Ketika Kirana dihadapkan pada pilihan antara kekasih yang dicintainya atau membahagiakan Ayah di saat-saat terakhirnya.
Kirana, 16 tahun. Ia kira hidupnya berjalan cukup baik untuk seorang anak yang telah kehilangan Ibu. Kirana memiliki Ayah yang sangat menyayanginya, pacar yang keren, sekolah yang berjalan cukup baik, dan tentu saja hobi baletnya. Tetapi hidup Kirana tiba-tiba jungkir balik saat Ayah didiagnosis kanker usus, ditambah dengan rencana Ayah untuk menjodohkannya dengan orang yang sama sekali tidak dikenalinya.
Keno, 16 tahun. Seorang anak urakan yang tanpa perlu belajar, selalu bisa memperoleh nilai tinggi di kelas. Dia akan melakukan apa pun untuk dapat menyenangkan hati cinta pertamanya, Kirana.
Aji, 26 tahun. Sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya sebagai analis bank. Sampai suatu hari dia diberi tanggung jawab untuk menjaga seorang anak atasannya, yang ternyata malah membuat Aji jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sebenernya aku nggak enak sih kasih bintang segini, apalagi ini bukunya dikasih. Maaf banget ya Kaaak. 🙏🙏
Jujur, aku rada nggak nyaman baca bkunya krena perbedaan umur 10 tahun. Nggak msalah juga sih kayaknya klo cweknya umur 20an atau 19san. Tapi ini 16, sama cowok 26 tahun. Aku nggak nyaman bangeet.
Bapaknya problematik banget sih. Apa iya satu2nya cara cumn dinikahin? Iya sih soalnya itu jdinya lbih bertanggung jawab, tapi kan tetep aja emang bapaknya setahu apa gtu tah sama Aji tuh sampe percaya nitipin anaknya yg masih 16 tahun ke bawahan di kantor. Dunia ini penuh tipu daya.
Aku juga nggak nyaman sama cara Aji deketin Kiran. Apalagi yg pas lamaran itu. Cuman diksih wktu sepekan sebelum akhirnya mereka kudu merit. Aku juga rada ngeri sih sama Aji yg bisa langsung suka gtu sama Kiran. Candaan Aji juga nggak banget sih pas malem pertama.
Trus chemistry nya Aji sama Kira juga nggak ada banget. Tpi mungkin ini pengaruh dari aku yg udah nggak nyaman duluan, sih. Heuheu
Ya intinya aku enggak nyaman aja sih bacanya, heuehu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Semua hal yang ada di dunia ini hanya sementara. Seburuk apa pun keadaannya, semua pasti akan berlalu." (h. 110)
Kiran, 16 tahun, dihadapkan pada pernikahan karena usia ayahnya tak lama lagi. Sedangkan dia tak punya saudara lain.
Keno, 16 tahun, sayang Kiran tapi apa yang bisa dilakukan remaja abg seusianya?
Aji, 26 tahun, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Kiran dan siap menikahi gadis itu seperti permintaan sang ayah.
Novel ini mengisahkan kehidupan dan kisah mereka dengan tulisan yg rapi dan mengalir. Kegalauan dan kesedihan Kiran karena kondisi sang ayah lalu tentang pernikahan itu terasa dengan baik. Separuh awal pembaca akan menemukan masa SMA Kiran. Sedang separuh akhir pembaca akan mendapati pergulatan batin dan konflik yg harus dihadapi Kiran dalam pernikahan.
Novel ini mengangkat perbedaan usia karakter yang banyak, 10 tahun. Juga fakta bahwa Kiran masih anak SMA. Saya sendiri penasaran dengan blurb-nya. Hanya saja selepas membaca saya agak sulit bersimpati dengan Aji dan memahami lelaki itu. Jadinya merasa agak gimana dengan beberapa sikap yg diambilnya. Namun secara keseluruhan novel ini menarik dibaca.
Novel Nikah Muda merupakan novel pertama Kak Thessalivia yang kubaca. Novel ini pernah diikutkan dalam Gramedia Writing Project 3 Tahun 2017 dan terpilih sebagai salah satu finalis.
Novel ini mencoba mengangkat tema perjodohan dan nikah muda. Ide yang sebenarnya sudah tidak asing lagi, tapi tetap diramu dengan sesuatu yang berbeda.
Ini tentang kisah Kirana, seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang "terpaksa" menerima perjodohannya dengan pria pilihan ayahnya yang usianya jauh di atasnya. Padahal Kirana sebelumnya telah memiliki Keno, kekasih yang seusia dengannya.
Layaknya remaja seusianya, Kirana tentu saja kecewa dengan keputusan ayahnya, dia menyalahkan semuanya, terutama pria itu, Aji yang hadir mengacaukan semuanya.
