So weise wie Sokrates, so friedlich wie Buddha – ein alter Mann namens Baba gibt einem Jungen eine Unterweisung, ein viertägiges Seelentraining. Er bekommt Antwort auf die Fragen, die viele Menschen umtreiben: Habe ich eine Seele? Was ist die stärkste Macht des Universums? Wie werden Wünsche wahr? Wie kann ich die Welt verändern?
Deepak Chopra, MD serves as the Founder and Chairman of The Chopra Foundation, and Co-Founder of the Chopra Center for Wellbeing.
As a global leader and pioneer in the field of mind-body medicine, Chopra transforms the way the world views physical, mental, emotional, spiritual, and social wellness. Known as a prolific author of eighty books books with twenty-two New York Times best sellers in both fiction and non-fiction, his works have been published in more than forty-three languages.
Chopra’s medical training is in internal medicine and endocrinology. He is a Fellow of the American College of Physicians and a member of the American Association of Clinical Endocrinologists. Dr. Chopra serves as Co-Founder and Chairman of The Chopra Center for Wellbeing, Founder of The Chopra Well on YouTube, Adjunct Professor of Executive Programs at Kellogg School of Management at Northwestern University, Adjunct Professor at Columbia Business School, Columbia University, Assistant Clinical Professor, in the Family and Preventive Medicine Department at the University of California, San Diego, Health Sciences, Faculty at Walt Disney Imagineering, and Senior Scientist with The Gallup Organization.
GlobeIn acknowledges Chopra as "one of top ten most influential spiritual leaders around the world." TIME magazine has described Dr. Chopra as "one of the top 100 heroes and icons of the century and credits him as "the poet-prophet of alternative medicine."
ya..ya...Deepak Chopra...Ayurveda en so on..en so on..
Baca buku ini, rasanya banyak banget line yg mau saya kutip dalam review. Harapannya sih tadinya, review saya harus se"dalam" bukunya. Sebab buku ini begitu special, sampai seorang Po Amang menjadikannya sebagai guidance. eh engga deeeng...hueheheheh...peace Po
Buku ini menceritakan tentang perbincanga seorang anak remaja berusia 15 tahun dengan sbuah sosok, saya katakan demikian, karena saya tidak mau mempercayai cerita pengarang mengenai kesungguhan cerita ini. Meski demikian, dialog yang terbangun antara sang anak dengan sosok orang tua tersebut sangat menarik, membangun dan inspiratif.
Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, kadang penuh dengan pemberontakan. Saat itu kita merasa kecil bukan, dewasa juga belum. Sikap orangtua pun kadang penuh kebimbangan, antara masih menganggap kita sebagai anak kecil yang masih harus diawasi total, atau membiarkan kita menikmati masa remaja penuh suka cita, yang terkadang, memang menyesatkan.
Saya sendiri mungkin termasuk yang tersesat, walau tersesat dengan bahagia..hehehe...masa remaja saya penuh dengan madolisme (walah, bahasa apa pula itu), gosip di kantin dengan ibu kantin pada jam pelajaran dan aksi suap menyuap dengan penjaga pintu gerbang supaya saya bebas masuk pada jam kedua...
Namun itu semua tentunya ada balasannya. Saya harus puas nilai pas-pasan. Pas di peringkat 10 besar...hueheueheue...dari belakang maksutnyah...
