latar tempat dan cerita yang tidak sering diberitakan media nasional (Minahasa), sangat kental terasa bahwa novel ini merupakan proyek ambisius dan menjadi bukti keberanian penulis dalam upaya mengenalkan budaya daerah asalnya. Penggunaan gaya kontemporer untuk mengangkat cerita rakyat merupakan upaya yang baik dan benar. Karena itulah, penilaian yang sangat tinggi saya berikan pada Seira.

Review lengkap di mandewi.com. ❤️
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,460 reviews73 followers
February 9, 2019
Superb. Dari awal narasi dan dialognya langsung menyeretku sehingga nggak butuh lama buatku menghabiskan novel ini. Paduan komedinya juga gilaks, menggabungkan mitologi Minahasa dengan hal-hal modern, misalnya ada opo atau dewa Minahasa yang doyan koleksi gawai termutakhir. Ada juga roh-roh opo pelindung Seira yang cerewet, suka nyeletuk ngasal, ngerti K-pop, dan doyan stalking Ivan Lanin di Twitter.

Sayang menjelang klimaks plot ceritanya kedodoran dan menurun drastis secara konsisten hingga ending yang supergantung dan gak jelas. Why??? Kenapa novel-novel GPU suka nggantung gini, sih?

Kasih Mbak Anastasye jatah 400-500 halaman ala buku-bukunya Rick Riordan, pasti buku ini bisa jadi salah satu masterpiece. Ya ampun, pingin nangis liat novel ini potensinya nggak tergali secara maksimal. GPU mending bayar komikus buat adaptasi novel ini jadi webtoon series yang ceritanya lebih panjang, deh. Potensial dan seksi banget idenya. Terutama karena nggak semua orang paham Mitologi Minahasa, kan.

*nangis di pojokan.
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
January 31, 2023
Manusia memang makhluk bumi paling penyangkal di muka bumi. Bersikap tak acuh, tapi dalam hati sebenarnya rindu. (hal. 51)


Rate sebenarnya tentatif antara 2-2.5, maaf aku galau.

Pernah ga sih kalian baca buku yang awalnya menjanjikan, lalu menurun secara perlahan, sedikit naik lagi tapi ANJLOK gara-gara satu scene?

Sebelum aku mulai, atau sebelum baca buku ini, lihat CW dulu:

CW/TW: kekerasan, pembunuhan, darah muncrat, bunuh diri

(Bila, terlalu brutal kamu nulisin muncrat disitu)
(ya emang kenyataannya begitu?)

CATATAN: REVIEW INI ISINYA SPOILER.
-------
Buku ini tentang apa?

Jadi ceritanya ada cewek namanya Seira, yang awalnya penyakitan tapi setelah mimpi aneh langsung bugar, ga perlu kacamataan lagi seperti Spider-Man dan semuanya berubah: ada kembar cuantik yang langsung nempel, ibu di kantin jadi hormat, sampe temennya dari kecil, Giddy giddy up (cute bener panggilannya) juga berubah. Keadaan makin runyem ketika tiba-tiba muncul makhluk aneh dan cowok rambut abu yang, uhuk, tamvan, yang rupanya adalah tokoh legendaris, Siow Kurur; juga ketika Seira dikasih tau kalo dia reinkarnasi dari dewi Lumimuut.

Aku bisa dianggap pemuja setan atau sedang kerasukan kalau nekat mengakui diriku dewi. Gembalaku akan mendoakanku secara intens sambil membacakan ayat-ayat Kitab Suci untuk mengusir setan dalam diriku.


-------
Hal yang aku suka

1. Latar budaya yang kental tapi ga mengganggu latar modern
Nilai plus terbesar, karena dari buku ini aku mengenal nama-nama dari kisah legenda asal Minahasa. Cool! Kita akan berkenalan dengan opo, waranei, Lumimuut, Siow Kurur, Makarua Siow, dll dll (banyak bun). Semuanya dijelaskan baik secara langsung di narasi maupun di catatan kaki. Cuma untuk yang secara visual (baju waranei, untukku) tetep perlu mbah Gugel.