Namun, Kirana tak punya pilihan lain, dia tahu inilah jalan terbaik yang dipilihkan ayahnya untuknya.
Bagaimana akhir kisah Kirana, Aji dan Keno? .
Sebuah kisah romansa sederhana dan ringan tentang perjodohan. Diceritakan dengan gaya menulis yang mengalir, aku dibuat hanyut dengan kisah Kirana, Aji dan Keno.
Separuh buku, aku diajak menyelami kehidupan remaja Kirana. Aku bisa memahami kekecewaan dia, sikap dia yang masih labil hingga kemudian dia dan Aji menikah.
Aji hadir sebagai sosok suami yang dewasa, sabar, bijaksana dan benar-benar perhatian. Mengimbangi sikap Kirana yang masih suka impulsif.
Kehadiran Keno kembali pun menjadi konflik yang menguatkan kisah ini. Bagaimana akhirnya Kirana bisa memilih yang terbaik buat hidupnya.
Membaca kisah ini aku bisa merasakan kasih sayang luar biasa dari ayah Kirana, bagaimana pun menjadi orang tua itu tidak mudah. Bagaimana ayah Kirana berusaha memutuskan pilihan yang terbaik bagi anaknya.
Membaca kisah ini campur aduk, antara rasa kecewa, bahagia dan terharu menjadi satu. .
Novel ini juga cukup rapi dari segi penulisan, walau dicetak secara indie
Annyeonghaseyo yeorobun🙋 Ada yang punya rencana buat nikah muda? Kalau Dev sih pikir-pikir dulu ya:) Tapi kalau nikahnya sama member Treasure atau NCT kapanpun Dev siap kok wkwk. . .
Judul : Nikah Muda Penulis : Thessalivia Penerbit : Stiletto Indie Books Tahun Terbit : Cetakan 1, Juni 2018 Jumlah Halaman : 255 .
Novel Nikah Muda karya kak Thessalivia ini merupakan Novel Finalis Gramedia Writing Project Periode 3 tahun 2017 loh. Sebagai novel debut, novel ini berhasil mencuri perhatianku setelah membaca blurbnya. Berkisah tentang Kirana yang jatuh cinta kepada Keno, teman sekelasnya. Namun mereka puas menjalani kebersamaan tersebut hanya sebagai sahabat. Mulanya kehidupan Kirana berjalan cukup baik, hingga sebuah kejadian menimpa keluarganya. Ayah Kirana jatuh sakit dan membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Hingga sebuah keputusan diambil oleh sang ayah karena menganggap hidupnya tak akan lama lagi. Maka Kirana dijodohkan dengan Aji, pegawai di kantor ayah Kirana. .
Sebenarnya tema yang diangkat bukan jadi hal yang baru buat aku. Karena tema tentang pernikahan dini ini sering dijumpai pada cerita-cerita wattpad kan ya?! Namun cerita ini sedikit unik karena perbedaan usia tokoh utamanya. Coba bayangkan gadis berumur 16 tahun dijodohkan dengan pria yang jauh lebih tua darinya. Selisih usia mereka adalah 10 tahun. Tapi kalau dipikir-pikir keputusan Ayah Kiran ini memang tepat sih ya, pasti semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ayah Kiran ingin putrinya dijaga oleh orang yang tepat, seperti sosok Aji yang dewasa dan perhatian. .
Novel ini menggunakan gaya bahasa yang ringan dan santai. Alur cerita dan cara penuturannya yang rapi banget membuat novel ini sangat nyaman untuk dibaca. Aku suka cara kak Thessa menarasikan ceritanya, mampu membuat kisah ini mengalir lembut. Aku juga suka bagaimana penulis meracik plot dan konfliknya. Penulis begitu lihai mengolah emosi pembaca, kita dibuat ikut merasakan segala emosi yang dialami oleh para tokohnya. Kata demi kata yang disajikan terasa lebih berwarna. Membacanya akan menghadirkan perasaan yang begitu hangat.
Setiap kita pasti memiliki impian di masa remaja. Bagi seorang Kirana, salah satu impiannya adalah untuk bisa bersanding dengan sang kekasih masa kecilnya hingga tua kelak. Sejak SD, Kirana memang telah mengagumi sosok Keanu (atau Keno). Ditambah lagi, keduanya sudah akrab sejak kecil. Benih-benih cinta telah mulai bersemi bahkan sebelum masanya virus merah jambu itu berkembang. Kirana yakin benar bahwa Keno adalah jodohnya dan karena itu dia terus berharap bahwa Keno yang urakan itu juga beranggapan kalau dirinya lebih dari sekadar sahabat. Gayung bersambut, Keno ternyata juga menaruh hati kepada seorang Kirana. Dari yang semula teman kecil, lalu berlanjut pada “kakak-adik-an”, dan kemudian diresmikan menjadi TETAP (teman tapi pacaran). Bagi Kirana, hidupnya sudah sempurna.