Back to the book. Bintang 5 mungkin pantas untuk nilai buku ini, saya kasih 4, hanya karena ada unsur tidak percaya pada keaslian cerita, dan bab terakhir mengenai alfabet jiwa.
dan alasan yang utama kenapa hanya 4 bintang, huhuhu...karena saya terlambat membacanya...why..why..why general???
favorite quote:
"Setiap anak yang dilahirkan adalah bukti bahwa Tuhan belum putus asa menghadapi manusia" (Rabindranath Tagore)
"walaupun jiwamu telah mengetahui akhir perjalanan hidupmu, ia akan tetap menjadikan tiap langkah dalam hidup sebagai sebuah anugerah"
"teman dan musuh tidak dilahirkan, mereka diciptakan"
"Hidup akan selalu memiliki dua sisi, kegembiraan dan kesedihan. Jangan bercita-cita untuk memenuhi hidupmu hanya denga kesenangan, kaerna hal itu sama sekali tidak realistis, jangan menyebut kesedihan sebagai sesuatu yng jahat, karena itu juga tidak realistis"
Start baca g langsung tau, nih buku terancam bakal dapat banyak bintang. Alarm 'must have' langsung bunyi d kepala g. Kira2 neh buku bisa d HM-in gak ya? Tapi d halaman muka yg mpu-nya ngasih cap khusus kpemilikan, buyar deh harapan g. Lagian ngeri juga mbayangkan jurus yg bakal d keluarkan Po kalo g ampe nge-HM-in *merindiiiing* Let's go hunting!!
Hari Kedua : Bagaimana Cara Impian Menjadi Nyata?
Hasrat itu selalu tumbuh. Impian adalah bagian dari hidup dan dengan kekuatan hidup, mereka berhak menjadi nyata. Uuuuuukh...suka sekali pas Baba beranalogi dengan benih rumput. Mudah, sederhana, menawan! Coba bsabar ga baca hari ketiga hehehehe...
Hari Ketiga : Apakah kekuatan Terbesar di Alam Semesta?
Wah yang chapter ini membuat g ingin membuat pengumuman seperti ini: Dicari : Jiwa yang menempati sebuah sosok. Jiwa nyata yang mampu membuat g bercermin secara jujur Bravo!!! *Berdo'a : Mudah2an gak d ketawain ma Po*
Hari keempat : Bagaimana Aku Dapat Mengubah Dunia?
Tak ada lagi yang diinginkan Tuhan selain menginginkanmu melihat dirimu seperti Dia melihatmu. Mudah2an g terus mengingat kata2 inih...
This book was a good read that I thoroughly enjoyed. Exploring oneself and the world with a teenage boy and his spiritual guide, Baba. Baba helps this boy see the world and himself in a different way, thus causing him to grow mentally and spiritually. The application of these lessons taught through Baba in this book help in everyday life. Although, the delivery for these messages are defiantly fit for teenagers. If one were to feel like they're ready for a more complex read I would suggest something else. Ultimately, it assisted me in reevaluating myself and my current place in life. I suggest this book for people who are looking to discover their true self:)
The style of writing is so philosophical, which is not my cup of tea.. the way I saw it, it is a spiritual book for those who don't have a religion as it connects the soul to nature and not to God.. I bought this book as the seller was recommending it, I thought it was a novel and I did not take a peak before buying it.
kosmis. simpel. analoginya cocok buat pembaca muda.
baca novel ini sambil nunggu cucian kering (duh mba miah...., pulanglah yuk)
dialog psikologis antara si 15 tahun dengan baba. pertanyaan2 yg membakar manusia pada usia2 sekian.
kenapa pada usia 15 tahun? hebat benar si deep.. itu usia yg cukup sibuk untuk berpikir selaras dengan aliran alam, banyak "gangguan"
saya sendiri setelah akil balig malah tambah terbolag balig pikiran & jiwanya, hahaha maunya fakta & bukti, makin tumpul.. justru pertanyaan2 filosofis itu muncul sebelum akalku terbaliq. "baba"ku banyak sekali... sampai sekarang saya menyebut baba2 itu kontributor hidup. (terima kasih).
bagian berbelanja manusia, jadi ingat.. sekitar tahun 88, saya dan seorang abang menggunting label2 baju kami, karena cape dgn cara beberapa teman "membeli" pertemanan kami. masih ada satu baju tak berlabel itu di lemari, hihihi, memoriabilia.
wajah di covernya mirip teman masa kecilku, seorang baba, hahaha spesial bgt deh buku ini.. jadinya
coba ya buku ini mulai dibaca bersama 10-13 tahun yang lalu... apa bisa menjadi filter kultur tumpul yang ada sekarang ini??
recommended for dedi-momi, abah-umi, ayah-mama, sahabat muda, ponakan tersayang
Deepak Chopra’s words in this book communicate what thousands of people have been trying to teach humanity for years, in a simple yet profound manner.