2. Aku yakin buku ini genrenya fantasy-comedy
Banyak hal yang bikin pengen ketawa sampe geleng-geleng. Dan gara-gara genre ini aku jadinya bisa sedikit memaklumi pikiran bodoh Seira di saat genting:

"Nyawa siapa yang diincar? Apa di antara kalian ada yang membuat salah satu dari mereka patah hati? Aku sih belum pernah pacaran."


SEIRA KENAPA KEPIKIRANNYA HAL ITUUUU??

Selain itu, tokoh paling bengek di buku ini jatuh pada...roh opo! Roh opo gaul, roh opo update betul soal kehidupan modern.

Ding dong. Kau benar sekali, Tuan. Mau kami nyanyikan lagu untuk merayakan tebakanmu yang benar? Kau bisa pilih lagu Top 40 seperti yang biasa diputar di Indomaret atau lagu-lagu K-Pop. Kami punya banyak koleksi. Mic Drop versi remix juga sudah ada.


Sial, roh opo ini suka did you see my bag, did you see my bag?

3. Bukunya page-turning dan seru...di awal
Seperti yang sudah kusebutkan di atas, buku ini awalnya menjanjikan, udah bisa kuberi 3-4 bintang ini mah, sampai masuk ke titik dimana mulai menurun. Nanti dibahas di bagian minusnya.

4. (ini kelihatannya poin netral) Seira ga OP banget
Poin netral, karena di satu sisi main chara OP itu membosankan, tapi di sisi lain...(dibahas di bagian minus). BTW, thanks to syarat kekuatan roh opo, Seira jadi ga OP.

--------
Hal yang aku tidak suka

Disclaimer, ini akan banyak poinnya, dan ga urut dari kemunculan saking banyaknya

1. Seira lebih banyak dilindungi daripada melindungi
Kirain Seira bakal punya kekuatan untuk melindungi di akhir setelah dilindungi mulu seenggaknya oleh Siow Kurur dan Giddy, eh taunya...ada sih tapi sedikit. Ini akibat dari poin netral di atas.

2. Walau betul buku ini genrenya fantasy-comedy, tapi bumbu komedinya kebanyakan di satu titik dan ada yang off
Bumbu komedi baru muncul dan jadi berat ketika bertemu dengan Lokon, sampai tugasnya selesai. Bahkan tugasnya bikin aku agak dongkol:

"Maksudmu, Lokon tidak menyuruhku datang ke sini untuk menangkapmu melainkan hanya untuk mengambilkan drone ini untuknya?"


EXCUSE ME, WATDEFAK?
(Sabar, ini buku komedi)


Untuk bumbu yang off, silakan bayangkan lagi masa genting, dikejar motor, tapi BGM-nya...Bahagia by GAC. GA NYAMBUNG WAHAI ROH.

3. Giddy si insensitive
Bayangin orang lagi berduka dan sedih, kemudian dihibur dengan PESTA kejutan kecil? Walau kecil tapi PESTA loh. Giddy oh Giddy, kenapa kamu ga ngerti situasi sih... (BTW ini yang kumaksud dengan titik menurun di poin plus tadi)

4. PoV bocor (bener ga ya sebutannya wkwk)
Seira tuh di satu scene disuruh tutup mata sama Siow Kurur biar ga ngeliat gimana dia bertarung, tapi kenapa penggambaran battle-nya terlalu detil untuk ukuran orang yang tutup mata? Untungnya ga semua pertarungan kek gitu, tapi akibatnya...

5....final battlenya hambar
Karena yang bertarung dengan main villain bukan Seira (ya, selamat kecewa!) jadinya ga terlalu tergambarkan. Eh tunggu, Seira (dan Manasye) juga melawan Soputan, tapi ya gitu hambar juga. Jiakh. Poin ini juga diakibatkan oleh...

6....main villain yang kurang terlihat kejam
Ini keknya ekspektasiku yang ketinggian deh. Pas pertama kemunculannya di visi Seira terlihat serem:

Dari belakangnya, bayangan berdiri setinggi manusia dewasa. Bayangan itu melahap si pemuda. Tubuhnya seketika berubah menjadi semerah lava gunung berapi; menggelegak dan berkobar seganas api yang siap membakar siapa saja yang berada di dekatnya.
"
Akhirnya aku bisa bebas."
Suara yang keluar dari mulut manusia api terdengar sekering udara musim kemarau, membawa gerah. Aku terpaku saat dua lubang hitam kelam yang menjadi mata si manusia api menatapku nyalang.