"You know what, tiap orang menyikapi masalah dengan cara yang berbeda-beda, entah itu menjadi lemah atau malah menjadi semakin kuat." (hlm. 99)
Sayangnya, tidak semua yang diinginkan serta diimpikan setiap manusia akan selalu indah sempurna. Sering sekali, badai permasalahan menerjang tanpa diduga. Di usianya yang masih 16 tahun, kehidupan memperlakukan remaja putri itu dengan cukup keras. Setelah kehilangan ibunda tercinta di usia kecil, gadis itu kini terancam kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki, sang Ayah. Sejak menjadi piatu, sosok ayahnya adalah sekaligus ibu bagi Kirana. Beliau menjadi satu-satunya keluarga tempat Kirana bersandar, menjadi panutan sekaligus tempat curhatan, juga sosok penopang kehidupan dan juga pelarian saat masalah mendera. Kini, sosok yang selalu sibuk dan semangat bekerja itu tiba-tiba terbaring lemah di rumah sakit, terserang kanker ganas. Peluang sembuhnya amatlah tipis, tetapi dia masih memiliki hal lain yang lebih dicemaskannya ketimbang penyakitnya: putri satu-satunya.
"Selalu ada yang bisa diusahakan selain mengeluh karena hidup tak pernah berhenti berjalan." (hlm. 35)
Sebagai keluarga satu-satunya, wajar jika ayahnya khawatir dengan Kirana. Gadis muda itu akan sendirian dalam menjalani kehidupan Jakarta yang keras. Ia khawatir, Kirana akan terjerumus dalam masa depan yang tidak jelas tanpa adanya anggota keluarga yang bersedia mendampinginya. Insting seorang ayah menuntunnya untuk mengambil sebuah keputusan yang berat tetapi memang harus dilakukan: menikahkah Kirana sebelum dia meninggal. Memang, salah satu momen yang paling membahagiakan bagi seorang ayah selain melihat anaknya diwisuda adalah menjadi wali di pernikahan anaknya. Dalam budaya Jawa, orang tua bahkan baru merasa “tugasnya selesai” ketika anak gadisnya resmi dipinang orang. Lewat pernikahan, si anak gadis akan berpindah dari naungan orang tua ke sarang cinta barunya bersama suami tersayang.
"Orang malas banyak alasan, orang pintar banyak cara." (hlm. 97)
Melewati perenungan mendalam, sang ayah rupanya telah memiliki calon jodoh yang cocok untuk Kirana. Dia memiliki seorang bawahan yang menurutnya sangat tekun, tepercaya, dan dia yakini mampu menjaga Kirana, namanya Aji Laksono. Pria itu berusia 26 tahun, berselisih sepuluh tahun dengan Kirana. Walaupun hukum di Indonesia sudah melegalkan perempuan berusia 16 tahun untuk menikah, perjodohan di zaman now tidak semudah itu dilakukan. Orang tua kini tidak bisa memaksakan anak gadisnya untuk menikah dengan pria pilihan mereka—sebaik apa pun petimbangannya. Dan masalah juga semakin pelik karena Kirana sendiri telah memiliki Keno yang sudah sempurna di matanya, yang juga mencintai Kirana dengan sepenuh hati. Keputusan terakhir ada di tangan Kirana. Antara mempertahankan Keno yang dicintainya sejak belia, ataukah menikah dengan Aji untuk memenuhi keinginan terakhir sang ayahanda.
"Selalu ada yang dapat diusahakan selain mengeluh, karena hidup tidak pernah berhenti berjalan." -Hlm. 35 .
Ketika dihadapkan pada pilihan antara kekasih yang dicintai atau membahagiakan Ayah di saat-saat terakhirnya.
Mana yang kamu pilih?
Begitulah lingkaran kehidupan Kirana Martha (16 th). Dihadapkan pada pilihan sulit. Antara kebahagiannya dengan tanpa mengindahkan perasaan orang lain atau membahagiakan dengan mengorbankan kebahagiannya sendiri. Cukup pelik. Tapi itulah hidup. Selalu punya cara untuk membuat kita terkadang merasa sudah saatnya menyerah lalu pasrah. Walau pada akhirnya takdir juga selalu punya cara untuk menenangkan dan membuat kita mengikhlaskan segala ketentuanNya.
Kaenu Danaswara (16 th) a.ka Keno. Seseorang yang biasa-biasa saja tetapi selalu ada untuk Kiran. Bisa dibilang sahabat yang dengan pesona urakannya mampu membuat Kiran tak bisa lepas barang sehari untuk tidak bersamanya. Keduanya ternyata saling menyimpan rasa yang sama. Cinta.