I’ve been heavily surrounded by spiritual topics throughout these last years of my life, but there were questions I didn’t seem to get a good enough answer for.
For example, the question of if everything in the Universe is good, why does evil still exist?
Baba said some of the wisest things I have ever read: “I know that you are frightened and alone, and I can’t wait to show to that what you are so afraid of is only imagination.”
Personally, I found this book as wisdom being translated into words full of love that my soul understood perfectly. I’d recommend this to everyone (even people who aren’t teens anymore) who want universal questions answered in the most friendly way.
Luisteren naar je ziel. Stilte en de natuur opzoeken om de ziel te laten spreken. Vertrouwen op de stroom van het leven. Je hoeft niet te vechten, go with the flow, zeg ja. Kijk en luister naar de ander met liefde, zie dat alles aan deze persoon goed is. Luister met je hart i.p.v. je hoofd. Vier het 'niets', de nul, in een wereld waarin we altijd bezig (moeten) zijn, is het belangrijk het niets te eren en te verwelkomen. Vraag de ziel om hulp en ondersteuning als nodig.
This entire review has been hidden because of spoilers.
This is absolutely one of the best books I’ve ever read. It was an absolutely wonderful read that really made me think. I have quotes from this book written out and taped to my bedside table. Overall my top recommendation for anyone interested in spirituality, nature, self discovery, or absolutely anything else in the world!
صبي يلتقي ب"بابا" الرجل الذي يُعطيه دروسًا لا تُدرّس في المدرسة عن الحياة والقلب والروح والعلاقات وغيرها. الترجمة العربية تبدو كترجمة حرفية من اللغة الإنجليزية، تُعرب التعابير بشكل يصعب فهمه إن لم تعرف أصل التعبير الذي أدى لترجمة العبارة أو حتى الفقرة بهذا الشكل. توقفت عند الصفحة ١٢٠. أجد بأنه كمحتوى يحمل أفكارًا كبيرة ويشرحها بطريقة سلسلة للمراهقين.
شوبرا..... يصرخ الناس عندما تكون قلوبهم متباعده . يتحدثون عادة عندما تكون قلوبهم في تناغم. ولكن عندما تكون القلوب متآلفة فلا حاجة للكلمات على الإطلاق . هذه هي الطريقة التي يعمل بها القلب . في الصمت ستجد روحك كمحب يوجهك من قلبك .
Geschichte über einen Jungen und einen Baba, an vier Tagen zeigt der Baba dem Buben, was wirklich im Leben zählt. Wunderschön geschrieben, kann man immer wieder mal zwischendurch lesen. Am Ende noch Übungen: zB. sehe heute mal nur das positive, etc. ... empfehlenswert!
Si bien en ocasiones es un libro un tanto complejo de entender una vez que consigues extraer toda la sabiduría que tiene sus páginas se convierte en un libro imprescindible para todo aquel que se vea inmerso en un proceso de desarrollo personal interno
جميل وبه رسالة عميقة تجعلك تتفكر بخلق الله وكيف يدبر الحياة، لكن فيها بعض الأمور الشركية للدين الاسلامي التي تتعلق بأديان ثانية، يمكن تخطي هذا الجزء والتفكر في كيف الله يدبر الامور من حولنا وكيف نحن غافلين عنها، يعني نأخذ العبرة والرسالة الايجابية..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Apakah aku mempunyai jiwa? Bagaimana cara impian menjadi kenyataan? Apakah kekuatan terbesar di alam semesta? Bagaimana aku dapat mengubah dunia?