Hii serem. Tapi pas bertemu secara langsung:

"...Kau pikir aku bisa memanggil waranei hitam dan menundukkan para tonaas tanpa tongkat ini? Oh, cencyu tidak, cyiin..."


EXCUSE ME, WATDEFAK?
(Sabar, ini buku komedi)
(part 2)

Mungkin dia berubah jadi manusia api...ketika lagi bertarung kali yak. Sekali lagi ingatlah kalau dia bertarungnya bukan sama Seira.

*Poin selanjutnya, drumroll please drrrrrrrrrr*

7. INI BAPAKNYA SEIRA KENAPA KEPIKIRAN BUNDIR DI SAAT IA DIBUTUHKAN????

Mana dialognya cenderung ga jelas pula:

"Papa tidak akan membiarkan dia mengganggumu lagi. Maafkan Papa, Seira. Hanya ini satu-satunya cara. Dengan demikian dia akan berhenti menyakiti kita berdua."


Lalu kemudian...darah muncrat. Perlindungan luntur. SATU-SATUNYA CARA GUNDULMU PAK????? Aku masih lanjut baca siapa tau ada penjelasan lebih lanjut eh GA ADA?
Kalo misalkan tujuannya supaya Seira moved on dikarenakan oleh duka yang dirasakan, mending dibikin bapaknya gugur dalam pertarungan deh, lebih masuk akal.

AAARGH itu poin yang bikin buku ini ANJLOKKKKK!!!

8. Alasan kenapa ada reinkarnasi Lumimuut yang...heh?
Alasannya supaya hidup ga flat. Ya, ya aku tau life is never flat seperti yang dikatakan oleh keripik Chitato, tapi, tapi... AKU MASIH GA TERIMAAAA!

9. Ending yang...udah gitu aja?
Sebenernya aku no comment dengan ending yang terjadi pada Seira, Siow Kurur, Manasye, dan Mikaela, tapi epilognya si Giddy kek UDAH GITU DOANG? Gk jls.
------
Kesimpulan

Entahlah apakah aku bisa merekomendasikan buku ini atau enggak, tapi aku bersyukur ada buku ini jadinya aku bisa bikin rant review yang puanjang (heh???)

Salut buat usaha mengangkat tema budayanya, makanya masih aku kasih 2 walaupun poin minusnya buanyak wkwk
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews69 followers
August 14, 2018
Jarang bisa menemukan cerita fiksi yang diangkat dari cerita rakyat, kecuali buku khusus yang memang kumpulan cerita rakyat suatu daerah yang sering saya baca ketika masih kecil. Jarang pula menemukan cerita rakyat dari daerah Minahasa, karena cerita yang umum dan kebanyakan ada di pasaran berasal dari daerah Jawa. Seira & Tongkat Lumimuut membuka pandangan kalau Minahasa sejatinya juga punya cerita rakyat yang tidak kalah menarik.

Semua berawal dari Seira yang baru tahu kalau dia adalah reinkarnasi dari tokoh legenda Minahasa, Lumimuut. Dari situ, segala cerita mengalir tanpa henti. Padat. Munculnya beberapa tokoh seperti Siouw Kurur, juga si kembar Manasye dan Mikaela, yang sebetulnya pengawal Lumimuut di masa lampau, dan akhirnya jadi "pengawal" Seira, membuat cerita ini semakin menarik. Ditambah lagi munculnya tokoh mitos antagonis, yang semakin menunjukkan cerita legenda itu sendiri. Jalinan konflik masa lalu ala mitos, ikut dibawa serta di masa kini.

Saya menyukai cara penulis menggabungkan cerita rakyat dengan gaya kehidupan masa kini. Kesannya memang agak aneh, ya, membayangkan bagaimana penjaga gunung bisa punya hotel berdesain minimalis, bahkan menyukai drone sebagai hadiah Natal. Bahkan para roh yang bisa paham bahasa gaul masa kini, bahkan bisa bilang, "Get a room, you two!"