Lain halnya Aji Laksmono (26 th). Seseorang yang dengan lancangnya hadir di kehidupan Kiran lewat Ayahnya. Yang terperangkap di tengah-tengah gaung asmara Kiran dan Keno. Merusak paksa takdir percintaan mereka.
// Membaca Kisah Kiran, Keno dan Aji cukup membuat saya yakin kalau cinta hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berhak mendapatkannya. Cinta bukan sekedar keinginan bersama. Tetapi melepaskan dengan merelakan untuk membahagiakan orang yang dicintai juga bagian dari itu. .
Thessalivia benar-benar berhasil mengemas kisah cinta mereka dengan apik. Saya bahkan tidak bisa berhenti membaca sebelum menamatkannya. Sedikit berharap halamannya bisa lebih diperbanyak lagi ;D.
sukaaa banget ceritanya. baru lagi nih baca buku secepat ini tamatnya.. betah banget baca kisah Kiran dan Keno ini, serta ketulusan cinta Aji, duuh melting dah :D suka dengan happy endingnya^^
Apa jadinya jika kamu harus menikah diusia 16 tahun? Kirana mengalaminya. Ia dijodohkan dengan lelaki yang 10 tahun lebih tua. Semua ini terjadi ketika ayahnya sakit dan menitipkan Kiran pada Aji. Masalahnya, Kiran sudah ada Keno, cowok yang dicintai.
Awalnya aku kira di bab pertama akan langsung menjumpai adegan pertunangan layaknya novel perjodohan di luar sana. Dan syukurnya tebakanku salah. Awal bab kita akan diperkenalkan kehidupan Kiran, pertemuannya dengan Keno, hingga keduanya menjalin hubungan. Sosok Aji baru dimunculkan pada pertengahan bab. Aku suka dengan cara penulis mengenalkan konflik, tidak terkesan ujug-ujug. Kita juga bisa merasakan terlebih dahulu bagaimana romantisnya hubungan Kiran dan Keno.
Idenya memang mainstream. Tetapi eksekusinya cukup berhasil. Penulis menghadirkan karakter sesuai porsinya. Kiran yang memang masih remaja dengan segala kelabilannya. Aji yang super duper baik dan penyayang, tipe suami idaman pokonya. Sayang, Aji belum bisa masuk katakter favoritku.
Konfliknya cukup berat, lebih ke konflik batin sebenarnya. Ya bisa dibayangkan bagaimana Kiran harus menyandang status baru sebagai istri sedangkan dirinya masih duduk di bangku SMA.
Buatmu yang butuh referensi seputar live after marriage, novel ini bisq menjadi pilihan
Seorang gadis berusia 16 tahun terpaksa nikah muda, demi memenuhi permintaan sang ayah yang sakit-sakitan.
Well, masalahnya bukan karena dia berasal dari kelas ekonomi rendah. Dia dari middle class, dan tidak dipaksa nikah karena urusan hutang.
Namun dia menikah karena merasa usia sang ayah sudah tidak panjang lagi. Dan ibunya juga sudah almarhumah.
Lagipula calon suaminya terlihat baik, mapan, dan bertanggung jawab.
Tapi ia harus meninggalkan pacarnya, emmmm......
Cukup bagus sih karena memperlihatkan sisi lain dari pernikahan dini. Tapi usia minimal untuk menikah (untuk perempuan) adalah 19 tahun. Kalau dipraktekkan di Indonesia (maksudnya di kehidupan nyata), bisa melanggar UU.
ini kayaknya novel debut ya? kelihatan dari penulisannya. kaya masih anak SMP-SMA gitu yg nulis. tapi udh bagus banget penulisannya, ngga berantakan. dan vibes penulisannya kaya balik baca novel sebelum tahun 2010. jadulnya dpt banget. overall ini cukup oke untuk bacaan ringan.
cuma karena ini YA dan banyak plot hole nya jd kurang cocok buat saya. bapaknya mau nikahin anaknya tp kenapa ga dikenal”in pas beliau masih sehat, kan aneh :’
belum lagi aji bilang belum ada perempuan yg dia suka krn dia mencari perempuan yg pantas dia perjuangkan. terus dia suka ama kiran karena aktif, bersemangat, polos , dan muda. “kriteria yg selama ini dia cari dan tidak temui di wanita lain”. agak serem ya si aji. soalnya ini kiran anak SMA, sebelah mananya yg pantas diperjuangkan? intinya si aji tb tb mau ama kiran karena ya kiran masih bocil, dia doyan cewek muda. jd agak ga nyaman bacanya. krn penulis membuat karakter aji ini kalau dr kacamata perempuan dewasa, jd kelihatan kaya cowok mesum.
baru ketemu kiran sekali, belum pacaran tiba-tiba udh manggil sayang. cringe abis lo ji 😭 kiran pun , jg kaya anak ga tau sopan. manggil aji doang, bisa kan tambahin mas kak bang