Jika membaca tag-line nya, sebenarnya novel inspiratif ini ditujukan untuk para remaja. Tetapi bisa dirasakan bahwa keempat pertanyaan diatas bukan hanya milik para remaja saja. Keempat pertanyaan diatas sesungguhnya bisa datang dari siapa saja kecuali balita.
Buku ini Aq dapat secara gratis ketika menghadiri acara KU-BU-GIL di Domus Café. Selain ada beberapa list buku yg belum dibaca sebenarnya Aq sedikit malas membaca buku ini coz kata2 “ Spiritual ” yg terpampang di covernya seperti beban buat_Q… Tetapi setelah sekian lama tertunda akhirnya….
Ternyata….Alamak…Oks bgt bukunya…
Deepak Chopra membagi pengalaman masa remajanya kepada Qta melalui buku ini. Jadi tidak heran gaya berceritanya dr sudut pandang “ aku “. Ketika si Aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah dia bertemu dengan seorang tua yg dipanggil Baba. Dalam buku ini tidak disebutkan dari mana Baba berasal pokoknya dia tiba2 muncul secara misterius dihadapan si Aku lalu menuntunnya untuk mempelajari kehidupan. Kalau dari panggilannya Baba ini adalah orang yg mempunyai makrifat dan sangat dijunjung tinggi di India. Jika cerita ini benar2 terjadi, berarti beruntung sekali si Aku pernah menjadi murid seorang Baba. Awalnya si Aku tidak begitu menaruh minat dgn ajakan Baba, tetapi ketika si Aku merasa bahwa apa yg disampaikan oleh Baba adalah ilmu yg luar biasa dan tidak seperti ilmu2 yg diajarkan di sekolahnya maka lambat laun hati si Aku lebih cenderung ke Baba. Sifat khas remaja si Aku yg selalu ingin tahu berusaha untuk menyerap dan memanfaatkan semua pembelajaran spiritual yg dipandu oleh Baba.
Setiap bab dalam buku ini menuturkan kisah hidup yg menggugah jiwa. Jadi gak salah pilih deh kalau baca buku ini. Gaya bertutur Deepak Chopra jg asyik dan segar khas ABG dari belahan dunia timur meski terkadang agak naïf. Karena isi buku ini sangat inspiratif jadi tidak ada bagian yang Aq anggap favorit. Semua isinya sangat menyenangkan dan melembutkan hati. Tetapi ada beberapa kalimat di buku ini yang sepertinya sering berdengung di kepalaku.
Setiap anak yang dilahirkan adalah bukti bahwa Tuhan belum putus asa menghadapi manusia ( Rabindranath Tagore )
Kutipan ini mengingatkan Aq pd salah satu artikel di Kompas. Artikel itu menyebutkan bahwa tgl 21 Desember 2012 adalah hari alam semesta beserta seluruh isinya. Bila mengingat kapan masa hidup Tagore ketika mengeluarkan kalimat ini, berarti apakah saat ini Tuhan sudah lelah ya dgn manusia…???
Disatu sisi kok gak malu yah orang yg meramal itu coz dah bertindak seperti Tuhan. Berarti gak salah dunk bila Deepak Choopra memberikan alternatif supaya Qta menjadi pribadi yg lebih baik dan berkualitas.
“ ….Baba mengajarkanku untuk mempercayai bahwa aku adalah seseorang yg unik dan jiwaku benar-benar mengetahui apa yang membuatku sempurna dalam keunikanku sendiri.” ( hal. 116 )
Lalu dilanjutkan
“ Jika kau merasa kecewa karena tak mendapatkan apa yang kau inginkan, ingatlah bahwa hal yang benar2 kau inginkan adalah membiarkan jiwamu memenuhi apa yang sebenarnya kau butuhkan.” ( hal 116 )
Menurut_Q memang sudah keawajiban Qta sebagai umat beragama untuk bersyukur terhadap semua karunia yang telah dilimpahkan Allah SWT sejak Qta masih berbentuk zygote hingga menutup mata. Minimal Qta harus berbaik sangka kepada Allah SWT supaya hidup ini mudah untuk dinikmati.