Terus terang, saya merasa agak nanggung, karena di sini lebih fokus mengangkat cerita rakyatnya, dan akhirnya cenderung berlubang di kisah hidupnya Seira. Ada beberapa hal yang saya sempat berharap, bakal dikupas lebih dalam, tapi ternyata nggak ada. Nggak mungkin saya sebutkan di sini, soalnya yang ada nanti malah spoiler. Well, too much drama might be kill you, but I need more for this book, hehehe.

Secara keseluruhan, saya angkat topi buat keberanian penulis yang mengambil ide cerita yang tak lazim. Di tengah gempuran pemilihan genre roman, caranya mengangkat dan mengenalkan budaya asalnya, perlu diacungi jempol.
Profile Image for Autmn Reader.
887 reviews93 followers
December 1, 2020
Baca di Gramedia Digital.

Actual rating 2,5 bintang.

AKu tertarik banget sama cerita ini. AKu baca review-nya pun katanya vibe-nya mirip ceritanya Om Rick. Yah menurutku, selain temanya yang ambil mitos dewa setempat dan perlakuan dewanya yang modern, nggak ada lagi yang sama.

Pros:

Mitosnya kental banget. Secara nggak langsung aku jadi belajar mitos dewa-dewa di Minahasa. Pemaparannya pun enak dibaca seiring berjalannya cerita. Ada momen yang bikin aku ngakak juga karena kelakuan opo yang nyeleneh. Well, aku suka lakon. Setengah awal aku juga menikmati baca cerita ini.

Cons:

Novel ini berpotensial banget. Sayangnya aku nggak suka sama tokoh ceweknya yang nggak cerdas dan sembunyi di ketiak pelindungnya. Kemampuan dia juga kerasa kayak duex machina yang cuman datang di saat terdesak. Apalagi pas Sei nya jadi bisa gunain kekuatannya secara unlimited karena lagi terdesak. Like, what?

Karakterisasinya juga lemah banget. Kemistri antar tokoh juga enggak terasa sama sekali. Kematian-kematian yang terjadi kek enggak berguna juga buat apaan selain pemanis plot kalau cerita ini itu lebih serius padahal enggak kerasa serius. Misinya juga nggak ada kesusahan yang berarti. Dikatakan katanya Seira ini berbeda dari reinkarnasi Lumimuut yang lain. Bedanya karena apa juga enggak dijelaskan.

Aksi yang disuguhkan pun nggak enak karena kek dipaksa buat cepat selesai. Terus karena Seira cuman jadi penonton, enggak ada tegang2nya sama sekali. Kematian sang ayah pun enggak jelas buat apa. Enggak menyelesaikan masalah, yang ada dia malah mangkir dalam masalah. Padahal katanya dia pngin bundir supaya bisa selametin Seira. Apanya yang nyelametin. Heran aku, wkwkwk.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
August 22, 2018
Ringan dan renyah. Begitulah sang penulis menyajikan kisah dalam novel #SeiradanTongkatLumimuut ini. Meskipun banyak adegan pertarungan dan ada adegan bunuh diri pula, tetapi sepertinya penulis nggak ingin pembaca larut dalam kesedihan terlalu lama.

Bayangkan saja, para dewa yang ada di kepala Seira (Seira siapa? Kok ada dewa di kepalanya? Rahasia. Makanya baca. Hehehe.) bicara layaknya generasi zaman sekarang, menyanyikan lagunya GAC buat menyemangati Seira, bahkan mereka mengikuti akun twitter Ivan Lanin. Ada lagi tokoh mitologi yang menghuni gunung yang tergila-gila dengan drone. Gokil nggak tuh?

Selain itu, penulis juga menggunakan beberapa kata yang jarang digunakan dalam novel remaja dan itu bukan kosakata yang susah kok. Ini dapat memperkaya kosakata anak-anak remaja kan jadinya.

Yang kurang saya suka dengan novel ini, tahu-tahu habis. Tahu-tahu habis di sini karena sebenarnya novel ini berpotensi menjadi lebih bagus lagi andai saja latar belakang Seira disajikan lebih detail lagi. Andai saja Seira nggak sepasif itu, sehingga nggak 'mengandalkan' bantuan dari yang lain terus-menerus. Andai saja penyelesaian konfliknya nggak semudah itu. Andai saja Seira dibuat lebih baper sedikit. Hahaha.

