Cindy adalah seorang perempuan yang masih belajar menjadi desainer. Bersama kedua temannya, dia mengikuti kompetisi fashion. Namun, di kompetisi itu dia menyamar menjadi model karena Kristin yang seharusnya memeragakan gaunnya tidak bisa datang. Agar tidak ketahuan, Cindy mengenakan gaun dengan topeng masquerade. Sosok tersebut disebut Midnight Cinderella. Hanya saja, seorang desainer bernama Nathan terpukau oleh penampilannya. Nathan lalu mengundang tim Cindy magang di workshop-nya. Lelaki itu masih mengira bahwa Kristin-lah yang menjadi Midnight Cinderella saat itu. Sifat Cindy yang ceroboh selalu menyusahkan Nathan, tapi itu jugalah yang mendekatkan hubungan mereka. Lambat laun, Nathan menyadari kalau Cindy adalah Midnight Cinderella yang saat itu dikaguminya.
Penerbit Koru
Imprint dari PenerbitHaru
Cara kirim naskah ke Penerbit Koru, silakan kontak
“Tak ada salahnya mempraktikan filosofi jari-jemari Cindy, yang menyuruh dia membuka hati dan membiarkan jarinya digenggam orang lain.” – hal 430-431 Sekilas dilihat dari sinopsis, pastinya pembaca akan langsung mengetahui jika novel ini sebagian besar akan membahas tentang satu hal. Ya, benar. Fashion. Kedua tokoh utama dalam novel ini memiliki keinginan untuk menjadi desainer. Bedanya, yang satu telah sukses dan memiliki workshop-nya sendiri. Sedangkan yang satu lagi – Cindy- masih berusaha dengan keras untuk menggapai impiannya tersebut.
Hal yang paling menarik dan saya suka dari novel ini adalah ide ceritanya. Saya selalu membaca novel ini saat malam hari sebelum tidur. Novel ini berbentuk digital sehingga saya dapat membacanya dengan mudah melalui ponsel yang saya genggam. Sekali pun lampu sudah saya matikan, saya tetap bisa membacanya dengan nyaman. Era novel digital ini tentunya merupakan kabar baik bagi para pembaca yang selalu sulit untuk melepaskan pandangannya dari gadget. Selain itu dengan hadirnya novel digital, pembaca tidak perlu untuk membawa-bawa buku bacaannya kemanapun mereka pergi dan tentunya juga ramah lingkungan!
Okay back to the topic, ide dari pembuatan novel ini menurut saya sangat cemerlang. Ditambah cara penuturan penulis yang seru, membuat saya rasanya sangat sulit untuk berhenti dan mengambil jeda saat membaca. Hal yang paling membekas diingatan saya adalah bahwa salah satu tokoh utama dalam novel Midnight Cinderella, Nathanael putranto, memiliki 10 hate list. Review lengkap > http://feniyuli.space/review-novel-mi...
Buat yang suka dengan cerita Retelling Version, buku dengan cerita yang ringan ini mengangkat kisah tentang kehidupan seorang gadis yang tinggal dengan Ibu tirinya dan dua saudara tirinya. Mirip kisah siapa? Betul... Cinderella. Membaca buku ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena termasuk ringan ceritanya. Namun, ada beberapa catatan yang saya simpan.
Pada halaman 388, saya bingung, ada nama Bu Sandra tertera si situ, sementara saya pikir yang berbicara adalah Bu Mariah. Apakah ini termasuk typo?
Di halaman yang sama, 388 pun ada typo berupa penambahan huruf p/ pada kata Papa. Dan ada beberapa typo terselip di halaman berikutnya.
Berikutnya, ini memang masih banyak penulis yang melakukannya, sih. Tapi, saya merasa kalau 'suara' Nathan dan gelagatnya ini masih 'kecewekkan' jadi saya sempat merasa sedikit harus pandai-pandai membedakan 'suara' dialog karakternya.