Apakah aku memiliki jiwa? Bagaimana cara impian menjadi nyata? Apakah kekuatan terbesar di alam semesta? Bagaimana aku dapat mengubah dunia?
Mungkin salah satu dari empat pertanyaan di atas pernah terbersit dalam pikiran Anda. Beberapa pertanyaan itu pernah juga terbersit dalam benak saya. Dan buku ini memberikan gambaran yang bisa menjawab semua pertanyaan tersebut lewat empat hari perjalanan yang dilalui Deepak Chopra dengan Baba. Sekilas, membaca buku ini seperti membaca buku “The Alchemist”-nya Paulo Coelho. Namun, bahasa yang digunakan dalam buku ini terasa lebih ringan tentunya, atau dalam bahasa kalbu sering disebut dengan “Down to Earth gitu deh..” Membaca kisah dalam buku ini mengingatkan saya juga ketika membaca buku “Life’s Golden Ticket” karya Brendon Burchard, dimana tokoh utamanya sama-sama melakukan perjalanan dengan seseorang yang digambarkan sebagai orang tua yang bijak. Dan mereka sama-sama belajar tentang meningkatkan kualitas hidup. Kenapa bukan kuantitas hidup ya, biar bisa hidup berkali-kali, saingan dengan kucing bernyawa tujuh :D
Pernahkah Anda mendengar atau membaca cerita tentang seekor gajah dan enam orang buta yang bijak? Kisah singkatnya, “Enam orang buta yang bijak sedang mencoba mendeskripsikan bentuk seekor gajah. Orang pertama mengatakan bahwa gajah itu mirip dengan dinding karena dia menyentuh bagian badan si gajah. Orang kedua menyebut gajah itu seperti tombak karena dia menyentuk gading si gajah. Dan, begitulah seterusnya, keenam orang buta tersebut mendeskripsikan seekor gajah hanya sebatas bagian tubuh gajah yang mereka sentuh. Pesan yang tersirat adalah jika Anda mengetahui hanya sedikit tentang sesuatu hal, berarti Anda tidak benar-benar mengetahuinya.”
Namun, ternyata masih ada teka-teki yang tersisa dari kisah tersebut, yakni : “Kenapa dalam kisah tersebut hanya terdapat enam orang buta yang bijak? Kenapa bukan tujuh, delapan, dan seterusnya? Atau kenapa bukan lima, empat, dan seterusnya?
Ahhh…ternyata karena ….tiiiiittttttt…..(sensor dari penulis dan penerbit). Maaf, Anda harus baca sendiri buku ini.
*Thanks ya Panda yang baik, yang telah meminjamkan buku ini. Minjamnya sudah lama sekali, sejak acara halal bihalal di TB Malacca, selesainya baru sekarang, maklum...bacanya masih mengeja :D*
Sesuatu yang istimewa menarik perhatianmu. Kau mulai tertarik. Di matamu, sesuatu yang istimewa itu mulai berkembang. Ketika hal itu tumbuh menjadi sesuatu yang makin lama makin istimewa - kau mulai menganggapnya berharga.
Jadi, hal misterius apakah yang menarik perhatian? Setiap orang pastinya memiliki jawaban yang berbeda, namun tiga hal berikut ini ada di urutan teratas daftarku..
1. KEBAIKAN ada sesuatu yang sangat menyentuh ketika bertemu seseorang yang baik. Kebaikan nggak selalu datang dengan mudah, tapi ketika ia datang, seorang dengan hati yang benar-benar baik sangat mempesona.