Buat kamu yang pengin tahu mitologi Minahasa dengan cara ringan dan menyenangkan, baca novel ini deh. Masih ada banyak di Gramedia dan toko-toko lainnya.

Menilik ending-nya, kayaknya penulis bakalan menulis tentang mitologi Sangihe juga. Kamu nggak tahu Sangihe? Googling deh!
Profile Image for gloria.
90 reviews9 followers
August 25, 2022
3.5 / 5. Dari dulu pengen dan penasaran buat baca buku ini, knowing that jaraaangg banget penulis asal Sulawesi Utara bawa legenda mitologi daerah sebagai tema cerita.

This book has soooooo much potential. Alur ceritanya, tokohnya, dan actionnya kayaknya kalau di jelaskan lebih detailed lagi bakal bikin tambah seru. (Sepertinya karena ini novel debut dan ditulis untuk keperluan lomba juga jadi mungkin ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan mengenai jumlah halaman dan/atau kata). I somehow imagined gimana kalau buku ini di buat series? kayaknya bakal lebih epic lagi.

Regardless of that, this book was quite a fun read. Aku suka banget sama referensi legenda yang dipakai di cerita ini. Untuk karakternya somehow strong but not enough buat aku jadi attached. I mean ngebayangin gimana kalau Seira dijadikan karakter yang lebih badass #girlpower aja udah bikin aku mau buat fandom sendiri. Selain itu, soal plotnya yang fast-paced sebenarnya aku gak terlalu keberatan. Yet, aku gemes sama bagian akhir ceritanya. It sorta choppy dan malah menurutku jadi plot hole untuk buku ini (sadly).


tl;dr Aku suka bukunya!!! tapi banyak yang aku sayangkan aja. And also #siowkururbestboy protecting my Opo at all cost.
Profile Image for Shanya Putri.
352 reviews163 followers
August 20, 2018
2.5🌟

Sebenarnya, ide ceritanya unik dan menarik, yaitu tentang mitologi dari Minahasa–fantasi lokal. Sangat bikin penasaran. Aku suka. Apalagi jarang banget nemuin buku jaman sekarang yang temanya ada sangkut paut dengan mitologi daerah di Indonesia.

Tapi, jujur... Aku kurang suka dengan gaya bahasanya.

Pertama, bahasa yang dipakai Seira ke teman-temannya itu menurutku agak kaku dan formal. Rasa-rasa novel terjemahan gitu. Lanjut baca, eh, ketemu sama yang bahasanya terlalu kekinian dan jadinya alay :(

Komedinya lumayan banyak. Banyak juga yang salah tempat. Jadinya ngeselin :(

Lalu, plot twist-nya mudah ketebak...

Oke sebenarnya aku enjoy-enjoy aja bacanya. Tapi ya kesel aja gitu😂😂

Dan ini ada romance-nya, tapi kurang nendang. Seira juga sepertinya tipe enggak terlalu romantic gitu, ya. Apalagi dia nggak punya teman di kampus (selain Giddy yang dia anggap lebih dari teman). Padahal bayangan aku Siow Kurur dan Giddy ganteng banget :)

Full review coming soon deh ya :))
Profile Image for fatru.
212 reviews
February 6, 2023
Pertama, angkat topi buat penulisnya atas usahanya mengangkat mitos fantasi lokal dengan gaya penulisan yang mengalir dan humor yang apik. Narasi buku ini enak sekali dibaca dan sangat page-turner, dan kelihatan kalau penulisnya mengerti 'struktur' retelling mitologi dari pemilihan karakter utama, sampingan, hingga mentor dan unsur quest atau tugas dalam cerita.

Pengenalan dan konflik cerita dikemas dengan baik sekali, dan meski saya nggak familiar dengan mitos Lumimuut dan Toar, penjelasannya cukup untuk menikmati cerita tanpa terkesan menggurui atau info-dumping. Satu lagi yang saya suka dari penulisan novel ini adalah bagaimana si penulis menyebut bahwa mitos bisa berubah, fleksibel, dan adaptif.

Dengan adanya poin ini, rasanya penulis mengaburkan garis batas antara fantasinya dan dunia nyata sehingga world-building yang terbangun jadi terasa lebih nyata. Juga 100 untuk semua jokes yang dilontarkan Seira dan Roh Opo.

Jujur, para Roh Opo ini adalah bintang dari buku ini, dialog-dialog mereka penuh dengan humor yang begitu segar dan kekinian, memancing tawa bahkan di saat tegang sekalipun. Juara lah para Opo. Pun aku suka sosok Lokan, serta kejutan-kejutan dari questnya. Asik sekali memang kesal pada sosok imortal, yang punya kehendak seenaknya.

Omong-omong karakter, Seira sebagai karakter lebih banyak mengambil posisi kita sebagai pembaca, jadi kalau kita bingung, Seira bingung juga wkwkw. Siow Kurur yang dingin-dingin tapi perhatian, yang juga jadi penjaga Seira. Saya suka dinamika mereka, dan interaksi mereka dengan Manasye dan Mikaela, yang juga jadi tokoh minor yang cukup mencuri perhatian.

Tapi tentu saja cintaku sayangku manisku tetap Gideon Posuma yang begitu manis, perhatian, dan gentleman 🥺 dari awal saya udah naksir sama Gideon ini karena best friends to lovers is my go-to trope dan karena cowok yang love languagenya makanan tuh berdamage banget bestie.

Yang membuat kurang menikmati novel ini cuma satu: beberapa konklusi terasa dirancang terlalu terburu-buru, dan kurang menyelesaikan masalah. Juga, endingnya terasa sangat amat menggantung aku mau Gideonkuuuu kenapa diaaaa 😭😭😭😭🥺🥺🥺🥺

3.75/5 untuk Seira dan Tongkat Lumimuut atas Roh Opo gaul, Gideon my bbygirl, dan cerita yang segar atas penulisan ulang legenda Minahasa.
Profile Image for Putri Hatmi Sari.
53 reviews1 follower
August 5, 2020
setelah nnton review kak gia @mommygiareads di youtube, aku tertarik banget baca buku ini. gmn gak unsur mitologi asli Indonesia, yaitu mitologi minahasa dijadikan salah satu keunikan dan nilai plus dr buku ini. ak emg lagi nyari buku yang yg unik yang bisa nambah pengetahuan ku soal budaya, mitologi negeri ku tercinta Indonesia. ciee hehe. apalagi bulan bulan kemerdekaan gini wwkwk. iseng2 buka ispusnas, ternyata buku ini ada & aku bisa baca bukunya gratis!!😍😍😍 nah buku ini aja sudah diawali dengan prolog yang menarik bgt, seseorang datang ke kuburan untuk memanggil leluhur yang nantinya akan melindungi Seira. dan ke belakang, kita akan brtmu tokoh2 keren & lucu yg membuat seru petualangan seira. yang krang ku suka ada plotnya sbnrnya mnrtku yang mengandung unsur kbutulan dan kayak terlalu dicepetin🙏😂😂 jadi aku mikir, lho. udah gt aja? sprti mnjlang dibab bab akhir, adegan fight tp tiba2 ada tlisan "jadi, singkat cerita.." padahal kalau dieksplor lg fighting, pasti bagus bgt. untuk ide cerita ini keren bgt, & tokoh opo yang ada di kepala seira bikin aku ngakak😂🤣 ini salah 1 yg bikin aku betah baca buku ini. 😂🤣 #seiradantongkatlumimuut
Profile Image for Pringadi Abdi.
Author 21 books78 followers
November 7, 2018
Dalam Seira dan Tongkat Lumimuut, Mamih membawa bahan baku cerita setempat, realisme magis di wilayah kelahirannya. Mitologi Opo Sembilan Lumut, Lokon yang dipenggal, dan lain sebagainya tidak hanya menjadi eksotisme di dalam cerita, tetapi menyatu dengan penokohan. Pengaruh modernisme juga kental dalam penceritaan. Mamih membawa gestur-gestur dan gimmick Goblin dan drama-drama Korea lain meski dalam beberapa adegan Mamih terlalu berlebihan. Salah satu yang mengganggu saya adalah kecerewetan 40 Opo di dalam Seira. Mamih belum memberikan aksioma yang cukup untuk menjawab kefasihan para Opo dengan modernisme sehingga ada frasa ataupun kata tertentu sebagai simbol modernisme yang mereka ucapkan seperti yorobun.