2. EMPATI selangkah lebih maju dari kebaikan, karena itu ia sulit ditemukan. Bukan berarti orang yang memikirkan orang lain di atas dirinya sendiri itu tidak ada loh.. tapi beranjak dari kenaifan manusia dan seakan terlihat bodoh -- memiliki empati sungguh berharga.
3. DAMAI tidak banyak ruang untuk damai di dunia. Kita mungkin bisa menemukannya jika dibesarkan di lingkungan yang damai, tapi bagaimana jika tidak? terlebih lagi jika mampu menyelaminya dalam diri seseorang.. orang lain..
Ada banyak alasan untuk merasa tidak baik atau damai, dan alasan itu tersebar menunggu dipetik... tinggallah kita memutuskannya, dan ada banyak sifat-sifat lain yang bisa menambah ketertarikan (at least for myself).
Atau aku bisa begitu saja tertarik only because someone has (a real) something in his eyes..
Aku ingin mencoba menemukan hal-hal tersembunyi dalam cinta... cinta yang menjadikan aku, cinta yang menjadikan orang lain dan cinta yang membiarkan hidup serta cinta yang menganugerahi kematian.
Buku ini sungguh a must read ed, menggetarkan jiwa.. jd pengen ketemu dan salaman sama Baba. Spending couple days of my life to hv a course with him...
It's fun to get to discuss non-fiction titles here!
I really liked this book, and think that as a teenager, it would have made a bigger impression than it did reading it as an adult.
There were some great take-aways, like "We were born to be the heroes of our own story" which is so close to my own philosophy on life that it was kind of stunning to read in someone else's book!
I also thought it had a great exercise for teens - and everyone, really, about writing down three people, real or imaginary, who are your heroes. Then list three qualities you admire in each one (like courage or being able to fly...)
That list of 9 qualities are your "mission from the mythic level"
I'm not explaining it as beautifully as in the book (pg 126-128) but it's a great idea and I can't wait to try it - and to recommend it as well!
I had been reading this book over several months from a school library waiting to see my kid clients. I really didn't know too much about Deepak Chopra besides the fact that Oprah was into him, but he seemed like some kind of spiritual guru. The book itself is quite good. There are truisms about living life presently and deeply shrouded in a parable like way of a young Chopra meeting a wizened spiritual teacher. I really have my doubts that a teenager would dig this book though. I think they'd feel impatient with the disciple narrative, which might work better for younger kids, and then the spiritual concepts appeared to me pretty esoteric. But what do I know, I'm not really a teenager anymore. I'm coming to this book as a adult. Though as an adult, I was disappointed by finding that Chopra is vilified by the scientific community for promoting pseudo medicine. Oi.
If you want to relate anything to the metaphysical, from your own diet to golf, Deepak Chopra has written a book on it. Always interesting, his writing ties together the common bonds of spirituality across religions and the centuries more than it highlights the differences between east and west. This is a fast read but with little gems embedded in it, time is needed for reflection before moving on to the next book. I found this an interesting book to read while reading at the same time about the Mayflower Puritans and their perspectives on faith.
Very quick and interesting read. Tells the story through the eyes of a young boy following an older man named baba hoping to learn lifes secrets. After realizing true happiness lies within your soul (versus monitary value), the young boy gains a better knowledge of the world.
Like I said, this book is for young teenagers who do not know the true meaning of happiness.
Belum minat membuat review. Ternyata buku ini biasa aja (buat saya, loh!). Ngutip dulu ah:
Dari halaman 36: Orang-orang saling berteriak ketika hati mereka terpisah dan mereka bicara normal ketika hati mereka selaras. Namun ketika dua hati telah menyatu, kata-kata sama sekali tidak dibutuhkan.
it's my first book that wrote by Deepak Chopra. Throughout the book told about the story when the author was a teenager and meet his guru. It's an 'easy reading' book and fit with my expectation as a starter reader of Deepak Chopra's books.