Selengkapnya
http://catatanpringadi.com/memahami-r...
Profile Image for Nuying.
13 reviews
May 27, 2019
Ceritanya bagus. Idenya yang mengangkat mitologi Minahasa juga fresh menurutku. Jadi kayak sekalian belajar mitos di Minahasa juga. Meskipun mitos biasanya terkesan kuno, tapi di sini dikemas dengan mengikuti zaman gitu. Jadi para dewa terutama para roh opo kesannya kekinian dan mengikuti tren. Bumbu humor di tengah-tengah cerita juga pas. Cuma yang disayangkan eksekusinya aja. Konflik yang lumayan pelik dan kejutan siapa Toar-nya jadi berasa mentah lagi pas eksekusi akhirnya. Dan satu lagi. ENDINGNYA TOLONG YA GANTUNG SEKALI KAYAK HIDUPKU!1!1!1
Profile Image for nasya.
843 reviews
April 22, 2023
di awal kan diceritain ya kalo seira masih belum ngerti tentang legenda2 yang minahasa itu, jadi aku kira bakal diceritain legenda tentang itu, tapi ternyata engga, jadi sedikit kebingungan. trus aku merasa seira sebagai mc ini nggak punya andil besar gtu, aku berharap tiba2 dia punya kekuatan yang besar selain dari opu2nya. trus cerita ini puncak konfliknya tidak menengangkan untuk ukuran cerita fantasi tentang kekuatan2. tapi, bagian opu2nya lucu ekekek mereka tinggal di zaman dulu, tapi paham sama hal-hal yang lagi trend. trus aku juga suka sama covernyaa
Profile Image for Muhamad Wijaya.
38 reviews2 followers
September 18, 2023
Seru, serasa baca Percy Jackson dengan kearifan lokal. Apalagi pas kekuatan Seira dari para Roh leluhurnya bisa dipakai walaku cuma bisa dipakai 5 kali dalam sehari 😭 berasa kuota internet yg banyak aturannya gak sih..

Sayangnya aku ngrasa alurnya terlalu cepat banget. Tiba-tiba udah dapet kekuatan, tiba-tiba berantemnya udahan jadi kayak belum bisa terlalu mendalami adegan ternyata udahan dan semua sudah selesai.
Profile Image for Sherry Heather.
199 reviews3 followers
August 22, 2018
Salut banget sama muatan budaya di novel ini! Menurut aku, keren banget kak Anastasye bisa membuat suatu legenda menjadi novel yang menarik.
Novel ini action-packed banget, serasa nonton serial laga indosiar di buku 😂
Tokoh-tokohnya oke! Aku sukaa banget sama Giddy, lucu banget kelakuannya yang overprotektif sama Seira 😆 #TimGiddy
Profile Image for Reffi Dhinar.
Author 8 books4 followers
October 17, 2018
Sebenarnya background ceritanya menarik, saya jadi belajar sejarah lokal dan mitosnya, tapi terlalu banyak komedi yang kurang pas kalau ditulis dan kok sepertinya plotnya dibuat terlalu terburu-buru.
Anyway, aku suka sama usahanya buat ngangkat mitologi lokal yang jarang banget diangkat. Jadi tahu opo Minahasa, Siow Kurur dll :)
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
September 12, 2022
Nice premis and idea but bad execution.

Suka banget sama culture minahasa-nya, tpi plot dan karakternya gak mendukung background ceritanya yang bagus.

Semoga semakin banyak cerita rakyat dari minahasa yg dijadiin inspirasi menulis
Profile Image for Ayu.
343 reviews22 followers
January 27, 2023
Ceritanya berlatar di Tanah Minahasa yang kental dengan legenda Dewa-Dewi yang tentu saja banyak adegan sihir dan pertarungan supranatural. Dipadukan dengan gaya bahasa masa kini penuh celotehan kocak tapi gak cringe. Sangat menghibur dan page-turner
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.